Pengertian Pertanian Lahan Basah, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Pertanian Lahan Basah Adalah

Lahan basah dapat juga digunakan dalam kegiatan pertanian dengan memperhatikan beberapa aspek supaya hasil panen tetap dapat diperoleh secara maksimal. Lahan basha memiliki penangan dan pemeliharaan khusus agar tetap produktif sehingga diperlukan wawasan yang luas mengenai lahan basah.

Pertanian Lahan Basah

Lahan basah atau yang biasa disebut wetlands merupakan wilayah atau lahan yang memiliki kondisi tanah jenuh dengan air baik yang bersifat menetap atau permanen maupun musiman. Wilayah lahan basah secara keseluruhan terkadang sampai tergenangi oleh lapisan air yang dangkal atau tergenang.

Air yang menggenangi lahan basah dapat dogolongkan kedalam beberapa macam seperti air tawar, payau dan air asin. Lahan basah dikenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem.

Hal tersebut dikarenakan wilayah lahan basah biasanya merupakan lahan dengan kondisi tanah yang subur sehingga sering dibuka, dikeringkan dan dikonversi menjadi lahan-lahan pertanian.

Lahan basah memiliki ciri khas berupa muka air tanah yang relatif dangkal dan biasa ditumbuhi dengan hidrofita yang merupakan tumbuhan yang khusus hidup pada wilayah basah. Pertanian lahan basah merupakan pertanian yang kebanyakan dikembangkan pada dataran rendah dengan ketinggian sekitar 300 meter diatas permukaan laut. Kondisi wilayah disekitarnya terdapat banyak air dari sungai sungai atau saluran irigasi.

Pengertian Pertanian Lahan Basah

Pertanian lahan basah adalah kolektifitas terhadap ekosistem yang dalam proses pembentukannya didominasi oleh air. Suatu lahan basah merupakan tempat yang cukup basah dalam waktu cukup panjang bagi pengembangan vegetasi dan organisme lain yang teradaptasi  khusus.

Suatu wilayah masuk dalam kategori lahan basah berdasarkan  tiga  parameter yaitu  hidrologi vegetasi hidrofitik dan  tanah hidrik. Lahan basah dapat mencakup suatu rentangan luas habitat pedalaman, pantai, dan marin yang memiliki sejumlah tampakan sama.

Dalam pengertian lainnya lahan basah adalah wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem. Pada lahan basah baisanya tumbuh berbagai macam tipe vegetasi dalam bentuk seperti hutan rawa air tawar, hutan bakau, hutan rawa gambut, paya rumput dan lainnya.

Satwa yang menghuni lahan basah juga memiliki tingkat keragaman yang tinggi mulai dari yang khas lahan basah seperti buaya, biawak, ular, kura-kura, berbagai jenis kodok dan beberapa macam ika sampai ratusan jenis burung dan mamalia, termasuk juga harimau serta gajah. Lahan basah dapat dibedakan dari perairan dan juga dari segi tataguna lahan lainnya berdasarkan ketinggian muka air dan juga tipe vegetasi yang tumbuh di atasnya.

Ciri Petanian Lahan Basah

Pertanian lahan basah memiliki beberapa ciri serta karakteristik tertentu yang memebrdakannya dengan lahan lainnya. Berikut merupakan beberapa ciri umum pertanian lahan basah;

Memiliki Kadar air yang Tinggi

tanah pada lahan pertanian basah ini memiliki kandungan air yang tinggi, bahkkan tidak jarang lahan pertanian basah ini tergenang oleh air sepanjang waktu. Lahan pertanian basah tidak pernak mengalami kekeringan karena memiliki kandungan air yang berlimpah secara alami.

Memiliki Tekstur Tanah Lunak dan Terkadang Berliat

Konidis lahan yang biasa tergenang air atau kaya akan kadar air yang tinggi menyebabkan tekstur dan struktru tanah mengalami adaptasi sehingga menjadi lunak dan terkadang ada beberapa yang berliat. Kondisi ini merupakan ciri khas dari tanah di lahan basah.

Konidisi tanah yang lunak dapat memudahkan untuk bercocok tanam dna tidak memerlukan alat bantu seperti tongkat untuk membuat lubang tanam.

Merupakan Daerah Pertanian yang Subur

Tanah yang banyak mengandung aiar biasanya adalah tanah yang subur dikarenakan telah terjadi penumpukan bahan organik dalam kurun waktu yang panjang sehingga bahan etrsebut telah terdekomposisi. Kondisi tanah subur yang dimiliki lahan basah menyebabkannya sering dibuka sebagai lahan pertanian dengan beragam jenis tanaman yang dapat tumbuh di lahan basah.

Memiliki Muka Air Tanah yang Dangkal

Air yang menggenangi lahan basahpada umumnya memiliki lapisan yang dangkal. Lapisan dangkal dapat menggenangi sebagian atau seluruh permukaan tanah di lahan basah.

Habitat Hidup Berbagai Tumbuhan Air Maupun Tumbuhan Bakau

Biasanya makhluk hidup, baik manusia, binatang dan bahkan tumbuhan akan memilih untuk tinggal di lahan yang menyimpan banyak cadangan air. Lahan yang banyak mengandung air biasanya memiliki jenis tanah yang seperti pada lahan basah.

Contoh Pertanian Lahan Basah

Terdapat beberapa contoh lahan yang dapat dikategorikan sebagai lahan pertanian basah walaupun beberapa diantaranya ada yang kurang cocok untuk dijadikan sebagai sebuah lahan pertanian antara lain;

Persawahan

Pengertian sawah secara umum merupakan lahan yang dijadikan usaha pertanian pada tanah basah dan memerlukan air untuk irigasi. Jenis tanaman yang biasanya ditanami di sawah adalah padi. Pengolahan lahan dilakukan secara intensif pada lahan sawah dan merupakan pertanian menetap. Sawah memiliki penampakan tanah diolah dan diairi untuk tempat menanam padi.

Sawah yang diciptakan sebagai lahan untuk pertanaman padi harus memiliki kondisi yang mampu mempertahankan genangan air karena tanaman padi memerlukan penggenangan selama periode tertentu dalam pertumbuhannya. Sistem pengairan apda sawah dapat berasal dari mata air, sungai atau air hujan. Jenis sawah lainnya yang tidak memerlukan banyak air adalah sawah tadah hujan

Lahan Gambut

Lahan gambut marupakan lahan yang tersusun  oleh tanah yang berasal dari hasil dekomposisi tidak sempurna dari vegetasi pepohonan yang tergenang air sehingga kondisinya anaerobik. Material organik tersebut terus menumpuk dalam waktu lama sehingga membentuk lapisan-lapisan dengan ketebalan lebih dari 50 cm.

Tanah jenis banyak dijumpai di daerah-daerah jenuh air seperti rawa, cekungan, atau daerah pantai. Tanah gambut mampu menyimpan air sampai dengan 13 kali dari bobot tanahnya. Hal tersebut menyebabkan tanah apda lahan gambut memiliki peran penting dalam hidrologi seperti sebagai pengendali banjir saat musim penghujan dan sumber cadangan air saat kemarau panjang.

Kerusakan yang terjadi pada lahan gambut bisa menyebabkan bencana bagi daerah sekitarnya dikarenkan kekayaan yang dimiliki lahan ini dpaat menjadi sumber penghidupan bagi lingkungan dan sifat asam dari tanah dapat menimbulkan bencana jika tidak dijaga dengan baik.

Lahan gambut adalah sebidang wilayah dengan kondisi tanah yang banyak mengandung serasah atau sia tumbuhan yang telah ati dan mengalami pembusukan secara alami sehingga kaya akan kandungan bahan organik serta kandungan air dalam jumlah tang sangat tinggi.

Rawa

Rawa adalah semua macam tanah berlumpur yang terbuat secara alami atau buatan manusia dengan mencampurkan air tawar dan air laut secara permanen atau sementara termasuk daerah laut pada saat air surut. Rawa dipenuhi oleh nutrisi dan memiliki sebutan gudang harta ekologis untuk kehidupan berbagai macam makhluk hidup.

Rawa dapat berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Rawa nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain dikarenkan menyimpan banyak kekayaan makhluk hidup sehingga lingkungan rawa harus tetap dijaga kelestariannya.

Rawa memiliki pengertian lain sebagai dataran rendah  yang dapat tergenang air dikarenakan permukaan air rawa selalu di bawah lapisan atmosfer bumi atau setara dengan permukaan air laut sehingga air pada rawa selalu menggenang dan permukaan airnya selalu ditutupi oleh beragam tumbuhan air.

Hutan Bakau

Hutan bakau merupakan sebutan untukhutan mangrove yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan bakau tumbuh khususnya pada tempat yang terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik seperti teluk yang terlindung dari gempuran ombak maupun di sekitar muara sungai dimana kondisi airnya melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari hulu.

Ekosistem hutan bakau memiliki ciri khas baik adanya pelumpuran yang mengakibatkan tingkat abrasi tanah rendah sehingga salinitas tanahnya yang tinggi dan mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut.

Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini karena jenis tanah yang dimiliki dalam kondisi berlumpur sehingga menciptakan suatu ekosistem yang khas dan sebagain besar makhluk hidup yang bertahan karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi. Karena  jenis tanah yang dimiliki oleh hutan ini cenderung berlumpur, maka bisa dibayangkan hanya sedikit jenis tumbuhan yang bisa hidup di daerah ini.

Itulah tadi artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan pengertian pertanian lahan basah, ciri, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *