Pupuk Anorganik; Kandungan, Ciri, Manfaat, dan Cara Menggunakan

Diposting pada

Pupuk Anorganik Adalah

Budidaya tanaman di Indonesia banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sub sektor pertanian di Indonesia. Berbagai macam tanaman dapat diperbanyak melalui proses budidaya sehingga jumlahnya bisa mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Pada proses budidaya tanaman terdapat beberapa tindakan yang dilakukan dari mulai persiapan hingga menghasilkan produk melalui panen. Pemupukan merupakan salah satu kegiatan dalam proses budidaya tanaman.

Pupuk adalah material yang bisa ditambahakan pada media tanam atau tanaman secara langsung untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman yang diperlukan sehingga mampu menghasilkan produksi dengan baik. Material pupuk dapat berasal dari bahan organik maupun anorganik. Pupuk mengandung bahan baku yang dipelukan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan banyaknya kebutuhan dari tumbuhan tersebut supaya tumbuhan tidak mendapat zat makanan yang berlebih. Sedikit banyaknya zat makanan yang diberikan akan menimbulkan pengaruh pada tumbuhan sehingga pupuk harus sesuai dengan dosis. Pupuk dapat diberikan lewat tanah maupun disemprotkan ke bagian daun tumbuhan. Kemudian berdasarkan penggolongan asal bahannya, pupuk dapat dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik

Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik sering digunakan oleh petani semenjak penerapan Revolusi Hijau pada zaman pemerintahan presiden kedua. Akibat kebijakan tersebut, sempat terjadi ketergantungan pada penggunaan pupuk anorganik. Hal tersebut tidak semuanya berdampak buruk karena pupuk anorganik tetap memiliki kelebihan dan kekurangan seperti pada pupuk lainnya.

Pengertian Pupuk Pnorganik

Pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang terbuat dari proses fisika, kimia dan biologis yang pada umumnya dibuat oleh beragam pabrik dengan bahan dasar pembuatan pupuk anorganik berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan faktor lainnya.

Kandungan Pupuk Anorganik

Pupuk ditambahakan pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Oleh karena itu pupuk memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk anorganik atau biasa disebut pupuk kimia termasuk kedalam jenis pupuk yang memiliki kandungan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Kandungan dalam pupuk anorganik berupa unsur hara baik makro maupun mikro yang dibutukan tanaman. Berikut beberapa kandungan pada pupuk anorganik yang wajib diketahui;

Nitrogen

Nitrogen merupakan salah satu unsur hara makro yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tanaman. Peranan nitrogen pada tanaman sanget penting yaitu merangsang pertumbuhan tanaman dan berepran aktif dalam pembentukan hijau daun untuk proses fotosintesis.

Selain itu nitrogen juga berfungsi membentuk lemak, protein dan berbagai persenyawaan organik. Nitrogen yang diproses secara buatan dalam pupuk anorganik lebih dikenal dengan sebutan pupuk urea yang dijual dengan beberapa nama dagang berbeda. Selain itu ada juga pupuk NPK yang mengandung unsur hara majemuk dalam satu macam pupuk. Pupuk NPK sangat terkenal dikalangan petani dan telah banyak digunakan.

Fosfor

Kandungan lainnya dalam pupuk anorganika dalah fosfor. Fosfor sebagai salah satu unsur hara makro memiliki kewajiban dalam merangsang pertumbuhan akar, khususnya pada tanaman muda.

Selain itu, fosfor juga berfungsi sebagai bahan baku pembentukan beberapa protein tertentu pada tumbuhan. Penambahan fosfor pada tanaman dapat memeprcepat pembungaan dan pemasakan buah. Unsur fosfor ini biasanya terkandung dalam pupuk TSP yang dibuat oleh pabrik.

Kalium

Pupuk kalium atau KCl dapat digunakan untuk meningkatkan pembentukan hijau daun pada tanaman. Selain itu kandungan pupuk anorganik yang satu ini adalah membantu pembentukan protein dan karbohidrat pada tumbuhan. Kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadpi kekeringan dan penyakit.

Selain unsur hara makro, ada juga unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit seperti magnesium, kalsium, mangan, besi dan sebagainya yang berfungsi dalam membantu pertumbuhan tanaman. Namun jarang tersedia pupuk anorganik yang memiliki kandungan unsur hara mikro.

Ciri Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik memiliki ciri atau karakteristik yang membuatnya mudah dikenali dan sebagai pembeda dari jenis pupuk lainnya. Berikut beberapa ciri dari pupuk anorganik yang dapat diketahui;

Kandungan Unsur Hara

Pupuk anorganik yang dibuat oleh pabrik dan diedarkan dalam kemasan pupuk. Kemasan pupuk anorganik wajib memuat informasi mengenai pupuk tersebut beserta kandungannya.

Salah satu informasi penting yang harus tertera adalah kadar unsur hara.Kadar unsur hara makro pada pupuk anorganik biasanya dinyatakan dalam bentuk persen sedangkan kadar unsur hara mikro dinyatakan dalam satuan ppm atau part per milion. Kadar unsur hara yang ditampilan pada kemasan adalah hasil analisa pupuk dan menjadi salah satu ciri khas dari pupuk kimia.

Daya Larut

Ciri lainnya dari pupuk anorganik adalah memiliki daya larut yang tinggi. Daya larut merupakan kemampuan suatu jenis pupuk untuk terlarut di dalam air.

Daya larut akan menentukan cepat lambatnya unsur hara yang ada dalam pupuk dapat terserap kedalam tanaman atau hilang karena pencucian. Jenis pupuk dengan daya larut yang tinggi akan cepat tersedia dan mudah diserap tanaman namun dapat juga mudah tercuci oleh hujan mapun pengairan.

Reaksi Pupuk

Pupuk anorganik secara umum dapat menurunkan pH tanah sehingga memberikan reaksi tanah yang bersifat asam. Tanah dengan reaksi asam menimbulkan pH rendah yang berguna pada beberapa tanaman tertentu atau konidisi tanah yang memiliki pH terlalu tinggi.

Higroskopisitas

Ciri selanjutnya dari pupuk anorganik adalah sifat higroskopisitas yang tinggi. Higroskopisitas merupakan sifat pupuk yang berkaitan dengan kemampuannya dalam mengikat uap air dari udara bebas.

Suatu pupuk dapat dikatakan higroskopis yaitu apabila diletakan dalam ruang terbuka akan meudahs ekali mencair. Salaha satu contohnya adalah pupuk urea yang akan mencair dan menggumpal dengan cepat pada ruang terbuka sehingga pupuk ini harus disimpan apda wadah kedap udara.

Manfaat Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik memiliki manfaat pada tanaman, diantarnya;

  1. Memberikan hasil panen yang maksimal dengan kuantitas yang besar
  2. Mempercepat waktu pertumbuhan pada tanaman/tumbuhan
  3. Kandungan unsur hara pada pupuk anorganik yang mampu dengan cepat terserap
  4. Tanaman dapat memaksimalkan pertumbuhan
  5. Perkembangan tanaman yang secara langsung berdampak
  6. Pembentukan produk tanaman dengan cepat dan baik sehingga hasil panen dapat maksimal.

Cara Penggunaan Pupuk Anorganik

Dalam penggunaan pupuk anorganik dapat dilakukan dengan beberapa cara agar fungsi pupuk lebih maksimal dan dapat terserap tanaman dengan mudah. Berikut beberapa cara penggunaannya:

Disebar

Pupuk anorganik seperti urea yang diaplikasikan pada tanaman padi biasanya pemberiannya dilakukan dengan cara disebar. Pupuk yang diserakan akan merata pada tanah di sekitar pertanaman. Cara ini digunakan untuk tanaman dengan jarak tanam yang rapat, teratur dalam barisan serta memiliki akar yang dangkal.

Ditempatkan dalam Larikan

Pupuk dapat juga digunakan dengan cara ditaburkan diantara larikan tanaman kemudian ditutp kembali dengan tanah. Pada tanaman tahunan, dapat ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus daun terjauh tanaman.

Pemupukan dengan cara ini berlaku dalam situasi pupuk yang digunakan relatif sedikit kemudian jarak tanam antara tanaman yang dipupuk cukup jarang dan jarak antar barisan pertanaman juga cukup jarang. Penggunaan cara ini juga efektif bagi tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah serta tamanan yang memiliki perkembangan akar yang sedikit.

Diletakan dalam Lubang Tanam

Penggunaan pupuk anorganik lainnya yaitu dengan ditempatkan dalam lubang tanam. Pupuk dapat dibenamkan ke dalam lubang yang dibuat di samping batang kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pada tanaman tahunan, pupuk dapat dibenamkan ke dalam lubang yang melingkari tanaman dengan jarak tanam tegak lurus dan tajuk daun terjauh setelahnya lubang ditutup kembali dengan tanah.

Disemprotkan pada Daun

Cara penggunaan selanjutnya adalah penyemprotan. Pupuk terlebih dahulu dilarutkan dalam air pada konsentrasi rendah kemudian disemprotkan langsung ke daun dengan alat semprot berupa hand sprayer. Pemupukan semprot pada hamparan yang luas dapat dilakukan menggunakan pesawat terbang.

Ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penyemprotan pupuk yaitu konsentrasi larutan pupuk yang dibuat harus sangat rendah atau mengikuti petunjuk kemasan. Kemudian pupuk daun disemprotkan pada bagian daun yang menghadap ke bawah.

Hal tersebut dikarenakan kebanyakan daun tanaman memiliki mulut daun atau stomata yang menghadap ke bawah sehingga pupuk yang disemprotkan dapat langsung penetrasi ke dalam tanaman.

Selanjutnya waktu penggunaan pupuk sebaiknya pada sore atau pagi hari untuk menghindari penguapan pupuk sehingga kurang maksimal dalam terserap tanaman lalu penyemprotan pupuk daun sebaiknya tidak dilakukan menjelang musim hujan karena pupuk daun dapat tercuci oleh air hujan.

Itulah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai pengertian pupuk anorganik, kandungan, ciri, manfaat, dan cara menggunakan. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang mencari refrensinya. Trimakasih,

5.0
01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *