Pengertian Pertanian Lahan Kering, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Pertanian Lahan Kering Adalah

Di Indonesia, istilah tentang ”Pertanian Lahan Kering” belum sepenuhnya disepakati. Ada sebagian yang berpendapat dan mengistilahkan pertanian lahan kering dengan nama Inggris seperti upland, dryland, atau non irrigated land (notohadipawiro) sedangkan menurut kadekoh, bahwa pertanian lahan kering itu merupakan usaha pertanian dengan menggunakan lahan kering yang tidak tergenang oleh air sepanjang tahun dan hanya menggunakan sumber air dari hujan saja.

Ada banyak istilah tentang pertanian lahan kering yaitu salah satunya pertanian darat, tegalan, ladang, tadah hujan dan huma. Oleh sebab itulah dalam artikel ini akan membahas tentang pengertian pertanian lahan kering, ciri, dan contohnya.

Pertanian Lahan Kering

Minardi dalam bukunya menjelaskan bahwa suatu lahan kering itu sering dikaitkan dengan bentuk usaha tani selain pengertian sawah yang diusahakan oleh petani daerah hulu atau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dimana hujan merupakan sumber air bagi tanaman.

Menurut skema, lahan kering di Indonesia terbagi menjadi 2 kategori, yaitu:

  1. Lahan kering beriklim kering, di Indonesia banyak ditemukan di kawasan timur
  2. Lahan kering beriklim basah, banyak ditemukan di kawasan barat Indonesia

Pada daerah tersebut banyak ditemukan tipologi pengembangan pada lahan kering. Akan tetapi, pengembangan lahan kering di Indonesia yang cukup dominan diklasifikasikan berdasarakan potensi dan dominansi vegetasinya.

Pada dasarnya, proses budidaya pertanian menggunakan lahan kering memiliki potensi yang cukup besar, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, serta tanaman perennial atau tanaman perkebunan yang hidupnya dapat bertahun-tahun.

Dengan terus meningkatkan pembangunan pertanian di lahan kering, maka proses peningkatan produksi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional akan semakin kuat. Akan tetapi, kenyataannya pada saat ini tipe lahan tersebut memiliki produktivitas yang rendah, kecuali jika dimanfaatkan dalam proses budidaya tanaman perennial. Jika suatu pertanian lahan kering yang hanya ditanami tanaman semusim, maka inventivitasnya cukup rendah serta akan mengalami masalah ekonomi seperti masalah biofisik dan tekanan penduduk yang terus meningkat.

Pengertian Pertanian Lahan Kering

Pertanian lahan kering adalah aktifitas pertanian (budidaya tanaman) dengan memanfaatkan lahan yang tidak tergenang oleh air, serta dalam proses menumbuhkan tanaman yang dihasilkan menggunakan sumber air tadah hujan. Dalam proses budidaya pada lahan kering, air yang digunakan sangat terbatas dan hanya menggantungkan dari adanya air hujan, dengan demikian tanaman yang cocok digunakan biasanya berupa tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman menahun/perkebunan.

Suatu lahan dapat dikatakan kering apabila curah hujannya <250-300 mm/tahun, serta untuk indeks antara curah hujan dan evapotranspirasi yakni kurang dari 0.2, suhunya sekitar +-49◦ C, biasanya juga tanah pada lahan kering memiliki tekstur berpasir dan salinasinya cukup tinggi karena adanya aerasi dan infiltrasi.

Biasanya pada lahan kering, dapat ditandai dengan perputaran angin yang tidak searah jarum jam pada daerah utara khatulistiwa, sedangkan untuk yang searah jarum jam terdapat pada daerah selatan garis khatulistiwa.

Ciri Pertanian Lahan Kering

Terdapat tiga ciri iklim pada pertanian lahan kering

  1. Iklim mediteran, yakni jatuhnya air hujan hanya pada saat musim gugur dan dingin
  2. Iklim tropisme, yakni hujan yang jatuh hanya pada musim panas
  3. Dan yang terakhir yaitu iklim continental, iklim yang dimana hujan jatuh sepanjang tahun

Selain dapat dilihat dari ciri iklimnya, ada beberapa ciri lain yang dapat dijadikan dasar dalam mendefinisikan tentang pertanian lahan kering, antara lain;

  • Pada pertanian lahan kering, sudah pasti ciri yang pertama yaitu memiliki lahan yang tidak basah, karena hanya menggunakan air hujan dalam proses budidaya tanaman dan hujan yang turun hanya pada musim tertentu serta intensitasnya cukup rendah
  • Biasanya pertanian lahan kering banyak ditemukan pada daerah yang beriklim tropis
  • Karena hujan yang turun relative rendah, maka ketersediaan airpun juga cukup terbatas
  • Meskipun hujan yang turun dapat dikatakan jarang, namun pada lahan ini sering terjadi longsor, hal ini dikarenakan pada pertanian lahan kering memiliki kontur tanah yang sedikit labil
  • Meskipun memiliki intensitas hujan yang cukup rendah namun bukan berarti terdapat pada daerah gurun pasir
  • Kontur tanahnya lebih lembut sehingga sering terjadi longsor
  • Meskipun merupakan pertanian lahan kering, namun bukan berarti tanahnya mengalami kekeringan yang sampai pecah dan keras
  • Dapat menjadi alih fungsi dalam penyerapan air
  • Sangat cocok jika ditanami tanaman perennial
  • Biasanya jauh dari sumber air alami atau buatan
  • Biasanya dekat dengan pemukiman penduduk
  • Dalam proses budidayanya hanya menggantungkan dari air hujan
  • Pada dataran rendah dan tinggi juga banyak ditemukan pertanian lahan kering
  • Biasanya pertanian lahan kering, memiliki ketinggian yang berada pada 500-1500 diatas permukaan laut
  • Pada pertanian lahan kering tingkat kesuburan tanahnya cukup rendah, hal ini disebabkan karena hanya mengandalkan dari turunnya hujan sehingga air yang dapat didistribusikan cukup terbatas
  • Pada daerah ini memiliki topografi yang datar, karena berada pada daerah lereng sehingga dapat mengakibatkan sering terjadi erosi yang dapat mendegradasi unsur hara yang ada didalam tanah
  • Pada lahan kering insfrastrukturnya kalah jauh dengan lahan sawah
  • Karena biofisik lahan kering yang terbatas, petani yang kurang menguasai, serta sarana prasarana yang kurang memadai sehingga teknologi usaha tani lahan kering cukup mahal dibandingakn pertanian lahan basah
  • Dan yang terakhir yaitu kualitas lahan yang cukup rendah karena kurangnya pemanfaatan teknologi sehingga variabilitas produksinya pun juga relatife rendah

Contoh Pertanian Lahan Kering

Setelah mengetahui pengertian pertanian lahan kering dan beberapa cirinya, maka dapat dengan mudah diketahui juga contoh dari pertanian lahan kering. Berikut beberapa contoh dari tanaman yang dapat tumbuh di lahan kering

Tanaman Perkebunan pada Lahan Kering

Berdasarkan dari beberapa pengertian serta ciri yang telah disebutkan, maka contoh pertanian lahan kering yang paling cocok adalah pada lahan perkebunan, hal ini dikarenakan pada tanaman perkebunan lebih menghendaki daerah yang kering, sesuai dengan syarat tumbuh beberapa tanaman perkebunan seperti karet, sawit, dan tanaman perkebunan yang tidak membutuhkan genangan air lainnya.

Selain itu, karena pada tanaman perkebunan umumnya memiliki umur tanaman yang cukup lama dan bertahun-tahun, sehingga dengan adanya air hujan distribusi airpun juga merata, sebab pada pertanian lahan kering proses penyerapan air cukup baik, sehingga didalam tanah air dapat tersimpan ketika musim hujan dan ditranslokasikan secara merata pada saat musim kemarau.

Tanaman Hortikultura pada Lahan Kering

Untuk tanaman hortikultura yang cocok pada pertanian lahan kering yaitu tanaman hortikultura jenis buah-buahan yang umur tanamannya dapat bertahun-tahun. Seperti contoh tanaman buah jambu air dan jambu biji, salak, mangga, rambutan, nangka, kelapa, kelengkeng, buah naga, sirsak, alpukat,nanas dan lain sebagainya.

Meskipun tanaman hortikultura dapat dijadikan contoh pertanian lahan kering, namun tidak semuanya, karena untuk jenis sayuran hanya sedikit yang dapat dikategorikan pertanian lahan kering, seperti contoh daun salam, daun tangkil, daun singkong, dan lain sebagainya.

Berbeda halnya dengan bayam, kangkung, cabai, tomat serta jenis sayuran lain yang umumnya membutuhkan asupan nutrisi dan unsur hara cukup banyak serta kebutuhan air yang harus sesuai agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Tanaman Pangan Pada Lahan Kering

Untuk tanaman pangan yang dapat tumbuh pada lahan kering seperti contoh: jagung, sorgum, gandum, ubi-ubian (singkong, mantang, talas, oyong, gadung dan lain-lain). Berbeda halnya dengan padi, ada jenis padi yang wajib tergenang oleh air dan ada juga yang tahan atas kekeringan namun pada umunya jenis padi akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila diletakkan pada daerah genangan air (lahan sawah).

Contoh Kasus dalam Pertanian Lahan Kering

Selanjutnya untuk contoh pertanian dilahan kering yaitu;

  1. Ladang, pada lahan ini tanaman yang dihasilkan umunya tidak terlalu membutuhkan air yang banyak dan tergenang, ada juga jenis ladang tadah hujan yang hanya menggantungkan pada ketersediaan air hujan
  2. Kebun, pada daerah yang disebut kebun biasanya dekat dengan pemukiman warga, sehingga tidak membutuhkan air yang berlebih bahkan genangan
  3. Gurun, pada daerah gurun bisa dikatakan tidak ada air akan tetapi masih tetap ada tumbuhan karena air hujan yang jatuh sudah cukup untuk menumbuhkan.

Nah, demikianlah rangkaian penjelasan serta pengulasan tentang materi pengertian pertanian lahan kering menurut para ahli, ciri, dan contoh lengkapnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *