Pengertian Benih, Macam, Proses, dan Contohnya

Diposting pada

Benih Adalah

Benih dapat dimaksudkan sebagai biji tanaman yang dapat digunakan untuk keperluan pengembangan usaha tani serta memiliki fungsi agronomis dan merupakan komponen agronomi berkaitan dengan kegiatan perbanyakan tanaman.

Benih

Pada hekakatnya benih dapat dikatakan juga sebagai sel telur masak yang didalamnya terdapat embrio tanaman, jaringan cadangan makanan, dan selubung penutup yang berbentuk vegetatif. Benih dapat diperoleh dari hasil perkecambahan atau hasil dari umbi batang, setek, setek daun, dan setek pucuk yang dikembangkan dan diusahakan menjadi tanaman dewasa.

Pengertian Benih

Benih adalah biji tanaman yang tumbuh menjadi tanaman muda atau disebut bibit yang kemudian dewasa dan menghasilkan arti bunga. Melalui penyerbukaan bunga berkembang menjadi buah atau polong, lalu menghasilkan biji kembali.

Beberapa pendapat para ahli juga menyarakan bahwa benih merupakan hasil perkembangbiakan secara generatif namun disisi lainnya mengatakan bahwa benih merupakan hasil dari perkembangbiakan secara vegetatif maupun generatif.

Benih dalam pengertian umum merupakan istilah yang digunakan sebagai bahan dasar pemeliharaan tanaman. Istilah ini biasanya dipakai bila bahan dasar ini berukuran jauh lebih kecil dari pada ukuran dewasa.

Undang-Undang Sistem Budi Daya Tanaman

benih adalah tanaman atau bagian dari tanaman yang digunakan untuk mengembang biakkan tanaman tersebut. Dalam budi daya tanaman, benih dapat berupa biji maupun tumbuhan kecil hasil perkecambahan, pendederan, atau perbanyakan aseksual dan disebut juga bahan tanam.

Benih atau bahan tanam yang bukan berupa biji atau yang telah disemaikan dapat disebut sebagai bibit. Benih diperdagangkan tidak untuk dikonsumsi. Benih juga digunakan dalam bidang perikanan untuk menyebut hewan yang masih muda dan siap dipelihara hingga dewasa.

Macam Benih

Terdapat beberapa jenis benih di dalam metode budidaya, antara lain adalah sebagai berikut;

Benih Ilegitim

Benih illegitim merupakan benih yang tetuanya atau induknya tidak diketahui dengan jelas sehingga benih tersebut sulit ditelusuri informasi genetiknya, dan sering kali disebut sebagai benih sapuan yang memiliki arti seolah – olah  benih tersebut didapat hanya dengan cara menyapu saja asal mendapatkan benih saja.

Benih Legitim

Benih legitim adalah kebalikan dari benih illegitim yang mana benih jenis ini diketahui jelas induk betina dan jantannya serta dihasilkan dari persilangan yang terkontrol.

Benih Propellegitim

Benih Propellegitim merupakan jenis benih yang terdiri atas benih propellegitim biklonal diperoleh dari hasil persilangan dua klon yang telah diketahui dengan jelas induknya tetapi persariannya terjadi secara alami atau open pollination dan biasanya dibantu oleh lingkungan atau serangga.

Kemudian benih propellegitim poliklonal yang diperoleh dari persilangan dalam suatu populasi yang terdiri atas lebih dari 2 klon dengan kejelasan induk jantan dan betina.

Proses Benih

Benih diproses melalui beberapa tahapan yang mana masing-masing bagian tersebut memiliki peranan yang sama penting dalam menentukan kualitas suatu benih. Tahapan tersebut antara lain;

Pembersihan Benih

Proses awal dalam arti budidaya beni ini yaitu dengan terlebih dahulu pembersihan benih yang dilakukan melalui beberapa tahapan-tahapan berikutnya yang saling terkait satu sama lain.

Pemungutan atau Pengumpulan Benih

Kegiatan pemungutan benih sanagt penting dalam pemilihan sumber benih yang baik karena jika kegiatan pemungutan benih dilakukan dengan tidak benar maka akan diperoleh benih dengan mutu yang jelek. Untuk membantu kelancaran tahap ini maka diperlukan adanya suatu regu khusus untuk pengambilan benih karena pekerja kontrak biasanya kurang memperhatikan mutu benih mereka hanya melihat jumlahnya saja.

Cara Pengumpulan Benih

Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah seringkali memiliki kualitas yang kurang baik jika dibandingkan dnegan yang dikumpulkan langsung dari pohon sehingga benih memiliki resiko akan hilang daya kecambahnya jika terkena sinar matahari (benih yang rekalsitran) dan benih akan terserang hama atau penyakit.

Benih yang cara pengumpulannya langsung dari pohon yang diambil dengan cara dipetik atau dapat juga digoyangkan pohonnya agar benih jatuh tempat yang telah disiapkan sebagai penampung memiliki mutu yang lebih baik dan dapat dilakukan pemilihan buah yang matang sempurna kemudian benih dimasukkan kedalam wadah untuk dibawah ketempat pengolahan.

Beri label identitas

Setelah benih dikumpulkan dan dimasukan dalam wadah, setiap wadah berisi benih harus diberi label agar identitas benih tetap diketahui.

Penyimpanan sementara

Bila tidak mungkin untuk untuk langsung mengekstrasi biji, simpanlah wadah yang berisi buah atau polong ditempat yang kering dan dingin dengan ventilasi udara yang baik. Jangan meletakkan wadah langsung dilantai, tetapi beri alas kayu sehingga memungkinkan peredaran udara dibawah wadahya, dengan demikian bagian bawahnya tidak lembab.

Penanganan Benih Setelah Dikumpulkan

Penanganan benih harus dilakukan dengan baik, agar mutu benih dapat dipertahankan. Kegiatan penanganan benih meliputi kegiatan Sortasi buah atau polong, ekstrasi benih, pembersihan benih, sortasi benih, pengeringan benih.

Sortasi buah atau polong

Sortasi buah atau polong merupakan kegiatan pemisahan yang dari yang belum atau kurang masak kemudian dimasukkan kedalam wadah yang terpisah.

Ekstrasi benih

Ekstrasi benih adalah proses pengeluaran benih dari buahnya/polongnya. Cara ekstrasi berbeda-beda tergantung dari jenis pohon, dapat dilakukan dengan bantuan alat dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan benih.

Pembersihan dan sortasi benih

Benih yang sudah diekstrasi masih mengandung kotoran berupa sekam, sisa polong, ranting, sisa sayap, daging buah, tanah dan benih yang rusak, harus dibuang untuk meningkatkan mutunya. Ada dua cara sederhana untuk membersihkan benih yaitu:

  • Cara sederhana yang dilakukan secara manual dengan alat tampi atau menggunakan saringan dan cara mekanis dapat dilakukan menggunakan alat peniup benih atau seed blower. Setelah pembersihan dapat dilakukan kegiatan sortasi benih jika diperlukan untuk memilih benih sesuai dengan ukuran.

Pengeringan benih

Benih yang baru diekstrasi biasanya mengandung kadar air yang cukup tinggi, untuk itu perlu dikeringkan sebelum benih itu disimpan. Hal yang eprlu diperhatikan adalah tidak semua benih biasa dikeringkan.

Kadar air untuk masing-masing benih berbeda-beda, misalnya ada benih yang dikeringkan sampai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama, benih ini disebut benih yang ortodoks, contohnya: akasia, kayu besi, salawaku, gamal dan lainnya. Sebaliknya ada benih yang tidak dapat dikeringkan dan tidak dapat disimpan lama karena bersifat rekalsitran seperti meranti, damar, mahoni dan lainnya.

Penyimpanan Benih

Perlakuan terbaik pada benih dpaat dilakukan dengan menanam atau disemaikan benih segera setelah benih tersebut dikumpulkan atau dipanen dan mengikuti prosedur alami. Penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih pada saat musim tanam tiba.

Tahapan penyimpanan benih memiliki beberapa tujuan seperti menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik dan daya kecambah tetap tinggi, melindungi biji dari serangan hama dan jamur dan mencukupi persediaan biji selama musim berbuah tidak dapat mencukupi kebutuhan.

Terdapat dua faktor yang penting selama penyimpanan benih yaitu, suhu dan kelembaban udara. Pada dasarnya benih dapat bertahan dengan baik dalam kurun waktu yang cukup lama jika suhu dan kelembaban udara pada ruang penyimpanan dapat dijaga sehingga mutu benih dapat terjaga. Berkaitan dengan hal itu maka  diperlukan ruang khusus untuk penyimpanan benih.

Penyimpanan Benih Ortodoks

Benih ortodoks dpaat bertahan pada ruang penyimpanan dengan kondisi kadar air antara 6-10% atau dibawahnya. Penyimpanan dapat dilakukan menggunakan wadah seperti karung kain, plastik, kaleng dan toples atau wadah lainnya. Setelah itu benih dapat di simpan pada suhu kamar atau pada temperature rendah “cold storage” umumnya pada suhu 2-5oC.

Benih Rekalsitran

Benih rekalsitran merupakan benih dengan kandungan kadar air cukup tinggi sehingga dalam hal  penyimpanannya kadar air dalam benih perlu dipertahankan selama penyimpanan. Benih dapat disimpan dalam ruang penyimpanan seperti serbuk gergaji atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau arang.

Contoh Benih

Adapun beragam contoh benih dalam tanaman di Indonesia pada umumnya, antara lain adalah sebagai berikut;

Benih Jagung,

Salah satau contoh benih yang banyak dikenal masyarakat adalah benih jagung. Benih Jagung secara teori dapat berarti biji dari tanaman jagung yang digunakan untuk tujuan pertanaman jagung unggul. Terdapat beberapa jenis benih jagung yang banyak dikenal diantaranya adalah;

Benih Jagung Lokal

Benih Jagung lokal adalah jagung yang merupakan hasil pertanaman spesifik lokasi, tidak merupakan benih hibrida dan impor contoh Jagung Kodok, Jagung Kretek, Jagung Manado Kuning, Jagung Metro. Kedelai : Kacang Jepun . tanaman ini masih di budidayakan oleh petani yang mempertahankan dan ingin melestarikan keberadaan Jagung Lokal di nusantara ini, dan keberadaanya masih mudah kita temui di petani petani tradisional di indonesia.

Benih Jagung Unggul

Benih jagung unggul  merupakan benih  jagung yang mempunyai sifat-sifat yang lebih atau unggul dari varietas sejenisnya dan memiliki beberapa jenis benih unggul yang beredar di Indonesia. Berikut adalah beberapa macam jenis Jagung Unggul:

  • Jagung hibrida, adalah jagung yang benihnya merupakan keturunan pertama dari persilangan dua galur atau lebih yang sifat-sifat individunya Heterozygot dan Homogen. Misalnya : Kelompok SRIJAYA, yaitu : Premium 919 dan Bumisari 919, Kelompok Cargil, yaitu :  C1, C2, Kelompok Pioneer, yaitu : P1, P2, Kelompok Bisi, yaitu : Bisi 1, Kelompok Semar, yaitu : Semar 1, Kelompok CPI, yairu : CPI 1.
  • Jagung komposit, merupakan jenis benih jagung yang berasal dari campuran beberapa varietas sehingga individunya Heterozygot dan Heterogen seperti benih Lamuru, Krisna, Gumarang, Bisma.

Padi

Pengertian padi merupakan komoditas yang dikenal sebagai salah satu makanan pokok paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Padi dengan produknya berupa beras banyak dikonsumsi terutama di Asia dan Amerika Selatan.

Tanaman dengan nama latin Oryza sativa L ini adalah jenis tumbuhan yang dibudidaya meski ada beberapa yang tumbuh secara liar. Padi sebagai penghasil bahan pangan konsumsi masyarakat memiliki fungsi lains ebagai benih untuk kegiatan perbanyakan tanaman yang terbagi dalam beberapa varietas. Baca jugaPengertian Jerami Padi, Kandungan, dan Manfaatnya

Itulah tadi rangkaian artikel yang akan memberikan penjelasan terkait dengan pengertian benih, jenis, proses, dan contoh di masyarakat pada umumnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *