Pengertian Jerami Padi, Kandungan, dan Manfaatnya

Diposting pada

Jerami Padi Adalah

Jerami adalah hasil samping usaha dalam bidang pertanian berupa tangkai dan batang tanaman serealia yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan. Massa jerami kurang lebih setara yaitu dengan massa biji-bijian yang dipanen. Oleh sebab itulah sebagai penjelasan lebih lanjut artikel ini akan menuliskan tetang pengertian jerami padi, kandungan, dan manfaatnya.

Jerami Padi

Pada hakekatnya jerami pada tanaman padi mempunyai banyak fungsi, di antaranya sebagai bahan bakar, pakan ternak, alas atau lantai kandang, pengemas bahan pertanian (contohnya telur), bahan bangunan (atap, dinding, lantai), mulsa, serta kerajinan tangan.

Jerami umumnya dapat dikumpulkan dalam bentuk gulungan, diikat, maupun dapat ditekan. Mesin baler dapat membentuk jerami yang menjadi gulungan maupun kotak.

Pengertian Jerami Padi

Jerami padi adalah bagian yang digolongkan dalam limbah pertanian tanaman pangan yang pada fakatnya sebagian besar penduduk Indonesia yang mempunyai sawah memilikinya. Produksi jerami padi ini bahkan bisa dapat mencapai 12 hingga 15 ton/hektar tiap panen tergantung lokasi dan varietasnya.

Jerami ini juga bisa digunakan untuk pakan kasar 2 hingga 3 ekor sapi dewasa sepanjang tahun. Penggunaan jerami untuk pakan baru berkisar 31 hingga 39% dan 7 hingga 16% untuk industri. Dari keseluruhan produksi jerami, sebagian besar masih dapat dibakar dan dikembalikan ke dalam tanah.

Pengertian Jerami Padi Menurut Para Ahli

Adapun menurut pendapat para ahli, definisi jerami pada ini antara lain adalah sebagai berikut;

Komar

Yang dimaksud dengan jerami padi ialah bagian batang tumbuh yang telah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dapat dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal. Jerami padi adalah sumber makanan bagi ruminansia.

Sementara ruminansia tergantung pada mikroorganisme rumen untuk dapat mensuplai enzim-enzim penting yang mampu mencerna yaitu serat kasar dalam jerami.

Antonius (2009)

Jerami padi adalah produk samping tanaman padi yang tersedia dalam jumlah relatif banyak. Ketersediaan jerami padi yang cukup melimpah adalah peluang untuk dimanfaatkan sebagai pakan sumber energi untuk ternak ruminansia.

Widodo (2012)

Pengertian jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang setelah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dapat dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit. Jerami padi mempunyai beberapa kelemahan antara lain: kandungan serat kasar yang tinggi, kurang palatabel, serta sifat amba yang tinggi.

Koddang (2008)

Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa  jerami padi mengandung 84,22% bahan kering (BK), 4,60% protein kasar (PK) , 28,86% serat kasar (SK), 1,52% lemak kasar (LK),  serta 50,80% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).

Yunilas (2009)

Tingginya suatu kandungan lignin dan silika pada jerami padi dapat menyebabkan daya cernanya menjadi rendah.

Zulkarnaini (2009)

bahwa kandungan lignin serta silika pada jerami padi cukup tinggi yaitu mencapai 7,46% dan 11,45%.

Adrinal (2012)

Selain dapat dilakukan pembersihan sisa-sisa tanaman yaitu seperti jerami, jerami juga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan unsur hara. Jerami padi adalah sisa hasil panen dan sumber bahan organik yang ketersediaannya cukup dapat melimpah setelah kegiatan panen setelah dilakukan.

Pengembalian sisa tanaman ini ke lahan usaha tani akan dapat memberikan manfaat ganda dalam usaha konservasi dan peningkatan status kesuburan tanah.

Penggunaannya sebagai mulsa yang ada dihamparkan di atas lahan yang ditanami tanaman budidaya akan dapat melindungi tanah dari daya perusak hujan dan alisan permukaan, disisi lain dengan berjalannya waktu serta terjadinya dekomposisi bahan organiknya akan menyumbangkan unsur hara kepada tanah dimana bahan tersebut dihamparkan.

Kandungan Jerami Padi

Kandungan nutrisi jerami padi juga berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh yaitu umur panen, jenis padi serta lokasi. Sarwono serta Arianto (2003) juga dapat menambahkan bahwa kandungan nutrisi jerami padi bisa dilihat pada tabel 1.

Tabel kandungan jerami padi

Dari tabel di atas bisa dilihat bahwa kandungan nutrisi jerami padi sangat rendah. Maka dari itu sebelum jerami padi dapat diberikan kepada ternak sebaiknya dilakukan proses fermentasi terlebih dahulu.

Proses fermentasi jerami padi yang bisa dikembangkan oleh Haryanto (2003) ialah dengan menggunakan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea dengan 1000 kg dan diperam selama 21 hari mampu dapat meningkatkan kandungan protein kasar dari 3% menjadi 7% serta meningkatkan daya cerna dari 28 hingga 30% menjadi 50 hingga 55%. D

itambahkan oleh yaitu Utomo (2004) jerami padi hasil fermentasi mengandung PK sebesar 7,16% lebih tinggi dari pada PK jerami padi yang tidak terfermentasi yaitu 5,72%. Selama proses fermentasi sudah terjadi perombakan karbohidrat terstruktur dan karbohidrat non struktur terbukti oleh yaitu turunnya kandungan SK pada jerami padi fermentasi sebesar 30,90% dari kandungan SK jerami padi tidak terfermentasi sebesar yaitu 32,56% (Utomo, 2004). Jerami padi fermentasi mengandung 79,1% BK, 7,7% PK, 32,2% SK, 2,4% LK, serta 54,6% TDN (Agus et al., 2005).  Ditambahkan oleh yaitu Mahendri et al. (2006) bahwa pemberian jerami padi fermentasi yang ditambah dengan konsentrat pada sapi PO mampu meningkatkan suatu bobot badan harian 1,02 kg/ekor/hari.

Manfaat Jerami Padi

Jerami padi memiliki beragam manfaat yang bisa dipergunakan, antara lain sebagai berikut;

Pakan Ternak

Manfaat Jerami Sebagai Pakan Ternak, hal ini lantaran jerami mempunyai kandungan nutrisi yang dapat dibutuhkan ternak sebagai asupan untuk dapat mencukupi bahan pakan musiman, akan tetapi dengan pengolahan yang benar akan dapat meningkatkan kadar gizi semisal difermentasi menggunakan ragi jerami lebih tinggi dibanding diberikan dalam keadaan segar atau kering selain itu juga bisa lebih awet.

Leter Atau Alas Kandang Ternak dengan Jerami Jerami sangat baik yaitu sebagai alas kandang ternak terutama itik dan entok untuk dapat mencegah lantai kandang kotor serta basah sehingga mengundang berbagai bibit penyakit.

Pupuk Kompos

Membuat Pupuk dari Jerami Penggunaan jerami sebagai bahan pupuk memang jarang yang dapat menggunakan, biasanya jerami hanya dibiarkan hingga membusuk dalam tumpukan dipinggir sawah, setelah busuk baru bisa dilemparkan kembali ke lahan.

Banyak cara mengolah jerami sebagai pupuk organik yang mempunyai kandungan nitrogen tinggi pengganti urea serta pupuk berunsur N lainnya. Selengkapnya, bacaPengertian Kompos, Jenis, dan Manfaatnya

Mulsa Jerami

Penggunaa jerami sebagai mulsa jarang dilakukan petani, mereka memilih menggunakan mulsa plastik hitam perak dengan alasan lebih simpel serta rapi. Padahal penggunaan mulsa jerami mempunyai beberapa keuntungan yaitu; bisa menghemat anggaran pemeliharaan karena rumput tidak dapat tumbuh tertutup jerami, membuat tanah tetap gembur karena jerami menyimpan air serta melindungi penguapan, dan menjadi pupuk alami.

Jamur

Media Jamur dari Jerami dalam industri jamur, jerami mempunyai peranan penting sebagai media tumbuh terutama jenis jamur merang seperti champignon, jamur kancing, serta portabella.

Kerajinan

Dari Batang Padi atau Jerami Kerajinan berbahan jerami akan dapat memberikan nilai tambah bagi petani ketika menunggu saat tanam atau panen dengan memanfaatkan jerami atau batang padi sebagai bahan kerajinan anyaman dengan membuat berbagai bentuk yang layak jual. Berbagai produk dapat dibuat menggunakan jerami padi mulai dari atap serta dinding rumah, dan beberapa mainan anak dari batang padi.

Bahan Kosmetik

Shampoo merang, siapa yang tidak mengenalnya. Shampoo berbahan merang atau batang padi ini juga cukup populer dikalangan masyarakat kita karena dapat berfungsi menghitamkan rambut serta memberi nutrisi pada akar rambut. Penggunaan secara langsung dapat dengan menaburkan arang jerami atau merang dikepala serta bilas hingga bersih.

Minuman Tradisional

Minuman khas dari daerah Purworejo dapat berbahan jerami padi sebagai pewarna hitam bisa memberikan ciri khas minuman tradisional dawet hitam manis berbahan gula kelapa, beras ketan, serta arang jerami.

Nah, demikianlah serangkaian tulisan yang mengulas secara lengkap mengenai pengertian jerami padi menurut para ahli, kandungan, dan manfaatnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *