Cara Penanganan Limbah Pertanian Yang Baik dan Benar

Diposting pada

Cara Penanganan Limbah Pertanian

Kegiatan dalam lahan pertanian dilakukan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu pangan. Sehingga bisa dikatakan bahwa pertanian adalah alasan manusia hidup di dunia yang mereka lakukan saat ini. Ini adalah sarana penting untuk bertahan hidup, yang tanpanya akan ada kelaparan di seluruh dunia. Selama ribuan tahun, pertanian adalah proses alami yang tidak membahayakan tanah yang dikerjakannya.

Faktanya, para petani dapat mewariskan tanah mereka selama beberapa generasi dan itu akan tetap subur seperti biasa. Namun, praktik pertanian modern telah memulai proses pencemaran pertanian melalui beragamnya limbah pertanian yang dihasilkan. Proses ini menyebabkan degradasi ekosistem, tanah, dan lingkungan akibat produk sampingan pertanian masa kini. Oleh sebab itu, diperlukan upaya-upaya penanganan limbah pertanian yang baik dan benar.

Penanganan Limbah Pertanian     

Beragam jenis limbah pertanian perlu ditangai secara baik dan benar karena akan menjamin kenyamanan bagi semua orang.

Dipandang dari sudut sanitasi, penanganan limbah yang baik dapat berdampak postif yaitu menjamin tempat tinggal/tempat kerja yang bersih, mencegah timbulnya pencemaran lingkungan, mencegah berkembangbiaknya hama penyakit dan vektor penyakit.

Pengertian Limbah Pertanian

Limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan pertanian, termasuk kotoran ternak dan limbah lain dari peternakan, kandang ternak unggas dan rumah jagal; limbah panen; limpasan pupuk dari ladang; pestisida yang masuk ke dalam air, udara atau tanah; garam dan lumpur yang mengalir dari arti ladang.

Pengertian Limbah Pertanian Menurut Para Ahli

Adapun definisi limbah pertanian menurut para ahli, antara lain:

O. Obi, B. O.Ugwuishiwu, J. N Nwakaire (2016)

Limbah pertanian dapat didefinisikan sebagai residu dari pertumbuhan dan pengolahan produk pertanian mentah yang merupakan hasil produksi dan pengolahan non-produk dan mungkin mengandung bahan yang dapat bermanfaat bagi manusia. Residu ini dihasilkan dari sejumlah kegiatan pertanian dan meliputi budidaya, produksi ternak, dan akuakultur.

Phytomanagement of Polluted Sites (2019)

Limbah pertanian dapat didefinisikan sebagai sebagai limbah yang tidak diinginkan yang dihasilkan sebagai hasil dari kegiatan pertanian, yaitu kotoran ternak, minyak, plastik silase, pupuk, pestisida dan herbisida.

Cara Penanganan Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat ditangani atau dikelola dengan menjadikannya sebagai produk-produk yang bermanfaat, diantaranya yaitu:

  1. Dibuat Pupuk Kompos

Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk mempercepat pelapukan limbah pertanian supaya bisa segera berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dan ketersediaan hara adalah dengan pembuatan kompos.

Kompos ialah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari xampuran bahan-bahan organik yang bisa dipercepat secara artifisial oleh popilasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik.

Kompos memiliki fungsi sebagai soil conditioner , yaitu bisa memperbaiki struktur, sifat kimia, fisik dan biologi tanah dan juga sebagai soil ameliorator , yaitu bisa meningkatkan kemampuan pertukaran kation baik dladang maupun  ditanah sawah.

Limbah pertanian yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat kompos diantaranya yaitu jerami dan sekam padi, gulma, batang dan tongkol jagung, semua bagian vegetative tanaman, batang pisang dan sabut kelapa.

  1. Dibat Biogas

Biogas yaitu gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik seperti kotoran manusia dan hewan atau sisa-sisa limbah pertanian. Dikatakan aktivitas anaerobik karena penguraian bahan-bahan organik oleh bakteri terjadi di ruang yang kedap udara atau tanpa udara atau tanpa oksigen.

Pada prinsipnya proses anaerobik merupakan proses biologis yang berlangsung pada kondisi tanpa oksigen oleh mikroorganisme tertentu yang bisa mengubah senyawa organik menjadi metana.

  1. Dibuat Biofuel

Biofull ialah jenis bahan bakar terbaru yang biasanya ditemukan dalam bentuk cair yang telah disuling dan diproduksi dari berbagai bentuk biji-bijian dan lemak nabati, biasanya jagung yang digunakan.

Bentuk biofuel yang paling populer yaitu biodiesel dan bioetanol. Banyak orang yang beranggapan bahwa biofuel sebagai pengganti sempurna untuk bahan bakar fosil, sebab biofuel lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil.

  1. Dibuat Asap cair

Asap cair ialah merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran, baik secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya.

Bahan baku yang biasanya dimanfaatkan untuk membauat asap cair yaitu berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain sebagainya.

  1. Dibuat Briket

Briket dapat didefinisikan sebagai sebuah blok bahan yang bisa dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket yang paling umum digunakan yaitu briket batu bara, briket arang, briket gambut, dan briket biomassa.

  1. Dijadikan sebagai Media tumbuh

Salah satu bentuk limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh tanaman yaitu arang sekam. Arang sekam adalah sekam jerami padi yang telah dibakar dengan pembakaran tidak sempurna.

Kandungan arang sekam bersifat porous, ringan, tidak kotor, sehingga sangatlah cukup dapat menahan air. Manfaat arang sekam banyak digunakan sebagai media tanam untuk budidaya dalam berbagai jenis tanaman hias ataupun  sayuran (terutama budidaya secara hidroponik).

Selain mengelola limbah dengan menjadikannya sebagai produk-produk yang bermanfaat, cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk menangani limbah pertanian, antara lain:

  1. Bioremediasi

Secara sederhana bioremediasi bisa dikatakan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutan secara biologi dalam kondisi terkendali. Proses penguraian tersebut menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan.

Ketika bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan. Peristiwa tersebut dinamakan biotransformasi.

Kebanyakan kasus yang telah terjadi, biotransformasi berujung pada biodegradasi, ketika polutan beracun terdegradasi, maka strukturnya menjadi tidak kompleks, dan pada akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun.

  1. Menggunakan Biopestisida

Biopestisida atau pestisida hayati ialah pestisida yang bahan utamanya bersumber atau dimabil dari hayati, seperti mikroorgnanisme, bakteri, cendawan, nematode, atau virus. Biopeptisida biasanya dimanfaatkan utuk mengendalikan beragam jenis hama dan penyakit tanaman yang mengganggu, merusak, atau menyerang tanaman.

  1. Melakukan Daur Ulang

Daur ulang merupakan proses untuk mengubah limbah menjadi produk baru. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mencegah limbah dari bahan-bahan yang berpotensi masih bisa dimanfaatkan, mengurangi konsumsi bahan baku segar.

Selain itu bisa juga dilakukan dengan mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi udara dari pembakaran dan polusi air dari penimbunan sampah (lnad filling), mengurangi emisi gas rumah kaca.

  1. Pembakaran (Inciniration)

Pembakaran adalah metode pembuangan sampah kering yang modern dan paling higienis. Ini banyak digunakan di negara-negara barat, seperti, Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain. Dan di India ini secara bertahap metode ini mulai populer terutama untuk kota-kota besar. Metode ini dilakukan dengan membakar sampah kering di insinerator.

  1. Menggunakan Tangki ekualisasi Melunakkan air limbah

Tangki ekualisasi merupakan tangki yang digunakan untuk meredam variasi debit air limbah. Tangki ekualisasi ditempatkan di awal rangkaian pengolahan air limbah karena tujuannya sebagai peredam variasi debit, agar debit air limbah yang konstan atau mendekati konstan 

  1. Melakukan Air Stripping

Air stripping ialah jenis proses pemurnian udara dengan menggunakan alat yang dinamakan air stripper. Cara kerja alat tersebut yaitu dengan mengalirkan udara melewati cairan (air) di dalam tower/menara.

Environmental Protection Agency atau EPA (2001) mendefinisikan air stripping sebagai proses pemisahan komponen yang mudah menguap (volatile), bahan kimia dalam suatu cairan dengan cara mengalirkan udara ke dalam cairan. EPA (2001) menambahkan bahwa pemisahan bahan kimia dalam cairan terjadi melalui proses evaporasi atau perubahan fasa cair menjadi gas.

Proses air stripping telah banyak diterapkan dalam bidang teknik kimia terutama untuk memurnikan air tanah atau limbah cair yang mengandung bahan volatile (Wikipedia, 2011).

  1. Membuat Artificial Floating Island (Pulau Terapung Buatan)

Pulau terapung buatan (AFI) adalah struktur apung buatan manusia yang mampu mendukung vegetasi perairan. Atau secara lebih jelas bisa dikatakan bahwa pulau terapung adalah massa tanaman air, lumpur, dan gambut yang mengambang dengan ketebalan mulai dari beberapa sentimeter hingga beberapa meter.

Pulau-pulau terapung umumnya ditemukan di tanah rawa, danau, dan lokasi lahan basah serupa, dan dapat berukuran banyak hektar. Pembuatan AFS bertujuan sebagai salah satu cara untuk memerangi efek negatif pupuk adalah membangun pulau terapung buatan yang dapat mengandalkan tanaman untuk menyerap nutrisi berlebih.

  1. Menggunakan Sensor Nitrogen

Selain AFS, cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negative penggunaan pupuk adalah dengan menggunakan sensor nitrogen (N-sensor). Ini akan memberikan umpan balik lebih banyak tentang kebutuhan nutrisi tanah, dan penyuburan.

Keunggulan penggunaan N-Sensor: Mengetahui tingkat penggunaan pupuk nitrogen yang optimal di lapangan; Meninfkatkan efisiensi pupuk; Mengurangi residu nitrogen di tanah setelah panen; Mengurangi risiko kehilangan nitrogen ke lingkungan.

  1. Meningkatkan Kesadaran

Meningkatkan kesadaran masayarakat, khususnya petani, termasuk upaya yang tak boleh terlupakan dalam rangka menangani limbah pertanian yang baik dan benar agarmereka bisa berlaku bijak dengan limbah pertanian yang dihasilaknnya. Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sebuah tindakan yang dimulai dari diri sendiri.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan serta jabarkan secara lengkap dari awal hingga akhir terkait dengan cara untuk penanganan limbah pertanian yang baik dan benar. Semoga hadirnya materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *