Permasalahan Lahan Kering

Diposting pada

Bentuk Permasalahan Lahan Kering

Kegiatan dalam arti pertanian penggunaan lahan kering biasa dikenal dengan kandungan airnya sedikit atau pemanfaataan airnya kecil. Biasanya lahan kering hanya memanfaatkan hujan untuk pertumbuhan tanaman di lahan tersebut.

Belum lahi untuk permasalahan produktivitas pada lahan kering biasanya lebih rendah dibanding lahan yang basah seperti persawahan. Lahan kering umunya tersusun atas lahan dengan topografi yang tidak merata sehingga memiliki lereng yang cukup besar.

Lahan Kering

Lahan kering adalah daerah yang dapat dioptimalkan sebagai pengembangan lahan pertanian meskipun faktor pembatasnya lebih ringan dibandingkan lahan gambut ataupun pasang surut. Lahan kering dapat ditanami jenis komoditas dalam berbagai macam tanaman pangan, tanaman perkebunan, bahkan tanaman hortikultura.

Pengembangan lahan pertanian untuk dibudidaya sebagai produsen pangan, dijumpai berbagai kendala baik sosial ekonomi dan biofisik. Pada kendala biofisik biasanya terdiri dari sifat kimia tanah, fisika tanah, biologi tanah bahkan kontunyitas usaha tani tersebut. Namun, dalam sosial ekonomi yang dihadapi adalah pemahaman pengetahuan yang kurang dan modal yang terbatas serta kepemilikan lahan yang sempit.

Lahan Kering Menurut Ahli

Adapun menurut para ahli, definisi lahan kering adalah sebagai berikut;

  1. Hidayat (2004), Lahan kering adalah suatu bentuk daerah atau ekosistem yang tidak pernah digenangi atau tergenang oleh air sepanjang tahunnya dengan luas total hampir 148 juta ha atau 78% dari luas daratan Indonesia. Lahan kering terbagi menjadi 4 kategori yaitu hyper arid, arid, semi arid dan sub humid.

Permasalahan Pada Lahan Kering

Berikut ini adalah permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan pertanian lahan kering, diantaranya adalah;

  1. Kesuburan tanah

Umumnya pada lahan kering tingkat kesuburan tanah sangat rendah karena lapisan tanahnnya tipis dan bahan organiknya rendah disebabkan tanah di daerah tersebut erosi. Penggunaan dalam pemanfaatan pupuk organik yang terbatas juga memperburuk keadaan lahan terutama untuk ditanami tanaan semusim.

Bahan organik mempunyai fungsi untuk perbaikan kondisi tanah baik dari sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Meskipun sifat pupuk organik dibanding pupuk kimia relatif rendah dalam penguraian unsur hara di dalam tanah.

Terdapat hal yang memperlukan perhatian yaitu adany kemasaman pada lahan (tanah masam) yang ditandai dengan pH rendah (asam), kandungan unsur Al tinggi, KTK tanah rendah, adanya fiksasi unsur P tinggi dan unsur Mg yang mendekati batas dapat meracuni tanah dan lain-lain.

Lahan kering yang bersifat masam umumnya kurang optimal untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian terutama dalam tanaman pangan karena disebabkan kesuburan rendah, solum dangkal dan lereng yang curam.

  1. Topografi

Biasanya lahan kering dapat dijumpai di beberapa wilayah dataran tinggi seperti pegunungan, perbukitan yang luasnya dapat mencapai 51,30 juta ha. Lahan kering pada dataran tinggi dengan lereng curam rentan terhadap erosi. Lahan kering yang rentan terhadap erosi seharusnya untuk tanaman tahunan bukan untuk tanaman pangan atau tanaman semusim. Namun, faktanya kebanyakan ditanami tanaman pangan atau semusim.

  1. Kepemilikan lahan

Pada data sensus Pertanian tahun 1993 dan 2003 menunjukkan bahwa luas lahan pertanian di luar Jawa meningkat namun di Jawa menurun.

Dengan luas pemilikan lahan rata-rata nasiona menurun dari 0,86 menjadi 0,73 ha. Apabila luas lahan pertanian tidak meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk akan menambah permasalahan dalam pemilikan lahan oleh petani.

Jenis Iklim yang Memiliki Lahan Kering

Lahan kering terdapat di tiga jenis iklim yaitu;

  1. Iklim mediterania
  2. Iklim tropisme
  3. Iklim kntinental

Dari penjelasan yang telah diulas secara mendalam dapatlah dikatakan bahwa keadaan lahan kering akan menyebabkan kesulitan dalam budidaya produk pertanian. Hal ini lantaran adanya faktor utama yang harus diperhatikan untuk pertumbuhan tanaman adalah media tanam, cahaya, air, dan nutrisi.

Sehingga bisa disebutkan bahwa kondisi berbagai jenis lahan pertanian dalam kategori kering dapat menghambat pertumbuhan tanaman termasuk faktor utama yang diperlukan oleh tanaman karena cuaca dan iklim ekstrim. Semoga ulasan atas permasalahan pada lahan kering ini bisa memberikan bahasan sebagai pertimbangan. Ya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *