Pengertian Aquaponik, Sistem, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Aquaponik Adalah

Aquaponik bisa menggabungkan kedua sistem tersebut. Aquaponik juga menggunakan kotoran ikan yang berisi hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Akuaponik juga dapat menggunakan tanaman dan medianya untuk membersihkan dan memurnikan air. Sebagai penjelasan lebih lanjut, dalam artikel ini akan mengulas tentang pengertian aquaponik, sistem, tujuan, manfaat, dan contohnya.

Aquaponik

Pada hakekatnya akuaponik akan terjadi simbiosis antara  tanaman serta ikan. Secara sederhana Akuaponik bisa digambarkan sebagai kombinasi dari akuakultur dan hidroponik. Dari sini nama akuaponik berasal. Fokus dalam Akuakultur ialah memaksimalkan pertumbuhan ikan di dalam tangki atau kolam pemeliharaan.

Ikan biasanya ditebar pada tangki atau kolam dengan kepadatan yang begitu tinggi. Tingkat penebaran yang tinggi ini berarti bahwa air untuk budidaya bisa menjadi mudah tercemar oleh kotoran ikan. Kotoran ikan ini bisa berbentuk Amonia yang beracun bagi ikan.

Sementara itu, Hidroponik dapat bergantung pada aplikasi nutrisi buatan manusia. Nutrisi ini juga dibuat dari ramuan bahan kimia, garam dan unsur-unsur mikro. Ramuan nutrisi dicampur dengan teliti untuk bisa membentuk keseimbangan optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Pengertian Aquaponik

Aquaponik adalah memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini ialah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi.

Sistem teknologi akuaponik ini bisa muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang adalah salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran.

Pengertian Aquaponik Menurut Para Ahli

Berikut ini ialah definisi aquaponik menurut beberapa ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Anonim (1996)

Pengertian aquaponik adalah teknik pemeliharaan secara intensif untuk bisa memacu pertumbuhan ikan terutama perbaikan manajemen kualitas air, sudah harus diterapkan mulai dari tahap pemijahan, pemeliharaan larva, pendederan serta pembesaran.

Jangkaru (1998)

Definisi aquaponik adalah pemeliharaan dalam tahap pendederan adalah fase yang penting untuk menghasilkan benih unggul dibesarkan. Jika benih berukuran 100 g/ekor hasil pendederan bisa dipindahkan ke kolam pembesaran, maka benih akan mempunyai laju pertumbuhan yang cepat.

Anonim (2004)

Arti (Anonim, 2004). adalah satu aktivitas penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dari sektor perikanan. Dalam satu dekade terakhir, produksi perikanan dari sektor akuakultur dapat mengalami peningkatan sedangkan produksi perikanan hasil penangkapan (captured fishery) cenderung stagnan bahkan juga mengalami penurunan.

Sistem Aquaponik

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menanggulangi permasalahan di atas adalah dengan mengaplikasikan yaitu system resirkulasi akuakultur (Recirculation Aquaculture System).

Sistem resirkulasi akuakultur atau Recirculation Aquaculture System (RAS) yang sudah digunakan sejak tahun 1990-an, ialah teknik budidaya yang relative baru dan unik dalam industri perikanan (Suantika, 2001). Sistem ini dapat menggunakan teknik akuakultur dengan kepadatan tinggi di dalam ruang tertutup (indoor), serta kondisi lingkungan yang terkontrol sehingga mampu untuk meningkatkan produksi ikan pada lahan dan air yang terbatas, meningkatkan produksi ikan sepanjang tahun, fleksibilitas lokasi produksi, pengontrolan penyakit serta tidak tergantung pada musim.

Sistem resirkulasi adalah budidaya intensif yang merupakan alternatif menarik untuk menggantikan sistem ekstensif, serta cocok diterapkan di daerah yang memiliki lahan dan air terbatas. Komponen dasar sistem resirkulasi akuakultur terdiri dari yaitu :

  1. Bak pemeliharaan ikan atau tangki kultur (growing tank) yaitu tempat pemeliharaan ikan, dapat dibuat dari plastik, logam, kayu, kaca, karet atau bahan lain yang bisa menahan air, tidak bersifat korosif, serta tidak beracun bagi ikan.
  2. Penyaring partikulat (sump particulate) yang bertujuan untuk bisa menyaring materi padat terlarut agar tidak menyumbat biofilter atau mengkonsumsi suplai oksigen.
  3. Biofilter adalah komponen utama dari sistem resirkulasi. Biofilter yaitu tempat berlangsungnya proses biofiltrasi beberapa senyawa toksik seperti NH4 + dan NO2-. Pada dasarnya, biofilter ialah tempat bakteri nitrifikasi tumbuh dan berkembang.
  4. Penyuplai oksigen (aerator) yang bisa berfungsi untuk mempertahankan kadar oksigen terlarut dalam air agar tetap tinggi.
  5. Pompa resirkulasi (water recirculation pump) yang dapat berfungsi untuk mengarahkan aliran air.

Tujuan Aquaponik

Tujuan aquaponik dilakukan dalam kehidupan masyarakat, antara lain sebagai berikut;

Penghematan

Menggunakan aquaponik untuk bisa menumbuhkan makanan kita akan menghemat banyak uang dan memberi kita makanan yang organik serta berkualitas lebih tinggi dari apa yang kita beli di toko. Dalam sistem aquaponik, air dari ikan bisa mencapai lapisan hidroponik. Tanaman akan mengambil sebagian air, serta dengan itu nitrogen di dalam air.

Nitrogen ini akan berasal dari kotoran ikan serta pakan yang membusuk. Jika nitrogen diizinkan untuk dapat membangun di tangki ikan, itu akan mencapai tingkat beracun. Namun, nitrogen ini ialah pupuk yang sempurna untuk sayuran Ini menghemat kita dari harus menambahkan pupuk buatan, yang mahal dan mengandung bahan kimia sintetis yang bisa berpotensi berbahaya.

Mempermudan Budidaya

Tujuan lainnya, sesudah tanaman mengambil nitrogen, air kembali ke kolam ikan yang berair bersih. Oleh karena itu, kita tidak perlu sistem penyaringan rumit untuk air ikan, karena tanaman akan melakukan pekerjaan ini untuk kita, sehingga langkah ini menjadi bagian mempermudah buidaya. Selengkapnya, bacaPengertian Budidaya, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Manfaat Aquaponik

Beberapa manfaat yang akan didapatkan dari penggunaan aquaponik ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Nutrisi kimia cair yang mahal dapat diganti dengan pembelian ikan hidup yang dapat tumbuh serta berubah menjadi profit saat bertambah besar. Di Indonesia kita banyak yang memakai nutrisi kimia bubuk yang kita harus racik sendiri cairannya serta harganya relative lebih murah. Akan tetapi apabila kita menanam dalam skala besar tentu cost yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
  2. Kita tidak harus lagi mengganti dan membuang cairan nutrisi kita. Air dalam sistem hidroponik harus diganti secara berkala karena kandungan garam serta kimia akan meningkat dan beracun untuk tanaman. Lokasi pembuangan menjadi dilema dan kita harus mempertimbangkan dengan hati-hati kemana akan membuangnya, jangan pernah dibuang kesungai karena akan dapat merusak ekosistem. Berbeda dengan itu, air dalam sistem aquaponik justru semakin lama semakin dapat baik untuk tanaman karena kadar nitrogennya meningkat.
  3. Merawat sistem aquaponik yaitu jauh lebih mudah dibandingkan sistem hidroponik yang harus tiap hari atau beberapa hari sekali mengecek tingkat keasaman nutrisi serta kadar garam pada air dengan EC meter. Sedangkan aquaponik hanya bisa diperlukan pengecekan PH dan Amonia seminggu sekali serta kadar nitrat dalam air sebulan sekali.
  4. Aquaponik lebih produktif dapat dibandingkan hidroponik. Sebuah penelitian di Kanada menyebutkan bahwa sesudah 6 bulan dan air aquaponik telah mencapai tingkat nitrogen yang cukup, menanam akan lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan sistem hidroponik, kita juga bisa melihat hasil panen portablefarms dengan sistem aquaponik milik mereka.

Contoh Aquaponik

Beberapa contoh dalam pemanfaatan aquaponik, antara lain adalah sebagai berikut;

Ikan Gurame Aquaponik

Ikan air tawar ini banyak terdapat di Jawa, serta bernilai ekonomis tinggi, karena untuk bisa mencapai berat konsumsi yang diinginkan oleh para pembeli ikan ini cenderung harus lebih besar dari ikan lainnya ialah seberat setengah kilogram dan kita tahu, semakin besar ikan, akan semakin lambat laju pertumbuhannya.

Jika akan memakai ikan gurame untuk ikan aquaponik sebaiknya gunakan kolam terbuka yang mendapat cukup sinar matahari, jadi tidak cocok untuk fish tank yang tertutup. Suhu yang diperlukan agar ikan ini dapat berkembang dengan baik iala sekitar 25 derajat -28 derajat celsius.

Dalam membeli benih gurame yang baik sebaiknya yang telah berumur lebih dari setahun dan beratnya kurang lebih 100gram. Untuk pakan gunakan pakan hewani yaitu seperti pelet sebanyak seperempat dari jumlah pakannya, sisanya dapat berupa daun daunan seperti talas, singkong/ketela pohon, serta kangkung. Ikan ini rentan dengan penyakit jamur, apabila kita melihat ada yang terinfeksi segera pisahkan serta rendam dengan air garam selama satu jam.

Ikan Lele Aquaponik

Lele adalah jenis ikan aquaponik konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin, jenis ikan yang sangat cocok untuk kita yang baru memulai aquaponik. Habitatnya aslinya sungai dengan arus air yang tenang, rawa, telaga serta sawah yang tergenang oleh air.

Ikan lele bersifat noctural, atau mencari makanan dimalam hari serta beristirahat pada siang hari. Fishtank sebaiknya berada ditempat teduh serta tertutup, sangat baik untuk habitat bakteri biofilter kita. Ikan lele berkembang dengan baik pada suhu antara 25 hingga 28 derajat Celsius serta ber pH 6,5–9. Ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang kotor atau kurang oksigen, asalkan airnya tidak tercemar oleh bahan kimia. Hindari over populasi untuk bisa mencegah kanibalisme (ikan besar memangsa ikan kecil)

Aquaponik Ikan Nila

Nila merah serta hitam bentuknya mirip dan masih satu family dengan ikan mujair berhabitat asli di rawa, waduk dan danau. Menjadi salah satu ikan konsumsi favorit di Indonesia karena dagingnya enak serta bergizi, sehingga akan mudah menjual ikan ini kemanapun.

Ikan nila sangat cepat dalam pertumbuhannya dengan kualitas air yang baik serta bersih dan terbebas dari bahan kimia berbahaya, kandungan garam pada air kolam jangan melebihi 35 ppt/ml serta pH air sekitar 5 hingga 7. Apabila kita menggunakan kolam galian baru.

Sebelum kolam diisi air dalam jumlah besar, isi kolam setengahnya biarkan tergenang selama sekitar 5 hingga 7 hari dan ganti air baru, agar zat beracun pada semen, terpal atau tanah bisa ternetralisir.

Budidaya Ikan nila aquaponik

Bibit ikan nila biasanya berukuran sekitar 5 sampai 10 centimeter atau berbobot 25 sampai 30 gram perekor, untuk setiap 1 meter persegi kolam dapat diisi sekitar 10 sampai 15 ekor ikan nila.

Nah, demikianlah artikel lengkap mengenai pengertian aquaponik menurut para ahli, sistem, tujuan, manfaat, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta edukasi mendalm bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *