Pengertian Pupuk NPK, Kandungan, Ciri, Manfaat, dan Cara Penggunaan

Diposting pada

Pupuk NPK Adalah

Pupuk NPK ialah penyubur tanah secara buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, serta  kalium. Pupuk NPK adalah salah satu jenis pupuk majemuk yang juga paling umum digunakan. Oleh karena itulah pada artikel ini akan melakukan pembahasan materi mengenai pengertian pupuk NPK, kandungan, ciri, manfaat, dan cara penggunaannya.

Pupuk NPK

Sejatinya pupuk NPK memiliki berbagai bentuk. Yang paling khas adalah pupuk padat yang berbentuk granul atau bubuk. Ada juga pupuk NPK yang berbentuk cair, berbagai keuntungan dari pupuk cair adalah efek langsung dan jangkauannya yang luas.

Pengertian Pupuk NPK

Pengertian pupuk NPK adalah pupuk yang mengandung setidaknya 5 unsur hara yang terdiri dari 3 unsur hara makro ialah N, P dan K serta 2 unsur hara mikro. Setiap jenis pupuk atau merek mempunyai persentase atau komposisi kandungan yang berbeda-beda, yang ditandai dengan angka seperti yaitu NPK 16-16-16, NPK 15-15-15 atau NPK 12-12-12. Angka-angka tersebut ialah persentase kandungan unsur hara makro yang ada didalamnya.

Sedangkan kandungan unsur hara mikro sangat sedikit sehingga umumnya tidak dapat ditulis pada kemasan. Adalah salah satu jenis pupuk majemuk dengan kandungan sangat lengkap. Baik itu makro maupun mikro, semuanya juga terdapat dalam pupuk tersebut.

Penting sekali, dapat memberikan pupuk NPK terhadap tanaman karena ada unsur–unsur pokok yang dibutuhkan dalam rangka menyuburkan tanaman. Diantaranya seperti nitrogen, kalium, fosfor, klorida, boron, besi, mangan, kalsium, magnesium, sulfur, tembaga, seng serta masih banyak lagi.

Kandungan Pupuk NPK dan Ciri

Pupuk NPK adalam setiap kemasaannya akan senantiasa terdapat kandungan unsur hara yang lengkap. Beberapa Unsur hara yang terkandung dalam pupuk NPK ialah sebagai berikut;

Nitrogen.

Nitrogen keberadaannya mutlak ada untuk bisa kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Tanaman menyerap N yaitu :

  • Sebagian besar dalam bentuk ion NO3- serta NH4+
  • Sedikit Urea dapat melalui daun
  • Sedikit asam amino dapat larut dalam air

Tanaman mengandung cukup N akan dapat menunjukkan warna daun hijau tua yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya apabila tanaman kekurangan atau defisiensi N maka daun akan bisa menguning (klorosis) karena kukarangan klorofil.

Pertumbuhan tanaman lambat, lemah serta tanaman menjadi kerdil juga bisa disebabkan oleh kekurangan N. Tanaman cepat masak dapat disebabkan oleh kekurangan N. Defisiensi N juga bisa meningkatkan kadar air biji dan menurunkan produksi dan kualitas.

Kelebihan N akan dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi akan bisa memperpendek masa generatif, yang akhirnya justru menurunkan produksi atau dapat menurunkan kualitas produksi tanaman. Tanaman yang kelebihan N dapat menunjukkan warna hijau gelap sukulen, yang dapat menyebabkan tanaman peka terhadap hama, penyakit serta  mudah roboh.

Apabila N tersedia didalam tanah hanya atau sebagian besar yaitu dalam bentuk amonium, bisa menyebabkan keracunan pada tanaman dan akhirnya dapat mengakibatkan jaringan vascular pecah dan berakibat pada terhambatnya serapan air.

Semua atau sebagian besar pupuk N komersiil memiliki kelarutan tinggi jika diberikan ke dalam tanah. Berbeda dengan pupuk N dari bahan organik baik pupuk kandang, pupuk hijau, serta kompos, akan melepas N jika sudah didekomposisikan.

Semua bentuk N di dalam tanah akan dikonversikan atau dioksidasi menjadi NO3-, yang selanjutnya dapat menjadi subjek reaksi atau proses denitrifikasi, erosi, serta pencucian. Sehingga bentuk NO3- di dalam tanah juga sangat tidak stabil.

Fosfor

P (Fosfor) Tidak ada unsur lain yang bisa menggantikan fungsinya dalam tanaman, sehingga tanaman harus bisa mendapatkan atau mengandung P secara cukup untuk pertumbuhannya secara normal. Fungsi penting forfor di dalam tanaman ialah dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer serta penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya.

Pada umumnya kadar P di dalam tanaman di bawah kadar N dan K ialah sekitar 0,1 sampai 0,2%. Di Indonesia pupuk P sangat bermasalah, karena selain efisiensi pemupukan P rendah dan juga tambang P di Indonesia jarang, beragam serta berkadar rendah.

Hal ini dapat mengakibatkan untuk mencukupi kebutuhan P harus import. Tanaman bisa menyerap sebagian besar unsur hara P dalam bentuk ion ortofosfat primer (H2PO4-). Sejumlah kecil dapat diserap dalam bentuk ion ortofosfat sekunder (HPO4-2).

Kalium

Kalium (K) didalam jaringan tanaman ada dalam bentuk kation serta bervariasi sekitar 1,7 hingga 2,7% dari berat kering daun yang tumbuh secara normal. Ion K di dalam tanaman dapat berfungsi sebagai aktivator dari banyak enzim yang berpartisipasi dalam beberapa proses metabolisme utama tanaman. Kalium sangat vital yaitu dalam proses fotosintesis.

Apabila K defisiensi maka proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tanaman akan dapat meningkat. Kejadian ini akan dapat menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan energi untuk aktivitas-aktivitasnya sehingga pembentukan bagian-bagian tanaman akan bisa berkurang yang akhirnya pembentukan dan produksi tanaman berkurang.

Fungsi penting K dalam pertumbuhan tanaman ialah pengaruhnya pada efisiensi penggunaan air. proses membuka serta menutup pori-pori daun tanaman, stomata, dikendalikan oleh konsentrasi K dalam sel yang terdapat disekitar stoma.

Kadar K tidak cukup (defisien) bisa menyebabkan stomata membuka hanya sebagian serta menjadi lebih lambat dalam penutupan. Gejala kekurangan K dapat ditunjukkan dengan : tanda-tanda terbakarnya daun yang dimulai dari ujung atau pinggir, bercak-bercak nekrotik berwarna coklat pada daun-daun serta batang yang tua.

Manfaat Pupuk NPK

Adapun beragam kegunaan yang diperoleh dari kandungan pupuk NPK, antara lain adalah sebagai berikut;

Metabolisme Tanaman

Adanya unsur kalium di dalam pupuk NPK sangatlah membantu yaitu dalam hal fotosintesa. Dengan begitu, tanaman akan lebih cepat bisa mendapatkan energi sehingga dapat menunjang segala aktivitasnya mulai dari pertumbuhan batang, daun hingga membentuk bakal calon buah atau bunga.

Disisi lain, pengaruhnya juga dengan cukup efekti pada efisiensi air, proses buka-tutup pori – pori daun tanaman (stomata). Jadi, dapat dikatakan bila kekurangan kadar kalium berakibat pada perlambatan stomata untuk dapat melakukan proses fotosintesis.

Disamping itu, fungsi lain kalium antara lain, dapat membantu untuk mengatasi penyakit tanman, dapat meningkatkan daya tahan terhadap iklim ekstrim, menyeimbangkan ion – ion di dalam tanaman, pemecah karbohidrat, esensial sistensis protein serta terlibat pada pembentukan buah.

Respirasi dan Pembelahan Sel

Seperti yang diketahui banyak orang, pupuk NPK juga mempunyai peranan penting agar terjadi respirasi normal serta pembelahan sel pada tanaman. Maka dari itu, proses inilah yang nantinya akan bisa membuat tanaman semakin tumbuh besar dan subur.

Berkaitan dengan hal tersebut, tentunya tidak lepas dari peranan fosfor. Zat fosfor tidak hanya bisa membantu keberlangsungan respirasi atau pembelahan sel saja, melainkan juga dapat meningkatkan kualitas perkecambahan, perkembangan akar, biji bahkan buahnya.

Jadi ketika tanaman nampak kerdil, tidak mau berbuah atau bentuk daunya tidak normal dipastikan bahwa kondisi tersebut adalah gejala pertama akibat kekurangan fosfor.

Perkembangan dan Pertumbuhan Tanaman

Benar sekali jika keberadaanya begitu penting demi keberlangsungan pertumbuhan ataupun perkembangan tanaman. Mengingat di dalam pupuk NPK terdapat zat bernama nitrogen yang bisa mampu meningkatkan kualitas tanaman dengan cara menujukkan warna hijau tua (artinya kandungan klorofil tinggi).

Justru sebaliknya bila kita terlalu banyak member pupuk NPK maka kandungan daripada nitrogen justru semakin bisa memperpendek masa generatif dan bisa dipastikan produksi atau kualitasn tanaman ikut menurun pula.

Perangsang

Artinya disini ialah pupuk NPK bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan akar serta daun tanaman. Dmana kegunaanya sangat dapat membantu menetralisir asam–asam organik. Berbagai sumber juga mengatakan kalo sumber kalsium nantinya akan terhidrat ke dalam CaO (kapur bakar pada tanaman) sehingga dapat membentuk reaksi hebat yang dapat membunuh mikroba atau ganguan gulma di sekitarnya.

Membantu Enzim Dan Vitamin

Peranan pupuk NPK selanjutnya ialah berguna sekali dalam hal pembentuan enzim dan vitamin yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, juga dapat ikut merangsang nodulasi (untuk fiksasi) sehingga bisa menunjang pembentukan klorofil meskipun bukan bagian daripada klorofil.

Pembentukan Dinding Sel

Pada umumnya, tanaman–tanaman yang berkulit tebal akan bisa lebih tahan lama terhadap cuaca serta kondisi lingkungan tertentu. Jika kita juga ingin mempertahankan kesehatan tanaman, maka jangan ragu untuk bisa memberikan pupuk NPK karena bisa berperan sebagai pembentuk dinding sel tanaman. Pada akhirnya, ikut meminimalkan resiko penyakit jamur pada tanaman berbiji ataupun berdaun.

Cara Menggunakan Pupuk NPK

Adapun mekanisasi dalam penggunaan pupuk NPK dalam pengertian budidaya pertanian, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Mengenai kesesuaian pupuk dengan fase pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Misalnya, untuk unsur hara makro, unsur ini bisa dibutuhkan tanaman sepanjang hidupnya. Akan tetapi pemberian unsur nitrogen yang terus-menerus pada fase pertumbuhan vegetatif akan dapat menyebabkan tanaman terlambat atau enggan memasuki fase generatif.Akibatnya, tanaman akan rimbun, tetapi tidak berbunga ataupun berbuah. Hal ini karena pada fase perubahan generatif, unsur yang dapat dibutuhkan tanaman adalah fosfor. Hal ini karena fosfor bisa merangsang pembungaan.
  2. Kita harus memperhatikan cara pemberian pupuk secara benar. Sebagai contoh pupuk akar harus dapat diberikan dengan cara dibenamkan di sekeliling tanaman. Caranya dengan dapat membuat lubang yang memanjang melingkari tanaman. Jarak lubang dari tanaman sekitar 10 cm serta lubang memiliki kedalaman 7-10 cm.Sesudah itu, pupuk yang berbentuk butiran ditaburkan kemudian disiram serta ditimbun agar tidak menguap. Hal ini perlu dapat dilakukan karena pupuk akar mudah menguap apabila terkena cahaya matahari. Selain dengan cara tersebut, pupuk akar juga bisa diberikan dengan cara dilarutkan terlebih dahulu kemudian bisa disiramkan ke akar.

    Cara seperti ini akan lebih mudah diserap yaitu oleh akar. Adapun pupuk daun diberikan dengan cara disemprotkan ke daun dapat menggunakan sprayer sehingga pupuk tersebut mudah diserap oleh daun.

  3. Melakukan pemupukan pada waktu yang sangat tepat. Kita sebaiknya melakukan pemupukan pada jam 10 pagi atau jam 3 sore. Pada jam tersebut intensitas cahaya matahari tidak terlalu terik, sehingga terjadinya penguapan pupuk dapat dihindari.Namun apabila tanaman yang akan dapat diberi pupuk dalam jumlah banyak, sebaiknya pemupukan dilakukan sejak pagi hari, sehingga pada pemupukan dapat dapat dilangsungkan bersamaan, tidak ada yang tertunda.

    Untuk pupuk daun harus bisa diberikan pada pagi  atau sore hari. Hal ini karena pada waktu pagi serta sore hari stomata membuka, sehingga pupuk akan dapat langsung terserap oleh daun. Akan tetapi, stomata pada siang hari menutup sehingga apabila dilakukan dengan pemupukan tidak akan efektif.

  4. Jumlah pupuk yang dapat diberikan harus sesuai dengan umur dan kondisi tanaman. Apabila pemupukan tidak sesuai dengan kebutuhan, maka pemupukan tidak akan terdapat hasilnya, justru akan bisa merugikan tanaman itu sendiri.Sebagai contoh agar tabulampot yang kita tanam dapat berproduksi dengan baik, kita perlu melakukan pemupukan secara rutin. kita bisa menggunakan pupuk NPK, dengan pemberian dalam dosis 15 : 15 : 15, atau dapat juga dengan perbandingan 16 : 16 : 16. Frekuensi pemberian pupuk pada tanaman buah di dalam pot ini juga akan bisa menjadi lebih tinggi jika dibandingkan tanaman buah tadi hidup di luar pot.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian pupuk NPK, kandungan, ciri, manfaat, dan cara penggunaannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *