Pengertian Pupuk Kompos, Kandungan, Ciri, Manfaat, dan Cara Penggunaan

Diposting pada

Pupuk Kompos Adalah

Pupuk kompos menjadi salah satu hasil penguraian parsial yang dilakukan dari berbagai campuran bahan-bahan organik, sehingga proses ini dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi dari berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, serta aerobik, ataupun anaerobik.

Oleh dasar itulah pupuk kompos akan selalu tersedia sewaktu-waktu dan diperlukan tanpa harus menunggu bertahun-tahun lamanya untuk kemudian langsung ditaburkan dalam lahan pertanian.

Pupuk Kompos

Pupuk kompos bisa dikatakan sebagai satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti pada arti tumbuhan maupun makna hewan yang sudah ada. Proses pengomposan bisa berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau bisa dikatakan tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya.

Disisi lain, untuk proses dekomposisi inilah yang dapat menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos. Sedangkan arti dari proses pengomposan ialah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Pengertian Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan ataupun tumbuhan yang dibusukkan melalui organisme pengurai, dimana organisme pengurai dapat berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Pengertian Pupuk Kompos Menurut Para Ahli

Adapun definisi pupuk kompos menurut para ahli, antara lain;

  1. Sutanto (2002), Pupuk kompos adalah jenis pupuk anorganik yang berasal dari hasil akhir penguraian untuk memenuhi arti unsur hara di dalam jenis lahan pertanian sehingga kondisi ini memperbaiki struktur tanah secara fisik, kimiawi, ataupun biologis.
  2. Harizena (2012), Definisi pupuk kompos adalah penyubur tanah yang dibuat dari limbah pertanian dan non limbah pertanian dalam upaya memenuhi unsur hara.
  3. Murbandono (2008), Pupuk kompos adalah serangkaian proses dalam perombakan berbagai jenis bahan organikoleh mikroorganisme dalam keadaan kondisi yang terkontrol sehingga membuat unsur tanah menjadi tanah humus.

Kandungan Pupuk Kompos

Adapun untuk kandungan yang ada dalam pupuk kompos ini, antara lain;

Memiliki kandungan yang sudah lengkap baik unsur hara MAKRO ( N, P, k, Ca, Mg, S ) serta hara MIKRO ( Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B )

Akan tetapi apabila di bandingkan dengan pupuk kimia buatan, kandungan haranya lebih rendah, sehingga dalam pengaplikasiannya dapat dibutuhkan pupuk kompos dalam jumlah yang banyak.  Disisi lain kompos bisa menjadikan tanah semakin ramah lingkungan serta subur juga terdapat adanya kandungan senyawa organiknya ialah asam humat dan asam fulfat yang berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan.

Ciri Pupuk Kompos

Ciri Pupuk Kompos
Ciri Pupuk Kompos

Adapun karakteristik yang ada dalam pupuk kompos, antara lain;

  1. Berwana seperti coklat kehitam-hitaman
  2. Tidak menimbulkan bau busuk
  3. Tekstur kompos, dan sedikit berserat halus
  4. Apabila dikepal kuat tidak dapat menjadi bergumpal keras ketika kepalannya dibuka juga tidak terurai terlepas seperti pasir kering

Manfaat Pupuk Kompos

Adapun untuk manfaat pupuk organik (kompos) dapat ditinjau dari beberapa aspek, antara lain;

Aspek Ekonomi

Yaitu;

  1. Menghemat biaya untuk dapat transportasi dan penimbunan limbah
  2. Mengurangi volume atau ukuran limbah
  3. Mempunyai nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya
Aspek Lingkungan

Yakni;

  1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah serta pelepasan gas metana dari sampah organik yang dapat membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah
  2. Dapat mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek Tanah dan Tanaman

Yaitu;

  1. Meningkatkan yaitu kesuburan tanah
  2. Memperbaiki struktur serta karakteristik tanah
  3. Meningkatkan kapasitas penyerapan air yaitu oleh tanah
  4. Meningkatkan aktivitas dari mikroba tanah
  5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, serta jumlah panen)
  6. Menyediakan hormon serta vitamin bagi tanaman
  7. Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman
  8. Meningkatkan retensi ataupun ketersediaan hara di dalam tanah

Disisi lain, untuk peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya dapat merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, serta meningkatkan kemampuan menahan air.

Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah ialah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang dapat berperan pada fiksasi nitrogen serta transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah ialah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga dapat memengaruhi serapan hara oleh tanaman.

Beberapa studi sudah dilakukan terkait manfaat kompos bagi tanah serta pertumbuhan tanaman. Penelitian Abdurohim, 2008, menunjukkan bahwa kompos dapat memberikan peningkatan kadar Kalium pada tanah lebih tinggi daripada kalium yang bisa disediakan pupuk NPK, namun kadar fosfor tidak dapat menunjukkan perbedaan yang nyata dengan NPK. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditelitinya ketika itu, caisin (Brassica oleracea), bisa menjadi lebih baik dibandingkan dengan NPK.

Hasil penelitian Handayani (2009), berdasarkan hasil uji Duncan, pupuk cacing (vermicompost) dapat memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pertumbuhan bibit Salam (Eugenia polyantha Wight) pada media tanam yaitu subsoil. Indikatornya terdapat pada diameter batang, serta sebagainya.

Hasil penelitian juga dapat menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik tidak memberikan efek apapun pada pertumbuhan bibit, mengingat media tanam subsoil adalah media tanam dengan pH yang rendah sehingga penyerapan hara tidak optimal. Pemberian kompos akan dapat menambah bahan organik tanah sehingga meningkatkan kapasitas tukar kation tanah serta memengaruhi serapan hara oleh tanah, walau tanah dalam keadaan masam.

Cara Aplikasi Pupuk Kompos 

Tanah berpasir, bekas pertambangan, tanah tererosi, atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau, sebaiknya dapat diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bisa bercocok tanam. Sesudah diberi pupuk organik, dilanjutkan dengan pengolahan tanah.

Kedua perlakuan tersebut bisa dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien. Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar yaitu seringkali menyulitkan proses penebarannya. Namun, sekarang sudah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan serta dosis yang diperlukan menjadsi lebih kecil. Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo, OCF, serta Green Pride.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik ialah sebagai berikut.

  1. Penebaran pupuk organik sebaiknya dapat diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik bisa mencapai lapisan tanah yang lebih dalam.
  2. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang bisa diberikan sekaligus.
  3. Pada jagung, cabai, tomat, serta beberapa jenis sayuran, pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam.
  4. Pada media tanam dalam pot, perbandingan antara kompos serta tanah yang ideal adalah 1:1. sementara itu, perbandingan pupuk kandang serta tanah yang ideal adalah 1:3.
  5. Jika harus bisa menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik serta penanaman bibit yakni minimal satu minggu. Hal itu dapat dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh bagi tanaman. Pupuk Kompos ialah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman maupun hewan).

Adapun proses pengomposan bisa berlangsung secara aerobik dan anaerobik yang saling menunjang pada kondisi lingkungan tertentu. Proses ini biasa disebut juga dekomposisi atau penguraian. Proses pembuatan kompos sebenarnya dapat meniru proses terbentuknya humus di alam.

Namun dengan cara merekayasa kondisi lingkungan, Kompos bisa dipercepat proses pembuatannya, ialah hanya dalam jangka waktu 30 hingga 90 hari. Waktu ini dapat melebihi kecepatan terbentuknya humus secara alami. Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, ialah melalui proses aerob (dengan udara) serta anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini bisa menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya seperti sedikit berbeda.

Oleh karena itulah kompos dapat memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang dapat bermanfaat bagi tanaman akan bisa meningkat dengan penambahan kompos.

Dimana, aktivitas mikroba ini dapat membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga dapat diketahui dan bisa membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk yaitu dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, yaitu seperti menjadikan hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, serta lebih enak.

Nah, demikinalah serangkaian materi pertanian yang menjelaskan tentang pengertian pupuk kompos menurut para ahli, kanduangan, ciri, manfaat, dan cara menggunakannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan bagi pembaca sekalian.

1/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *