Pengertian Pupuk KCL, Kandungan, Ciri, Manfaat, dan Cara Penggunaannya

Diposting pada

Pupuk KCL Adalah

Pupuk KCL yang juga biasa disebut sebagai MOP (Muriate Of Potash) merupakan salah satu jenis pupuk anorganik tunggal yang mempunyai konsentrasi tinggi. Alasannya karena pupuk KCL ini mengandung 60% K2O sebagai Kalium klorida. Oleh karena itulah dalam pupuk yang mengandung unsur kalium yang sangat cocok digunakan untuk segala jenis tanaman yang mempunyai sifat toleran terhadap klorida atau tanah dengan klor ida rendah.

Disisi lain, kelebihan Pupuk KCL bisa diaplikasikan untuk semua jenis lahan pertanian yang tersedia. Baik itu ladang, sawah, ataupun lainnya.

Pupuk KCL

Pupuk KCl menjadi salah satu pupuk yang sangat berguna untuk meningkatkan lahan pertanian agar hasil tanaman berupa panen menjadi maksimal, dimana melalui fungsinnya sendiri pupuk ini mampu membantu pertumbuhan organ-organ generatif seperti arti biji, tanaman buah, serta makna bunga. Sehingga dlam pupuk KCl tersebut dapat diperoleh dari senyawa K2O yang terkandung di dalamnya.

Pengertian Pupuk KCL

Pupuk KCL adalah salah satu sarana penyubur tanah yang bersifat anorganik tunggal dengan konsentrasi tinggi, yang kanduangannya sekitaran 60 % K2O sebagai kalium klorida yang sangat cocok digunakan di berbagai tanaman yang toleran terhadap unsur Clorida serta digunakan pada tanah dengan kadar Clorida yang rendah.

Oleh karena itulah pupuk ini tidak cocok digunakan dalam pengertian tanaman hias ataupun tanaman umum seperti tanaman tembakau, tanaman kentang, tanaman wortel, dan daun bawang karena mempunyai sensitifitas terhadap unsur Clorida (Cl).

Pengertian Pupuk KCL Menurut Para Ahli

Adapun definisi pupuk KCL menurut para ahli, antara lain;

  1. Anak Agung Gede Putra (2013), Pupuk KCL adalah pupuk anorganik yang mengandung kalium tinggi dengan spesifikasi penyubur arti tumbuhan dalam lahan yang relatif kecil yang sangat dominan untuk penyubur tanaman sayuran.

Kandungan Pupuk KCl

Kandungan pupuk KCl terdiri dari 2 zat ialah zat hara dan zat pembawa. Oleh karena pupuk KCl bisa ditemukan dengan banyak jenis, maka perbandingan antara zat hara dan zat pembawanya pun berbeda-beda. Namun secara umum, saat ini yang ramai ditemui ialah pupuk KCl 80 yang memiliki kandungan zat hara sebesar 60% serta zat pembawa sebesar 40%. Hal ini berarti dalam 100 kg KCl terdapat 60 kg zat hara (K2O) serta 40 kg zat pembawa.

Hara yang terkandung dalam pupuk KCl  ialah hara kalium yang dapat diserap tanaman dalam bentuk senyawa K2O. Sebelum bisa diserap, pupuk KCl pada tanah akan terlebih dahulu terurai menjadi senyawa K2O serta ion Cl++. K2O bermanfaat untuk pertumbuhan dan penguat daya tahan tanaman terhadap penyakit, sedangkan ion Cl++ justru dapat merugikan tanaman jika diberikan dalam jumlah berlebih.

Penerapan Pupuk KCL

Pupuk yang mengandung kalium harus dapat diterapkan di mana cadangan kalium tanah tidak memadai. Kalium bisa diterapkan sebagai pupuk langsung, atau sebagai bagian dari pupuk yang dicampur dengan senyawa nitrogen dan fosfor.

Pupuk KCL sering juga dikombinasikan dengan nitrogen maupun fosfor dalam penggunaannya sebagai pupuk multi-komponen. Kegunaan lainnya ialah dalam produksi kalium hidroksida yang digunakan dalam pengolahan air serta produksi biodiesel.

Jenis Pupuk KCL

Macam Pupuk KCL
Jenis Pupuk KCL

Pupuk ini adalah jenis pupuk anorganik yang memiliki unsur hara kalium yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Secara kimiawi pupuk ini bisa lebih dikenal dengan kalium klorida. Ia mempunyai warna merah atau putih serta bisa larut dalam air. Di negara Indonesia pupuk ini terbagi menjadi dua jenis ialah pupuk KCl 80 dan pupuk KCl 90.

  1. Jenis pupuk KCl 80 mempunyai kandungan kalium (K20) antara 52 % sampai 60 % dengan warna merah
  2. Jenis pupuk KCl 90 mempunyai kandungan kalium sebesar 90 % sehingga pupuk ini memiliki warna putih. Namun jenis pupuk yang satu ini juga sangat sulit untuk ditemukan.

Kita yang menginginkan tanaman yang tumbuh dengan tegak dan subur dapat menggunakan jenis pupuk jenis KCl 80 yang mudah ditemukan. Tetapi jika di tempat Kita ada jenis pupuk jenis KCl 90 maka bisa mencoba untuk menggunakannya.

Ciri Pupuk KCL

Pupuk KCL pada umumnya memliki karakteristik dengan berbentuk kristal dan berwarna merah atau putih, selain itu ciri lainnya dalam pengertian budidaya pertanian, antara lain;

  1. Higroskopis
  2. Mudah larut dalam air
  3. Mudah diserap tanaman

Kalium klorida senyawa kimia (KCl) ialah garam logam halida terdiri dari kalium dan klor. Dalam keadaan murni itu tidak menimbulkan bau. Mempunyai vitreous kristal putih atau berwarna, dengan struktur kristal yang memotong mudah dalam tiga arah.

Manfaat Pupuk KCL

Berikut ini beberapa Manfaat Pupuk KCL untuk Tanaman, antara lain;

  1. Meningkatkan hasil panen

Beberapa hasil penelitian sudah menunjukkan bahwa kandungan klorida dalam pupuk KCL bisa membantu meningkatkan hasil panen, yaitu dengan meningkatkan resistensi penyakit pada tanaman. Kandungan kalium dalam pupuk KCL juga sangat penting dalam beberapa aspek.

Misalnya dalam perkebunan kelapa sawit. Tingkat pertumbuhan kelapa sawit yang cukup tinggi, dapat membuat kebutuhan haranya juga sangat besar. Kandungan kalium dalam pupuk KCL dapat terlibat dalam banyak fungsi biokimia serta secara positif mempengaruhi manfaat tanah dan hasil pada berbagai jenis tanah, ialah ukuran tandan dan jumlah tandan.

Bantuan senyawa nitrogen, kalium bisa menyebabkan efek yang lebih sinergis untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil per tandan serta rasio minyak per tandan.

  1. Meningkatkan kualitas

Salah satu fungsi unsur hara dalam kalium yang umumnya terkandung dalam pupuk KCL ialah untuk menghasilkan kualitas buah yang baik, seperti menjadikan buah lebih besar, lebih berat, dan lebih manis. Hal ini disebabkan kalium bisa membantu proses transfortasi glukosa di dalam tanah. Hal ini tentu saja dapat mengoptimalkan manfaat buah-buahan atau sayuran yang ditanam.

  1. Memperkuat batang tanaman

Tanaman yang baik ialah tanaman yang memiliki batang yang kokoh dan kuat. Hal ini bisa menjadikannya bisa bertahan hidup lebih lama, dan tidak gampang ambruk atau rapuh sebelum bisa menghasilkan buah. Kandungan K2O dalam pupuk KCL bisa memberikan solusi untuk hal tersebut, ialah menjadikan arti batang tanaman lebih kuat dan terlihat kokoh.

  1. Tanaman lebih tahan stress

Unsur hara dari kalium (K2O) dari pupuk KCL yaitu mampu mengatur kinerja stomata daun, ialah untuk membantu proses fotosintesis (proses pembuatan makanan pada tumbuh-tumbuhan dengan manfaat sinar matahari, karbondioksida, serta air), proses transpirasi (proses penguapan air dari permukaan tanah), dan untuk melakukan pencegahan atas hilangnya air dari tanaman.

Hal tersebut akan dapat menjadikan tanaman lebih tahan terhadap resiko terjadinya stress serta kekeringan yang akhirnya dapat menyebabkan tanaman mati sebelum dapat menghasilkan buah.

  1. Lebih tahan terhadap serangan penyakit

Kandungan kalium yang terdapat dalam manfaat pupuk KCL dapat mampu mencukupi kebutuhan tanaman untuk melindunginya terhadap gangguan hama serta penyakit-penyakit lain yang dapat menyerang tanaman. Sehingga nantinya tanaman bisa berpotensi menghasilkan panen yang lebih baik.

  1. Transfortasi asimilat serta kerja enzim

Kandungan kalium pada pupuk KCL bisa membantu proses translokasi hasil fotosintesis tanaman (asimilat) serta memaksimalkan sistem kerja enzim ke seluruh bagian tanaman. Manfaat fotosintesis yang lebih optimal akan bisa menjadikan tanaman dapat tumbuh sebagaimana mestinya.

  1. Meningkatkan ketahanan terhadap kerusakan

Pengaplikasian pupuk KCL akan sangat tepat pada saat tanaman telah mulai memasuki masa berbunga. Hal ini akan bisa membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji ataupun buah pada tanaman. Sehingga bisa menghasilkan biji atau buah yang sempurna, serta bisa mengurangi resiko kerusakan saat hasil panen tersebut diangkut ataupun pada masa penyimpanan.

Dari semua manfaat ini setidaknya kita bisa menarik kesimpulan bahwa pupuk ini sangat tepat jika diaplikasikan saat tanaman telah mulai berbunga. Aplikasi pupuk KCl saat tanaman akan dapat berbunga akan mampu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji pada tanaman yang dipanen biji atau buahnya.

Cara Penggunaan Pupuk KCL 

Tumbuhan mempunyai dua fase yang dapat dilalui ialah fase generative dan fase vegetative. Pada fase generative tanaman mulai berbunga serta menghasilkan buah. Disini tumbuhan tentunya memerlukan unsur kalium yang lebih banyak dibandingkan dengan fase vegetative.

Cara pengapikasian dari penggunaan pupuk ini dapat dengan system tabur atau dikocor dan dapat digunakan sebagai pupuk dasar ataupun pupuk susulan. Kita dapat menaburkan pupuk dengan dosis dan waktu atau jadwal yang sudah ditentukan atau sesuai rekomendasi. Untuk lahan pertanian atau sawah dengan kadar kalium yang rendah bisa menggunakan dosis pupuk ini untuk tanaman padi sebanyak 100 kg/ha.

Sedangkan untuk lahan dengan kadar kalium yang sedang hingga tinggi dapat menggunakan dosis pupuk ini untuk tanaman padi sebanyak 50 kg/ha. Dengan pemberian pupuk 2 kali pada umur 21 HST serta pada umur 42 HST.

Tidak semua jenis tumbuhan bisa menggunakan pupuk ini karena bisa saja kandungan Chlor yang ada dalam pupuk ini tidak dibutuhkan di berbagai tumbuhan. Jenis yang bisa menggunakan pupuk ini yaitu padi, tanaman jagung, kedelai, kacang-kacangan, karet, tebu, lada, tanaman cengkeh, serta sawit.

Nah, demikianlah paparan tentang pengertian pupuk KCL menurut para ahli, ciri, kanduangan, manfaat, dan cara menggunakannya secara tepat pada bidang pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *