Pengertian Hama, Macam, dan Contohnya

Diposting pada

Hama Adalah

Tanaman yang di budidayakan tidak selamanya tumbuh tanpa gangguan. Terdapat berbagai macam gangguan yang dapat terjadi pada tanaman salah satunya adanya keberadaan organisme pengganggu tanaman. Organisme pengganggu tanaman terbagi menajdi tiga kelompok yaitu hama, patogen dan gulma.

Hama merupakan salah satu jenis organisme pengganggu yang keberadaannya cukup meresahkan karena besranya kerugian yang ditimbulkan akibat aktivitas hidup dari organisme ini pada pertanaman. Berikut penjelasan lengkap mengenai salah satu organisme pengganggu tanaman yang disebut sebagai hama.

Hama

Hama meupakan organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan keberadaannya dalam kegiatan sehari-hari manusia. Meskipun dapat berlaku untuk semua organisme, dalam praktiknya istilah ini paling banyak berlaku hanya pada golongan hewan.

Hewan dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia.

Pengertian Hama

Pengertian hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembanganya terganggu.

Hama diartikan juga sebagai organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik yang dapat  menyebabkan kerugian dalam pertanian.

Macam Hama

Adapun untuk beragam jenis hama dalam berbagai bidang pertanian, antara lain adalah sebagai berikut;

Golongan Mamalia

Golongan mamalia sebagai salah satu golongan hewan yang cukup banyak spesiesnya. Terdapat beberapa hewan mamalia yang berpotensi sebagai hama tanama dan menimbulkan kerugian cukup serius. Golongan mamalia sebagian besarnya diisi oleh hewan herbivora atau pemakan tumbuhan sehingga tak mengherankan jika ada beberapa diantaranya yang populasinya dapat menjadi hama bagi tanaman yang dibudidayakan oleh manusia.

Beberapa jewan yang terkenal sebagai hama dan cukup meresahkan kehidupan manusia karena menimbulkan kerusakan tanaman, menurunkan produksi dari hasil tanaman yang dibudidayakan bahkan hingga menyebabkan resiko kegagalan panen.

Golongan Serangga

Serangga hama adalah sebutan yang digunakan bagi serangga yang berpotensi sebagai hama. Aktivitas hidup dari serangga yang berpotensi menimbulkan kerugian dalam suatu agroekosistem menyebabkannya disebut sebagai hama bagi tanaman, baik karena aktivitasnya merusak yang dilakukan secara langsung seperti serangga yang memakan bagian dari tanaman maupun secara tidak langsungdengan menjadi vector suatu penyakit tanaman.

Serangga yang dikategorikan sebgaia hama mempunyai populasi yang terlalu besar sehingga dpaat menyebabkan kerugian dan kerusakan pada suatu agroekosistem.

Perilaku serangga yang berperan sebagai hama sangat berkaitan dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Jenis kerusakan tanaman yang disebabkan oleh serangga hama berkaitan dengan tipe alat mulut yang dimiliki serangga tersebut.

Terdapat beberapa tipe alat mulut yang menimbulkan kerusakan berbeda seperti tipe alat mulut menggigit-mengunyah. Tipe alat mulut ini digunakan untuk memotong atau menggigit dan mengunyah bagian tanaman. Serangga yang memiliki tipe alat mulut ini dapat menyebabkan gejala kerusakan berupa bekas robekan pada daun, gigitan, gerekan pada buah, batang dan akar.

Sedangkan tipe mulut lainnya adalah tipe alat mulut menusuk menghisap. Alat mulut umumnya berupa jarum atau stilet. Serangga yang memiliki tipe mulut menusuk menghisap dapat menimbulkan kerusakan berupa bekas tusukan untuk menghisap cairan tanaman sehingga dapat menyebabkan gejala kerusakan akibat kehilangan cairan tanaman.

Selain itu terkadang ada beberapa serangga yang mengeluarkan cairan toksik yang dimilikinya sebelum menghisap cairan tanaman sehingga sel-sel tanaman mengalami kematian sel atau nekrosis tersebut terlebih dahulu.

Golongan Aves

Hewan yang termasuk kedalam golongan aves pada umumnya memiliki tubuh yang tertutupi kulit dan berbulu, mempunyai paruh, serta kakinya bersisik. Aves juga umumnya mempunyai sayap yang digunakan untuk terbang. Terdapat beberapa aves yang berpotensi sebagai hama.

Aves merupakan golongan hewan yang sebagian besar memiliki sumber makanan berupa biji-bijian sehingga kebanyakan aves yang beperan sebagai hama menyerang tanaman yang menghasilkan biji sebagai produk tanamannya seperti tanaman padi.

Burung pada dasarnya lebih banyak hidup pada lingkungan yang bersemak-semak, hutan sekunder, persawahan dan pekarangan   terutama yang berdekatan dengan pertanaman yang menghasilkan biji sebagai sumber makanannya.

Pada saat biji mulai amsak maka burung yang termasuk hama akan datang bergerombol untuk memakan biji tersebut sehingga dapat menyebabkan kerusakan apda tanaman, menurunkan produksi bahkan membuat tanaman tersebut gagal panen.

Contoh Hama

Adapun untuk beragam contoh hama di berbagai bidang, antara lain adalah sebagai berikut;

Tryporyza Innotata

Tryporyza innotata merupakan nama latin dari hama penggerek batang padi yang  masuk dalam ordo lepidoptera dari famili Noctuidae dan Pyralidae. Hama ini memiliki kebiasaan tertarik pada lampu di malam hari. Hama penggerek memiliki bentuk kupu-kupu kecil yang disebut biasa ngengat. Ngengat tersebar di wilayah Amerika, Asia, dan Australia. Di Indonesia terdapat lima spesies penggerek batang padi yang menjadi kendala dilahan irigasi maupun lahan lebak dan pasang surut.

Serangan hama penggerek batang padi yang terjadi pada fase vegetatif tanaman disebut sundep atau deadhearts dengan gejala titik tumbuh tanaman muda mati. Sedangkan serangan penggerek yang terjadi pada fase generatif disebut beluk atau whiteheads yang ditandai dengan malai yang mati dengan bulir hampa dan terlihat berwarna putih.

Gejala sundep dapat terlihat sejak empat hari setelah larva penggerek masuk. Larva penggerek selalu keluar masuk batang padi, sehingga untuk satu ekor larva sampai menjadi ngengat dapat menghabiskan sekitar 6-15 batang padi.

Hingga saat ini teknik pengendalian hama penggerek padi yang diandalkan adalah menggunakan insektisida.  Kondisi ini memiliki resiko yang cukup tinggi mengingat dampak negatif yang dapat timbul akibat penggunaan insektisida secara terus-menerus akan mengancam kelestarian lingkungan.

Selain itu masalah lainnya dpaat timbul setelahnya seperti resistensi hama, peristiwa resurjensi atau akan terjadi ledakan hama sekunder, terbunuhnya organisme nontarget, dan residu insektisida yang berbahaya bagi kesehatan.

Nilaparvata Lugens

Wereng coklat atau Nilaparvata lugens merupakan salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Wereng coklat selain bertindak sebagai hama juga menjadi serangga vektor penyakit pada tanaman padi sehingga keberadaannya sangat meresahkan.

Wereng coklat dapat menghisap cairan tumbuhan sekaligus menyebarkan virus pada tanaman yang menyebabkan penyakit tungro.  Pengendlaian wereng coklat dapat dilakukan dengan memanfaatkan agensia hayati ebrpa musuh alaminya yaitu kumbang lembing. Kumbang lembing dapat memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah pada pertanaman padi berperan sebagai pemangsa telurnya.

Orycete Rhinoceros

Kumbang tanduk atau  Orycete rhinoceros berasal dari ordo Coleoptera dan family Scarabaeidae. Kumbang ini merupakan hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit di Indonesia. Orycete rhinoceros dapat menggerek pucuk kelapa sawit yang berakibat pada penghambatan pertumbuhan dan rusaknya titik tumbuh serta dapat mematikan tanaman.

Kumbang tanduk memiliki ukuran 40-50 mm dengan warna tubuh bcoklat kehitaman dan pada bagian kepala terdapat tanduk kecil. Pada ujung perut kumbang betina terdapat bulu-bulu halus sedangkan pada kumbang jantan tidak berbulu.

Kumbang tanduk menjadi hama karena menggerek pupus yang belum terbuka mulai dari pangkal pelepah terutama pada tanaman muda diareal peremajaan sehingga menimbulkan kerusakan pada pelepah daun yang belum terbuka dan dapat menyebabkan pelepah patah. Kerusakan pada tanaman baru terlihat jelas setelah daun membuka 1-2 bulan kemudian berupa guntingan segitiga seperti huruf ”V”.

Tikus

Tikus sawah memiliki nama latin Rattus argentiventer Rob  dan Kloss merupakan hama utama tanaman padi dari golongan mamalia. Tikus sawah dapat menyebabkan  kerusakan pada pertanman padi mulai dari  persemaian padi sampai padi siap dipanen dan bahkan hama tikus juga menyerang padi yang telah diletakan pada gudang penyimpanan.

Tikus terkenal sulit dikendalikan karena hewan ini mampu belajar dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Tikus berdasarkan hasil penelitian diketahui memiliki tingkat kecerdasaan yang membuatnya dapat menghindari perangkap yang dibuat. Tikus juga sering digunakan dalam penelitian perilaku hewan.

Pengendalian yang dilakukan biasanya dengan memberikan umpan beracun atau pengasapan yang dikombinasi dengan kegiatan gropyokan. Pengendalian hama tikus secara alami dilakukan dengan menggunakan burung hantu dan ular sawah sebagai predator dan musuh alaminya, namun biasanya dianggap kurang efektif.

Burung Pipit Haji (Lonchura maja leucocephala Raffles)

Burung pipit haji merupakan salah satu contoh hama dari golongan aves. Burung pipit haji memiliki nama lain bondol uban. Burung ini mempunyai ciri kepalanya berwarna putih keabu-abuan seperti sorban haji. Bulu pada bagian tubuhnya berwarna hitam kecoklatan dengan warna leher putih dan secara bertahap berubah warna menjadi coklat merah pada bagian dadanya.

Mata dari jenis burung ini berwarna coklat hitam. Ukuran tubuh burung sebesar burung gelatik. Burung pipit haji hidup dengan cara berkelompok dan membuat sarang dari alang-alang, batang padi atau rumput-rumputan lainnya. Dalam satu sarang dapat berisi hingga lima ekor burung.

Kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh gerombolan burung pipit haji adalah pada  saat padi sedang menguning kemudian burung memakan biji padi yang masih berada dalam tanamannya sehingga terjadi kerusakan dan kehilangan hasil padi. Kawanan burung ini terdiri biasnaya terdiri dari sekitar 50 ekor dan datang berkali-kali ke lahan pertanaman padi.

Nah, itulah tadi artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan pengertian hama, jenis, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *