Rumput Laut; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Rumput Laut

Rumput laut dapat dimanfatkan sebagai bahan utama pembuatan agar-agar, karagin, dan alginat. Karaginofit merupakan rumput laut yang banyak mengandung bahan utama polisakarida karagin, agarofit ialah rumput laut yang banyak mengandung bahan utama polisakarida, dan untuk agar-agar keduanya merupakan rumput laut merah atau rhodophyceaeAlginofit merupakan rumput laut coklat atau Phaeophyceae yang banyak mengandung bahan utama polisakarid alginat.

Rumput laut yang banyak mengandung karaginan merupakan dari genus Eucheuma. Karaginan terdapat tiga macam, yakni iota karaginan terkenal dengan sebutan spinosum, dan kappa karaginan terkenal dengan sebutan cottonii serta lambda karaginan.

Rumput Laut

Rumput laut adalah tanaman tingkat rendah yang tidak mempunyai akar, batang, serta daun sejati. tumbuhan ini umumnya melekat pada substrat yang berbentuk thallus. Rumput laut juga merupakan gabungan dari beberapa tanaman yang tidak bervaskular dan memiliki pigmen klorofil untuk melakukan proses fotosintesis.

Rumput laut memiliki struktur vegetatif yang tidak sama dengan tanaman tingkat tinggi. Struktur vegetatif rumput laut tidak bisa dibedakan antara daun, batang serta akar. Struktur yang tidak dapat dibedakan ini dikenal dengan sebutan talus.

Talus pada rumput laut ialah multisel serta terdiri dari bentuk dan ukuran yang berbeda. Talus dapat dibedakan menjadi dua bentuk yang umum yakni filamen dan sifon. Kedua bentuk talus ini dapat bervariasi yang nantinya akan mendapatkan bentuk talus yang lebih kompleks. Hal ini juga termasuk filamen ringkas sampai pada bentuk filamen yang lebih besar yang bisa dibedakan antara kepala pelekap, stip serta lamina.

Klasifikasi Rumput Laut

Klasifikasi ilmiah tanaman rumput laut ini, antara lain;

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Rhodophyta
  • Kelas: Rhodophyceae
  • Ordo: Gigartinales
  • Famili: Solieraceae
  • Genus: Eucheuma
  • Spesies: Eucheuma cottonii atau Kappaphycus alvarezii

Morfologi Rumput Laut

Ciri morfologi yang ada dalam rumput laut, diantaranya;

Filamen

Filamen berdiri atas sel yang tersusun dan dipisahkan oleh dinding sepunya. Filamen dapat dibagi menjadi dua jenis yakni uniseriat serta multiseriat. Filamen uniseriat merupakan sel-sel yang tersusun dalam satu siri sedangkan untuk filamen multiseriat tersusun atas sel-sel yang lebih dari satu siri.

Filamen didapatkan melalui proses pembagian sel yang dapat menghasilkan daerah percabangan. Melalui proses percabangan ini dapat dihasilkan empat jenis yakni talus filamen yang dapat cabang dengan mudah, heterotrik, parenkima serta pseudoparenkima.

Sifon

Ciri sifon dapat dilihat dari alga hijau yang mana perkembangan dapat berlaku pada jasad dengan tidak menghasilkan dinding pemisah atau septum untuk membentuk jasad multinukleus. Lain halnya dengan  septum ini hanya dapat ditemkan pada saat pembentukan organ pembiakan. Contohnya seperti alga yang memiliki ciri sifon yaitu divisi Siphonales seperti Caulerpa serta Codium.

Manfaat Rumput Laut

Kegunaan rumput laut dalam kehidupan manusia di keseharian ini, antara lain;

Menurunkan Berat Badan

Sebagian jenis rumput laut seperti rumput laut cokelat terdapat kandungan pigmen fucoxanthin, yang bisa membantu metabolisme tubuh sehingga lemak dapat berubah menjadi energi.

Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang telah dipublikasikan oleh Food Chemistry, bahwasanya ditemukan pada alginat atau serat alami yang ada pada rumput laut cokelat bisa membantu kurang lebih 75% untuk menghalangi penyerapan lemak diusus.

Mempercepat Penyembuhan Luka

Manfaat rumput laut selanjutnya ialah membantu dalam proses penyembuhan luka. Rumput laut mengandung banyak vitamin K, dan vitamin ini dapat bekerjasama dengan trombosit atau jenis sel yang mampu membentuk gumpalan atau proses pembekuan darah. Vitamin K dapat mengirim sinyal kimia sehingga trombosit akan melakukan penggumpulan darah dan pembekuan, sehingga ketika sedang terluka maka luka tersebut akan cepat berhenti mengalir.

Menguatkan Tulang dan Gigi

Rumput laut juga banyak terdapat kalsium. Apabila seseorang mengalami alergi terhadap susu sapi, maka harus dipertimbangkan makanan yang banyak mengandung kalsium. Pada rumput laut dan wakame terdapat lebih dari 60 mg kalsium, atau kurang lebih 6 % dari kebutuhan kalsium harian manusia.

Kurangnya kalsium bisa berdampak negative dalam pembentukan otot dan sel yang bekerjasama dengan sistem saraf.

Meningkatkan Energi

Kandungan lain yang ada pada rumput laut ialah zat besi. Manfaat yang bisa didapatkan dari zat besi yakni sebagai alat untuk memproduksi energi yang dibutuhkan untuk proses pembakaran dalam tubuh saat melakukan berbagai kegiatan harian.

Kurangnya zat besi bisa menyebabkan anemia sehingga seseorang bisa menjadi mudah lemas, letih, lemah dan lesu. Dengan begitu maka dapat dilakukan cara menambah asupan zat besi dengan banyak mengkonsumsi rumput laut. Dalam semangkuk rumput laut terdapat 1,1  dan 0,8 mg zat besi.

Dengan memasukkan rumput laut ke dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa membantu seseorang untuk mencukupi kebutuhan 8 mg zat besi harian terutama pada laki-laki, dan 18 mg zat besi pada perempuan.

Baik untuk Penderita Diabetes dan Kolesterol

Dalam rumput laut juga terdapat kandungan omega 3 dan asam lemak. Dalam satu lembar rumput laut mempunyai kandungan omega 3 dan asam lemak yang mana kandungannya setara dengan dua alpukat. Manfaat dari omega 3 asam lemak yaitu untuk meningkatkan kolesterol yang baik atau HDL, dan mengurangi kolesterol yang jahat atau LDL.

Terhindar dari Pembengkakan Kelenjar Tiroid

Kandungan yodium yang terdapat pada rumput laut juga merupakan senyawa yang cukup jarang ditemukan pada jenis makanan lain. Dengan rutin mengkonsumsi yodium maka akan bermanfaat untuk mempertahankan tiroid untuk kesehatan tubuh manusia.

Tiroid yang mengalami masalah bisa menyebabkan sebagian gejala penyebab penyakit seperti rasa lemah disertai dengan otot yang ikut melemah, kolesterol naik, bahkan ada juga kasus yang lebih parah yakni dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih aserius seperti gondokan, jantung sering berdebar-debar, bahkan sampai memori yang terganggu.

Budidaya Rumput Laut

Proses pembudidayaan dalam tanaman rumput laut yang perlu diperhatian, antara lain sebagai berikut;

Pembiakan Rumput Laut

Rumput laut biasanya  berkembang biak dengan cara menghasilkan spora mikroskopik yang dihasilkan dari organ pembiakan yang cukup jelas dan nyata. Struktur jaringan untuk proses perkembang biakan ini dapat membantu dalam pengelompokan spesimen karena bisa dilihat dengan mata telanjang.

Sel hasil pembiakan yang dihasilkan dari organ pembiakan ini cukup subur. Rumput laut melakukan reproduksi dengan cara seksual dan aseksual. Pembiakan beberapa rumput laut cukup kompleks.

Pembiakan Seksual

Pada pembiakan seksual dua individu rumput laut yang berbeda dapat membebaskan dua gamet masing-masing. Gamet-gamet ini dapat membentuk generasi baru yang mengandung sifat genetik dari kedua induknya. Gamet-gamet yang dihasilkan untuk reproduksi terdiri dari berberapa ciri.

Isogami adalah pencampuran dua gamet yang sejenis dari segi ukuran serta bentuk. Jika kedua gamet berbeda dari segi bentuk serta ukuran maka pencampuran antara ovum besar dengan sperma kecil yang bergerak akan bercampur dan disebut juga dengan oogami.

Pembiakan Aseksual

Bagi sebagian banyak spesies rumput laut cara pembiakan secara aseksual lebih sering dilakukan dibandingkan dengan pembiakan seksual. Sebagian kecil dari talus yakni butiran talus dapat tumbuh berkembang membentuk individu yang baru.

Terdapat rumput laut yang dapat menghasilkan berbagai jenis spora sebagai alat pembiakan. Spora-spora ini memiliki hambatan yang cukup tinggi terhadap keadaan yang dapat menyebabkan spora dapat tersebar jauh dari indukan asal serta berkecambah pada lingkungan tumbuh yang baru.

Ciri-ciri yang ada pada spora dapat menyebabkan spora memiliki daya tahan yang cukup tinggi yakni dengan bentuk dinding rintang yang berfungsi sebagai pelindungi spora. Beberapa spora memiliki flagelum untuk pergerakan serta dikenal dengan zoospora. Untuk spora yang tidak memiliki flagelum dikenal dengan aplanospora.

Habitat Rumput Laut.

Habitat rumpai laut yaitu disekitar pantai dan diperairan laut serta didalam dasar laut. Maka dari itu, rumput laut juga dapat tumbuh didaerah yang berbatu karang, berlumpur, berpasir, dan juga ada dipermukaan kulit kerang, kayu, pukat dan juga dapat tumbuh diatas rumput laut lain sebagai epifit.

Substrat merupakan tempat bagi rumput laut untuk dapat melekat ketika diterjang oleh arus dan ombak yang kuat. Substrat terdiri dari benda hidup dan juga benda tidak hidup tergantung dari jenis pelekat yang digunakan oleh rumput laut.

Contoh substrat adalah tumbuhan laut, hewan laut, batu karang, atau dasar laut seperti lumpur dan pasir. Penyebaran rumput laut pada suatu habitat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantara yaitu seperti cahaya matahari, saliniti, suhu, interaksi di antara hewan dan tanaman serta ombak dan arus.

Itulah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai pengertian rumput laut, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga artikel ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian, yang sedang mencarinya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *