Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif, Ciri, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Perkembangbiakan Vegetatif Adalah

Organisme sejatinya dapat hidup di Bumi ini sejak sekian lamanya. Setiap hal memiliki karakteristik, begitu pula dengan makhluk hidup. Setidaknya terdapat 6 ciri yang menunjukkan sesuatu termasuk ke dalam makhluk hidup yaitu bergerak, bernapas, bertumbuh, berkembang biak, makan dan minum, serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan.

Salah satu makhluk hidup yang memiliki kriteria tersebut adalah tumbuhan. Dimana arti tumbuhan juga merupakan sumber daya alam yang keberadaannya sebagai makhluk hidup dapat diperbaharui. Sebab tumbuhan memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Perkembangbiakan tumbuhan terjadi dengan dua cara, antara lain secara generatif dan secara vegetatif.

Perkembangbiakan Vegetatif

Perbanyakan berbagai jenis tanaman secara vegetatif adalah cara penting yang dilakukan pada kehidupan. Adanya perkembangan dengan cara vegetatif lekat hubungannya dengan pengetahuan tentang konsep perbanyakan tanaman. Selain itu, dalam perbanyakan tanaman didukung pula oleh aspek anatomi, fisiologi, dan genetika.

Aspek anatomi berkaitan dengan struktur internal dari tubuh tanaman, yaitu akar, batang, dan daun. Aspek ini dibutuhkan untuk memahami proses terbentuknya akar adventif pada teknik stek dan cangkok. Selain itu juga pembentukan sambungan penyatu pada penyusuan, okulasi, dan teknik sambungan.

Sementara aspek fisiologi yang penting diketahui adalah peranan hormon pada tanaman yang mempengaruhi proses pertumbuhan dari perbanyakan tanaman. Aspek terakhir yaitu genetik berkaitan dengan keanekaragaan genetik tanaman yang akan diperbanyak dengan cara vegetatif. Ketiga aspek cabang ilmu tersebut diharapkan dapat menunjang keberhasilan dari perbanyakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif.

Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif

Vegetatif adalah suatu cara perkembangbiakan makhluk hidup (khususnya tumbuhan) yang dilakukan tanpa adanya perkawinan. Perkembangbiakan vegetatif juga biasa disebut dengan reproduksi aseksual. Individu baru akan dihasilkan dari bagian-bagian tertentu pada tubuh induknya.

Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif Menurut Para Ahli

Adapun definisi perkembangbiakan tanaman dengan cara vegetatif menurut para ahli, antara lain;

  1. Rahman (2012), Definisi perbanyakan tanaman dengan langkah vegetatif adalah sistem perbanyakan tumbuhan melalui bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk, umbi serta akar dalam proses menghasilkan tanaman baru yang sesuai dengan induknya.
  2. Campbell (2003), arti perbanyakan tumbuhan secara vegetatif akan senantiasa bertujuan dalam memperbaiki kwalitas tanaman pangan, buah, dan bunga hias.

Ciri Perkembangbiakan Vegetatif

Karakteristik yang ada dari perkembangbiakan vegetatif antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Perkembangbiakan dilakukan dengan cara tidak kawin, perbanyakan dengan cara vegetatif dapat dilakukan oleh tumbuhan tanpa melihat sel kelamin jantan dan sel telur. Selain itu peleburan pada sel kelamin jantan ke sel telur betina tidak diperlukan dalam perkembangbiakan ini.
  2. Perkembangbiakan secara vegetatif akan menghasilkan anakan yang memiliki sifat yang sama dengan indukannya.
  3. Perbanyakan dengan cara vegetatif melibatkan bantuan manusia atau secara alami dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri.
  4. Jenis perbanyakan tanaman secara vegetatif lebih banyak diketahui oleh masyarakat dan pegiat tanaman jika dibandingkan cara generatif yang mengandalkan perkawinan.
  5. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan hanya dengan satu induk.
  6. Pertumbuhan dari perkembangbiakan secara vegetatif tidak didahului.
  7. Anakan hasil perkembangbiakan secara vegetatif asalnya adalah dari bagian-bagian tubuh induk tanaman.

Manfaat Perkembangbiakan Vegetatif

Perbanyakan tanaman melalui vegetatif dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbanyakan tanaman tanpa adanya perkawinan atau penyerbukan. Kegiatan perbanyakan tanaman secara vegetatif misalnya stek batang, kultur jaringan,okulasi, dan cangkok.

Berikut manfaat perbanyakan tanaman secara vegetatif antara lain

  1. Memproduksi tanaman anakan yang menyerupai dengan tanaman induknya

Tanaman anakan yang diproduksi dari proses perbanyakan tanaman secara vegetatif ini yaitu klon atau mempunyai genetik yang mirip dengan tanaman induknya. Hal itu akan menyebabkan tanaman anakan akan mempunyai sifat yang mirip dengan tanaman induk seperti ukuran, bentuk, dan warna yang sama.

Sifat yang seragam dapat menguntungkan bagi perkebunan pasar disebabkan dapat menghasilkan buah atau bunga tanaman dengan kualitas yang unggul dan sama dan kuantitas yang lebih besar.

  1. Perkembangbiakannya lebih cepat dibandingkan dengan perkembang biakan generatif

Perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi tanpa harus terjadi pertumbuhan dan penyerbukan bunga, munculnya biji dan benihan. Petani hanya butuh untuk memotong bagian vegatatif tanaman untuk mengcangkok atau menghasilkan sel untuk kultur jaringan. Kegiatan ini relatif lebih cepat dan menghemat waktu dan tenaga dibanding perkembangbiakan secara generatif.

  1. Memproduksi tanaman yang sulit tumbuh hidup dari benih

Ada beberapa tanaman sebagai contoh bunga anggrek yang sulit tumbuh hidup dari benih dikarenakan perkembanganbiakan secara generatif yang sangat jarang dan membutuhkan usaha yang besar. Sebab tidak membutuhkan pembenihan, perbanyakan tanaman secara vegetatif seperti kultur jaringan merupakan jalan alternatif untuk dapat perbanyakan tanaman dengan sifat genetik yang sama dan lebih mudah.

  1. Dapat menentukan keberhasilan pada kualitas tanaman

Melalui perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat menentukan kualitas tanaman pada potensi hasil tanaman disebabkan kita dapat mencegah proses pembuahan dari varietas yang tidak dikehendaki dan hanya varietas tertentu yang ingin dikembangbiakan sebagai contoh tanaman mangga berbuah besar ataupun beraroma harum.

Jenis Perkembangbiakan Vegetatif dan Contohnya

Perkembangbiakan secara vegetatif terdiri dari dua jenis, yaitu secara alami dan buatan. Masing-masing dari jenis tersebut memiliki beberapa cara lagi dalam melakukan perbanyakan tanaman. Seperti namanya vegetatif alami berlangsung secara alami dengan mengandalkan tumbuhan itu sendiri. Sementara vegetatif buatan berlangsung dengan bantuan manusia.

  1. Vegetatif Alami

Vegetaif alami yang tidak membutuhkan bantuan tangan manusia terdiri dari beberapa cara dalam melakukan perbanyakan tanaman, diantaranya yaitu :

  1. Akar Tinggal

Batang tanaman yang tumbuh secara menjalar di dalam tanah disebut dengan akar tinggal, rimpang, atau akar tongkat. Bagian ini dapat menjadi pilihan untuk memperbanyak tanaman. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan akar tinggal adalah golongan dari rimpang-rimpangan, misalnya jahe, lengkuas, temulawak, dan kunyit.

  1. Spora

Spora merupakan bagian inti sel yang fungsinya berubah menjadi alat perkembangbiakan. Spora biasanya ditemukanada tumbuhan paku, umumnya dapat ditemukan pada bagian daun tanaman. Spora dapat ditemukan pada bagian kotak spora yang disebut dengan sporangium. Sporangium ini berkumpul di dalam sorus.

Pada daun, sorus adalah bintik-bintik yang berwarna kecokelatan dan terletak di bagian bawah. Apabila sporangium pecah, maka spora yang ada di dalamnya akan jatuh. Pada tempat yang cocok, akan dihasilkan anakan baru secara alami tumbuh.

  1. Umbi Lapis

Umbi lapis ialah daun yang susunannya berlapis-lapis dan juga tebal. Bagian ini akan membentuk seperti batang, umumnya bagian akar pada tumbuhan ini adalah akar serabut. Diantara bagian lapisan umbi lapis ada bakal tunas. Jika ditanam bakal tunas ini akan tumbuh dan menjadi tanaman baru.

  1. Umbi Batang

Umbi batang merupakan bagian batang yang tumbuhnya di dalam tanah dan berguna untuk menyimpan cadangan makanan serta membentuk umbi. Apabila umbi ditanam, maka tunas akan tumbuh sehingga membentuk tumbuhan yang baru. Contoh tumbuhan yang melakukan perbanyakan dengan umbi batang yaitu ubi jalar dan kentang.

  1. Umbi Akar

Akar pada suatu tanaman dapat berkembangbiak dengan umbi akar dan beralih fungsi sebagai bagian yang menyimpan cadangan makanan. Perkembangbiakan jenis tanaman yang menggunakan umbi akar yaitu melalui tunas yang tumbuh dari bagian bekas batang.

Untuk mendapatkan individu baru, tanaman ini dapat melakukan perbanyakan dengan hanya menanam bagian batang tanaman. Contoh dari tumbuhan yang termasuk ke dalam umbi akar sebagai perkembangbiakan antara lain bunga dahlia, singkong, wortel, dan bengkoang.

  1. Geragih

Geragih adalah kumpulan tumbuhan yang tumbuhnya menjalar di permukaan tanah. Tumbuhan ini tumbuh dengan bergantung pada buku-bukunya, bbukan pada induknya. Contoh dari tumbuhan gerabah yaitu pegagan, rumput teki, dan stroberi.

  1. Tunas

Tunas ialah bagian pada tumbuhan yang akan muncul dari kecambah atau kuncup yang ada di atas permukaan tanah. Tunas dapat terdiri dari daun muda, batang, calon bunga, dan calon buah. Contoh dari tumbuhan yang menggunakan tunas sebagai perbanyakan tumbuhan yaitu pohon tebu, dan bambu.

  1. Tunas Adventif

Tunas ini adalah tunas liar yang tumbuh di luar bagian batang. Biasanya tunas adventif tumbuh di tepi daun, dan beberapa jenis tumbuhan tunas adventif muncul pada akar. Contoh tanamannya yaitu cocor bebek, tanaman sukun, dan kesemek.

  1. Membelah Diri

Perkembangbiakan ini dilakukan dengan cara membelah diri tubuh tumbuhan menjadi dua bagian yang sama secara langsung. Beberapa sel anakan ada yang langsung memisahkan diri dari induknya, namun beberapa lainnya tetap menempel pada tumbuh induk sampai membentuk kelompok baru. Contohnya yaitu tumbuhan volvox.

  1. Vegetatif Buatan

Vegetatif buatan yang membutuhkan bantuan manusia dapat berlangsung dengan beberapa cara berikut :

  1. Cangkok

Perkembangbiakan yang dilakukan dengan mencangkok berkaitan dengan akar. Akar akan ditumbuhkan dari batang tanaman induk yang akan dicangkok. Melalui akar yang dapat tumbuh dari batang tanaman, maka akan dihasilkan anak baru. Karena hasil anakan berasal dari induk, maka sifat anak akan sama dengan induknya.

Beberapa contoh tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan cangkok yaitu tumbuhan buah seperti mangga, jambu air, alpukat, rambutan, dan lain-lain. Salah satu ciri khas dari tumbuhan yang dapat dicangkok yaitu adanya kambium

  1. Penyambungan Batang

Cara penyambungan batang atau cara menempel ini disebut juga dengan okulasi, yaitu cara yang dapat menghasilkan tanaman baru dengan menempelkan bagian tunas muda pada ranting atau batang ke tanaman induk. Teknik okulasi bertujuan untuk menggabungkan dua sifat tanaman yang berasal dari induk berbeda. Teknik ini biasa digunakan pada tumbuhan jeruk nipis, tanaman kakao, belimbing, dan lain sebagainya.

  1. Mengenten

Mengenten adalah nama lain dari sambung pucuk atau kopulasi. Mengenten dilakukan dengan cara menyambung batang dari kekeluargaan yang sama. Sehingga cara ini dapat dilakukan dengan dua jenis tanaman yang berbeda, asalkan keduanya masih dalam satu keluarga yang sama. Contohnya pada tanaman terong dengan tomat, mangga dengan durian, dan lain-lain.

  1. Merunduk

Cara perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan menumbuhkan akar tanaman yang berasal dari batang. Untuk dapat sampai ke tanah, batang harus dipindahkan ke posisi yang lebih rendah. Cara inilah yang dinamakan dengan merunduk.

Bagian batang atau ranting yang sudah tertimbun tanah secara berturut-turut akan menumbuhkan akar. Lalu setelah akar sudah cukupp kuat, maka batang yang semula digunakan untuk menghubungkan tanaman dapat dipotong. Teknik ini sering digunakan pada tumbuhan seperti kangkung, pohon sirih, pohon apel, stroberi, dan lain sebagainya.

Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian perkembangbiakan vegetatif menurut para ahli, ciri, manfaat, macam, dan contohnya. Semoga memberikan wawasan bagi kalin.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *