Pengertian Rotasi Tanaman, Tujuan, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman merupakan slaah satu teknik budidaya yang telah dikenal petani timur tengah sejak tahun 6000 SM. Petani pada saat itu secara bergantian mereka menanam legum dan serealia. Kemudian seorang penulis dari Kerajaan Romawi Cato the Elder merekomendasikan petani saat itu untuk menyimpan kotoran hewan ternak dan kemungkinan untuk dijadikan pupuk. Selanjutnya sistem rotasi tanaman mulai berkembang di Eropa sejak zaman Charlemagne dengan adanya transisi dengan dua atau tiga lahan rotasi tanaman.

Untuk negara Indonesia sejak perisitiwa Revolusi Hijau, praktik monokultur semakin meluas dengan suplemen pupuk kimia sehingga nutrisi dari pengikatan nitrogen secara alami tidak dibutuhkan. Penggunaan pestisida secara besar-besaran pada revolusi hijau meninggalkan dampak negatif yang dirasakan hingga saat ini.

Selain itu kerusakan tanah dan lingkungan terus terjadi ditambah terbentuknya resistensi hama terhadap pestisida semakin memperparah keadaan. Hal ini menimbulkan risiko berkurangnya hasil pertanian pada masa depan sehingga mulai berkembang sistem rotasi tanaman. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai rotasi tanaman.

Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman merupakan kegiatan utama dari konsep pertanian organik yang berasaskan kelestarian ekologi. Sistem rotasi tanaman adalah sistem yang dilakukan dengan mengganti jenis tanaman yang ditanam dalam satu area secara teratur.

Penggunaan sistem rotasi terbukti lebih efektif dibandingkan dengan mengandalkan bahan kimiadalam kegiatan dalam pengertian budidaya tanaman. Menggunakan bahan kimia untuk meningkatkan kesuburan pada umumnya hanya menyediakan 3 unsur dasar yaitu;

  1. Nitrogen
  2. Fosfor
  3. Potasium

Kesemua proses rotasi tanaman tersebut sangatlah dibutuhkan tanaman untuk tumbuh daripada menyediakan nutrisi yang cukup lengkap sesuai kebutuhan tanaman.

Pengertian Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman adalah praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. Rotasi tanaman diketahi memberikan manfaat bagi tanah. Konsep utama dari rotasi tanaman adalah mengembalikan nutrisi tanaman yang berbentuk nitrogen melalui tanaman legum setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya.

Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Rotasi tanaman juga diketahui dapat meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan melalui pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal. Rotasi tanaman merupakan bagian dari polikultur.

otasi tanam atau gilir tanam adalah salah satu sistem budidaya tanaman dengan cara menggilir atau menanam lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan. Rotasi tanam tersebut sudah lama dikenal di dunia pertanian, bahkan hingga sekarang pun sering dijadikan rekomendasi untuk beberapa jenis budidaya tanaman.

Tujuan Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman mempunyai dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tujuan antara lai;

Memperlambat Tingkat Erosi

Perlindungan terhadap tingkat kehilangan tanah dimaksimalkan dengan metode rotasi yang meninggalkan banyak residu tanaman yang bersifat mengikat tanah. Erosi diketahui menyebabkan agregat tanah lepas, pori-pori tanah tertutup, penyerapan air berkurang, dan limpasan permukaan meningkat.

Rotasi tanaman dapat dimanfaatkan untuk mengurangi tingkat kehilangan tanah akibat erosi oleh air. Di kawasan yang rentan erosi, beberapa praktik manajemen pertanian seperti pertanian tanpa pembajakan dapat melengkapi rotasi tanaman untuk mengurangi dampak limpasan permukaan oleh air hujan.

Rotasi tanaman memberikan efek yang beragam terhadap erosi tanah berdasarkan iklim. Perubahan musim yang cukup konsisten di suatu wilayah dan dapat diprediksi akan memiliki sistem rotasi tanaman yang berbeda dengan wilayah yang memiliki pergantian musim hujan dan musim kering tidak stabil. Jika kondisi iklim tidak stabil maka rotasi tanaman dapat lebih fleksibel dan diganti lebih cepat.

Meningkatkan Produksi Tanaman

Menurunnya produktifitas lahan akibat sistem budidaya yang tidak tepat seperti tersebut di atas dapat dihindari dengan cara melakukan rotasi tanaman. Rotasi tanaman adalah praktek budidaya berbagai jenis tanaman secara bergiliran di suatu lahan pertanian.

Rotasi tanaman atau pergiliran tanaman ialah pengaturan susunan urutan-urutan pertanaman pada suatu tempat tertentu. Pada rotasi tanaman, pemilihan jenis tanaman harus diperhatikan. Kesalahan dalam pemilihan jenis tanaman dapat mengakibatkan penurunan hasil panen karena tanaman yang dipilih bisa jadi merupakan inang organisme pengganggu yang sebenarnya akan diberantas.

Memelihara Keseimbangan Biologis

Rotasi tanaman merupakan salah satu kegiatan dalam teknik budidaya tanaman yang dapat melestarikan lingkungan. Kelestarian lingkungan yang tercipta ditandai dengan adanya keseimbangan biologis atau ekosistem lingkungan.

Dengan mengganti jenis tanaman dan menanam dengan sistem bergilir dengan tanaman yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman maka akan membentuk kesimbangan ekosistem yang baik.

Kelebihan Rotasi Tanaman

Adapun untuk kelebihan dalam proses rotasi tanaman antara lain sebagai berikut;

Memutus Siklus Hama dan Penyakit

mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit. Tentu saja, melalui metode ini beberapa jenis hama dan penyakit mampu ditangkal apabila melakukan rotasi tanaman dengan jenis ataupun famili yang berbeda. Setiap famili tanaman umumnya memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama, misalkan tanaman tomat memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama dengan cabe dan terung.

Melalui rotasi tanaman dengan famili lain, maka siklus hama dan penyakit yang menyerang pada periode sebelumnya akan terputus, misalkan penyakit antraknosa pada cabe tidak akan menyerang tanaman jagung.

Menurunkan Resiko Kegagalan Panen

Rotasi tanaman memiliki tujuan yang salah satunya dapat menyelamatkan tanaman dengan memutus siklus organisme pengganggu tanaman. Hal tersebut berarti melalui rotasi tanaman hasil panen dapat terselamatkan dan tidak habis diserang orgnisme tersebut.

Dengan demikian rotasi tanaman dapat digunankan untuk menurunkan resiko kegagalan panen. Selain itu meningkatnya kesuburan tanah akibat rotasi tanaman juga dapat membantu meminimalisir kegagalan panen akibat teknik budidaya atau kesuburan tanah yang kurang baik.

Meningkatkan Kesuburan Tanah

Rotasi tanaman dpaat dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah mengingat ada beberapa tanaman yang memiliki sifat rakus hara dan beberapa tanaman lainnya justru mampu memberikan ketersediaan hara tanah sehingga melalui sistem pergantian tanaman diharapkan dapat mengembalikan nutrisi yang hilang melalui tanaman lainnya yang dapat mengikat nutrisi tersebut.

Rotasi tanaman dapat dilakukan terhadap salah satu jenis tanaman yang rakus unsur hara seperti tanaman umbi-umbian dengan jenis tanaman lainnya yang dapat memberikan unsur hara adalah polong-polongan. Melalui rotasi tanaman kestabilan hara pada tanah dapat terjadi secara alami sehingga secara tidak langsung juga dapat berfungsi untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yang dapat merugikan bagi lingkungan sekitar akibta residu dan dampak negatif lainnya yang dapat terjadi.

Dengan demikian rotasi tanaman yang dilakukan dapat menjaga kesuburan tanah sebagai salah satu komponen penting pada kegiatan budidaya tanaman.

Kekurangan Rotasi Tanaman

Meskipun rotasi tanaman dinilai cukup menguntungkan ternyata masih terdapat beberapa peluang kerugian yang dapat terjadi dibeberapa aspek penting diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Jika pemberian pupuk anorganik kurang diminimalisir dalam pola pertanian bergiliar atau rotasi tanaman maka dapat berdampak buruk pada tingkat kesuburan tanah.
  2. Jika penanganan pergiliran tanaman termasuk pengelolaan tanah yang tidak konsisten dan benar maka lahan tanam dapat menjadi gersang bahkan dapat memberikan efek buruk pada masa tanam berikutnya sehingga tanaman kurang maksimal dalam memproduksi hasil panen.

Contoh Rotasi Tanaman

Contoh rotasi tanaman yang apat dilakukan dalam bidang pertanian, antara lain adalah sebagai berikut;

Tanaman Sayuran

Tanaman sayuran adalah pada musim pertama lahan pertanian dapat ditanamani tanam umbi kemudian untuk selanjutnya dapat ditanami polong-polongan sehingga dapat mengembalikan unsur N setelah itu dilanjutkan dengan menanam tanaman sayuran buah dan sayuran daun.

Point penting pada rotasi tanaman model ini adalah pada saat menaman umbi maka kandungan hara pada tanah akan berkurang banyak karena tanaman umbi membutuhkan banyak hara untuk mengahsilkan umbi yang besar sehingga pada musim tanam selanjutnya harus menanam jenis tanaman polong-polongan agar hara yang banyak diserap dapat diperoleh kembali terutama unsur N  pada tanah tanpa harus menambahkan pupuk kimia kedalam tanah.

Setelah unsur hara dalam tanah stabil, kegiatan budidaya dapat dilanjutkan dengan menanam jenis tanaman lainnya. Dengan demikian kestabilan hara pada tanah melalui siklus rotasi tanaman tersebut dapat terjadi secara alami.

Tanaman Kacang-Kacangan

Contoh rotasi tanaman lainnya dapat dilakukan dengan urutan yang berkebalikan yaitu menanam tanaman kacang-kacangan kemudian tanaman sayuran barus etelah itu tanaman umbi-umbian.

Pada musim pertama dilakukan tanam kacang tanah yang dpaat menambah unsur N dan meningkatkan kesuburan tanah, kemudian tanaman sayuran dapat ditanam setelahnya untuk mengurangi kadar N agar tidak berlebihan pada tanah dan setelah itu baru ditanami tanaman umbi-umbian yang dapat memanfaatkan unsur N yang hanya berkurang sedikit karena digunakan oleh tanaman sayuran yang ditanam sebelumnya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang memberikan uraian atas pengertian rotasi tanaman, tujuan, kelebihan, kekurangan, dan contohnya di bidang pertanian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta referensi mendalam kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

 

5 (100%) 3 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *