Pengertian Tumbuhan, Ciri, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Tumbuhan Adalah

Tumbuhan adalah organisme hidup yang menutupi sebagian besar daratan planet Bumi. Sehingga sangat mudah untuk menemuinya di mana-mana. Hal tersebut termasuk rumput, pohon, arti bunga, semak, pakis, lumut, dan banyak lagi. Tumbuhan adalah anggota dari kingdom plantae, salah satu ciri khas tumbuhan yang tidak dimiliki oleh organisme lain adalah kemampuannya untuk membuat makanan sendiri sebagai prroses fotosintesis karena memiliki klorofil atau zat hijau daun, namun terdapat pengecualian karena ada beberapa tumbuhan yang hidup secara parasit.

Tumbuhan sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme lain termasuk manusia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, diantaranya yaitu  tumbuhan sebagai penghasil oksigen, yang merupakan produk sampingan dari fotosintesis.

Tumbuhan

Tumbuhan merupakan  salah satu dari enam kelompok besar kerajaan makhluk hidup. Tumbuhan  merupakan eukariota autotrofik, yang berarti mereka memiliki sel kompleks, dan dapat membuat makanan sendiri. Biasanya mereka tidak bisa berpindah tempat dengan sendirinya.

Tanaman yang paling sering kita jumpai adalah misalnya pohon, tumbuhan, semak, rerumputan, tanaman merambat, pakis, lumut, dan ganggang hijau. Studi ilmiah mengenai tumbuhan atau yang sering dikenal dengan istilah botani, telah mengidentifikasi sekitar 350.000 spesies tumbuhan yang masih ada. Dalam hal imi Jamur dan alga non-hijau tidak diklasifikasikan sebagai tumbuhan.

Tumbuhan diyakini telah berevolusi dari nenek moyang mirip ganggang. Saat ini, sebagian besar alga modern diklasifikasikan sebagai bakteri, bukan tumbuhan. Namun, alga hijau, yang juga memiliki selulosa di dinding selnya dan memiliki kloroplas yang melakukan fotosintesis, terkadang dikelompokkan dengan tumbuhan.

Sebagian besar tumbuhan hidup  di tanah dengan batang di udara dan akar di bawah permukaan. Namun ada juga beberapa tumbuhan yang mengapung di atas air. Bagian arti akar menyerap air dan sebagian nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk hidup dan tumbuh.

Pengertian Tumbuhan

Tumbuhan adalah organisme multiseluler di kerajaan plantae yang dapat melakukan fotosintesis untuk membuat definisi makanannya sendiri. Contoh umum dari tumbuhan adalah rumput, pohon, dan semak.

Tumbuhan memiliki peran penting dalam ekosistem dunia. Hal ini lantaran diyakni menghasilkan sebagian besar oksigen dunia, dan penting dalam rantai makanan, karena banyak organisme memakan tumbuhan atau memakan organisme yang memakan tumbuhan.

Singkatnya tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tumbuh di tanah dan memiliki jenis batang, daun, dan akar yang termasuk dalam kingdom Plantae.

Pengertian Tumbuhan Menurut Para Ahli

Adapun definisi tumbuhan menurut para ahli, antara lain:

  1. Biology Online, Tumbuhan secara Etimologi berasal dari bahasa latin planta yang artinya (“tunas, pucuk, potong”) merupakan Setiap organisme eukariotik dari kerajaan biologis plantae, yang bercirikan fotosintesis dan memiliki dinding sel yang kaku.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tumbuh  berinti sel mengandung klorofil atau segala yang hidup dan berbatang, berdaun, berakar, dan sebagainya (seperti rumput, bambu).

Ciri Tumbuhan

Tumbuhan memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya, diantaranya yaitu:

  1. Autotrof

Autotrof artinya tumbuhan menghasilkan makanan sendiri. Mereka melakukannya melalui fotosintesis, yaitu proses membuat nutrisi seperti gula dari energi cahaya dan karbon dioksida. Fotosintesis terjadi pada organel sel yang disebut kloroplas, yang mengandung klorofil dan karotenoid, molekul yang menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan.

Sebaliknya, heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan harus memakan organisme lain untuk bertahan hidup seperti misalnya hewan dan manusia. Sehingga tumbuhan adalah produsen utama di banyak ekosistem yang berperan  penting dalam kelangsungan hidup sebagian besar organisme lain.

  1. Organisme multisel dengan sel eukariotik

Sel eukariotik adalah sel yang relatif besar dengan inti sejati dan organel lain yang menjalankan fungsi spesifik. Tumbuhan, protista, jamur, dan hewan semuanya memiliki sel eukariotik.

Sel tumbuhan dibedakan dengan dinding selnya yang mengandung selulosa, kloroplas yang melakukan fotosintesis, dan vakuola sentral besar yang menahan air dan menjaga tumbuhan tetap segar. Sel prokariotik, di sisi lain, berukuran kecil tanpa inti atau organel sejati kecuali ribosom, yang menghasilkan protein. Bakteri dan archaea memiliki sel prokariotik.

  1. Kutikula

Tumbuhan memiliki kutikula artinya memiliki lapisan lilin di permukaannya yang melindungi dan menjaganya agar tidak mengering.

  1. Jaringan pembuluh/Pengangkut

Tumbuhan memiliki jaringan pembuluh/pengangkut yang disebut  xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk yang membawa air dan dan mineral dari akar menuju daun, sedangkan floem berfugsi untuk membawa hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan pembuluh darah ditemukan pada tumbuhan yang lebih “kompleks”.

  1. Bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual

Tumbuhan bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual dan memiliki apa yang dikenal sebagai pergantian generasi. Tahap haploid bergantian dengan tahap diploid. Haploid adalah saat sel mengandung satu set kromosom, sedangkan diploid adalah saat sel berisi dua set.

Pada tumbuhan, dua gamet haploid bergabung membentuk zigot diploid. Zigot diploid ini membelah melalui mitosis menjadi organisme multiseluler. Atas definisi inilah disebut sporofit, dan pada saat dewasa, secara aseksual menghasilkan spora haploid.

Spora haploid kemudian berkecambah menjadi organisme multiseluler yang disebut gametofit. Gametofit menghasilkan gamet haploid, yang berfusi untuk membentuk organisme diploid, dan pergantian antara diploid dan haploid dimulai dari awal lagi.

  1. Plastida

Keberadaan plastida di dalam sel eukariotik merupakan indikasi bahwa itu lebih mungkin merupakan tumbuhan daripada hewan. Terdapat beragam jenis plastida, misalnya adalah kloroplas. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil (pigmen hijau) dan terlibat dalam fotosintesis.

Kromoplas mengandung pigmen selain hijau dan terlibat dalam sintesis dan penyimpanan pigmen, Leukoplas (misalnya amiloplas, elaioplas, proteinoplas) adalah plastida non-pigmen. Fungsinya terutama untuk penyimpanan makanan.

  1. Tidak memiliki organ indera

Tumbuhan tidak memiliki organ indera tetapi mereka dapat merasakan lingkungannya meskipun berbeda. Tumbuhan dapat “melihat”, “mendengar”, dan “mencium” meskipun tidak memiliki mata, telinga, dan hidung. Mereka dapat “merasakan” dan merespons dengan cara yang tidak sejelas pada hewan.

  1. Bernafas melalui stomata

Tanaman “bernafas” melalui stomata, karbon dioksida dari atmosfer memasuki sel tumbuhan. Melalui fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi oksigen, yang dilepaskan tanaman sebagai produk sampingan metabolik ke atmosfer melalui stomata.

Jenis Tumbuhan dan Contohnya

Setiap tumbuhan memiliki keunikan baik dalam hal penampilan fisik, struktur, maupun perilaku fisiologisnya. Selain itu, habitat, toleransi, dan kebutuhan nutrisinya juga beragam. Dari keberagaman tersebut ahli botani mengklasifikasikannya.

Secara umum tumbuhan dibagi menjadi dua kelompok utama: vaskular dan nonvaskular. Namun, pengelompokan semacam ini tampaknya sangat umum dan meliputi berbagai cakupan. Klasifikasi tumbuhan yang lebih umum digunakan adalah yang lebih spesifik: dengan mengklasifikasikannya ke dalam filum yang berbeda. Sehingga secara lebih rinci pengelompokan tumbuhan adalah sebagai berikut:

  1. Vaskular

Tumbuhan ini memiliki kultur jaringan khusus yang membantu memindahkan bahan seperti air melalui tumbuhan. Mereka selanjutnya dibagi menjadi tanaman tidak berbunga dan tanaman berbunga. Sebagian besar organisme yang sering kita  anggap sebagai tumbuhan, seperti pohon, semak, dan bunga, termasuk dalam kelompok ini.

Secara umum pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut;

  1. Pteridophyta

Pteridophyta adalah tumbuhan tanpa biji, karena itu tumbuhan ini tidak mampu meneruskan materi genetik kepada keturunannya menggunakan buah ataupun biji. Sebaliknya, klasifikasi tumbuhan ini menghasilkan spora yang terletak di bagian bawah daunnya yang dikenal sebagai sporofil.

Contoh Pteridophytes diantaranya yaitu Salvinia Natans, Paku Ekor Kuda, Pakis, Semanggi, Paku Kawat, Paku Rane, dan lain sebagainya.

  1. Gymnospermae

Dibandingkan dengan filum tumbuhan lainnya, tumbuhan jenis ini termasuk tumbuhan tertinggi dan tertua. Mereka tersebar luas di bumi namun mendominasi daerah beriklim sedang dan kutub.

Anggota filum ini termasuk pinus, hemlocks, dan tanaman cemara, yang semuanya bercirikan memiliki kayu, dan dedaunan hijau seperti jarum atau sisik. Contoh gymnospermae diantaranya yaitu Pohon Sequioa Raksasa, Rumbia, Pohon Maidenhair, Cemara, Pinus, Melinjo, Pakis Haji, Damar, dan lain sebagainya.

  1. Angiospermae

Definisi gymnospermae dan angiospermae sejatinya sangatlah berhubungan. Dimana angiospermae disebut sebagai tumbuhan berbunga, merupakan filum tumbuhan paling beragam dengan sedikitnya 260.000 spesies tumbuhan hidup. Angiospermae memiliki keanekaragaman tumbuhan yang luas karena meliputi pohon, tumbuhan, semak, umbi, epifit (tumbuhan parasit), dan tumbuhan yang hidup di habitat laut dan air tawar.

Contoh Angiospermae diantaranya yaitu Teratai, Bunga Matahari, Kentang, Jahe, tanaman kunyit, Umbi-umbian, Bunga Mawar, berbegai jenis pohon mangga, Pohon Papaya, Tomat, Terong, Bunga Kertas, Kelengkeng, Rambutan, dan lain sebagianya.

  1. Nonvaskular

Nonvaskular adalah tumbuhan yang lebih kecil, seperti lumut, yang menggunakan difusi dan osmosis untuk memindahkan materi melalui tumbuhan. Yang termasuk ke dalam tumbuhan nonvascular yaitu Bryophyta.

Filum Bryophyta, adalah kelompok yang paling beragam dengan lebih dari 10.000 spesies tumbuhan. Filum ini termasuk lumut, lumut hati, dan lumut tanduk. Lumut tidak memiliki jaringan pembuluh darah dan kayu yang dapat menopangnya secara struktural.

Tanaman ini juga memiliki sedikit daun, batang, dan akar sejati yang dapat membantu mereka mengangkut air dan nutrisi. Karena itu, mereka terbatas pada kisaran habitat yang sempit. Contoh Bryophyta diantaranya yaitu lumut hati, lumut tanduk, lumut daun, dan lain sebagainya.

Manfaat Tumbuhan

Tumbuhan memiliki bnayak manfaat baik untuk manusia, hewan maupun lingkungan di sekitarnya. Manfaat yang dimiliki tumbuhan anatara lain adalah sebagai berikut:

  1. Tumbuhan sebagai penghasil oksigen, yang merupakan produk sampingan dari fotosintesis, dan banyak organisme bergantung pada oksigen untuk bertahan hidup.
  2. Tumbuhan sangat penting bagi kehidupan organisme lain karena tumbuhan adalah produsen dalam rantai makanan. Tumbuhan menyimpan pati. Selain itu, juga berfungsi sebagai sumber mineral dan senyawa penting.
  3. Tumbuhan berfungsi sebagai habitat bagi organisme tertentu (misalnya serangga dan organisme arboreal).
  4. Tumbuhan tertentu memiliki khasiat obat. Seperti misalnya Dandelion (Taraxacum officinale) sebagai pencahar ringan, daun pisang raja (Plantago mayor) untuk mengurangi peradangan dan nyeri, dan akar dan daun burdock (Arctium minus) untuk meredakan eksim atau kulit pecah-pecah, dan masih banyak lagi tumbuhan yang dpaat dijadikan obat.
  5. Sebagai bahan baku yang digunakan manusia untuk membuat beragam produk seperti minyak atsiri, pigmen, resin, tanin, alkaloid, amber, lilin, kosmetik, plastik, karet, pernis, pelumas, tinta, dan sebagainya.
  6. Tumbuhan digunakan sebagai bahan bangunan, misalnya ayu dari tanaman digunakan dalam konstruksi gedung, alat musik, perahu, dan furnitur. Ini juga digunakan dalam pembuatan kertas.
  7. Tumbuhan lumut memainkan peran penting dalam meminimalkan erosi di sepanjang badan air, melakukan siklus air dan nutrisi di hutan, dan mengatur suhu di permafrost.
  8. Tumbuhan sangat penting untuk menyediakan habitat bagi organisme lain, baik diatas, di dalam, maupun dibawah tanaman. Seperti misalnya tumbuhan menjadi tempat hidup bagi hewan.
  9. Tumbuhan dapat melestraikan tanah. Akar tumbuhan akan membantu menyatukan tanah sehingga dapat membantu dalam mengurangi erosi selain itu tumbuhan yang telah mati dan membusuk akan menyuburkan tanah.
  10. Tumbuhan dapat menjaga iklim dan mencegah polusi udara. Pada skala kecil tumbuhan akan memberi anungan dan melindungi organisme lain namun dalam skala besar seperti di hutan hujan tropis tumbuhan akan mengubah pola curah hujan. Selain itu keberadaan ruang hijau sangat penting untuk melawan polutan sehingga meningkatkan kualitas udara.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian tumbuhan menurut para ahli, ciri, jenis, manfaat, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga bisa memberikan edukasi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *