Pengertian Hutan, Ciri, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Hutan Adalah

Hutan adalah ekosistem kompleks yang sebagian besar terdiri dari pepohonan yang melindungi bumi dan mendukung berbagai bentuk kehidupan. Pepohonan membantu menciptakan lingkungan khusus yang pada gilirannya mempengaruhi jenis hewan dan tumbuhan yang ada di hutan. Pohon merupakan komponen lingkungan yang penting, yang bermanfaat untuk membersihkan udara, mendinginkannya di hari-hari yang panas, menghemat panas di malam hari, dan bertindak sebagai peredam suara yang sangat baik.

Di Bumi terdapat beragam jenis hutan dengan bermacam-macam klasifikasi. Salah satunya yaitu klasifikasi hutan berdasarkan kondisi iklimnya, misalnya hutan hujan tropis. Contoh hutan hujan tropis yaitu Hutan Amazon dan hutan-hutan yang di Indonesia, terutama yang terdapat di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Hutan

Hutan sangat penting untuk kehidupan di bumi. Tiga ratus juta orang di seluruh dunia hidup di hutan dan 1,6 miliar bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka. Hutan juga menyediakan habitat bagi beragam tumbuhan dan hewan, banyak di antaranya masih belum ditemukan.

Hutan lebih dari sekedar kumpulan pohon. Hutan adalah rumah bagi 80% keanekaragaman hayati darat dunia. Ekosistem ini adalah jaringan organisme kompleks yang mencakup tumbuhan, hewan, jamur, dan bakteri. Hutan memiliki berbagai bentuk, tergantung pada garis lintang, tanah setempat, curah hujan, dan suhu yang berlaku.

Akan tetapi, hutan sedang dirusak dan didegradasi dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Deforestasi datang dalam berbagai bentuk, termasuk kebakaran, tebang habis untuk pertanian, peternakan dan pembangunan, penebangan kayu yang tidak berkelanjutan, dan degradasi karena perubahan iklim.

Hal ini berdampak pada mata pencaharian masyarakat dan mengancam berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Hutan menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan dimana 18,7 juta hektar hutan hilang setiap tahun yang setara dengan 27 lapangan sepak bola setiap menit.

Amazon, hutan hujan terbesar di planet ini, kehilangan setidaknya 17% tutupan hutannya dalam setengah abad terakhir karena aktivitas manusia. Di Indonesia, pulau Sumatera telah kehilangan 85% hutannya, terutama karena konversi untuk perkebunan kelapa sawit dan bubur kertas, dan tingkat kerusakan serupa terjadi di pulau Kalimantan. Deforestasi juga merusak fungsi penting penyerap karbon hutan. Diperkirakan 15% dari seluruh emisi gas rumah kaca adalah akibat deforestasi.

Pengertian Hutan

Hutan adalah sebidang tanah dengan banyak pohon. Banyak hewan membutuhkan hutan untuk hidup dan bertahan hidup. Hutan sangat penting dan tumbuh di banyak tempat di seluruh dunia. Hutan adalah ekosistem yang mencakup banyak tumbuhan dan hewan.

Suhu dan curah hujan adalah dua hal terpenting bagi hutan. Banyak tempat yang terlalu dingin atau terlalu kering yang mempengaruhi pertumbuhan hutan. Hutan dapat ada dari ekuator hingga dekat daerah kutub, tetapi iklim yang berbeda memiliki jenis hutan yang berbeda pula.

Curah hujan yang berbeda juga menghasilkan jenis hutan yang berbeda pula. Tidak ada hutan di gurun, hanya beberapa pohon di tempat yang akarnya bisa mencapai air bawah tanah.

Pengertian Hutan Menurut Para Ahli

Adapun definisi hutan menurut para ahli, antara lain:

  1. Undang-Undang No. 41 Tahuan 1999 Tentang Kehutanan, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem yang berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.
  2. Kartasapoetra (1994), Pengertian hutan ialah sebagai suatu areal tanah yang permukaannya ditumbuhi oleh sejumlah jenis tumbuhan yang tumbuh secara alami.
  3. Marpaung (2006), Hutan yaitu sebagai suatu kesatuan ekosistem yang terdiri dari hamparan lahan yang berisi sumbe daya alam hayati yang terdapat pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dipisahkan.

Ciri Hutan

Beberapa hal yang perlu kita ketahui  tentang karakteristik hutan, diantaranya yaitu:

  1. Hutan merupakan lahan dengan tutupan tajuk pohon (atau tingkat penebaran yang setara) lebih dari 10% dan luas lebih dari 0,5 hektar, serta tinggi pohon minimal 5 m pada saat dewasa in situ (FAO).
  2. Hutan dapat berkembang jika suhu rata-rata lebih besar dari 10° C pada bulan terpanas dan curah hujan melebihi 200 mm per tahun. Di setiap kawasan yang memiliki kondisi di atas kisaran tersebut terdapat berbagai jenis pohon yang dikelompokkan ke dalam beberapa tipe hutan yang ditentukan oleh kondisi spesifik lingkungan di sana, termasuk iklim, tanah, geologi, dan aktivitas biotik.

Macam Hutan

Berikut ini macam-macam dengan masing-masing klasifikasinya, antara lain:

  1. Berdasarkan kondisi iklimnya

Berdasarkan kondisi iklimnya, hutan bisa dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Hutan hujan tropis, yaitu hutan yang mempunyai pohon-pohon berdaun lebar dan menghijau sepanjang tahun, serta mempunyai tumbuhan epifit, seperti lumut, tanaman palem, dan pohon panjat.
  2. Hutan musim, yaitu hutan yang terdapat di daerah tropis yang mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pepohonan di hutan ini jarang dan ketinggiannya hanya 12 sampai dengan 35 m. Ketika musim kemarau, pepohonan di hutan musim menggugurkan daunnya (meranggas) dan bersemi kembali di musim penghujan.
  3. Hutan sabana, yaitu hutan yang banyak terdapat di daerah tropis dengan curah hujan yang relatif rendah, misalnya di Nusa Tenggara. Hutan sabana berupa padang rumput yang diselingi oleh pepohonan perdu.
  4. Hutan bakau atau hutan mangrove, yaitu hutan yang biasanya terdapat di daerah pantai tropis yang berfungsi untuk mengamankan pantai dari ancaman abrasi.
  1. Berdasarkan jenis pohonnya

Berdasarkan jenis pohonnya, hutan bisa dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Hutan homogen, yaitu hutan yang hanya ditumbuhi oleh 1 jenis pohon. Misalnya hutan pinus dan hutan jati. Hutan homogen biasanya dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk reboisasi. Oleh sebab itu, hutan hasil reboisasi biasanya cenderung homogen.
  2. Hutan heterogen, yaitu hutan yang mempunyai jenis tumbuhan yang beranekaragam. Hutan heterogen juga dikenal sebagai hutan belukar. Contoh hutan heterogen misalnya hutan tropis.
  1. Berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsinya, hutan bisa dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Hutan lindung, yaitu hutan yang berfungsi secara ekologis untuk menyaring air ke dalam tanah, mencegah banjir, dan melindungi tanah dari erosi.
  2. Hutan suaka alam, yaitu hutan yang berfungsi sebagai pelindung bagi flora dan fauna tertentu, misalnya cagar alam Rafflesia Bengkulu yang bertujuan untuk melindungi bunga Rafflesia Arnoldi.
  3. Hutan produksi, yaitu hutan yang berfungsi untuk pemasok bahan industri. Oleh sebab itu, hasil hutan produksi memang sering diambil untuk keperluan industri, misalnya hutan jati yang hasilnya berupa kayu jati yang digunakan untuk industri mebel.

Manfaat Hutan

Hutan memiliki fungsi yang sangat beragam, antara lain:

  1. Sebagai sumber oksigen

Hutan sebagai sumber oksigen yang kita butuhkan untuk hidup dan menyerap karbon dioksida yang kita hembuskan (atau keluarkan).

Sebatang pohon dewasa dan berdaun diperkirakan menghasilkan suplai oksigen sehari untuk dua sampai 10 orang. Fitoplankton di lautan lebih produktif, menyediakan setengah dari oksigen bumi, tetapi hutan masih menjadi sumber utama kualitas udara.

  1. Kekayaan hutan lebih dari sekedar pohon

Hampir setengah dari spesies yang diketahui di bumi hidup di hutan, termasuk 80% keanekaragaman hayati di darat.

Varietas itu sangat kaya di hutan hujan tropis, tetapi hutan penuh dengan kehidupan di seluruh planet. Dimana serangga dan cacing berperan untuk menghasilkan nutrisi di dalam tanah, lebah dan burung menyebarkan serbuk sari dan biji-bijian, dan spesies seperti serigala dan harimau menjaga herbivora lapar tetap terkendali.

  1. Membuat bumi tetap dingin

Pohon juga punya cara lain untuk mengalahkan panas: menyerap CO2 yang memicu pemanasan global. Tumbuhan selalu membutuhkan sejumlah CO2 untuk fotosintesis, tetapi udara di bumi sekarang begitu pekat dengan emisi ekstra sehingga hutan melawan pemanasan global hanya dengan bernapas. CO2 disimpan dalam kayu, daun dan tanah, seringkali selama berabad-abad.

  1. Mempengaruhi pola cuaca

Hutan yang luas dapat mempengaruhi pola cuaca regional dan bahkan menciptakan iklim mikro sendiri. Hutan hujan Amazon, misalnya, menghasilkan kondisi atmosfer yang tidak hanya meningkatkan curah hujan biasa di sana dan di lahan pertanian terdekat, tetapi juga berpotensi hingga ke Great Plains di Amerika Utara.

  1. Hutan mengurangi banjir

Akar pohon adalah sekutu utama dalam hujan lebat, terutama untuk daerah dataran rendah seperti dataran sungai. Akar pohon tersebut membantu tanah menyerap lebih banyak banjir bandang, mengurangi kehilangan tanah dan kerusakan properti dengan memperlambat aliran.

  1. Mengisi akuifer

Hutan seperti spons raksasa, menangkap limpasan daripada membiarkannya menggelinding ke permukaan, tetapi mereka tidak dapat menyerap semuanya. Air yang melewati akarnya menetes ke akuifer, mengisi kembali persediaan air tanah yang penting untuk minum, sanitasi, dan irigasi di seluruh dunia.

  1. Menahan angin

Pepohonan yang ada di hutan dapat berfungsi sebagai penahan angin, menyediakan penyangga untuk tanaman yang sensitif terhadap angin. Selain melindungi tanaman tersebut, sedikit angin juga memudahkan lebah untuk melakukan penyerbukan.

  1. Membersihkan tanah yang kotor

Selain untuk menahan tanah pada tempatnya, hutan juga dapat menggunakan fitoremediasi (phytoremediation) untuk membersihkan polutan tertentu. Pohon dapat mengeluarkan racun atau menurunkannya agar tidak terlalu berbahaya. Ini adalah keterampilan yang berguna, membiarkan pohon menyerap luapan limbah, tumpahan pinggir jalan atau limpasan yang terkontaminasi.

  1. Membersihkan udara kotor dan meredam polusi suara

Hutan dapat membersihkan polusi udara dalam skala yang jauh lebih besar, dan bukan hanya CO2. Pohon menyerap berbagai polutan di udara, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Di AS saja, pepohonan perkotaan diperkirakan menyelamatkan 850 nyawa per tahun dan total biaya perawatan kesehatan sebesar $ 6,8 miliar hanya dengan menghilangkan polutan dari udara.

Selain polusi udara, hutan juga berfungsi untuk meredam polusi suara, karena suara memudar di hutan, membuat pohon menjadi penghalang kebisingan alam yang populer.

Efek meredam sebagian besar disebabkan oleh gemerisik daun, ditambah suara putih hutan lainnya, seperti nyanyian burung dan hanya beberapa pohon yang ditempatkan dengan baik dapat memotong suara latar sebesar 5 hingga 10 desibel, atau sekitar 50% yang didengar oleh telinga manusia.

  1. Menciptakan pekerjaan

Lebih dari 1,6 miliar orang bergantung pada hutan sampai batas tertentu untuk mata pencaharian mereka, menurut PBB, dan 10 juta dipekerjakan secara langsung dalam pengelolaan atau konservasi hutan. Hutan menyumbang sekitar 1% dari produk domestik bruto global melalui produksi kayu dan produk non-kayu, yang terakhir ini saja mendukung hingga 80% populasi di banyak negara berkembang.

Contoh Hutan

Berikut ini beberapa contoh hutan yang ada di Indonesia maupun di negara lainnya, antara lain:

  1. Hutan Lindung Taman Raya Bung Hatta

Hutan yang satu ini merupakan kawasan hutan yang terdapat Bukittinggi, dengan luas kurang lebih 70.000 hektar. Kawasan hutan yang satu ini mempunyai banyak sekali spesies flora dan fauna di dalamnya.

Kenampakan hutan ini lebih di dominasi oleh berbagai jenis perbukitan yang mengelilinginya. Kawasan hutan lindung juga cukup terkenal, karena mempunyai sebuah flora yang cukup unik. Di hutan ini  banyak ditemukan tumbuhan Raflesia Arnoldi.

  1. Hutan Amazon

Hutan Amazon adalah hutan hujan tropis berdaun lebar yang lembab di bioma Amazon yang menutupi sebagian besar lembah Amazon di Amerika Selatan. Cekungan ini mencakup 7.000.000 km2 (2.700.000 mil persegi), yang 5.500.000 km2 (2.100.000 mil persegi) ditutupi oleh hutan hujan. Wilayah ini termasuk wilayah milik sembilan negara.

Amazon mewakili lebih dari setengah hutan hujan yang tersisa di planet ini, dan terdiri dari jalur hutan hujan tropis terbesar dan paling beraneka ragam di dunia, dengan perkiraan 390 miliar individu pohon dibagi menjadi 16.000 spesies.

  1. Hutan Atlantik/Gran Chaco

Hutan Atlantik yang terbentang di sebagian Paraguay, Brasil, dan Argentina, adalah salah satu hutan hujan terkaya di dunia, dengan keanekaragaman hayati yang lebih kaya per hektar daripada Amazon. Namun demikian, wilayah tersebut juga merupakan tempat tinggal 75 persen penduduk Brasil, suatu situasi yang memberikan banyak tekanan pada hutan.

Deforestasi di wilayah tetangga Gran Chaco, yang merupakan hutan kering terbesar di Amerika Selatan, sebagian besar disebabkan oleh konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan padang rumput.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca sekalian berkenaan dengan pengertian hutan menurut para ahli, ciri, macam, manfaat, dan contohnya yang ada di Indonesia serta dunia. Semoga memberikan edukasi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *