Pengertian Moluskisida, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Moluskisida AdalahTumbuhan adalah unsur utama dan terpenting dari kehidupan di muka bumi yang berkaitan dengan keberlangsungan tersebut, baik bagi tumbuhan itu sendiri maupun bagi makhluk hidup lainnya. Budidaya tanaman merupakan salah satu usaha dari manusia untuk bisa memanfaatkan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia di bumi guna memenuhi kebutuhan hidupnya

Keberhasilan usaha dalam arti budidaya tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gangguan oleh hama, penyakit, dan gulma. Organisme Pengganggu Tanaman atau biasa dikenal OPT yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu hama, penyakit, dan gulma merupakan faktor pengganggu dalam budidaya tanaman. Oleh karena itu perlu dikendalikan agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman baik, sehingga memberikan hasil yang maksimal.

Dari ketiga golongan tersebut, organisme hama keberadaannya cukup meresahkan dan menimbulkan kerugian yang besar. Salah satu jenis hama yang terkenal berasal dari golongan moluska. Moluska adalah hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak.

Kelompok hewan ini menduduki peringkat dua ynag memiliki jenis yang berlimpah di lingkungan dan keberadaannya dalam filum arhtropoda. Moluska yang kerap menimbulkan kerugian dan telah banyak meresahkan adalah hama bekicot aatau siput yang menganggu pada pertanaman. Kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan siput sebagai salah satu hewan moluska cukup besar.

Siput banyak memakan akar muda, tunas baru, dan kuncup bunga. Salah satu contoh tanaman yang sering diserang oleh siput adalah. Siput mulai melakukan serangannya pada malam hari sehingga kerusakan akan nampak pada pagi harinya.

Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mnegendalikan hama dari golongan moluska adalah mekanis dengan mengumpulkan hama tersebut dilapangan kemudian melakukan pengambilan telur siput yang biasanya menempel pada bagian tanaman baik batang maupun daun yang selanjutnya dalam dihancurkan dan dibuang. Setelah dikumpulkan siput dapat dimusnahkan dan juga dapat digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan protein dalam siput yang tinggi dan bagus untuk pertumbuhan pada ternak ikan.

Moluskisida

Selain itu, hama moluksa dapat dilakukan pengendalian melalui penggunaan bahan kimia moluskisida dengan cara merendam pot atau wadah tanaman yang dibudidayakan dalam larutan moluskisida yang memiliki bahan aktif beracun bagi moluska. Selain itu dapat juga dengan menaburnya disekitar pot, atau pada tempat-tempat persembunyiannya. Untuk lebih lanjutnya penjelasan mengenai moluskisida dapat disimak dibawah ini:

Pengertian Moluskisida

Moluskisida adalah pestisida untuk membunuh moluska yaitu siput telanjang, siput setengah telanjang, sumpil, bekicot, serta trisipan yang banyak terdapat di tambak. Moluskisida memiliki beberapa kandungan bahan aktif diantaranya adalah Metaldehyde.

Moluskisida berfungsi untuk membunuh moluska seperti keong, bekicot, lintah, janggel dan trisipa. Cara penggunaannya berbeda dengan pestisida lainnya karena baisa digunakan dengan cara ditaburkan pada sekitar tanaman atau tempat sarang siput tersebut.

Moluskisida dikenal juga sebagai umpan bekicot atau pellet siput yang berupa pestisida untuk melawan moluska. Moluskisda biasanya digunakan dalam pertanian atau berkebun untuk mengendalikan hama gastropoda khususnya bekicot dan siput yang merusak tanaman pangan atau tanaman bernilai lainnya dengan memberi makan untuk mereka. Banyak zat kimia yang dapat digunakan sebagai molluskisida antara lain Garam logam seperti besi(III) fosfat dan aluminium sulfat yang relatif tidak beracun bagi tanaman sehingga aman digunakan dalam pertanian organik. Beberapa jenis bahan aktif lainnya adalah Metaldehid.

Bahan aktif ini termasuk dalam senyawa moluskisida klasik yang dipublikasikan pertama kali pada tahun 1936. Bahan aktif metaldehid merupakan isomer dari asetaldehid. Moluskisida jenis ini merupakan moluskisida yang bekerja sebagai racun kontak dan racun perut. Salah satu moluska yaitu keong mas yang terpapar moluskisida jenis ini akan mengeluarkan lendir berlebihan, mengering, dan kemudian mati. Bahan aktif metaldehid dapat moluskisida tidak bersifat mutagenik atau teratogenik

Bahan aktif lainnya adalah Niklosamid yang diproduksi dalam bentuk niklosamidolamin dan bekerja sebagai rancun pernapasan serta racun perut pada moluska. Niklosamid dapat digunakan untuk mengendalikana hama yang disebabakan oleh binatang lunak seperti keong mas pada pertanaman padi. Selain itu bahan aktif Niklosamid tidak bersifat mutagenik atau embriotoksik. Selanjutnya bahan aktif moluskisida saponin yang merupakan moluskisida racun kontak dan racun lambung.

Fungsi Moluskisida

Adapun peranan yang dimiliki moluskisida ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Mengendalikan Hama Moluska

Moluska memiliki arti sebagai hewan lunak yang berasal dari filum Mollusca. Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda yang  diperkirakan ada 110 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska memiliki habitat hidup di laut, payau, air tawar, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

Karena keberadaannya yang melimpah dimuka bumi, hewan ini kerap menimbulkan kerusakan pada tanaman dan menjadi hama. Maka dari itu diperlukan pengendalian agar kerusakan dapat diminimalisir. Moluskisida berfungsi untuk mengendalikan hama moluska dengan cara yang efektif.

Penerapan Pertanian Organik

Moluskisida dapat digunakan dalam penerapan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan aktif yang ramah lingkungan dalam mengendalikan hama ini. Garam logam seperti besi(III) fosfat dan aluminium sulfat dapat digunakan untuk mengendalikan hama moluska.

Bahan ini relative tidak beracun bagi tanaman dan menjadi racun bagi hewan moluska sehingga pengaplikasiannya aman bagi pertanian organik yang memiliki konsep meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan dan memproduksi tanaman sehat yang bebas pestisida.

Contoh Moluskisida

Adapun untuk contoh yang diberikan dalam moluskisida ini sendiri, diantaranya;

Moluskisida Siputox 5G

Siputox 5G merupakan contoh moluskisida untuk memberantas hama Siput Babi, Siput Lintah Bulan, Bekicot dan trisipa, yang menggangu dan merusak tanaman. Siputox 5G merupakan pestisida jenis moluskisida dengan kandungan bahan aktif Metaldehyde 5 %.

Moluskisida jenis ini hanya bisa digunakan untuk mengendalikan dan membunuh jenis hama tersebut. Siputox 5G merupakan moluskisidayang berbentuk butiran dan  sangat efektif untuk mengendalikan hama siput Babi dan siput lintah bulan. Racun ini akan bereaksi melalui kontak perut terhadap Siput Babi dan Siput lintah Bulan yang senantiasa mengganggu tanaman pertanian, persawahan, ladang serta sekitar pekarangan rumah dan lain-lain.

Moluskisida Toxiput 5GR

Moluskisida Toxiput 5GR dapat digunakan untuk mengendalikan hama siput lintah siput bulan, siput babi, trispa dan bekicot yang menggangu dan merusak tanaman sayuran dan tanaman kebun. Toxiput 5GR jika dapat diaplikasikan pada tanaman perkebunan dengan cara di taburkan di sekeliling pokok tanaman selain itu dapat juga digunakan untuk mencegah masuknya siput babi dan siput lintah bulan ke area perkebunan.

Bahan aktif moluskisida jenis ini adalah Metaldehyde 5 %. Dalam bentuk butiran dan efektif untuk mengendalikan hama siput lintah bulan dan Siput Babi. Moluskisida bekerja sebagai racun kontak  dan racun perut terhadap Siput Babi dan Siput lintah Bulan yang akan menunjukan gejala keracunan dan kematian sesaat setelah terkontak dengan moluskisida.

Moluskisida Methiocarb

Moluskisida yang memiliki bahan aktif methiocarb merupakan jenis moluskisida yang kurang direkomendasikan untuk digunakan dlam tindakan pengendalian dikarenakan memiliki resiko yang tinggi terhadap lingkungan sekitranya karena dapat menyebabkan keracunan akut bagi orang yang kena dengan zat ini selama waktu yang lama dan akan meracuni pula organisme air.

Besi(III) Fosfat

Molluskisida yang memiliki kandungan bahan aktif besi (III) fosfat) adalah mouluskisida yang ramah lingkungan dikarenakan moluskisida berbasis garam logam terbukti tidak beracun bagi hewan yangt lebih tinggi dari moluska. Besi (III) fosfat adalah senyawa anorganik dengan rumus  FePO4. Beberapa bahan terkait yang dikenal termasuk empat polimorf dari FePO4 dan dua polimorf dari dihidratnya adalah senyawa FePO4(H2O)2. Bahan ini menemui beberapa aplikasi teknis serta terjadi dalam kerajaan mineral.

Bentuk yang paling umum dari FePO4 mengadopsi struktur α-kuarsa. Dengan demikian P dan Fe memiliki geometri molekul tetrahedral. Pada tekanan tinggi, perubahan fasa terjadi pada struktur yang lebih padat dengan pusat oktahedral Fe. Dua struktur ortorombik dan fase monoklin juga dikenal.

Dalam dua polimorf dari dihidrat, pusat Fe adalah oktahedral dengan dua ligan air saling cis. Berbeda dengan metaldehide lama, Besi(III) fosfat tidak-beracun untuk hewan peliharaan dan satwa liar. Besi(III) fosfat ini dapat digunakan dalam proses produksi baja dan logam. Ketika terikat pada permukaan logam, besi fosfat mencegah oksidasi lebih lanjut dari logam. Keberadaannya adalah ikut bertanggung jawab atas ketahanan korosi pilar besi Delhi.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang pengertian moluskisida, fungsi, dan contohnya di bidang pertanian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta referensi kepada segenap pembaca sekalin. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *