Pengertian Gulma, Ciri, Jenis, Manfaat, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Gulma Adalah

Gulma yang umumnya dikenal sebagai tanaman penganggu bagi para pembudidaya atau petani ini sagat familiar kita kenal. Hal ini wajar sebab gulma memang memiliki dampak negatif, meski disisi lain jangan salah gulma ini dapat dijadikan sebagai salah satu macam tanaman obat yang disebabkan mempunyai kandungan senyawa yang berfungsi sebagai penyembuhan terhadap berbagai penyakit.

Yang penting dipahami bahwa bukan semua gulam dapat dikonsumsi untuk dijadikan sebagai bahan obat, tetap hanya sebagian jenisnya saja.

Gulma

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan oleh para pembudidaya atau petani di berbagai jenis lahan pertanian, hal ini disebabkan karenakan penurunan potensi hasil yang dapat dicapai oleh tanaman penghasil. Gulma dianggap meresahkan karena dapat menjadi kompetitor bagi tanaman pokok sebab dapat mengambil nutrisi tanaman yang ada. Seperti air, hara, dan cahaya.

Gulma dapat mengambil nitrogen ataupun fosfor mencapai dua kali dan kalium hingga tiga kali dengan daya serap oleh tanaman induk. Gulma adalah penganggu tanaman pokok yang berbeda seperti serangan oleh hama dan penyakit tanaman karena pengaruhnya tidak secara langsung dan umumnya berjalan secara lambat. Tetapi, secara keseluruhan kergian yang disebabkan oleh gulma relatif sangat besar.

Pengertian Gulma

Gulma adalah tumbuhan yang berasal dari jenis tumbuhan liar yang telah lama beradaptasi dengan adanya perubahan lingkungan ataupun spesies baru yang sudah berkembang sejak adanya budidaya tanaman atau kegiatan pertanian.

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh hidup di daerah yang tidak diinginkan yaitu tumbuh hidup di daerah pertanaman. Gulma secara langsung ataupun tidak langsung dapat merugikan tanaman pokok.

Pengertian Gulma Menurut Para Ahli

Adapun definisi gulma menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

  1. Soerjani (1974), Gulam adalah tumbuhan penganggu berbagai jenis tanaman pangan, sayur, dan jenis tanaman lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan keberfungsian gulma secara umum belum banyak diketahui.
  2. Kustono (2004), Pengertian gulma adalah tanaman menggangu dan menyebabkan kerusakan pada tumbuhan pokok dalam sektor pertanian.

Ciri Gulma

Berikut karakteristik yang ada dalam gulma. Antara lain;

  1. Tumbuh di sekitar tanaman budidaya atau tanaman pokok yang berperan sebagai penghambat untuk menyerap nutrisi dan mineral.
  2. Banyak jenis gulmanya salah satunya berdaun lebar, pakis, dan teki-tekian.
  3. Perkembang biakannya cepat karena berdaya regenerasi cepat.
  4. Dapat berbunga walaupun tidak merugikan.

Jenis Gulma

Berikut pengelompokkan jenis gulma sebagai berikut:

  1. Gulma rumput-rumputan

Gulma rerumputan berukuran yang bermacam- macam, terdapat jenis yang tegak, ada pula yang menjalar, ada pula yang bertahan hidup dalam semusim atau bertahap hidup sampai tahunan. Jenis gulma ini berbatang yang dikenal culms memiliki ruas dengan nodus atau buku yang berada di antara ruas dan pelepah daun dan helaian daun. Sebagai contoh jenis gulma ini adalah rumput lampuyangan dan rumput belulang.

  1. Gulma jenis pakis

Gulma pakis berbentuk seperti kormus atau telah mempunyai akar, daun, dan batang. Daun gulma berbentuk menyirip menyerupai bulu. Gulma ini tersebar menggunakan spora yang terlepas dari daunnya. Jenis gulma ini biasanya tumbuh hidup di daerah lembab atau basah. Sebagai contoh pakis naga dan pakis kawat.

  1. Gulma teki-tekian

Gulma teki- tekian hampir mirip dengan jenis gulma rumput-rumputan tetapi perbedaan dengan gulma jenis teki- tekian yaitu adanya umbi yang dapat bertahan hingga berbulan-bulan untuk dapat hidup kembali di periode musim penghujan. Sebagai contoh rumput teki.

  1. Gulma berdaun lebar

Jenis gulma berdaun lebar dibedakan menjadi dua macam yaitu gulma darat dan gulma air. Gulma darat bercirikan tumbuh hidup di daerah darat dan berkembang biak secara generatif maupun vegetatif dan berumur hingga tahunan. Sebagai contoh alang-alang dan babadotan.

Manfaat Gulma

Gulma berfungsi sebagai berikut, antara lain:

  1. Menjaga tanah dari adanya erosi sebagai contoh Cynodon dactylon yang menjalar di permukaan tanah, Imperata cylindrica, Paspalum conjugatum, dan Axonopus compressus.
  2. Menambah kesuburan tanah sebagai contoh Calopogonium mucunoides, Pueraria javanica, dan Centrosema pubescens.
  3. Menggantikan inang bagi hama ataupun patogen sebagai contoh Synedrella nudiflora dan Cytorhynus lividipenis yang berperan sebagai musuh alami bagi Nilaparvata lugens sementara Ludwigia hyssopifolia yang berperan sebagai musuh alami bagi N. Lugens.
  4. Sebagai parasitoid serangga hama sebagai contoh Diadegma eucerophaga terhadap Vernonia cinerea yang berperan sebagai musuh alami pada Plutella xylostella.
  5. Berperan sebagai trap crop
  6. Berperan sebagai tanaman penghambat atau penghalang.

Dampak Gulma

Berikut dampak yang merugikan diakibatkan oleh adanya pertumbuhan gulma. Antara lain;

  1. Sebagai kompetitor bagi tanaman pokok sehingga menyebabkan kerugian bagi kemampuan produksi oleh tanaman pokok apabila terjadi kompetisi dalam penyerapan nutrisi, air, cahaya dan ruang tumbuh.
  2. Melakukan pengotoran bagi kualitas produksi pertanian sebagai contoh pengotoran benih oleh biji gulma.
  3. Terdapat jenis gulma yang mengeluarkan allelopathy atau senyawa kimia oleh gulma yang memiliki racun bagi tanaman lainnya yang akan merusak pertumbuhan tanaman budidaya.
  4. Menganggu berjalannya pekerjaan oleh para petani sebagai contoh terdapat duri pada Amaranthus spinosus dan Minosa spinosa yang terdapat di antara tanaman budidaya.
  5. Sebagai sumber penyakit atau hama sebagai contoh Cynodon dactylon sebagai tumbuhan inang bagi hama ganjur di tanaman padi.
  6. Menganggu kesehatan manusia sebagai contoh jenis gulma dengan tepung sari yang mengakibatkan alergi.
  7. Menambah biaya tenaga kerja.
  8. Jenis gulma dapat menurunkan sistem irigasi secara efisiensi sebagai contoh eceng gondok yang paling menganggu dan banyak tersebar secara luas.
  9. Kerugian yang diakibatkan oleh gulma hampir sama dengan serangan penyakit atau hama tanaman seperti di negara Indonesia dan India kerugian yang disebabkan oleh gulma besarnya sama dengan kergugian yang disebabkan oleh hama atau penyakit.

Contoh Gulma

Berikut contoh gulma sebagai berikut:

  1. Meniran

Tanaman meniran berbatang bulat yang basah dengan ketinggian kurang dari 50 cm. Daun meniran berbentuk sirip genap di tiap satu tangkai daunnya terbagi dari daun majemuk yang berukuran kecil dan berbentuk lonjong. Bunga meniran berada di ketiak daun dan menghadap ke arah bawah.

Meniran terdapat kandungan filantin, kalium, hipofilantin, tannin, dan damar. Kandungan hipofilantin dan filantin berfungsi dalam perlindungan sel hati dan zat racun. Meniran juga memiliki fungsi dalam kesehatan yaitu mampu membersihkan sakit kuning atau liver, pereda demam, peluruh haid, disentri, dan dapat mengatasi jerawat.

  1. Rumput Teki

Rumput teki adalah rumput yang semu menahun dengan ketinggian mencapai 10 hingga 95 cm. Rumput teki berbatang dengan bentuk segitiga dan tajam. Rumput teki berdaun dengan jumlah 4 sampai dengan 10 helao daun yang berada di pangkal batang. Akar rumput teki dan pelepah daun berada di permukaan tanah. Helaian daun rumput teki berbentuk seperti pita yang silang sejajar.

Rumput teki biasa dimanfaatkan pada bagian yaitu umbi. Di dalam umbi terdapat kandungan alkaloid, sineol, siperon, rotunal, dan flavonoid. Rumput teki bermanfaat dalam menambah nafsu makan, mengurangi rasa sakit atau penenang, menormalkan siklus haid, meredakan demam dan mengurangi penyakit hati dan bisa dijadikan sebagai produk perawatan untuk kulit dan rambut. Kandungan minyak atsiri pada rumput teki dapat dijadikan sebagai parfum.

  1. Babadotan

Babadotan merupakan jenis gulma dari anggota Asteraceae. Babadotan memiliki bau seperti bau kambing sehingga dikenal sebagai babadotan. Babadotan berbatang tegak atau terbaring, akar tumbuh di bagian yang menyentuh permukaan tanah, batangnya berambut jarang dengan gilig. Struktur daun babadotan bertangkai dan panjangnya mencapai 0,5 sampai degan 5 cm yang letaknya berhadapan atau berselang seling.

Babadtan dengan helaian daun bundar seperti telur hingga mirip dengan belah ketupat. Babadotan bermanfaat dalam obat sakit dada ataupun mata yang panas. Babadotan juga mempunyai sifat racun sehingga dapat dijadikan sebagai nematisida ataupun insektisida.

Sedangkan terdapat penelitian lebih lanjut yang mengakaji bahwa babadotan dapat mengakibatkan penyakit tumor atau luka pada hati. Tumbuhan ini terdapat kandungan alkaloid pirolizidina.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa gulma berperan sebagai kompetitor bagi tanaman pokok karena menyerap unsur hara, air, dan sinar matahari. Jenis gulma yang tumbuh hidup umumnya berdasarkan dengan kondisi perkebunan seperti perkebunan yang baru diolah akan ditemui kebanyakan yaitu gulma semusim, sementara pada tanaman hasil perkebunan yang sudah ditanami gulma yang kebanyakan terdapat yaitu jenis tahunan.

Gulma yang berada di dataran tinggi biasanya berbeda dengan yang berada di dataran rendah. Namun, di daerah tinggi biasanya terdapat beragam jenis namun jumlah individunya tidak bgitu besar. Oleh karena itulah gulma disebut sebagai tumbuhan yang dapat bertahan hidup pada pertumbuhan tanaman pokok.

Sehingga pertumbuhan gulma yang sangat cepat dengan berdaya regenerasi yang tinggi jika mengalami terluka dan dapat berbunga meskipun berkondisi yang tidak merugikan oleh tanaman pokok. Baik secara fisik, gulma mampu bersaing dengan tanaman pokok untuk pemenuhan nutrisi, ruang, air, dan hal lainnya. Berbagai jenis dapat berkembang biak dengan cara tuber atau modifikasi akar sebagai cadangan makanan.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kai uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian gulma menurut para ahli, ciri, jenis, manfaat, dampak, dan contohnya yang ada dalam pertanian/perkebunan. Semoga memberi referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *