Pengertian Hidroponik, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Hidroponik Adalah

Pada saat ini diakui ataupun tidak cara membudidayakan tanaman dengan cara hidroponik mulai sedang berkembang, karena salah satu kelebihannya yaitu tidak memerlukan lahan yang luas untuk melakukannya. Banyak masyarakat yang menggunakan teknik ini untuk bisa menanam tanaman hanya sekedar hobi atau ada juga untuk mencari penghasilan. Oleh sebab itulah pada artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian hidroponik, manfaat serta beberapa contoh jenis tanamannya.

Hidroponik

Sejarah perkembangan hidroponik banyak dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan pengertian budidaya pertanian berawal dari sempitnya lahan serta keinginan mengimplementasikan penghijauan sebagai bagian daripada mengurangi polusi. Atas kondisi inilah hidroponik banyak dikembangkan oleh para petani, terutama di wilayah perkotaan.

Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah cara membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, sehingga pada hidroponik sangat begitu mementingkan dalam memenuhi nutrisi pada produk tanaman.

Tanaman bisa tumbuh dengan subur serta menghasilkan buah secara lebih cepat walaupun tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dimanapun tempat tumbuh tanaman akan dapat selalu tumbuh baik jika nutrisinya terpenuhi.

Adapun metode hidroponik ini berfungsi dari media pengganti tanahnya ialah untuk menyangga tanaman saja dan yang terpenting yaitu air berfungsi untuk dapat melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh akar tanaman. Dengan metode hidroponik maka petani bisa menghemat tempat maupun waktu.

Macam Hidroponik

Berdasarkan media tumbuh yang biasa digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga jenis, antara lain adalah sebagai berikut;

Aeroponik

Merupakan salah satu cara budidaya tanaman hidroponik. Cara ini belum begitu sefamiliar cara-cara hidroponik lainnya (seperti dengan cara tetes, NFT – Nutrient Film Technique).

Apabila dilihat dari kata-kata penyusunnya, ialah terdiri dari Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonik yang artinya cara budidaya, arti secara harafiah cara bercocok tanam di udara, atau dengan bercocok tanam dengan system pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara tanpa suatu media (misalkan tanah), serta kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya.

Sejarah ditemukannya cara ini yaitu berawal dari penemuan cara hidroponik. Selanjutnya dapat dikembangkanlah sistem aeroponik pertama kali yaitu oleh Dr. Franco Massantini di University of Pia, Italia. Di Indonesia, perintis aeroponik secara komersial ialah Amazing Farm pada tahun 1998 di Lembang (Bandung).

Fertigasi

Sistem Fertigasi yaitu salah satu dari metode hidroponik. Fertigasi yaitu teknik aplikasi unsur hara melalui suatu sistem irigasi. Sesuai dengan pengertian fertigasi sendiri yang adalah singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi.

Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk dapat pemupukan bisa dikurangi, karena pupuk dapat diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain ialah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi berkelanjutan; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat adanya ‘leaching’ atau pencucian serta denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

NFT

Konsep dasar NFT ini ialah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal serta tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam pada air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa.

Daerah perakaran dalam larutan nutrisi bisa berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga pada bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini juga memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi serta mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.

Cara yang paling sederhana berhidroponik ialah menggunakan sistem sumbu atau Wick System, teknik ini dapat memanfaatkan gaya kapilaritas pada sumbu untuk mengantarkan air serta nutrisi ke akar tanaman, sehingga akar bisa menyerap unsur-unsur hara yang disediakan.

Manfaat Hidroponik

Adapun beberapa manfaat hidroponik yang dapat di peroleh, diantaranya:

  1. Menghasilkan kualitas suatu tanaman yang lebih baik.
  2. Tanaman bisa terhindar dari hama.
  3. Penggunaan pumuk yang menjadi lebih hemat.
  4. Hemat tempat, karena tidak dapat memerlukan lahan tahan yg luas untuk menana tanaman.
  5. Tanaman bisa tumbuh dengan cepat.
  6. Hemat tenaga serta waktu.
  7. Kelebihan hidroponik

Beberapa keuntungan yang bisa di dapatkan dari suatu tanaman hidroponik misalnya seperti:

  • Produksi tanaman lebih tinggi jika di bandingkan pada metode tanam dengan tanah.
  • Tanaman bisa terbebas dari penyakit dan juga hama.
  • Pemakaian pupuk lebih hemat serta tumbuh tanaman lebih cepat.
  • Dapat mengganti tanaman dengan sangat mudah.
  • Mempermudah pekerjaan ataupun perawatan tanaman.
  • Tanaman akan memberikan hasil yaitu secara berkelanjutan.

Kekurangan Hidroponik

Berbagai kekurangan dari metode tanam hidroponik, diantaranya:

  • Memerlukan biaya lebih pada awal-awal, terutama jika berencana untuk dapat menanam tanaman secara hidroponik dalam sekala besar.
  • Membutuhkan alat-alat yang khusus. Alat-alat untuk metode tanam hidroponik masih sangat jarang dapat di temukan di sekitar kita.
  • Memerlukan pengetahuan serta keterampilan khusus karena metode tanamnya tidak pada lahan tanah.
  • Dan juga dapat membutuhkan ketelitian yang lebih, karena nutrisi untuk tanaman harus benar-benar bisa awasi secara cermat.

Contoh Hidroponik

Berikut ini beberapa contoh jenis tanaman hidroponik yang paling sering di budidayakan, misalnya seperti yaitu:

Selada

Selada adalah salah satu jenis tanaman yang sangat sering ditanam dengan cara yaitu hidroponik. Tanaman selada juga tergolong mudah untuk dapat di budidayakan, serta banyak orang yang dapat mengkonsumsinya maka tidak heran jika tumbuhan ini dapat menjadi pilihan untuk ditanam secara hidroponik karena mempunyai suatu nilai ekonomis.

Cabai

Tanaman Cabai yaitu termasuk salah satu jenis tanaman yang paling sering ditanam dengan cara hidropinik juga, karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu cabai termasuk buah yang sangat banyak di konsumsi oleh masyarakat indonesia, cabai sering juga digunakan untuk bumbu-bumbu masakan atau sebagai bahan dalam membuat sambal.

Kangkung

Kangkung  adalah jenis sayuran yang banyak di konsumsi oleh orang Indonesia. Menanam kangkung secara hidroponik yaitu tergolong cukup mudah, akan menghasilkan kualitas yang unggul, sehingga banyak orang yang dapat menanamnya.

Bayam

Selain kangkung bayam adalah salah satu jenis sayuran yang sering di konsumsi orang indonesia. Menanam bayam secara hidroponik tentunya akan dapat menghasilkan kualitas bayam yang unggul, maka sayuran ini sering juga menjadi pilihan untuk di tanam secara hidroponik.

Timun

Timun sangat cocok di tanam dengan cara hidroponik, timun sering juga di konsumsi untuk menu pelengkap atau sebagai coel sambal yaitu oleh masyarakat indonesia. maka tidak heran jika sering dijadikan pilihan untuk dapat di budidayakan secara hidroponik karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi juga.

Strawberry

Banyak orang yang dapat membudidayakan tanaman buah yang satu ini dengan cara hidroponik, karena mempunyai nilai ekonomis yang baik juga.

Semangka

Buah yang mempunyai kandungan air yang cukup banyak ini serta memiliki rasa yang manis sehingga banyak di gemari untuk di konsumsi oleh masyarakat. Tanaman buah semangka bisa menjadi pilihan untuk di tanam secara hidroponik, sehingga bisa menghasilkan buah semangka dengan kualitas yang unggul.

Masih banyak lagi jenis-jenis tanaman yang bisa di tanam secara hidroponik, misalnya seperti melon, anggur, tomat, paprika, timun jepang, bahkan juga bunga. Dan tentunya untuk bisa menghasilkan tanaman yang bagus perlu menggunakan bibit-bibit tananaman dengan kualitas terbaik juga.

Brokoli

Untuk bibitnya, kita tidak perlu bingung karena banyak yang menyediakan benih brokoli dengan kualitas unggul yang sangat murah, hanya dengan Rp. 10 ribu, kita akan mendapatkan 25 biji benih per paket.

Brokoli juga sangat baik sekali beradaptasi dengan lingkungan, sehingga bisa dengan mudah tumbuh subur jika ditanam dengan media hidroponik apalagi tanaman ini termasuk kedalam tanaman tropis yang banyak membutuhkan air pada masa pertumbuhannya.

Sawi

Banyak juga yang menyediakan Benih Sawi dengan kualitas impor yang dapat didatangkan langsung dari Inggris. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu dengan 10 ribu, kita akan mendapatkan 50 benih sawi per paket. Sawi dapat mengandung banyak sekali vitamin C yang berasal dari daun atau bunga.

Dapat tumbuh baik pada wilayah tropis dengan kebutuhan air yang cukup, sehingga dapat tumbuh dengan sangat cepat jika ditanaman dengan cara hidroponik.

Nah, demikianlah setidaknya referensi mengenai pengertian hidroponik, manfaat serta beberapa contoh jenis tanamannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan pengetahuan bagi segenap pembaca, terutama yang membutuhkan materinya.

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *