Pengertian Bakteri, Sejarah, Jenis, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Bakteri Adalah

Salah satu jenis makhluk hidup yang keberadaannya melimpah di muka bumi adalah bakteri. Bakteri termasuk makhluk hidup berukuran kecil sehingga tergolong kedalam mikroorganisme. Bakteri mempunyai tanda dan cara khusus yang membedakaannya dengan yang lain.

Bakteri telah lama ditemukan dan diteliti oleh ilmuan sehingga keberadaannya dapat terdeteksi. Dalam kelangsungan hidupnya bakteri kerap menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi makhluk hidup lainnya.

Bakteri

Bakteri berasal dari kata bacteria yang merupakan kelompok organisme yang tidak memiliki inti sel. Bakteri termasuk dalam domain prokariota dan berukuran mikroskopis.  Bakteri sebagai makhluk hidup tentu memiliki informasi genetik berupa DNA, tapi tidak terlokalisasi dalam tempat khusus dan tidak ada membran inti.

Bentuk DNA bakteri adalah sirkuler, panjang dan biasa disebut nukleos. Bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal yang tergabung menjadi plasmid yang berbentuk kecil dan sirkuler. Sebagian besar bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit sementara sebagian lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, serta industri.

Atas serangkaian penjelasan diatas, setidaknya pengertian bakteri secara umum adalah salah satu golongan organisme prokariotik atau tidak  memiliki selubung inti.

Sejarah Bakteri

Pada abad ke 17 peneliti Antoni van Leeuwenhoek menemukan bakteri dan mikroorganisme lain dengan menggunakan mikroskop yang dikembangkannya. sendiri. Dalam isi surat Leeuwenhoek yang dipublikasikan pada tanggal 16 Maret 1677 menggambarkan pandangannya pada setetes air hujan lewat mikroskop

Air itu bersal dari wadah yang tergenang selama beberapa hari. Antoni melihat suatu hewan yang sangat kecil atau sekarang dikenal sebagai protozoa sedang berenang di dalam air. Antoni juga mengamati hewan lain yang tidak bergerak sama sekali yang sekarang disebut bakteri.

Tidak ada seorang pun di Royal Society yang tahu tentang binatang-binatang kecil tersebut, yang oleh Leeuwenhoek disebut animalcules. Beberapa penduduk Delft yang paling disegani diminta untuk memverifikasi penemuan Leeuwenhoek berdasarkan permintaan anggota Royal Society kemudian mereka membernarkannya lalu pada 1680 Leeuwenhoek dipilih sebagai anggota Royal Society.

Penemuan selanjutnya membuktikan pentingnya hasil kerja Leeuwenhoek sebagai peneliti awal yang menemukan bakteri dan dilanjutkan dengan sebuah temuan hebat dari ilmuwan Jerman bernama Robert Koch pada tahun 1876. Koch pada saat itu menemukan bahwa bakteri Anthrax bacillus dapat menyebabkan penyakit yang serius pada manusia.

Sebelum penemuan Koch, banyak ilmuwan meragukan bahwa makhluk mikroskopik dapat membahayakan hewan yang jauh lebih besar bahkan mengancam kehidupan manusia. Kemudian pada tahun 1882, Koch menunjukkan bahwa jenis lain dari Bakteritubercle bacillus dapat menyebabkan tuberculosis dan penemuan tersebut yang membuatnya memenangkan hadiah Nobel pada tahun 1905.

Tidak seperti Koch yang merupakan seorang dokter ketika dia menemukan temuannya, tokoh yang berpengaruh lain dalam menemukan bakteri adalah seorang ahli kimia dan biologi berkebangsaan Prancis bernama Louis Pasteur. Pasteur pada saat itu menemukan bahwa pembusukan ternyata disebabkan oleh mikroorganisme yang hidup mengambang di air.

Pasteur mempelajari cara untuk mencegah proses pembusukan tersebut dengan memanaskan substansi organik pada suhu sedang, suatu proses yang dikenal sebagai pasteurization.

Jenis Bakteri

Adapun untuk beragam jenis bakteri yang ada di dalam kehidupan manusia, antara lain;

Bakteri Gram Positif

Bakteri gram positif adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal. Contoh bakteri Gram positif, yaitu Bifidobacterium, Actinomyces, Lactobacillus, Eubacterium, Arachnia, Peptostreptococcus, Propionibacterium, Clostridium, dan Staphylococcus.

Bakteri gram positif memiliki ciri antara lain mempunyai dinding sel yang homogen dengan ketebalan sekitar 20-80 nm dan sebagian besar sel penyusunnya adalah peptidoglikan dan polisakarida serta asam teikoat. Bakteri mempunyai bentuk sel yang bulat, batang atau filamen. Reproduksi bakteri gram positif adalah melalui pembelahan biner.

Bakteri Gram Negatif

Bakteri gram negatif adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna merah dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis. Pada bakteri gram negative, lapisan peptidoglikannya terletak di ruang periplasmik antara membran plasma dengan membran luar.

Bakteri gram negatif yang bersifat patogen lebih berbahaya daripada bakteri gram positif, karena membran luar pada dinding selnya dapat melindungi bakteri dan sistem pertahanan inang dan menghalangi masuknya obat-obatan antibiotik.

Senyawa lipopolisakarida pada membran luar bakteri gram negatif dapat bersifat toksik atau racun bagi inangnya. Contoh bakteri gram negatif, yaitu Rhizobium leguminosarum, Azotobacter, Salmonella typhi, Helicobacter pylori, Haemophilus influenzae, Pseudomonas aeruginosa, dan Neisseria gonorrhoeae,

Ciri Bakteri

Adapun untuk karakteristik yang ada di dalam bakteri, antara lain sebagai berikut;

  1. Bakteri merupakan organisme prokariota atau tidak memiliki membrane inti dan bersel satu
  2. Pada umunya bakteri berukuran sekitar 0,5 um
  3. Bakteri tidak mempunyai klorofil seperti tumbuhan sehingga bakteri hidup bebas dan sebagian besar merupakan parasit
  4. Bentuk bakteri bervariasi mulai dari batang, bola, spiral, bulat batang dan vibrio
  5. Sel bakteri mempunyai kemampuan dapat mensekresikan lendir ke permukaan dinding sel yang dapat berfungsi sebagai pertahanan terhadap musuh maupun lingkungan yang kurang mendukung
  6. Dinding sel bakteri tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan.

Contoh Bakteri

Untuk beragam contoh bakteri dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain sebagai berikut;

Bakteri Streptococcus

Streptococcusadalah salah satu genus dari bakteri nonmotil yang mengandung sel gram positif dengan bentuk buat atau oval dan membentuk rantai pendek. Bakteri Steptococcus tidak membentuk spora dan dapat  ditemukan dibagian mulut dan usus manusia  atau hewan.

Bakteri Streptococcus Sp dapat bertahan hidup pada pH 7,4-7,6 dengan suhu pertumbuhan sekitar 37oC. Bakteri streptococcus dapat menyebabkan infeksi yang ringan hingga berat mulai dari infeksi tenggorokan ringan hingga radang paru-paru dan selaput otak.

Infeksi bakteri Streptococcus biasanya dapat diobati melalui penggunaan antibiotik untuk melawan bakteri. Penggunaan antibiotik dapat melalui mulut atau suntikan. Antibiotik diberikan harus dengan teratur dan tepat dosisnya. Bila gejala yang timbul  cukup berat maka diperlukan perawatan di rumah sakit.

Bakteri Pseudomonas

Pseudomonas adalah contoh bakteri gram negatif yang masuk dalam famili Pseudomonadaceae. Sebagian besar bakteri pseudomonas menghasilkan pigmen  biru-hijau dan pyocyanin. Pseudomonas memiliki karakteristik bau yang  manis.

Pseudomonas merupakan bakteri gram negatif aerob yang bersifat obligat, memiliki kapsul dan flagella polar yang membantu bakteri dalam bergerak. Flagela berukuran sekitar 0,5-1,0μm, kemudian bakteri Pseudomonas tidak menghasilkan spora dan tidak dapat menfermentasikan karbohidrat.

Infeksi Pseudomonas dapat mengenai tiap bagian dari tubuh.  Pneumonia yang menyerang sistem pernapasan dapat menyebabkan sistem pertahanan tubuh terganggu. Gejala yang ditimbulkan seperti  demam, menggigil, sesak napas berat dan batuk berdahak. Infeksi Pseudomonas pada jantung dapat menyebabkan terjadinya radang pada dinding jantung bagian dalam dan mengakibatkan gagal jantung kongestif dan emboli septik.

Bakteri Shigella

Bakteri Shigella merupakan bakteri gram negatif yang merupakan kuman berbentuk batang pendek berdiameter 0,4 sampai 0,6 mikron dan panjangnya 1-3 mikronyang  tidak  dapat  bergerak, tidak  memiliki spora dan tidak  berselubung, umumnya hidup  disaluran pencernaan manusia dan hewan primata, membentuk cocoid atau cocobasil terutama pada biakan muda.

Cara penularan utama adalah secara langsung atau tidak langsung melalui dari penderita dengan gejala atau dari asymptomatic jangka pendek,  penularan terjadi setelah menelan organisme dalam  jumlah yang sangat kecil. Organisme masuk melalui kuku yang tidak dipotong dan tidak mencuci tangan setelah buang air besar.

Bakteri dapat tertular dengan kontak fisik atau tidak  langsung melalui kontaminasi makanan dengan tinja, air dan susu dapat menjadi sumber penularan karena terkontaminasi langsung dengan tinja. Selain itu serangga dapat menularkan organisme dari tinja ke makanan yang tidak tertutup.

Bakteri Shigella dapat menghasilkan racun yang menyerang permukaan usus besar dan menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus bahkan hingga diare berdarah. Keparahan diare pada Shigellosis berbeda dari  diare biasa.

Pada anak-anak yang terinfeksi bakteri Shigella memiliki gejala pertama kali yaitu buang air besar lebih sering dan berair. Kemudian buang air besar mungkin lebih sedikit namun terdapat darah dan lendir didalamnya. Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, penderita kemungkinan dapat mengalami kejang, kaku kuduk, sakit kepala, kelelahan, dan kebingungan.

Selain itu Shigellosis juga dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi dan komplikasi lain yang jarang terjadi seperti radang sendi, ruam kulit, dan gagal ginjal. Beberapa anak dengan  kasus Shigellosis yang berat membutuhkan perawatan khusus di  rumah sakit.

Untuk mencegah penyebaran Shigelladapat dilakukan dengan cara sering mencuci tangan dengan sabun secara benar dan bersih bersih terutama setelah  menggunakan toilet dan sebelum mereka makan.

Nah, demiakianlah tadi serangkaian artikel yang memberi penjelasan terkait dengan pengertian bakteri, sejarah, jenis, ciri-ciri, dan contohnya. Semoga tulisan ini memberikan edukasi serta menambah tingkat pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *