Pengertian Sambiloto, Ciri, Kandungan, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tumbuhan Sambiloto

Sambiloto merupakan salah satu jenis tanaman yang telah dikenal masyarakat sebagai tanaman obat tradisional yang ampuh dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Tanaman ini sudah tidak asing lagi dalam dunia pengobatan herbal yang paling sering diolah menjadi jamu. Sambiloto yang mengandung zat andrografolida membuat tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit yang membuatnya dikenal oleh masyakat sebagai jamu pahitan ketika diolah sebagai obat.

Tanaman sambiloto termasuk tanaman yang mudah dijumpai karena mempunyai daya adaptasi tinggi dengan lingkungan hidup yang mudah sehingga tak jarang tanaman ini juga ditemukan sebagai tumbuhan liar. Tanaman sambiloto dapat dimanfaat seluruh bagian tanamannya mulai dari akar hingga daunnya karena senyawa dalam sambiloto yang mengandung banyak khasiat. Tanaman sambiloto banyak dikonsumsid engan cara dibuat minuman yang berasal dari hasil seduhan bagian daun atau akarnya tergantung untuk mengobati jenis penyakitnya.

Sambiloto

Sambiloto adalah tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat berupa terna tegak dengan tinggi bisa mencapai 90 cm. Sambiloto memiliki nama latin Andrographis paniculata. Tumbuhan ini berasal dari Asia dengan iklim tropika. Sambiloto dikatakan juga sebagai tumbuhan liar yang mempunyai khasiat untuk kesehatan karena daunnya dapat dijadikan obat untuk beberapa macam penyakit.

Karena sambiloto merupakan tumbuhan liar maka tak jarang kita dapat menemukannya diberagam tempat seperti di tepi sungai, tanah yang lembab atau di halaman rumah. Sambiloto banyak di temukan di wilayah Asia dan India.

Sambiloto merupakan tanaman herbal dari keularga acanthaceae dengan beragam manfaat yang dimilikinya. Tanaman yang mendapat sebutan “King of Bitter” terdiri dari daun, bunga dan akar yang semua bagian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Sambiloto umumnya tumbuh di alam yang ternaungi di abwah tegakan hutan. Ketersediaan air dan ketinggian tempat merupakan faktor ekologis utama dalam pertumbuhan sambiloto. Ketinggian tempat yang berhubungan dengan suhu udara akan mempengaruhi proses fisiologi dari tanaman ini.

Pada suhu dingin, proses fisiologi tanaman akan terganggu yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan hasil dari tanaman sambiloto akan rendah. Sedangkan faktor ketersediaan air sebagai komponen utama kehidupan tanaman sangat menentukan pertumbuhan dan kandungan bahan aktif dari tanaman ini.

Pertanaman sambiloto yang kekurangan air akan cenderung berbunga dan membentuk buah lebih awal sehingga dapat menurunkan kandungan bahan aktif dalam tanaman.

Ciri Sambiloto

Sambiloto memiliki ciri atau morfologi tanaman yang membedakannya dengan tanaman lainnya. Antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Sambiloto mempunyai jenis daun tunggal dengan letak daun yang berhadapan dan bersilang dan tangkai daun yang pendek.
  2. Daun berbentuk lanset dengan pangkal dan ujung daun yang meruncing.
  3. Tepian daunnya rata dan permukaan daun bagian atas memiliki warna hijau tua.
  4. Definisi bunga sambiloto ini secara spesifik berjenis rosemoda yang bercabang membentuk malai.
  5. Bunga sambiloto keluar dari ketiak daun atau ujung batang.
  6. Bunga memiliki kelopak berbentuk tabung yang berwarna putih.
  7. Buah dari tanaman sambiloto berbentuk kapsul corong yang memiliki panjang sekitar 1.5 cm dengan lebar 0.5 cm dan pada panggal serta ujung buahnya berbentuk tajam.

Kandungan Sambiloto

Sambiloto merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid, diterpene dan lactone. Senyawa flavonoid banyak ditemukan pada bagian akar dan daun sambiloto. Penjelasan secara terperici antara lain;

Bagian akar

Bagian akar dalam tumbuhan sambiloto mengandung flavonoid berupa polymethoxyflavone andrographine, panicoline, alkane, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik dan lainnya.

Bagian batang dan Daun

Bagian arti batang dan daun dalam tanaman sambiloto mengandung senyawa alkane, keton dan aldehid. Yang kesemuanya itu mempunyai fungsi sebagai obat panas dalam, antiseptik,antiinflasi,analgesik,antibakteri dan antiracun. Selain itu sambiloto juga dapat mencegah perkembangan sel tumor, mengatasi infeksi dan merangsang fagositosis.

Sambiloto bioaktif dalam sambiloto yang berperan sebagai antikanker adalah andrographolide. Selain senyawa ini, sambiloto juga memiliki senyawa flavonoid yang merupakan senyawa polifenol sebagai antioksidan yang dapat digunakan sebagai penghambat proses terjadinya oksidasi yang dipicu oleh radikal bebas.

Senyawa andrographolide memiliki efek antikanker yang baik pada kanker usus besar, lambung, payudara, serviks, epidermoid, liver, kanker prostat , mieloma, limfosit darah perifer dan leukemia. Andrographolide merupakan senyawa yang mudah larut di dalam larutan etanol, metanol, piridin, asam asetat dan aseton, namun akan sedikit sukar larut dalam eter dan air.

Sambiloto ketika dikonsumsi akan terasa pahit, hal tersebut diduga berasal dari senyawa andrographolide yang terkandung dalam tanaman sambiloto. Hal tersebut menjadikan tanaman obat ini memiliki cita rasa yang khas.

Manfaat Sambiloto

Sambiloto yang terkenal sebagai obat tradisional mengandung banyak khasiat sebagai pengobatan berbagai macam penyakit. Berikut merupakan beberapa manfaat dari tanaman sambiloto:

Pencegahan Penyakit Jantung

Sambiloto telah dibuktikan mampu meningkatkan kesehatan jantung. Tanaman sambiloto dapat mencegah pembentukan gumpalan darah pada jantung serta dapat membantu memecah gumpalan darah tersebut.

Telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan bahwa ekstrak Andrographis paniculata dapat mengulur waktu pembentukan gumpalan darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah sehingga sambiloto mampu membantu memperlancar sistem peredaran darah dan mencegah penyakit jantung.

Membantu Mencegah Diabetes

Selain dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung, sambiloto juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mencegah diabetes. Telah dilakukan penelitian melalui objek tikus yang diberi asupan lemak dan gula tinggi menunjukan hasil bahwa Andrographis paniculata dapat menurunkan kadar glukosa, trigliserida dan kolesterol LDL.

Penelitian lainnya memperoleh kesimpulan bahwa senyawa andrographolide aktif yang terdapat dalam Andrographis paniculata mempunyai efek hipoglikemik dan hipolipidemik yang mampu mencegah penyakit diabetes.

Mengobati Infeksi

Tanaman sambiloto memiliki sifat antibakteri, antivirus dan antiparasit yang mampu membantu menyembuhkan infeksi apda tubuh. Salah satu bentuk infeksi yang dapat diobati dengan bantuan sambiloto adalah sinusitis. Sambiloto juga dapat membantu menghentikan aktivitas bakteri yang menyebabkan sinusitis yang menempel pada lapisan sinus sehingga proses penyembuhan infeksi sinusitis lebih cepat.

Beberapa infeksi lain yang dapat disembuhkan dengan sambiloto adalah kusta, pneumonia, herpes, sifilis, malaria, tuberkulosis, gonore dan leptospirosis serta rabies.

Informasi terbaru tanaman ini juga dapat membantu dalam pengobatan HIV atau AIDS sebagai salah satu infeksi mematikan yang belum diketahui obat pasti untuk menyembuhkannya. Tanaman sambiloto dapat meningkatkan sel darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien HIV.

Menyembuhkan Masalah pada Sistem Pencernaan

Daun sambiloto dapat digunakan untuk menyembuhkan masalah pada sistem pencernaan. Kandungan serat pada daun tanaman ini baik untuk mengatasi sembelit. Selain itu kandungan senyawa lainnya dapat berguna dalam mengatasi infeksi yang diakibatkan oleh bakteri merugikan pada perut yang mengakibatkan diare, muntaber dan sebagainya.

Tanaman sambiloto yang dimanfaatkan untuk mengobati masalah pencernaan adalah bagian daunnya. Selain itu daun sambiloto juga dapat melindungi organ dari kerusakan karena racun yang masuk dalam sistem tersebut.

Mengobati Flu

Manfaat tanaman sambiloto lainnya adalah dapat digunakan sebagai obat flu dan batuk. Penyakit influenza pada dasarnya disebabkan oleh infeksi virus yang ditandai dengan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri, bersin-bersin dan batuk.

Flu dapat diatasi menggunakan sambiloto karena kandungan bahan aktif pada tanaman ini dapat memberikan efek antiinfeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga sistem imun menjadi lebih baik untuk melawan virus influenza.

Mencegah Kanker

Sambiloto merupakan jenis tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional di wilayah Asia termasuk Indonesia. Banyak peneitian ilmiah yang telah dilakukan menunjukan bahwa sambiloto berpotensi dalam menekan pertumbuhan sel kanker yang aktif.

Efek antikanker yang dimiliki tanaman ini terbukti dapat menghambat penggandaan dan induksi kematian sel kanker payudara, lambung, kolorektal, hati dan serviks. Namun berdasarkan hasil penelitian yang telah ada, masih perlu dilakukan pengkajian lanjutan mengenai keamanan bahan aktif yang terdapat dalam sambiloto yang berhubungan dengan sifat toksik atau efek samping pada manusia.

Menurunkan Tekanan Darah

Daun sambiloto yang biasanya diseduh kemudian dikonsumsi sebagai obat hipertensi memiliki khasiat dalam melemaskan otot pada dinding pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, tanaman sambiloto khususnya bagian pada bagian daun mengandung senyawa yang bersifat antihipertensif sehingga dapat menurunkan tekanan darah dengan merelaksasikan otot polos pada pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Selain itu daun sambiloto juga memberikan efek vasorelaksasi pada pembuluh darah dan mengurangi denyut jantung yang tinggi pada penderita hipertensi sehingga kerja jantung dapat lebih baik.

Nah, itulah tadi serangkaian tulisan serta penjelasan secara lengkap terkait dengan materi pengertian tumbuhan sambiloto, ciri, kandungan, dan manfaatnya dalam kehidupan manusia secara umum. Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan mendalam kepada pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *