Pengertian Sistem Pertanian Terpadu Konvensional, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Pertanian Terpadu Konvensional Adalah

Pada hakekatnya untuk definisi pertanian terpadu ialah memanfaatkan segenap potensi energi sehingga bisa dapat dipanen secara seimbang. Pertanian pada jenis ini sejatinya melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan membutuhkan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Oleh sebab itulah untuk memahami lebih lanjut pada artikel ini akan mengemukakan apa itu sistem pertanian terpadu konvensional.

Pertanian Terpadu Konvensional

Pertanian terpadu konvensional adalah serangkaian bentuk pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon lebih rendah jika dibandingkan pertanian tradisional yang menggunakan pupuk nitrogen dan sebagainya.

Agar proses pemanfaatan tersebut bisa terjadi secara efektif dan efisien, maka sebaiknya produksi pertanian terpadu dilakukan dalam suatu kawasan yang dilegalkan oleh pemerintah. Terlebih lagi pada kawasan tersebut alangkah baiknya ada sektor produksi tanaman, peternakan maupun perikanan.

Hal inilah yang disebut dengan sistem pertanian terpadu, yaitu sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan pertanian.

Jenis Pertanian Terpadu

Wididana (1999) dalam bukunya mengemukakan bahwa terdapat dua model sistem pertanian terpadu, yakni;

  • Integrated agriculture management

Sistem pertanian terpadu konvensional dalam bahasa inggris dikenal dengan integrated agriculture management adalah bentuk metode bidang pertanian yang menerapkan berbagai jenis tanaman untuk kemudian di kolaborasikan menjadi sesuatu hal yang menguntungkan.

  • EM (effective microorganisme)

EM adalah sistem pertanian terpadu dengan memanfaatkan penemuan akan kemajuan teknologi sehingga untuk mencapai hasil yang maksimal metode ini dapat memberikan dampak yang lebih cepat dalam pemanenan yang dilakukan.

Contoh Pertanian Terpadu Konvensional

Model pertanian terpadu dengan sistem konvensional sudah banyak diterapkan oleh para petani di negara kita pada masa lalu, tapi kini model ini sudah banyak ditinggalkan. Model pertanian terpadu konvensional bisa dilakukan dengan berbagai jenis, antara lain;

  1. Tumpang sari antara peternakan ayam dan balong ikan (Longyam)

Longyam merupakan istilah yang merujuk pada tumpang sari antara arti peternakan ayam dan balong ikan, dimana kotoran ayam yang terbuang dimanfaatkan untuk pakan ikan. Beberapa jenis ikan air tawar yang bisa dipelihara dengan ayam, atau longyam diantaranya yaitu lele, mas, nila gurami tawes, dan lain-lain.

  1. Tumpangsari antara palawija dan peternakan

Tumpang sari antara tanaman palawija dan peternakan dapat dilakukan dengan cara menggunakan sisa-sisa tanaman untuk pakan ternak kambing atau sapi, sedangkan kotoran ternak digunakan untuk pupuk tanam bagi pertanaman berikutnya.

  1. Pemanfaatan limbah manusia dan hewan untuk menyuburkan kolam

Sistem ini bisa dikatakan sistem kuno yang dilakukan dengan memanfaatkan cara limbah manusia dan hewan (night soil) untuk menyuburkan kolam ikan direintroduksi dengan simpul baru: satu bioreaktor yang memungkinkan bakteri anaerobik memproses limbah lebih cepat dan lebih aman menjadi sumberdaya pertanian yang bermanfaat.

Nah, demikianlah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sistem pertanian terpadu konvensional, jenis, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *