Contoh Pertanian Lahan Kering dan Lahan Basah

Diposting pada

Contoh Pertanian Lahan Kering dan Lahan Basah

Lahan pertanian apabila dilakukan dengan tujuan produksi maka perlu dilakukan perawatan agar tanaman mampu menghasilkan produksi yang tinggi. Salah satunya dengan membedakan kondisi lahan pertanian yang sesuai dengan tanaman yang akan dibudidayakan.

Oleh sebab itu, tanaman-tanaman dapat digolongkan pada suatu komoditas lahan kering apabila memiliki ketahanan terhadap kondisi lahan dengan pengarian yang terbatas seperti tanaman buah sayur, palawija, dan sebagainya. Sementara, tanaman dengan kondisi ketahanan akan genangan air atau kebutuhan air tanaman yang cukup tinggi digolongkan ke dalam pertanian lahan basah.

Lahan Kering dan Lahan Basah

Hakekatnya, dapat dibedakan dalam arti pertanian adalah kondisi fisik suatu jenis lahan pertanian. Kecocokan fisik lahan pertanian dapat mempengaruhi hasil dan kuantitas di lapangan. Secara fisik lahan pertanian dibagi menjadi lahan pertanian kering dan lahan pertanian basah.

Pertanian Lahan Kering

Pertanian lahan kering dapat diartikan sebagai suatu sistem pertanian dimana pada proses budidaya tanaman hanya memerlukan kondisi pengairan yang terbatas. Kondisi pertanian lahan kering biasanya berada pada ketinggian 500-1200 mdpl atau pada dataran menengah ke atas.

Solusi mengatasi pertanian lahan kering sejatinya memerlukan proses irigasinya sebagai pengairan secukupnya seperti jenis irigasi tadah hujan, dan lainnya. Penggunaan lahan kering biasanya difungsikan sebagai lahan pekarangan, lahan tegal ataupun ladang.

Komoditas pada daerah tegal dan pekarangan biasanya adalah tanaman sayur dan buah. Sementara pada komoitas ladang biasanya untuk tanaman pangan seperti tanaman gandum atau tanaman perkebunan seperti halnya tebu dan sebagainya.

Pertanian Lahan Basah

Pertanian lahan basah merupakan sistem pertanian dimana terdapat pertanaman pada suatu areal lahan dengan kondisi jenuh air, maupun tergenang baik bersifat semetara atau peridoik maupun permanen atau tetap.

Kondisi pertanian pada lahan basah biasanya berada pada ketinggian 0 sampai dengan 500 mdpl atau pada daerah dengan sistem pengairan yang relatif mudah terjangkau seperti daerah sekitar sungai, daerah rawa, muara maupun dekat dengan pantai atau sekitaran laut.

Komoditas yang ditanam pada lahan basah biasanya berupa tanaman hidrofit atau tanaman yang dapat tumbuh dengan kondisi lingkungan berair. Tanaman ini bahkan mampu tumbuh pada daerah yang tergenang tanpa adanya pembusukan seperti jenis tanaman paku, tanaman padi dan sebaginya.

Contoh Pertanian Lahan Kering dan Lahan Basah

Berikut ini supaya lebih gamblang, akan di uraikan tentang contoh pertanian pada lahan kering dan pertanian lahan basah. Antara lain;

Tanaman Lahan Kering

Pertanian yang bisa dilakukan dalam berbagai jenis tanaman lahan kering, antara lain;

  1. Tanaman Cabai

gambar pertanian lahan kering cabai
Tanaman Cabai

Ciri tanaman cabai yang paling melakat merupakan tanaman tahunan yang dapat dipanen berulang kali. Cabai termasuk ke dalam famili dari paprika yang memiliki keunika dengan rasa pedasnya. Tanaman  ini biasanya dibudidayakan dengan cara polikultur atau tumpang sari dengan tanaman lain.

Tanaman ini cukup adaptif di bebearapa lahan baik lahan di dataran rendah yang relatif panas maupun daerah dataran yang tinggi dengan suhu rendah. Namun, tanaman ini tidak terlalu memerlukan pengairan yang tinggi karena dapat menyebabkan busuk dan juga mengurangi rasa pedas buahnya.

  1. Tanaman Kacang-kacangan

Gambar Pertanian Lahan Kering Kacang
Kacang

Tanaman kacang-kacangan merupakan salah satu pertanian dengan sistem lahan kering. Meskipun memerlukan air, namun tidak dengan irigasi yang tinggi. Cukup dengan irigasi hingga kadar air pada tanah lembab atau lengas.

Kacang-kacangan dibuidayakan pada lahan dengan penyiraman yang cukup karena pada dasarnya beberapa jenis kacang memiliki polong yang tumbuh di bawah permukaan tanah sehingga apabila terlalu banyak air bahkan hingga terjadi genangan maka dapat menyebabkan busuk polong.

  1. Tanaman Palawija

Berbagai jenis tanaman palawija merupakan tanaman dengan ketahanan stres air yang cukup tinggi. Tanaman jenis ini mampu bertahan pada lahan dengan air yang sangat minim bahkan tanpa adanya air tanaman berjenis palawija dapat tumbuh dengan baik.

Tanaman palawija pada umumnya dapat menghasilkan umbi akar sebagai modifikasi dari akar maupun batang unutk menyimpan cadangan makanan. Dengan kondisi umbi yang berada dibawah tanah tidak memungkinakna apabila tanaman palawija ditanam di lahan dengan kondisi basah yang dapat menyebabkan busuk pada umbinya.

  1. Pertanian Bawang

Pertanian bawang merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan umbi selain pada tanaman palawija. Umbi pada tanaman bawang merapakan umbi lapis yang merupakan modifikasi dari batang tanaman.

Tanaman bawang baik bawang merah maupun bawang putih nya memerlukan pengairan yang cukup dan tidak menggenang. Hal ini disebabkan karena umbi yang muncul berada di dalam tanah. Air yang menggenangi lahan dapat menyebabkan busuk pada umbi bawang.

  1. Ladang Jagung

Ladang jagung merupakan salah satu dari pertanian lahan kering. Dapat dilihat dari sistem irigasinya yang tidak meemerlukan  air dalam jumlah yang banyak. Tanaman jagung biasanya ditanam pada awal musim hujan karena suplai air pada tanah masih tercukupi sehingga penyiraman ladang tidak terlalu intens.

  1. Perkebuan Tebu

Gambar Pertanian Lahan Kering Tebu
Tanaman Tebu

Perkebunan tebu merupakan pertanian yang memerlukan pengolahan lahan yang baik termasuk pada sistem irigasi dan sistem drainasenya. Pertanian dalam skala perkebunan sangat memperhatikan sistem pengarian dalam proses budidayanya.

Pengairan hanya dilakukan pada fase vegetatif untuk memperbesar tanaman sementara pada fase selanjutnya areal perkebnuanan tebu dikeringkan dari air agar kandungan gula pada tebu lebih tinggi dan manis.

  1. Pertanain Gandum

Pertanian gandum merupakan salah satu budidaya tanaman yang dapat ditanam pada lahan yang cukup kering. Tanaman ini merupakan tanaman berjenis rumput-rumputan yang mampu ditanaman pada lahan dengan pengairan yang sangat minim.

  1. Tanaman Sayur

Tanaman sayur merupakan tanaman yang biasanya tumbuhan-tumbuhan hijau atau tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya seperti sawi, selada dan pakcoy. Tanaman sayur berjenis daun banyak dibudidayakan pada dataran tinggi yang sejuk dan kering. Hal ini dilakukan untuk mengurangi busuk pada daun.

Penyiraman pada tanaman inti sebaiknya tidak berupa irigasi, melainkan dengan sprinkle atau denagn mist atau pengkabutan. Penyiraman yang bersifat kabut dinilai lebih baik daripada dengan membanjiri lahan.

  1. Tanaman Rambat

Berbagai jenis tanaman merambat merupakan tanaman yang memiliki ulir atau rambatan yang mampu menjalar disekitaran tanaman lain atau tanah. Beberapa buah pada tanaman ini biasanya menyebar dan membesar disekeliling tanaman.

Tanaman merambat biasanya cocok ditanam pada lahan kering tetapi kebutuhan air yang tercukupi tanpa membasahi lahan. Hal ini untuk mengurangi kerusakan buah yang berada pada tanah.

  1. Tanaman Buah

Tanaman buah merupakan tanaman yang tergolong ke dalam tanaman tahunan. Tanaman buah sendiri merupakan salah satu komoditas tanaman yang dibudidayakan pada lahan kering. Dapat dikatakan tanaman ini hanya memerlukan pengairan yang secukupnya bahkan dengan dibantu dengan air hujan.

Morfologi dalam arti akar tanaman buah yang merupakan akar tunggang yang mampu menjulang ke dalam tanah memiliki kemampuan mengikat airnya lebih tinggi daripada akar pada tanaman dengan akar serabut atau perakaran dangkal.

Kondisi demikian mampu memberikan dampak pada penyiraman sekaligus pengairan pada tanaman buah yang tidak terlalu intens sehingga tanaman buah dapat dibudidaya pada lahan kering.

Tanaman Lahan Basah

Adapun untuk jenis pertanian yang bisa dilakukan dalam tanaman lahan basah. Antara lain;

  1. Pertanian Padi

Pertanian dalam berbagai jenis padi merupakan salah satu contoh yang paling umum kita jumpai dalam pertanian lahan basah. Hal ini dapat kita amati dari kondisi tanah sekaligus kebutuhan irigasi pada lahan pertanian untuk varietas padi.

Padi pada masa vegetatif sangat membutuhkan pasokan air yang sangat banyak sehingga memerlukan kondisi sawah dalam keadaan tergenang. Penggenangan bertujuan untuk mnyesuaikan sistem pertumbuhan pada tanaman padi dan akan disurutkan ketika padi memasuki fase generatif.

  1. Pertanian Lahan Rawa

Pertanian lahan rawa sering kita jumpai pada daerah Indoneisa bagian timur. Lahan rawa sendiri merupakan daerah dengan kondisi air yang jenuh dan memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Kondisi tanah pada lahan rawa sendiri termasuk masam sehingga hanya tanaman tertentu yang mampu tumbuh di dalamnya.

Pertanian lahan rawa biasanya tanaman ini termasuk ke dalam golongan palmae atau tanaman sagu. Pertanian tanaman jenis ini dimanfaatkan untuk mencukupi alternatif pangan karena tidak cocok apabila ditanami padi.

  1. Pertanian Lahan Gambut

Pertanian lahan gambut digolongkan kedalam lahan basah karena kondisi tanah yang merupakan tanah humus atau hasil dari pelapukan tanaman memiliki kondisi tanah dengan kejenuhan air yang tinggi. Bahan organik yang terkandung pada tanah memiliki kemampuan mengikat air dan juga menyebabkan kondisi tanah menjadi masam.

Pada daerah sumatra dan kalimantan pertanian lahan gambut dimanfaatkan sebagai kebutuhan pertanian sawit sebagai komoditas penghasil minyak. Buah sawit sendiri diolah minyaknya untuk dijadikan CPO (crude palm oil) dan dijadikan biofuel.

  1. Hutan Bakau

Gambar pertanian lahan hutan bakau
Hutan bakau

Hutan bakau merupakan salah satu dari beberapa contoh pertanian pada lahan basah. Kondisi lahan yang berada pada tepi laut merupakan kondisi pertumbuhan yang cocok pada tanaman bakau atau mangrove.

Hutan bakau sendiri berfungsi utnuk mengurangi dampak erosi pada bibir pantai sehingga ditanam pada daerah pinggigran pantai. Akar tanaman yang berupa akar napas merupakan salah satu kelebihan tanaman ini untuk hidup pada lahan genangan.

  1. Pertanian air payau

Gambar pertanian lahan basah air payau
Air payau

Pertanian air payau merupakan pertanian yang dibudidayakan di kawasan dengan kondisis  air gabungan antara air salin atau garam dan air sungai atau air tawar. Pertanian air payau biasanya terletak di dekat hulu sungai atau daerah muara dan berdekatan dengan kawasan pantai.

Namun, pada kawasan ini masih memiliki potensi untuk mengembangkan pertanian. Dengan memanfaatkan perpaduan antara pertanian dan perikanan yaitu budidaya pandu atau padi dan udang windu. Kondisi air yang salin mengharuskan petani untuk menggunakan varietas padi tahan salinitas agar tahan terhadap kandungan garam yang tinggi.

Selain itu, kondisi yang demikian memiliki peotensi untuk dilakukan pertanian minapadi dengan udang windu sebagai untuk meningkatkan produktivitasnya.

Demikianlah uraian yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh tanaman yang bisa dilakukan dalam lahan kering dan lahan basah. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan bahan pertimbangan bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *