Pengertian Unsur Hara, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Unsur Hara Adalah

Tanaman memerlukan makanan yang sering biasa disebut hara tanaman. Berbeda dengan manusia yang menggunakan bahan organik, tanaman dapat menggunakan bahan anorganik untuk mendapatkan energi dan pertumbuhannya. Dengan fotosintesis, tanaman bisa mengumpulkan karbon yang ada di atmosfir yang kadarnya sangat rendah, ditambah air yang diubah menjadi bahan organik oleh yaitu klorofil dengan bantuan sinar matahari. Unsur yang diserap untuk pertumbuhan serta metabolisme tanaman dinamakan hara tanaman. Mekanisme perubahan unsur hara menjadi senyawa organik atau energi biasa disebut metabolsime. Bagi kita yang ingin selalu mengetahui penjelasannya secara lengkap, maka artikel ini akan mengulas tentang pengertian unsur hara, jenis, fungsi, dan contohnya.

Unsur Hara

Unsur hara sejatinya merupakan gambaran tentang tingkat kesuburan yang dimiliki oleh lapisan tanah. Mengatahui tentang unsur hara dapat menjadi ciri khas dalam menentukan tanaman yang cocok dikembangkan dalam pengertian budidaya pertanian.

Oleh karena demikianlah, para ahli telah sepakat bahwa setianya dalam menentukan cocok tidaknya tanaman selalu melihat unsur hara yang ada di dalamnya.

Pengertian Unsur Hara

Unsur hara adalah siklus hidup dalam sebuah sisten lapisan tanah. Fungsi hara tanaman tidak bisa digantikan oleh unsur lain dan apabila tidak terdapat suatu hara tanaman, maka kegiatan metabolisme akan terganggu atau berhenti sama sekali.

Disamping itu umumnya tanaman yang kekurangan atau ketiadaan suatu unsur hara akan dapat menampakkan gejala pada suatu organ tertentu yang spesifik yang umumnya disebut gejala kekahatan.

Jenis Unsur Hara

Ada beberapa macam unsur hara yang ada di dalam sistem pertanian, antara lain adalah sebagai berikut;

Unsur Hara Makro

Unsur Hara Makro ialah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar. Daftarnya ialah sebagai berikut;

  1. Nitrogen (N)
  2. Fosfor atau Phosphor (P)
  3. Kalium (K)
  4. Magnesium (Mg)
  5. Kalsium (Ca)
  6. Belerang atau Sulfur  (S)

Unsur Hara Mikro

Unsur mikro ialah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak bisa tampil prima.

Bunga akan lunglai , dan lain-lain. Unsur mikro yaitu adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , serta molibdenum.

  1. Boron (B)
  2. Tembaga (Cu)
  3. Seng atau Zinc (Zn)
  4. Besi atau Ferro (Fe)
  5. Molibdenum (Mo)
  6. Mangan (Mn)
  7. Khlor (Cl)
  8. Natrium (Na)
  9. Cobalt (Co)
  10. Silicone (Si)
  11. Nikel (Ni)

Fungsi Unsur Hara

Beragam fungsi yang terdapat dalam unsur hara makro dan mikro, Penjelasan tentang manfaat tersebut adalah sebagai berikut;

Fungsi Unsur Hara Makro

  1. Zat arang (C) , oksigen (O), dan hidrogen (H), adalah bahan baku dalam pembentukan jaringan tubuh tanaman. Berada dalam bentuk H2O (air) H2CO3 (koolzur) serta CO2 (karbondioksida) yang berada dalam udara. Unsur C, H, dan O juga dapat berperan dalam pembentukan karbohidrat, proses fotosintesis, respirasi, kerja mekanis, kerja kimia, dan kerja osmotik pada tumbuhan yang biasa disebut pula sebagai aktivitas bioenergetik.
  2. N (Nitrogen), udara adalah sumber Nitrogen terbesar, agar dapat dimanfaatkan oleh tanaman masih harus diubah dalam bentuk NH3 (amoniak) atau nitrat. Fungsi N ialah :
  3. Untuk meningkatkan suatu pertumbuhan tanaman.
  4. Menyehatkan hijau daun, membuat bagian tanaman dapat menjadi lebih hijau karena banyak mengandung butir-butir hijau yang penting dalam proses fotosintesis.
  5. Mempercepat pertumbuhan tanaman (menambah tinggi tanaman serta merangsang jumlah daun serta anakan).
  6. Meningkatkan suatu kadar protein dalam tubuh tanaman.
  7. Meningkatkan kualitas tanaman, menambah ukuran daun, serta besar buah.
  8. Menyediakan bahan makanan bagi mikrobia yang begitu penting bagi kelangsungan dekomposisi bahan organik di dalam tanah.
  9. Dalam jaringan tumbuhan N adalah komponen penyusun dari banyak senyawa essensial bagi tumbuhan, misalnya asam amino, penyusun protein serta enzim, selain itu N juga terkandung dalam klorofil, hormon sitokinin serta auksin.
  10. P (Phosphor), zat hara P murni adalah zat berbahaya bagi siapapun karena mudah terbakar bila bersenyawa dengan oksigen dari udara.

Fungsinya bagi tanaman ialah :

  1. Merangsang serta mempercepat pertumbuhan tanaman dan akar semai.
  2. Mempecepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman dewasa pada umumnya dan mempercepat pemasakan sehingga mempercepat masa panen.
  3. Memperbesar pembentukan anakan serta gabah serta memperkuat tubuh padi-padian, sehingga tidak mudah rebah.
  4. Mempercepat pembentukan bunga serta biji sehingga meningkatkan produksi biji-bijian.
  5. Adalah bagian yang essensial dari berbagai gula fosfat yang berperan dalam reaksi pada fase gelap fotosintesis, respirasi, serta proses metabolisme lainnya. Juga ialah bagian dari nukleotida (dalam RNA dan DNA) serta fosfolipida penyusun membran.
  • K (Kalium), adalah zat hara yang mudah mengadakan persenyawaan dengan zat lain, seperti Khlor, dan Mg. Fungsinya bagi tanaman ialah :
    1. Memperbesar vigor serta daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit dan kekeringan.
    2. Membantu pembentukan protein serta karbohidrat dalam tanaman.
    3. Memperkuat seluruh tubuh tanaman terutama pada bagian batang.
    4. Dapat Mengurangi kerontokan gabah.
    5. Dapat Mempertinggi kualitas tanaman.
    6. Sebagai katalistor dalam transportasi tepung, gula, serta lemak dalam tanaman.
    7. Unsur ini tetap dapat sebagai ion dalam tumbuhan.
    8. Berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim yang essensial dalam reaksi fotosintesis serta respirasi, dan sebagai enzim dalam sintesis ptotein dan pati.
    9. Merupakan ion yang dapat berperan dalam mengatur potensi osmotik sel dan mengatur tekanan turgor sel.
    10. Dalam kaitannya dengan pengaturan turgor sel peran yang penting ialah dalam proses membuka dan menutupnya stomata.
  • Ca (Kalsium atau kapur), sumber utamanya ada pada bebatuan berkapur serta sisa-sisa tumbuhan, fungsinya adalah :
    1. Pengatur kemasaman tanah serta dalam tubuh tanaman.
    2. Penting bagi pertumbuhan akar serta daun.
    3. Dapat juga menetralisasikan akumulasi racun dalam tubuh tanaman.
    4. Pengikat antara molekul-molekul fosfolipida dengan protein penyusun membran, agar pada membran dapat berfungsi secara normal pada semua sel.
    5. Memacu serta menghambat aktivitas enzim.

Fungsi Unsur Hara Mikro

  • B (Borium), dapat diperlukan untuk membiakkan sel, khususnya dalam titik tumbuh puncak serta proses pembentukan tepung sari, bunga dan akar serta diperlukan dalam proses sintesis asam nukleat, serta mempunyai fungsi pada membran.
  • Fe (Besi), penting bagi pembentukan zat hijau daun, zat karbohidrat, lemak, protein serta enzim. Merupakan bagian dari enzim-enzim tertentu dan ialah bagian dari protein yang berfungsi sebagai pembawa elektron pada fase terang fotosintesis serta respirasi.
  • Mn (Mangan), sebagai aktivator dari berbagai enzim, dapat berperan dalam menstimulasi pemecahan molekul air pada fase terang fotosintesis, serta adalah komponen struktural dari sistem membran kloroplas. Diperlukan untuk pembentukan zat protein, serta vitamin khususnya vitamin C. Penting untuk bisa mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
  • Mo (Molybdenum), zat mikri ini dapat diperlukan tumbuh-tumbuhan dalam ukuran atau timbangan yang sangat kecil, namun ukuran tersebut bisa menghasilkan kualitas tanaman yang setinggi-tingginya. Tetapi jika kelebihan sedikit saja akan dapat menjadi racun bagi tanaman. Juga sebagai bagian dari enzim nitrat reduktase yang mereduksi ion nitrat yaitu menjadi ion nitrit.
  • Cu (Tembaga), dalam tubuh tanaman dapat dibutuhkan untuk berbagai proses kimiawi, misalnya yaitu respirasi (oksidasi zat karbohidrat, lemak, dan protein). Serta penting juga untuk menghasilkan zat hijau daun. Terdapat pada berbagai enzim atau protein yang terlibat dalam reaksi oksidasi serta reduksi, ialah pada enzim respirasi pada mitokondria, dan protein pada kloroplas.

Unsur N termasuk dalam unsur hara makro. Unsur ini diperlukan oleh yaitu tanaman dalam jumlah 1-4 % berat kering tanaman. Unsur tersebut juga diperlukan oleh tanaman sebagai penyusun asam amino, protein, dan klorofil. Apabila tanaman kekurangan unsur N akan bisa menunjukkan gejala antara lain klorosis pada daun.

Gejala Kekurangan Unsur Hara dalam Pertanian

Gejala kekurangan N pertama kali akan bisa muncul pada daun tertua. Gejala-gejala kekurangan unsur N sangat jelas serta mudah dikenali. Antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut;

Kalium (K)

Unsur Kalium dapat berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan serta sel. Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.

Fosfor atau Phosphor (P)

Unsur Fosfor (P) adalah komponen penyusun dari beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA.  ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA serta DNA menentukan sifat genetik dari tanaman. Unsur P juga dapat berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Pengaruh terhadap akar ialah dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi pun dapat menjadi lebih baik.

Magnesium (Mg)

Magnesium ialah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama pada ketersediaan klorofil.  Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk dapat memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga ialah komponen inti pembentukan klorofil serta enzim di berbagai proses sintesis protein.

Kalsium (Ca)

Unsur ini yang paling berperan ialah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya juga sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan serta pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca juga berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , serta mengatur distribusi hasil fotosintesis.

Kelebihan Sulfur

Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino sistin, sistein serta metionin. Disamping itu S juga ialah bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman dapat ditemukan dalam bentuk asam amino.

Salah satu fungsi utamanya ialah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Belerang (S) ialah bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga dapat berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim serta berperan dalam proses fisiologi tanaman

Boron (B)

Boron mempunyai kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya yaitu dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron dapat diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem.

Di dalam tanah boron bisa tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai yaitu pada adenium. Cirinya yaitu mirip daun variegeta.

Tembaga (Cu)

Fungsi penting tembaga ialah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan dalam membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , serta berperan dalam funsi reproduksi.

Seng atau Zinc (Zn)

Hampir mirip dengan Mn serta Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil serta membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya dapat terjadi pada media yang sudah lama digunakan.

Besi atau Ferro (Fe)

Besi berperan dalam proses pembentukan protein , yaitu sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis serta respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit dapat diperbaiki. Fe paling sering juga bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lain.

Untuk mengurangi efek itu , maka Fe juga sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA ialah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi dapat berkurang jauh. Di pasaran dapat dijumpai dengan merek Fe-EDTA.

Nah, demikialah materi atas penjelasan tentang pengertian unsur hara menurut para ahli, jenis, fungsi, dan contohnya dalam budidaya tanaman. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan referensi kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *