Pengertian Polikultur, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Polikultur Adalah

Dalam definisi budidaya pada tanaman, akan senantiasa menyangkut pada pola penanaman. Hal ini merupakan salah satukondisi penting yang harus diperhatikan, lantaran memiliki andil yang besar terhadap tingkat produksi yang dihasilkan pada suatu lahan pertanian.

Berkaitan dengan hal tersebut perlu diketahui bagaimana pola tanam dapat bepengaruh terhadap hasil yang didapat serta kelebihan dan kekurangannya sehingga keputusan yang tepat dapat diambil sebelum melakukan proses budidaya tanaman. Pola tanam polikultur dapat menjadi salah satu alternatif tepat untuk mendorong produksi pada suatu lahan.

Polikultur

Polikultur mempunyai nama lain pertanaman campuran yang merupakan usaha pertanian dalam membudidayakan jenis tanaman pertanian pada lahan yang sama. Sistem ini menitikberatkan pada keanekaragaman ekosistem alami. Polikultur berasal dari kata poly dan culture. Poly berarti banyak dan culture berarti pengolahan.

Pengertian Polikultur

Polikultur adalah metode dalam pola penanaman lebih dari satu jenis, sehingga pada suatu lahan pertanian dalam jangka waktu tertentu terdapat berbagai macam tumbuhan, yang mana dipengaruhi oleh sspek lingkungan yang dapat berpengaruh adalah ketersediaan air.

Umumnya pada daerah pertanian dengan curah hujan tidak merata dengan sistem irigasi terbatas, pola tanaman yang digunakan adalah polikultur. Curah hujan yang tidak merata kemungkinan tidak akan mencukupi kebutuhan air untuk tanaman yang butuh banyak air seperti padi maka dari itu pada kondisi curah hujan minim lahan tersebut akan ditanami komoditas yang hanya membutuhkan sedikit air seperti jagung atau kacang hijau.

Efisiensi penggunaan ahan juga menjadi alasan utama petanai bertanam secara polikultur. Pada komoditas tanaman dengan jarak tanam yang renggang masih terdapat ruang-ruang kosong diantara barsi pertanaman yang belum disi oleh tanaman sehingga polikultur merupakan salah satu usaha untuk mengisi lahan kosong tersebut.

Tanaman polikultur terbagi menjadi beberapa pola tanam antara lain adalah tumpang sari yang merupakan penanaman lebih dari satu tanaman pada periode waktu bersamaan kemudian tanaman bersisipan yang dilakukan dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok pada waktu bersamaan atau waktu yang berbeda.

Yang terakhir jenis polikultur campuran yang menanam jens tanaman campuran yang ditanam pada lahan dan waktu yang sama atau jarak waktu tanam yang singkat tanpa pengaturan jarak tanam dan penentuan jumlah populasi tanaman.

Kelebihan Polikultur

Kelebihan untuk jenis metode polikultur pada tanaman ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Menambah Kesuburan Tanah

Pada sistem polikultur yang melibatkan lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dapat menambah kesuburan tanah dengan menyisipkan tanaman yang berguna dalam meningkatkan kesuburan seperti tanaman kacang-kacangan yang dapat berisimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat kandungan N bebas di udara sehingga kandungan N dalam tanah dapat meningkat dan menjadi lebih subur.

Kemudian menanam dengan jenis tanaman berbeda yang memiliki sistem perakaran yang berbeda juga dapat memberikan keuntungan dalam menggemburkan tanah. Sistem perakaran yang dangkal jika ditanam berdampingan dengan tanaman yang memiliki sistem perakaran dalam dapat membantu dalam penggemburan tanah sehingga tanah menjadi lebih subur.

Efisien dalam Penggunaan Lahan

Sistem polikultur dapat mengefisiensikan penggunaan lahan pertanian. Hal ini dikarenakan jarak tanam setiap tanaman yang berbeda menyebabkan tersisanya ruang kosong diantara tanaman utama yang ditanam. Ruang kosong disela pertanaman yang renggang dapat ditanam dengan jenis tanaman lainnya sehingga semua lahan dapat termanfaatkan dengan baik.

Mendapatkan Hasil Panen Beragam yang Menguntungkan

Menanam lebih dari satu jenis tanaman tentu dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat. Hal demikian bisa diperoleh melalui sistem tanam polikultur dimana terdapat beberapa jenis tanaman dalam satu lahan. Ketika masa panen tiba maka hasil panen yang diperoleh akan beragam dan mempunyai nilai ekonomi yang berbeda sehingga memberikan keuntungan tambahan disamping hasil yang didapatkan dari komoditas utama.

Mengurangi Serangan Organisme Penganggu Tanaman

Sistem pertanaman secara polikultur ternyata dapat mengurangi serangan organisme penganggu tanaman. Hal ini dikarenkan ada beberapa tanaman yang secara alami dapat mengeluarkan zat atau memiliki bau yang tidak disukai oleh organisme yang menganggu tanaman. Konidisi seperti ini dapat memberikan keuntunga tersendiri pada pola tanam polikultur.

Kekurangan Polikultur

Adapun yang menjadi efek negatif dari pola penanaman dengan metode polikultur ini sendiri, diantaranya;

Terjadi Persaingan Unsur Hara Antar Tanaman

Pada sistem pertanaman polikultur dapat terjadi perebutan untuk mendapatkan unsur hara. Hal tersebut dikarenkaan dalam satu lahan terdapat banyak jenis tanaman dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Kondisi seperti ini dapat menjadi permasalahan yang serius karena akan berdampak pada hasil tanaman yang kurang maksimal.

Ketika tanaman telah bersaing dalam hal perebutan unsur hara maka tidak semua jenis tanaman mendapatkan jumlah yang sama, tanaman ynag kekurangan nutrisi ini dapat mengalami gangguan pertumbuhan akibat nutrisi yang kurang atau tidak tercukupi dengan baik sehingga hasil tanaman tidak akan maksimal atau bahakan mengalami penurunan.

Banyaknya Jenis Hama yang Dapat Menyerang

Banyaknya jenis organisme penganggu tanaman yang mneyerang sistem pertanaman polikultur telah banyak dijumpai. Hal tersebut yang menjadi salah satu kelemahan dalam sistem ini dikarenakan banyaknya jenis tanaman yang ditanam sehingga hama atau penyakit lebih beragam dalam menyerang sistem pertanaman ini menyesuaikan dengan inang yang beraneka ragam juga.

Hal ini dapat menyulitkan dalam tindakan pengedaliannya karena jenis hama dan penyakit yang mneyerang cukup beragam dan ada beberapa yang memerlukan penangan khusus.

Perawatan Tanaman Lebih Mahal

Sistem polikultur dengan beragam jenis tanaman dalam satu lahan akan menambah biaya perawatan karena tidak hanya satu jenis tanaman saja yang dirawat melainkan beberapa jenis. Hal tersebut yang membuat perawatan tanaman menjadi lebih mahal akibat jenis tanaman yang berbeda-beda.

Manfaat Polikultur

Manfaat yang bisa didapatkan dari teknik polikultur ini, antara lain sebagai berikut;

Pendapatan Petani Meningkat

Meningkatya pendapatan petani salah satunya dapat diperoleh dengan sistem pertanaman polikultur. Hasil dari sistem pertanaman yang beraneka ragam dengan harga yang berbeda dapat meningkatkan pendapatan patani terutama untuk komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pendapatan petani akan meningkat karena tidak hanya mnedapatkan keuntungan dari penanaman komoditas uatam melainkan ada tambahan hasil dari komoditas lainnya yang ikut ditanam dalam suatu lahan sehingga kegiatan budidaya mengguunakan sistem ini dinilai lebih menguntungkan.

Ketersediaan Gizi yang Beragam dapat Terpenuhi

Hasil tanaman yang beragam berarti ketersediaan gizi untuk masyarakat dapat lebih memedai. Hasil tanaman yang banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan mengandung cukup gizi dapat menjadi manfaat dalam sistem pertanaman polikultur.

Selain itu keragaman gizi juga dapat meningkatkan ksehatan masyarakat dan menciptakan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Tanah Lebih Subur

Tanah yang ditanami menggunakan sistem ini jauh lebih susbur karena ada keragaman karakret tanaman yang dibudidayakan. Terlebih jika menanam jenis tanaman yang mampu mengikat unsur yang dibutuhkan oleh tanaman maka kesuburan tanah dapat meningkat.

Selain itu perbedaan tanaman juga tidak cepat membuat tanah mengalami pengerasan dan tetap mempertahankan tekstur yang gembur sehingga mikroorganisme tanah dapat berkembang dengan baik.

Contoh Polikultur

Adapun untuk beragam contoh pada teknik polikultur ini, antara lain;

Tumpang Sari

Salah satu contoh polikultur adalah tumoang sari yang merupakan pola penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada waktu bersamaan atau selama periode tanam tertentu.

Bertanam dengan cara ini efekti dalam memanfaatkan lahan kosong serta dapat meningkatakn produksi total serta mengurangi resiko kegagalan panen karena terdapat lebih dari satu tanaman yang dibudidayakan pada suatu lahan. Selain itu diisinya lahan kosong oleh tanaman akan menekan pertumbuhan gulma.

Tanaman Bersisipan

Contoh lainnya adalah tanaman bersisipan yang mana pada pola tanam ini terjadi penyisipan satu atau beberapa jenis tanaman pada kurun waktu yang bersamaan ataupun berbeda. Umur tanaman pada satu lahan yang terdapat tanaman sisipan didalamnya biasanya tidak harus sama sehingga tanaman akan dipanen diwaktu yang berbeda juga.

Tanaman Campuran

Berbeda dengan contoh polikultur tumpang sari, tanaman campuran merupakan pola penanaman dengan lebih dari satu tanaman yang ditanam tanpa adanya pengaturan jarak tanam.

Jika pada tumpang sari terdapat istilah tanaman yang ditanam diantara tanaman utama pada sistem campuran hal tersebut tidak berlaku. Tanaman pada sistem ini tumbuh secara tercampur antara jenis tanaman yang satu dengan lainnya dan sering dijumpai dalam susunan yang kurang rapi.

Tanaman Bergilir

Contoh polikultur berikutnya adalah tanaman bergiliran yang berarti pola tanam ini menanam dua jenis tanaman atau lebih secara bergiliran. Setelah tanaman yang satu panen kemudian baru ditanam dengan tanaman berikutnya dengan jenis yang berbeda pada lahan yang sama.

Itulah tadi artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan pengertian polikultur, kelebihan, kekurangan, manfaat, dan contohnya di bidang pertanian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan referensi serta edukasi bagi pembaca. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *