Pengertian Insektisida, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Insektisida Adalah

Insektisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu (hama serangga). Insektisida bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan, tingkah laku, perkembang biakan, kesehatan, memengaruhi hormon, penghambat makan, membuat mandul, sebagai pemikat, penolak, serta aktifitas lainnya yang dapat memengaruhi organisme pengganggu tanaman. Oleh sebab itulah sebagai pejelasan lebih lanjut artikel ini akan membahas tentang pengertian insektisida, jenis, fungsi, dan contohnya.

Insektisida

Pada hakekatnya zat-zat kimia yang terkandung dalam insektisida bisa pula membunuh serangga pengganggu (hama serangga). Hal tersebut dilakukan dengan dua mekanisme, diantaranya dengan meracuni makanannya (tanaman) dan dengan langsung meracuni si serangga tersebut.

Pengertian Insektisida

Insektisida adalah kolobaorasi yang tercampur dengan bahan kimia dengan sifat racun sehingga kerapkali dipergunakan untuk membunuh serangga. Maka sudah sangatlah pantas jika insektisida ini termasuk dalam salah satu jenis pestisida.

Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Menurut PP yaitu No. 7 tahun 1973, yang dimaksud pestisida ialah semua zat kimia dan bahan lain dan jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :

  • Memberantas atau mencegah hama-hama serta penyakit-penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
  • Memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu atau gulma.
  • Mematikan daun serta mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
  • Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman, tidak termasuk yaitu pupuk.
  • Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan peliharaan serta ternak.
  • Memberantas atau mencegah dari hama-hama air.
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang serta jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan alat-alat pengangkutan.
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Dalam Undang-Undang yaitu No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, yang dimaksud dengan Pestisida ialah zat pengatur dan perangsang tumbuh, bahan lain, dan organisme renik, atau virus yang digunakan untuk dapat melakukan perlindungan tanaman.

Pengertian Insektisida Menurut Para Ahli

Berikut ini yaitu definisi insektisida menurut beberapa ahli, antara lain;

Sudarmo (2005)

Insektisida ialah subtansi kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama.

Cahyono, 2002.

Insektisida ialah zat kimia sintesis yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama serta penyakit yang disebabkan oleh serangga yang menyerang tanaman.

Jenis Insektisida

Insektisida dibedakan menjadi dua golongan, yakni;

Organik

Pengertian insekstisida organik adalah bahah kimia yang dapat mengandung unsur karbon untuk membunuh serangga yang menganggu tanaman. Sehingga inteksida ini umumnya dapat bersifat alami, adalah diperoleh dari makhluk hidup sehingga disebut insektisida hayati.

Anorganik

Sedangkan insektisida anorganik adalah bahan kimia yang biasanya diproduksi oleh perusahaan dengan menamkankan pada penghacur hama, sesuai dengan ketentuan dalam pengguanaannya.

Kandungan dalam Insekstisida

Adapaun untuk beberapa kandungan senyawa dalam insekstisida ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Senyawa Organofosfat

Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan fosfat. Insektisida sintetik yang masuk dalam golongan ini ialah Chlorpyrifos, Chlorpyrifos-methyl, Diazinon, Dichlorvos, Pirimphos-methyl, Fenitrothion, serta Malathion.

Senyawa Organoklorin

Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan klorin. Insektisida organoklorin bisa bersifat sangat persisten, di mana senyawa ini mashi tetap aktif hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, kini insektisida golongan organoklorin sudah dilarang penggunaannya karena begitu memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Karbamat

Insektisida golongan karbamat diketahui sangat efektif yaitu mematikan banyak jenis hama pada suhu tinggi serta meninggalkan residu dalam jumlah sedang. Namun, insektisida karbamat akan dapat terurai pada suasana yang terlalu basa. Salah satu contoh karbamat yang sering dipakai ialah bendiokarbamat.

Pirethrin atau Pirethroid Sintetik

Insektisida golongan ini terdiri dari dua katergori, ialah berisfat fotostabil serta bersfiat tidak non fotostabil namun kemostabil. Produknya sering dicampur dengan senyawa lain untuk dapat menghasilkan efek yang lebih baik. Salah satu contoh produk insektisida ini ialah Permethrin.

Pengatur Tumbuh Serangga

Insektisida golongan ini adalah hormon yang berperan dalam siklus pertumbuhan serangga, misalnya yaitu menghambat perkembangan normal. Beberapa contoh produknya ialah Methoprene, Hydramethylnon, Pyriproxyfen, serta Flufenoxuron.

Fumigan

Fumigan ialah gas-gas mudah menguap yang dapat membunuh hama serangga. Fumigan hanya boleh digunakan yaitu oleh personel terlatih karena tingkat toksisitasnya yang tinggi. Contoh-contohnya ialah Metil Bromida (CH3Br), Aluminium Fosfit, Magnesium Fosfit, Kalsium Sianida, serta Hidrogen Sianida.

Fungsi Insektisida

Insektisida berguna untuk dapat mengendalikan berbagai hama serta mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman sehingga bisa memaksimalkan hasil pertanian. Meskipun kanduangan dari pestisida tersebut berbahaya bagi lingkungan.

Pestisida mengandung berbagai senyawa kimia yang bisa mengganggu kestabilan komposisi kimia tanah. Pestisida yang banyak dapat digunakan sekarang adalah dari golongan hidrokarbon berklor. Pestisida ini memiliki efek menahun atau bioakumulatif dan sulit terurai.

Dampak penggunaan pestisida tidak akan terlihat secara langsung, namun akan terasa pada tahun-tahun akan datang. Beberapa pestisida sudah diteliti dapat bersifat carsinogenic agent, mutagenic agent, teratogenic agent, serta menimbulkan penyakit. Selain itu insektisida dapat menyebabkan pengaruh resisten pada tumbuhan atau hama pengganggu.

Contoh Insektisida

Berikut beberapa contoh insekstisida yang kerapkali dipergunakan oleh masyarakat, dalam memaksimalkan hasil pertanian. Antara lain;

Nama dagang : CASCADE

Nama bahan aktif : Flufenoksuron 50 gr/l

Formulasi : 50 EC

Bobot/volume : 300 ml

Jenis pestisida : Insektisida cair

Nama dagang : FURRADAN

Nama bahan aktif : Karbofuran 3%

Formulasi : 3GR

Bobot/volume : 2 kg

Jenis pestisida : Sistemik

Nama dagang : DECIS

Nama bahan aktif : Deltametrin 25 gr/l

Formulasi : 2,5 EC

Bobot/volume : 500 ml

Jenis pestisida : Insektisida cair

Nama dagang : CURRATER

Nama bahan aktif : Karbofuran 3%

Formulasi : –

Bobot/volume : 2 kg

Jenis pestisida : Insektisida

Nama dagang : SEVIN

Nama bahan aktif : Karbani 85%

Formulasi : 85 S

Bobot/volume : 500 g

Jenis pestisida : Insektisida

Nama dagang : MARSHAL

Nama bahan aktif : Karbonsulfat 25,53%

Formulasi : 25 ST

Bobot/volume : 20 g

Jenis pestisida : Insektisida

Nama dagang : BVR ( Beauveria Bassiana )

Nama bahan aktif : –

Formulasi : –

Bobot/volume : 100 g

Jenis pestisida : Insektisida

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan mengenai materi pertanian. Khususnya tentang pengertian insektisida menurut para ahli, jenis, fungsi, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta pemahaman kepada pembaca, Trimakasih,

2 thoughts on “Pengertian Insektisida, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *