Pengertian Irigasi, Jenis, Fungsi, dan Tujuannya

Diposting pada

Irigasi Adalah

Sejak jaman dahulu manusia sudah dapat memulai untuk memakai dan mengembangkan sistem irigasi. Hal ini dilakukan agar bisa mempermudah dalam pengairan dalam pengertian budidaya lahan pertanian ataupun perkebunan. Apalagi didukung dengan dekatnya wilayah yang kaya akan air serta daerah yang beriklim dengan curah hujan yang tinggi. Sebagai penjelasan lebih lanjut, dalam artikel ini akan menuliskan tentang pengertian irigasi, jenis, fungsi, dan tujuannya.

Irigasi

Irigasi adalah sistem pertanian yang dipergunakan untuk mengairi suatu lahan dengan cara membendung sumber air. Atau dalam pengertian lain irigasi ialah usaha penyediaan, pengaturan, serta pembuangan air untuk menunjang pertanian, khususnya dalam pengertian sawah pertanian.

Jenis-jenis irigasi ini,  terbagi menjadi 5 yakni;

  1. Irigasi permukaan
  2. Irigasi rawa
  3. Irigasi air bawah tanah
  4. Irigasi pompa
  5. Irigasi tambak.

Pengertian Irigasi

Irigasi adalah salah satu faktor yang amat menentukan suksesnya pertanian sebab tanpa pengairan yang cukup, sebagian besar tanaman yang dapat menjadi komoditas pertanian tidak akan tumbuh subur serta siap untuk kemudian dipanen.

Inilah yang sering menjadi alasan mengapa dahulu, salah satu butir dalam politik etis Belanda ialah irigasi sebab Indonesia sebagai negara agraris yang begitu membutuhkan irigasi yang cukup untuk menunjang pertanian. Irigasi memegang peran yang begitu sangat penting sebab tanaman yang membutuhkan pengairan cukup tidak hanya membutuhkan supply air pada awal penanaman atau masa-masa tertentu saja, akan tetapi pada seluruh periode.

Beragamnya sistem irigasi yang dimiliki petani Indonesia adalah suatu keniscayaan mengingat sejarah panjang irigasi dan beragamnya model tanah yang menjadi lahan pertanian.

Pengertian Irigasi Menurut Para Ahli

Berikut ini ialah definisi irigasi menurut beberapa ahli, antara lain;

Gandakoesuma

Irigasi adalah usaha mendatangkan air dengan membuat bangunan-bangunan dan saluran untuk mengalirkan air guna keperluan pertanian, membagi-bagikan air ke sawah-sawah atau ladang-ladang dengan cara yang teratur serta membuang air yang tidak dipergunakan lagi.

Setelah air dapat dipergunakan semua tindakan yang diambil untuk bisa memungkinkan pembatasan dari pengambilan air dari sumbernya dibawah ketempat-tempat dimana air dibutuhkan atau diperlukan serta membaginya kepada tanaman yang semuanya biasa dinamakan irigasi.

Mawardi

Pengertian irigasi adalah usaha untuk memperoleh air yang dapat menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk memperoleh penunjang produksi pertanian.

Macam-Macam Irigasi

Secara lebih rinci, berikut adalah penjelasan dari beberapa di antara jenis-jenis irigasi, antara lain;

Irigasi Permukaan

Irigasi macam ini umumnya dapat dianggap sebagai irigasi paling kuno di Indonesia. Tekniknya ialah dengan mengambil air dari sumbernya, biasanya sungai, dengan menggunakan bangunan berupa bendungan atau pengambilan bebas.

Air kemudian dapat disalurkan ke lahan pertanian menggunakan pipa atau selang memanfaatkan daya gravitasi, sehingga tanah yang lebih tinggi akan bisa terlebih dahulu mendapat asupan air. Penyaluran air yang demikian terjadi secara teratur dalam ‘jadwal’ serta volume yang telah ditentukan.

Irigasi Bawah Permukaan

Seperti namanya, jenis irigasi ini juga dapat menerapkan sistem pengairan bawah pada lapisan tanah untuk meresapkan air ke dalam tanah di bawah daerah akar menggunakan pipa bawah tanah atau mempergunakan saluran terbuka.

Digerakkan yaitu oleh gaya kapiler, lengas tanah berpindah menuju daerah akar sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman. Dengan demikian, irigasi jenis ini dapat menyasar bagian akar dengan memberinya asupan nutrisi sehingga bisa disalurkan ke bagian lain tumbuhan serta dapat memaksimalkan fungsi akar menopang tumbuhan.

Irigasi dengan Pancaran

Dibanding dua irigasi sebelumnya, irigasi ini juga terbilang lebih modern karena memang baru dikembangkan belakangan. Caranya ialah dengan menyalurkan air dari sumbernya ke daerah sasaran menggunakan pipa. Di lahan yang menjadi sasaran, ujung pipa disumbat dapat menggunakan tekanan khusus dari alat pencurah sehingga muncul pancaran air layaknya hujan yang pertama kali membasahi bagian atas tumbuhan kemudian bagian bawah serta barulah bagian di dalam tanah.

Irigasi Pompa Air

Irigasi ini dapat menggunakan tenaga mesin untuk mengalirkan berbagai jenis jenis air dari sumber air, biasanya sumur, ke lahan pertanian menggunakan pipa atau saluran. Jika sumber air yang bisa digunakan dalam jenis ini dapat diandalkan, artinya tidak surut pada musim kemarau, maka kebutuhan air pada musim kemarau dapat di-backup dengan jenis irigasi ini.

Irigasi Lokal

Irigasi lokal melakukan kerja distribusi air dapat menggunakan pipanisasi atau pipa yang dipasang di suatu area tertentu sehingga air hanya akan mengalir di area tersebut. Seperti halnya jenis irigasi permukaan, irigasi lokal dapat menggunakan prinsip gravitasi sehingga lahan yang lebih tinggi terlebih dahulu mendapat air.

Irigasi dengan Ember atau Timba

Irigasi jenis ini dapat dilakukan dengan tenaga manusia, yaitu para petani yang mengairi lahannya dengan menggunakan ember atau timba. Mereka mengangkut air dari sumber air dengan ember atau timba kemudian dapat menyiramnya secara manual pada lahan pertanian yang mereka tanami.

Seperti yang dapat dibayangkan, jenis ini kurang efektif karena bisa memakan banyak tenaga serta menghabiskan waktu yang lama. Namun demikian, jenis yang demikian masih bisa menjadi pilihan sebagian petani utamanya petani di pedesaan yang tidak mempunyai cukup modal untuk membeli pompa air atau alat irigasi yang lebih efektif.

Irigasi Tetes

Jenis irigasi tetes menjalankan tugas distribusi air ke lahan pertanian dengan menggunakan selang atau pipa yang berlubang dan diatur dengan tekanan tertentu. Dengan pengaturan yang demikian, air akan dapat muncul dari pipa berbentuk tetesan dan langsung pada bagian akar tanaman.

Teknik yang demikian bisa dimaksudkan agar air langsung menuju ke akar sehingga tidak perlu membasahi lahan serta mencegah terbuangnya air karena penguapan yang berlebih. Kelebihan irigasi jenis ini di antaranya ialah efisiensi dan penghematan air, menghindari akibat penguapan serta inflitrasi serta sangat cocok untuk tanaman di masa-masa awal pertumbuhannya karena bisa memaksimalkan fungsi hara bagi tanaman.

Selain itu, jenis ini juga dapat mempercepat proses penyesuaian bibit dengan tanah sehingga bisa menyuburkan tanaman dan menunjang keberhasilan proses penanamannya.

Fungsi Irigasi

Secara lebih terperinci, berikut ialah fungsi irigasi terhadap pertanian :

  1. Sebagai untuk simpanan supply air jika suatu saat terjadi kekeringan akibat kemarau panjang sehingga tanaman pertanian bisa tetap ditanam dan dipanen. Irigasi di sini sekaligus juga dapat mengatur ‘jadwal’ dan ‘porsi’ pembasahan tanah sehingga dalam musim apapun, lahan pertanian dapat dialiri air dan tanaman bisa tumbuh
  2. Memenuhi suatu kebutuhan air pada tanaman pertanian
  3. Mengalirkan air yang memuat zat lumpur serta zat hara sebagai penyubur tanaman untuk menyuburkan tanah yang menjadi lahan pertanian sehingga tanah siap ditanami serta menghasilkan tumbuhan yang juga subur dan baik.
  4. Mengalirkan air yang akan dapat berfungsi mengendapkan kotoran atau limbah di dalam tanah ke dalam lapisan bawah (saluran drainase) sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan serta perkembangan tanaman dan menghindari terjadinya erosi tanah. Kotoran atau limbah tersebut akan dapat mengalami proses penjernihan baik secara alamiah atau teknis.
  5. Mengendapkan zat-zat garam dari suatu permukaan tanah ke tanah lapisan bawah sehingga di permukaan, kadar garam akan menurun. Menurunnya kadar garam ini ialah salah satu faktor yang mendukung suksesnya pertanian.
  6. Menyiapkan tanah untuk dapat mengalami proses pengolahan dengan terlebih dahulu melunakkannya. Lunaknya tanah akan dapat mempermudah proses pengolahan karena tanah yang keras akan sulit diolah semisal dicangkul atau dibajak.
  7. Meninggikan tanah yang pada posisinya rendah. Lumpur yang terkandung dalam air irigasi bisa memungkinkan hal ini terjadi sehingga sehingga tanah yang potensial untuk pertanian bisa digunakan lebih maksimal
  8. Menurunkan suhu dalam tanah sehingga bisa kondusif untuk pertanian
  9. Mengurangi kemungkinan kerusakan tanah yang bisa diakibatkan oleh frost

Tujuan Irigasi 

Selain untuk mengairi sawah atau lahan pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, ialah:

  1. Memupuk atau merabuk tanah,  Air sungai juga mempunyai zat – zat yang baik untuk tanaman
  2. Membilas air kotor, Biasanya ini didapat pada perkotaan. Saluran – saluran di daerah perkotaan banyak sekali terdapat kotoran yang akan mengendap apabila dibiarkan, sehingga dapat dilakukan pembilasan.
  3. Kultamase ini hanya bisa dilakukan bila air yang mengalir banyak mengandung mineral, material kasar. Karena material ini akan dapat mengendap bila kecepatan air tidak mencukupi untuk memindahkan material tersebut.
  4. Memberantas hama, Gangguan hama pada tanaman seperti sudep, tikus, wereng serta ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air hingga batas tertentu.
  5. Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu tinggi serta tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah bisa disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.
  6. Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dapat dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya penggenangan air di sawah untuk dapat melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
  7. Mempertinggi permukaan air suatu tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya yaitu dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.

Nah, demikianlah serangkaian tulisan secara lengkap mengenai pengertian irigasi menurut para ahli, jenis, fungsi, dan tujuannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *