Pengertian Ladang, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Ladang Adalah

Ladang pertanian dapat didefinisikan sebagai ladang yang digunakan untuk menanam beragam jenis tanaman pangan atau spesies tanaman bernilai tinggi lainnya. Contoh tanaman yang ditanam di ladang misalnya palawija.  Tanah ladang ini dikelola dan seringkali dilengkapi dengan nutrisi buatan (misalnya dipupuk).

Biasanya, hanya satu spesies tanaman yang ditanam di lahan pertanian pada waktu tertentu, dan kegiatan pengelolaan tambahan dilakukan untuk menekan pertumbuhan gulma dan hama. Sebenarnya sistem pertanian ladang merupakan sistem pertanian yang paling primitif. Ini adalah sistem peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. Pada umumnya, sistem perladangan hanya diusahakan pada musim hujan sedang pada musim kemarau dibiarkan.

Ladang

Pada suatu ladang, lahan umumnya ditanami padi dan jenis-jenis tanaman lainnya selama satu atau dua tahun. Akan tetapi, setelah padi dan tanman lainnya dipanen, lahan tersebut ditinggalkan, dan akan mengalami mengalami suksesi secara alami membentuk hutan sekunder atau padang rumput tua.

Selama lahan tersebut beristirahat atau diberakan (fallow), para peladang akan berpindah ke tempat lain membuka lahan baru. Mereka akan kembali lagi ke tempat semula, jika lahan yang ditinggalkan itu telah cukup lama mengalami masa bera. Waktu bera bervariasi, mulai dari 5-10 tahun (Iskandar, 1992).

Ketika akhir ditanami, ladang tersebut biasanya ditanami tanaman tahunan, misalnya karet atau kopi. Ini sebagai bukti bahwa ladang tersebut sudah ada yang menguasainya, dan berfungsi sebagai batas jikalau di kemudian hari ladang akan kembali dibuka.

Pertanian ladang mempunyai ciri-ciri, yaitu:

  1. Produktivitas tanah rendah
  2. Topografi bervariasi
  3. Tidak dibatasi oleh pematang antar petak
  4. Tingkat erosi tinggi
  5. Tidak diusahakan secara intensif seperti sawah
  6. Umumnya hanya diusahakan pada musim hujan sedang pada musim kemarau dibiarkan

Pengertian Ladang

Ladang adalah jenis tanah tidur yang masih bisa digunakan untuk kegiatan pertanian dengan komoditi umumnya sejenis palawija, karena tanaman palawija tahan terhadap cuaca yang cenderung kering. Ladang sebenarnya agak mirip dengan sawah, karena ladang juga digunakan untuk menanam padi, tapi padi yang digunakan dari jenis berbeda.

Di ladang jenis padi yang ditanam yaitu padi gogo. Padi ini tahan air dan tumbuh dengan baik pada lahan kering, sehingga memang air tidak perlu sering digenangkan pada ladang. Selain itu, pengolahan tanah ladang sangat minimum, sehingga produktivitasnya bergantung pada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang terjadi karena sistem hutan.

Input atau masukan yang diberikan dalam mengelola sistem ladang yautu pupuk. Tanaman di ladang ini diupayakan dan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup petaninya. Oleh sebab itu, agar hasilnya juga maksimal, maka tanah perlu dipupuk agar tanah tetap terjaga kesuburannya.

Pada lahan ladang, biasanya siklus haranya yaitu terbuka, karena semua hasilnya diangkut keluar areal dan tidak ada yang ditinggal. Hal tersebut sebenarnya tidak dibenarkan. Seharusnya, masih ada sisa-sisa panen yang perlu dibiarkan di lahan itu, agar lama-kelamaan berubah menjadi  pupuk untuk menambah unsur hara tanah. Namun petani biasanya menggunakannya sebagai pakan ternak.

Akan tetapi, jika kotoran ternak itu dikembalikan ke lahan, maka akan ada siklus hara yang masuk. Pada sistem ladang, biasanya tetap memperoleh input dari luar. Hal tersebut disebabkan karena tanaman atau komoditas yang ditanam pada lahan ini biasanya tanaman hanya sejenis, sehingga belum bisa dikatakan sebagai sistem pertanian yang terpadu.

Pengertian Ladang Menurut Para Ahli

Adapun definisi ladang menurut para ahli, antara lain:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ladang dalam KBBI yang berkaitan dengan konteks pertanian yaitu:

  1. Tanah yang diusahakan dan ditanami (ubi, jagung, dan sebagainya) dengan tidak diairi; tegal
  2. Tanah atau tempat yang luas yang diusahakan karena mengandung sumber daya alam, seperti minyak.

Wikipedia

Dalam bidang pertanian, kata ladang umumnya mengacu pada area lahan tertutup atau sebaliknya dan dimanfaatkan untuk tujuan pertanian, seperti budidaya tanaman; penggunaan untuk padang rumput, atau umumnya sebuah kandang ternak; lahan buatan yang tersisa sebagai tanah kosong atau tanah subur.

Conclin (1957)

Perladangan, meskipun namanya beranekaragam, tapi secara umum sistem pertanian ini bisa diartikan antara lain sebagai suatu sistem pertanian yang sifatmya membuka lahan pertanian dengan melakukan pembakaran dan ditanami tanaman secara tidak berkesinambungan.

Jenis Ladang

Pertanian ladang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut;

Ladang berpindah

Yaitu kegiatan pertanian yang dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat dan penanganannya masih sangat sederhana. Ladang dibuat dengan cara membuka hutan atau semak belukar, yang kemudian ditanami untuk beberapa masa tanam, bila tanahnya tidak subur, mereka akan membuka lahan baru.

Langkah- langkah yang dilakukan petani ladang berpindah saat akan bercocok tanam yaitu:

  1. Memilih lokasi ladang
  2. Menebas tumbuhan agar kering  dan mudah di bakar
  3. Menebang pohon-pohon
  4. Membakar semak dan pepohonan
  5. Menanam (misalnya palawija seperti jagung, kacang-kacangan, dlan lain-lain, baik tanaman yang ditanam secara tunggal maupun dengan menerapkan sistem tumpangsari).
  6. Menyiangi, untuk mengurangi tanaman tertentu tumbuh di ladang
  7. Menjaga tanaman dari hama penyakit yang biasanya dilakukan secara alami

Sistem ladang berpindah banyak dilakukan di Jawa, Kalimantan, Banten, Sumatera, dan Irian. Praktek ladang berpindah di dunia sebenarnya sangat beragam. Akan tetapi, pada dasarnya ada dua sistem, yaitu: Sistem parsial dan sistem integral.

Akan tetapi yang sangat disayangkan adalah, bahwa sistem usaha berladang (shift-ing cultivation) ini merupakan salah satu usaha pemborosan sumber daya alam tanah. Sehingga sistem perladangan, yang dilakukan dengan menebang hutan dan membakarnya sudah tidak diperbolehkan lagi.

Ladang tetap

Jenis ladang pertanian ini banyak diterapkan oleh masyarakat Jawa dikarenakan lahan yang pertanian yang semakin menyempit, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pembukaan lahan baru. Lahan tetap melakukan proses babat, cangkul kemudian tanam.

Manfaat Ladang

Selain sawah dan bentuk lahan pertanian lainnya, ladang juga termasuk lahan yang penting untuk manusia sebab disanalah banyak ditanam tanaman-tanaman yang bisa dijadikan sumber makanan manusia.

Ladang mempunyai kelebihan karena lokasinya bisa ditempatkan di sisi rumah si petani dengan dibatasi pagar kayu agar tanaman tidak mengalami kerusakan. Di zaman modern, ladang seringkali diubah menjadi greenhouse agar petani lebih nyaman dan memberi kesan kekinian.

Selain itu, keuntungan lain yang diperoleh dengan menerapkan sistem ladang, diantaranya yaitu mudah dalam perawatan, serta jumlah produksinya banyak jika dibandingkan sistem tegal pekaranagn (talun).

Sistem ladang pada umumnya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. Pada umumnya, tanaman yang diupayakan di ladang adalah tanaman pangan, seperti padi darat, jagung, atau umbi-umbian.

Contoh Ladang

Contoh ladang yang ada di Indonesia, misalnya:

  1. Ladang Jagung

Sala satu contoh ladang jagung yang terdapat di Indoneisa yaitu ladang jagung di Desa Botuwombato, Kabupaten Gorontalo Utara yang luasnya 752 hektar dan di Desa Motilango, Kabupaten Gorontalo, yang luasnya 640 hektar.

Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyiapkan kedua ladang jagung tersebut untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka panen raya jagung di Gorontalo.

Produksi panen yang mencapai 1,7 juta ton bisa menambah kapasitas eskpor jagung sebesar 150 ribu ton tahun ini. Bapak Jokowi mengemukakan bahwa dengan luas lahan yang mencapai 1.392 ha, produksi jagung di kota Gorontalo terus mengalami peningkatan, yaitu mencapai 1,5 juta ton pada 2018 dari sebelumnya hanya mencapai 560 ribu ton. (Sumber: Kompas.com, 2019).

  1. Ladang Gandum

Di Indoenesia ternyata juga terdapat ladang gandum, tepatnya di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terdapat ladang gandum seluas 4 hektare. Berdasarkan penelitian, sebenarnya gandum memang tidak cocok untuk ditananam di Indonesia, tapi ternyata setelah di coba di Kecamatan Tosari bisa tumbuh dan berhasil dipanen.

Hasil panen gandum tersebut kemudian dicek oleh salah satu laboratorium dan ternyata memenuhi standart. Manager Pusat Pengembangan dan pembenihan Kentang di Desa Ngadiwono Tosari, Yuli Sungkowo mengatakan bahwa tanah di Tosari ternyata kadar keasaman dan suhunya hampir sama dengan yang ada di Australia, sehingga cocok untuk ditanami gandum.

Beliau juga mengatakan bahwa pada awalnya maksud lain dari pembuatan ladang gandum itu adalah ingin membuat kebun gandum yang bisa dijadikan spot untuk pemotretan para pasangan yang ingin menikah. Tapi ternyata ladang gandum ini telah banyak menarik wisatawan untuk berselfie.

Hingga kini proses penanaman terus berlajut, sehingga Bapak Sungkowo meneruskan pengembangan gandum yang berada di lahan milik Pusat Pengembangan Pembenihan Kentang.

Bahkan beliau disebut-sebut sebagai pioner pengembangan tanaman gandum di Indonesia, dan telah berhasil mensuplay gandum ke salah satu perusahaan tepung terkenal di Indonesia (Sumber: detiknews, 2016).

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah dituliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian ladang menurut para ahli, jenis, manfaat, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *