Pengertian Pekarangan, Ciri, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Pekarangan Adalah

Dalam bahasa Indonesia penyebutan tentang pekarangan bisa diartikan sebagai “tanah yang mengelilingi rumah”. Namun, istilah ini banyak digunakan dalam literatur ilmiah, khususnya dalam topik agroforestri dan arti pertanian, yang berarti “kebun rumah”.

Kata pekarangan mungkin berasal dari kata karang, yang berarti “tanaman tahunan”. Salah satu hal yang mencirikan suatu pekarangan yaitu memiliki batas yang jelas dan mengandung elemen seperti rumah pemilik, dapur, kandang, dan pagar. Ditinjau dari segi ukurannya, pekarangan bisa dibedakan menjadi empat, yaitu pekarangan sempit, sedang, luas, dan sangat luas. Pekarangan memiliki manfaat yang sangat beragam, diantaranya yaitu bermanfaat untuk menanam tanaman apotik hidup, contohnya seperti sembung, jeruk nipis, kunir, tanaman kencur, jahe, kapulaga dan sebagainya.

Pekarangan

Pekarangan adalah sejenis taman rumah tropis yang berkembang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Pekarangan biasanya ditanami beragam jenis tumbuhan, sementara beberapa digunakan untuk berbagai macam budidaya hewan (termasuk ikan, ruminansia, unggas, dan hewan liar) dan ada pula yang disertai bangunan seperti kandang dan sangkar burung.

Pekarangan menghasilkan makanan untuk mata pencaharian dan pendapatan, dan tanaman untuk keperluan hias. Seiring dengan penggunaan subsisten dan komersialnya, pekarangan digunakan untuk interaksi sosial dan berbagi hasil dan menyediakan bahan untuk upacara budaya dan praktik keagamaan.

Sejarah Penyebutan Pekarangan

Beberapa pekarangan dibuat, dipelihara, dan ditata secara spasial sesuai dengan nilai-nilai lokal. Dalam sejarahnya pekarangan rumah semacam ini mungkin telah ada selama beberapa ribu tahun, tetapi penyebutan pertama mereka ditemukan dalam babad Jawa yang ditulis pada tahun 860 M.

Keberlanjutan dan peran sosial pekarangan terancam oleh urbanisasi massal dan fragmentasi lahan yang rata-rata merupakan faktor penurunan luas hunian lahan. Penurunan tersebut akibatnya diikuti hilangnya keanekaragaman tumbuhan di dalam pekarangan.

Selain itu, beberapa pemilik sengaja mengurangi keanekaragaman tanaman untuk mengoptimalkan hasil panen untuk tujuan komersial. Masalah seperti wabah dalam arti hama dan peningkatan hutang rumah tangga muncul karena rusaknya kelestarian pekarangan. Sepanjang sejarah Jawa, pekarangan tidak begitu diminati oleh pemerintah yang telah menguasai pulau itu karena kerentanan mereka yang minimal untuk mengekstraksi hasil.

Pada tahun 2010-an ini telah mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia yang dilaksanakan melalui P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan), sebuah program yang difokuskan pada wilayah perkotaan dan pinggiran kota yang bertujuan untuk mengoptimalkan produksi dengan pendekatan yang berkelanjutan.

Pengertian Pekarangan

Pekarangan adalah sebagai plot yang mengelilingi sebuah rumah yang sebagian besar jenisnya berpagar dan biasanya ditanami tanaman lebat dengan berbagai tanaman tahunan dan tahunan untuk penggunaan sehari-hari dan komersial.

Pengertian Pekarangan Menurut Para Ahli

Adapun definisi pekarangan menurut para ahli, antara lain:

  1. Hartono dkk (1985) dalam Rahayu dan Prawiroatmaja (2005), Pekarangan adalah sebagai sebidang tanah yang dengan batas-batas tertentu, yang di atasnya terdapat bangunan tempat tinggal dan mempunyai hubungan fungsional baik ekonomi, biofisik maupun sosial budaya dengan penghuninya.
  2. Soemarwoto (1991) dalam Baskhara dan Widaryanto (2013), Definisi pekarangan ialah jenis lahan pertanian berupa area ruang terbuka, yang keberadaannya mengelilingi bangunan rumah dengan pemanfaatan sebagai tambahan pendapatan keluarga maupun berfungsi sebagai ketahanan pangan khususnya di kawasan pedesaan.
  3. Novitas (2011) dalam Ashari dkk (2012), Makna pekarangan adalah sebagai tata guna lahan yang merupakan sistem produksi bahan pangan tambahan dalam sekala kecil untuk dan oleh anggota keluarga rumah tangga dan merupakan ekosistem tajuk berlapis.

Ciri Pekarangan

Beberapa hal yang menjadi ciri atau karakteristik dari pekarangan, diantaranya yaitu:

  1. Pekarangan memiliki kepemilikan yang jelas, serta batas fisik yang jelas pula

Batas fisik tersebut biasanya berupa:

  1. Tembok
  2. Pagar besi
  3. Pagar tanaman
  4. Gundukan tanah
  5. Parit
  6. Patok
  7. Tonggak batu
  8. Tanaman

Batas-batas tersebut berada di ujung-ujung lahan pekarangan yang tergantung pada adat, kebiasaan, sosial budaya masyarakat, status ekonomi, letak pekarangan di desa/kota dan lain-lain (Arifin et al, 1998).

  1. Struktur dan fungsi pekarangan salah satunya dipengaruhi oleh adat dan budaya

Misalnya yaitu adanya komunitas yang erat dan terdapat tujuan sosial yang biasanya ada dalam masyarakat perdesaan, yang membuat pekarangan dimanfaatkan secara terbuka bukan hanya oleh pemilik rumah tapi juga komunitasnya.

  1. Pekarangan bisa dibagi menjadi beberapa zonasi

Yaitu:

  1. Halaman depan (buruan), yang digunakan sebagai lumbung, untuk menanam tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman dan tempat menjemur hasil pertanian.
  2. Halaman samping (pipir), yang digunakan sebagai tempat menjemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi
  3. Halaman belakang (kebon), yang digunakan sebagai tempat bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak dan tanaman industri.
  1. Keragaman tanaman di pekarangan bisa dibedakan menjadi dua

Yaitu

  1. Keragaman vertikal, yang dikalsifikasikan berdasarkan tinggi tanaman.
  2. Keragaman horizontal

Yang diklasifikasikan berdasarkan jenis pemanfaatan tanaman, diantaranya yaitu

  1. Tanaman hias
  2. Tanaman buah
  3. tanaman sayuran
  4. tanaman obat
  5. tanaman bumbu
  6. tanaman penghasil pati
  7. tanaman industri
  8. tanaman peneduh
  9. tanaman-tanaman penghasil pakan, kayu bakar, bahan kerajinan tangan

Macam Pekarangan

Ditinjau dari segi ukuran dan luas pekarangan bervariasi, yang bisa dibedakan menjadi empat (Arifin, Munandar, Arifin, Kaswanto, 2009), yaitu:

  1. Pekarangan sempit dengan luasan kurang dari 120 m2
  2. Pekarangan sedang dengan luasan antara 120 m2 sampai 400 m2
  3. Pekarangan luas dengan ukuran lahan antara 400 m2 sampai 1000 m2
  4. Pekarangan sangat luas dengan ukuran lahan lebih dari 1000 m2

Manfaat Pekarangan

Produk dari pekarangan memiliki banyak kegunaan; Misalnya, pohon kelapa dapat menyediakan makanan, minyak, bahan bakar, bahan bangunan, dan juga digunakan dalam ritual dan upacara. Tanaman pekarangan dikenal dengan manfaat nutrisi tanaman dan keanekaragaman produknya.

Meskipun beras rendah vitamin A dan C, produk dari pekarangan menawarkan banyak vitamin tersebut. Pekarangan dengan lebih banyak tanaman tahunan cenderung menghasilkan lebih banyak karbohidrat dan protein, dan tanaman tahunan cenderung menghasilkan lebih banyak porsi vitamin A. Pekarangan juga berfungsi sebagai sumber kayu bakar dan bahan bangunan.

Keluarga kelas bawah cenderung mengonsumsi lebih banyak sayuran berdaun daripada keluarga kelas atas, karena ketersediaannya yang konsisten dan harga yang murah. Keluarga kelas bawah juga menyukai penggunaan yang lebih besar dari sumber bahan bakar dari kebun.

Pekarangan di desa lebih berperan sebagai sistem penghidupan keluarga, bukan sebagai sumber pendapatan. Di daerah seperti Gunung Kidul, penggunaan kebun untuk menghasilkan makanan lebih dominan daripada ladang tanaman karena erosi tanah di daerah ini.

Kegunaan Komersial dari Pekarangan

Di daerah perkotaan dan pinggiran kota, sentra produksi buah-buahan utama, dan daerah tujuan wisata, pekarangan cenderung menjadi penghasil pendapatan. Pendapatan dari pekarangan sebagian besar berasal dari tanaman tahunan. Akses pasar yang baik mendorong penanaman tanaman komersial di dalam pekarangan.

Menurut sebuah artikel tahun 1991, masyarakat miskin menanam tanaman subsisten di pekarangan mereka dengan menitikberatkan pada buah-buahan dan sayuran, sedangkan orang kaya cenderung menanam lebih banyak tanaman hias dan tanaman komersial dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sebuah artikel dari tahun 2006 juga menyimpulkan bahwa pentingnya tanaman komersial meningkat dengan kekayaan pemiliknya. Sebuah studi di Sriharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyimpulkan bahwa pemilik pekarangan yang lebih miskin berorientasi pada penggunaan komersial sementara pemilik yang lebih kaya berorientasi pada penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sopiah (2006) juga mengemukakan beberapa fungsi lahan pekarangan, diantaranya yaitu:

  1. Fungsi Lumbung Hidup, artinya pekarangan berfungsi ketika musim paceklik, yaitu untuk membantu penghuninya menyediakan sumber pangan yang hidup (lumbung hidup), misalnya tanaman palawija, tanaman pangan dan hortikultura, hasil binatang peliharaan, dan ikan.
  2. Fungsi Warung Hidup, artinya pekarangan berfungsi untuk menyediakan beragam jenis tanaman dan binatang peliharaan yang setiap saat siap dijual untuk kebutuhan keluarga pemiliknya.
  3. Fungsi Apotik Hidup, artinya pekarangan berfungsi untuk menyediakan berbagai beragam jenis tanaman obat-obatan, seperti sembung, jeruk nipis, kunir, kencur, jahe, kapulaga dan sebagainya.
  4. Fungsi Sosial Lahan, artinya pekarangan yang letaknya berbatasan dengan tetangga biasanya berfungsi untuk ngumpul-ngumpul hajatan, tempat bermain, berdiskusi, dan kegiatan sosial lainnya. Selain itu, antartetangga biasanya saling menukarkan hasil pekarangan agar terjalin keeratan hubungan sosial.
  5. Fungsi Sumber Benih dan Bibit, artinya pekarangan yang ditamani beragam jenis tanaman dan untuk memelihara ternak atau ikan yang mampu menyediakan benih atapun bibit baik berupa biji-bijian, stek, cangkok, okulasi maupun bibit ternak dan benih ikan.
  6. Fungsi Pemberi Keasrian, artinya pekarangan yang berisi beragam jenis tanaman, baik yang berupa tanaman rambat, tanaman perdu maupun tanaman tinggi dan besar, bisa menciptakan suasana asri dan sejuk.
  7. Fungsi Pemberi Keindahan, artinya pekarangan yang ditanami dengan beragam jenis tanaman bunga dan pagar hidup yang ditata rapi akan memberi keindahan dan ketenangan bagi penghuninya.

Contoh Pekarangan

Salah satu contoh pekarangan adalah pekarangan rumah yang dapat dijadikan sebagai tempat budidaya beragam jenis tanaman, diantaranya yaitu:

  1. Tanaman Sayur

Contoh tanaman sayur yang sesuai untuk ditanam atau dibudidayakan di pekarangan diantaranya yaitu tanaman sawi, selada, buncis, pare, terong, bayam, bawang daun, dan kangkung.

  1. Tanaman Buah

Adapun jenis tanaman buah yang sesuai untuk ditanam di pekarangan diantaranya yaitu tanaman tomat, stroberi, jeruk, pepaya, semangka, melon, anggur, jambu air, pisang, jeruk nipis dan kelengkeng.

  1. Tanaman Obat (TOGA)

Contoh tanaman obat yang sesuai untuk ditanam dan dibudidayakan di pekarangan diantaranya yaitu lidah buaya, kumis kucing, tanaman jahe, kunyit, kemangi, cocor bebek, pandan wangi, dan lain-lain.

  1. Tanaman Hias

Contoh untuk berbagai jenis tanaman hias yang sesuai untuk ditanam dan dibudidayakan di pekarangan diantaranya yaitu kaktus, palem, bunga kertas, kamboja, tanaman cemara, lidah mertua, euphorbia, lili paris, dan lain-lain.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian pekarangan menurut para ahli, ciri, macam, manfaat, dan contohnya tanaman yang bida ditumbuhkan. Semoga memberi edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *