Pengertian Panen, Faktor, dan Kriterianya

Diposting pada

Panen Adalah

Panen adalah proses mengumpulkan hasil panen padi dari berbagai jenis lahan pertanian. Kegiatan pemanenan padi meliputi menuai, menumpuk, menangani, merontokkan, membersihkan, dan mengangkut. Sehingga panen ini dapat dilakukan secara individu atau dibantu dengan menggunakan mesin. Penting untuk menerapkan metode panen yang baik untuk dapat memaksimalkan hasil gabah, dan meminimalkan kerusakan gabah dan penurunan kualitas.

Dalam bidang pertanian, selain proses pemanenan, dikenal pula istilah pascapanen atau proses yang dilakukan setelah panen.

Panen

Panen adalah bentuk pemindahkan tanaman dari tempatnya tumbuh dan memindahkannya ke lokasi yang lebih aman untuk diproses, dikonsumsi, atau disimpan.

Beberapa tanaman umbi-umbian dan buah pohon dapat dibiarkan di ladang atau di jenis kebun dan dipanen sesuai kebutuhan, tetapi sebagian besar tanaman mencapai periode kualitas maksimum, yaitu menjadi matang dan akan memburuk jika dibiarkan terbuka.

Pengertian Panen

Panen adalah sebagai proses mengumpulkan tanaman yang matang dari ladang. Menuai adalah pemotongan biji-bijian atau padi untuk dipanen, biasanya menggunakan sabit, sabit, atau mesin penuai. Pada arti pertanian yang lebih kecil dengan mekanisasi minimal pemanenan adalah aktivitas padat karya pada musim tanam.

Pada pertanian mekanis besar, panen menggunakan mesin pertanian yang paling mahal dan canggih, seperti mesin pemanen gabungan (combine harvester). Otomatisasi proses telah meningkatkan efisiensi proses pembibitan dan pemanenan.

Peralatan panen khusus yang menggunakan ban berjalan untuk meniru cengkeraman lembut dan pengangkutan massal menggantikan tugas manual untuk membuang setiap bibit dengan tangan. Istilah “pemanenan” dalam penggunaan umum dapat mencakup penanganan pascapanen langsung, termasuk pembersihan, penyortiran, pengepakan, dan pendinginan.

Selesainya panen menandai berakhirnya musim tanam, atau siklus tanam untuk suatu tanaman tertentu, dan pentingnya acara ini secara sosial menjadikannya fokus perayaan musiman seperti festival panen yang ditemukan di banyak agama.

Pengertian Panen dan Pascapanen Menurut Para Ahli

Adapun definisi panen dan pascapanen menurut para ahli, antara lain:

  1. PERMENTAN No.73/Permentan/OT.140/7/2013, Panen adalah rangkaian bentuk kegiatan dalam  pengambilan hasil budidaya berdasarkan umur, waktu, dan cara yang sesuai dengan sifat atau karakter produk.

Faktor Yang Menentukan Waktu Panen

Faktor utama yang menentukan waktu panen adalah sebagai berikut;

  1. Kematangan tanaman
  2. Cuaca
  3. Ketersediaan alat panen
  4. Pemetik
  5. Fasilitas pengepakan dan penyimpanan
  6. Transportasi merupakan pertimbangan penting

Kriteria Panen

Terdapat beberapa kriteria yang harus diperhatikan sebelum pemanenan tanaman dilakukan. Setiap tanaman tentunya mempunyai kriteria yang berbeda, tapi menurut PERMENTAN No. 73/Permentan/OT.140/7/2013 terdapat kriteria umum panen diantaranya yaitu:

  1. Waktu pemanenan yang tepat (keterangan jam dan hari)
  2. Indeks kematangan produk untuk dipanen
  3. Standar mutu untuk pemasaran
  4. Peralatan dan bahan penolong yang dipakai
  5. Cara memetik, memotong, memisah/split, membongkar, mewadahi, mengumpulkan, dan menyimpan sementara
  6. Cara perekrutan dan pelatihan pekerja
  7. Larangan, peringatan, petunjuk

Salah satu kriteria yang disebutkan di atas adalah kematangan. Bisa dikatakan bahwa menentukan waktu panen yang tepat yaitu menentukan “ kematangan” yang tepat dan saat panen yang sesuai. Untuk jenis tanaman buah dan sayuran, ada beberapa metode yang bisa dilakukan menentukan tingkat kematangan atau kemasakannya, antara lain:

  1. Melalui indikator visual

Melalui indikator visual, kriterianya yaitu:

  1. Paling banyak dipergunakan, baik pada komoditas buah maupun sayuran
  2. Berdasarkan perubahan warna, ukuran, dan lain-lain
  3. Sifatnya sangat subjektif, karena keterbatasan indra penglihatan manusia
  1. Melalui indikator fisik

Melalui indikator fisik, kriterianya yaitu:

  1. Sering digunakan, khususnya pada beberapa komoditas buah
  2. Didasarkan pada mudah atau tidaknya buah dilepaskan dari tangkai buah, uji ketegaran buah (penetrometer). Uji ketegaran buah lebih obyektif, karena dapat dikuantitatifkan.

Prinsipnya adalah buah ditusuk dengan suatu alat, besarnya tekanan yang diperlukan untuk menusuk buah menunjukan ketegaran. Apabila tekanan yang diperlukan semakin besar, buah akan semakin tegar, proses pengisian buah sudah maksimal atau masak fisiologis dan siap di panen.

  1. Melalui indikator fisiologis

Indikator utamanya adalah laju respirasi, sehingga sangat baik diterapkan pada komoditas yang bersifat klimakterik (kurang cocok pada komoditas yang non klimaterik). Ketika komoditas mencapai masak fisiologis, respirasinya mencapai klimakterik (paling tinggi), sehingga bisa disimpulkan bahwa saat laju respirasi suatu komoditas sudah mencapai klimaterik, maka komoditas siap panen.

  1. Melalui analisis kimia

Melalui analisis kimia, kriterianya yaitu:

  1. Terbatas pada perusahaan besar (relatif mahal), lebih banyak dipergunakan pada komoditas buah.
  2. Pengamatan pada kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, dan kandungan gula.
  3. Metode analisis kimia lebih objektif daripada visual, karena terukur.
  4. Pada dasarnya dalam buah terjadi perubahan biokimia selama proses pemasakan.
  5. Perubahan yang sering terjadi misalnya pati menjadi gula, menurunnya kadar asam, meningkatkan zat padat terlarut.
  1. Melalui komputasi 

Melalui komputasi, kriterianya yaitu:

  1. Yang dihitung adalah jumlah dari suhu rata-rata harian selama satu siklus hidup tanaman (derajad harian) mulai dari penanaman sampai masak fisiologis.
  2. Pada dasarnya terdapat korelasi positif antara suhu lingkungan dan pertumbuhan tanaman.
  3. Bisa diterapkan baik pada komoditas buah maupun sayuran.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian panen menurut para ahli, faktor, dan kriteria yang dapat mempengaruhinya. Semoga memberikan edukasi serta referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *