Pengertian Tanah Liat, Proses, Ciri, Jenis, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tanah Liat Adalah

Tanah liat biasa ditemukan di lanskap, tetapi paling sering dibentuk menjadi batu bata atau blok yang digunakan dalam konstruksi jalan setapak, teras, dan dan lain-lain. Bisa juga  untuk membuat tumbuhan tabulapot. Ketika basah, tanah liat bisa dicetak menjadi banyak produk bermanfaat. Itu bisa dikeringkan secara alami menggunakan matahari atau bisa pada suhu ekstrem di mana tanah akan mengeras menjadi bahan bangunan yang kuat dan tahan lama.

Ada banyak jenis tanah liat, tetapi semuanya serupa dalam hal bahwa mereka memperoleh plastisitas ketika basah, tetapi ketika kering menjadi kuat dan keras. Karena fleksibilitas dan kelenturannya, tanah liat memiliki banyak kegunaan. Dalam hidroponik, kerikil tanah liat dapat digunakan sebagai media tumbuh untuk membantu menanam tanaman dalam larutan hara mereka.

Tanah Liat

Tanah liat atau lempung ialah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi.

Tanah liat terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Tanah liat dapat muncul dalam berbagai warna dari putih hingga abu-abu kusam atau cokelat hingga oranye-merah tua.

Meskipun banyak endapan yang terjadi secara alami termasuk lumpur dan tanah liat, tanah liat dibedakan dari tanah berbutir halus lainnya dengan perbedaan ukuran dan mineralogi. Lumpur, yang merupakan tanah berbutir halus yang tidak termasuk mineral lempung, cenderung memiliki ukuran partikel yang lebih besar daripada tanah liat.

Namun, ada beberapa tumpang tindih dalam ukuran partikel dan sifat fisik lainnya. Perbedaan antara lanau dan tanah liat bervariasi menurut disiplin. Ahli geologi dan ilmuwan tanah biasanya menganggap pemisahan terjadi pada ukuran partikel 2 μm (lempung lebih halus daripada lanau), ahli sedimen sering menggunakan 4-5 μm, dan ahli kimia koloid menggunakan 1 μm.

Insinyur geoteknik membedakan antara lanau dan lempung berdasarkan sifat plastisitas tanah, yang diukur dengan batas Atterberg tanah. ISO 14688 menilai partikel tanah liat lebih kecil dari 2 μm dan partikel lanau lebih besar. Campuran pasir, lanau dan lempung kurang dari 40% disebut loam (lempung). Loam menghasilkan tanah yang baik dan digunakan sebagai bahan bangunan.

Pengertian Tanah Liat

Tanah liat adalah tanah berwarna hitam keabu-abuan, dengan tekstur yang liat, sehingga mudah dibentuk- bentuk. Tanah liat pada dasarnya adalah sebuah partikel mineral yag memiliki kerangka dasar silikat yang berukuran sangat kecil, yaitu berdiameter kurang dari 4 mikrometer.

Tanah liat Ini terbentuk sebagai hasil dari pelapukan dan erosi batuan yang mengandung feldspar kelompok mineral (dikenal sebagai ‘induk dari tanah liat’) selama rentang waktu yang luas. Selama pelapukan, kandungan feldspar diubah oleh hidrolisis (reaksi dengan air) untuk membentuk mineral tanah liat seperti kaolinit (mineral utama dalam lempung kaolin) dan smektit (mineral utama dalam lempung bentonit).

Pengertian Tanah Liat Menurut Para Ahli

Adapun definisi tanah liat menuurt para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Bowles (1991) dalam Endriani (2012)

Tanah liat (lempung) adalah partikel berukuran lebih kecil atau sama dengan 0,002 mm. Tanah lempung tersebut terdiri atas tanah dengan ukuran mikrokonis sampai dengan submikrokonis yang berasal dari pelapukan unsur-unsur kimiawi penyusun batuan.

Hardiyatmo (1999) dalam Derry Endriani (2012)

Tanah lempung memiliki sifat-sifat berikut ini:

  1. Ukuran butir halus, kurang dari 0,002 mm
  2. Permeabilitas rendah
  3. Kenaikan air kapiler tinggi
  4. Bersifat sangat kohesif
  5. Kadar kembang susut yang tinggi
  6. Proses konsolidasi lambat

Aphin (2012)

Lempung atau tanah liat merupakan kata umum untuk partikel mineral yang mengandung unsur silika yang memiliki diameter kurang dari 4 mikrometer.

Proses Terbentuknya Tanah Liat

Tanah liat terbentuk dari proses pelapukan di kerak bumi. Kerak bumi sebagian disusun oleh batuan feldspatik (yaitu batuan yang terdiri atas batuan granit dan juga batuan beku). Kerak bumi yang mengalami pelapukan tersebut terdiri dari berbagai unsur seperti silikon, oksigen dan alumunium sebagai unsur terbanyak.

Aktivitas panas dari bumi mengakibatkan kerak bumi mengalami pelapukan yang dilakukan oleh asam karbonat. Proses itulah yang menjadikan terbentuknya tanah liat.

Ciri Tanah Liat

Sappie (2006) mengemukakan bahwa tanah liat atau tanah lempung mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tanah liat sulit dalam menyerap air, sehingga tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian.
  2. Tekstur tanah liat cenderung lengket jika dalam keadaan basah dan menyatu kuat antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.
  3. Jika dalam keadaan kering, butiran tanah terpecah-pecah secara halus.
  4. tanah liat merupakan bahan baku untuk pembuatan tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu lebih dari 10000

Jenis Tanah Liat

Ada dua jenis endapan tanah liat yaitu tanah liat primer dan sekunder. Berikut penjelasannya:

Tanah Liat Primer

Tanah liat primer yaitu tanah liat yang berasal dari pelapukan batuan feldspatik yang dihasilkan oleh tenaga endogen yang tidak mengalami perpindahan dari batuan induk atau batuan asalnya. Tanah liat primer juga disebut sebagai tanah liat residu.

Tanah liat primer mempunyai sifat lebih murni jika dibandingkan tanah liat sekunder, karena tanah liat primer tidak berpindah dari tempat asalnya, yaitu batuan yang mengalami pelapukan. Ciri atau karakteristik tanah liat primer, antara lain:

  1. Memiliki sifat lebih murni, hal ini karena tanah liat primer tidak berpindah tempat dari tempat asal terbentuknya.
  2. Berwarna kusam atau putih kusam, hal ini karena tanah liat primer tidak tercampur dengan bahan- bahan organik seperti humus, ranting ataupun daun busuk.
  3. Memiliki suhu matang yang berkisar antara 13.000° sampai dengan 14.000° C, bahkan ada yang mencapai 17.500° C.
  4. Cenderung berbutir kasar.
  5. Memiliki daya lebur tinggi.
  6. Memiliki daya susut kecil.
  7. Memiliki sifat tahan api.
  8. Tidak elastis.

Tanah Liat Sekunder

Tanah liat sekunder yaitu tanah liat yang berasal dari hasil pelapukan batuan feldspatik yang mengalami perpindahan jauh dari batuan induknya karena dibawa oleh tenaga eksogen, sehingga mengakibatkan butiran- butiran tanah liat tersebut lepas dan mengendap di daerah- daerah seperti lembah, sungai, rawa, ataupun danau.

Tanah liat sekunder memiliki jumlah yang lebih banyak daripada tanah liat primer. Adapun ciri atau karakteristik tanah liat sekunder antara lain:

  1. Memiliki sifat kurang murni, hal ini karena tanah liat sekunder ini telah bergeser jauh dari batuan asalnya yang melapuk sehingga sifat kemurniannya telah hilang atau berkurang.
  2. Warnanya krem, abu- abu, cokelat, merah, jambu/ kuning, kuning muda, kuning kecoklatan, kemerahan, kehitaman dan sebagainya. Warna- warna ini terbentuk akibat perjalanan tanah liat yang bercampur dengan bahan- bahan organik dan non organik sehingga warnanya pun berubah.
  3. Cenderung berbutir halus
  4. Bersifat Plastis
  5. Memiliki daya susut tinggi

Manfaat Tanah Liat

Tanah liat memiliki manfaat yang beragam, diantaranya yaitu:

Kkecantikan

Dalam kaitannya dengan perawatan kecantikan, tanah liat dapat digunakan sebagai lulur atau masker tubuh. Tanah liat mempunyai zat yang bisa mengencangkan kulit, menghilangkan kotoran dan mengencangkan pori-pori, membantu pengelupasan sel-sel kulit mati dan mengurangi peradangan pada jerawat.

Selain itu, tanah liat juga bisa mengeluarkan racun dan logam berbahaya dari dalam tubuh dengan cara berendam dengan air yang telah tercampur tanah liat selama 30 menit.

Kesehatan

Adapun kegunaan kegunaan dalam kesehatan antara lain adalah sebagai berikut;

  • Menjaga kesehatan pencernaan

Tanah liat yang bisa digunakan untuk mengobati diare ialah tanah liat yang mengandung mineral kaolin, yakni suatu masa batuan yang tersusun dari material lempung yang mempunyai kandungan besi rendah dan biasanya berwarna keputih-putihan.

Penelitian menunjukkan bahwa tanah liat bisa menyerap racun bakteri seperti parasit, acidosis, ion hydrogen, dan hormon steroid berlebihan dalam kehamilan

  • Mengobati osteoporosis

Tanah liat mengandung kalsium yang tinggi, yang bisa membantu para lansia dalam menjaga kesehatan tulang. Kalsium bisa menjaga kesehatan tulang sehingga jika dikonsumsi dengan benar oleh mereka yang masih muda bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan kalsium agar tidak mudah terkena osteoporosis.

  • Anti kanker

Tanah liat medis memiliki sifat anti-karsinogenik, sehingga dapat membantu dalam mencegah munculnya sel kanker dalam tubuh. Tanah liat medis mampu membersihkan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh manusia.

  • Memurnikan air

Tanah liat bentonit bisa membantu dalam mengurangi racun yang ada pada makanan maupun lingkungan. Tanah liat yang dicampur dengan magnesium klorida bisa membersihkan fluoride pada air minum, sehingga menjadikannya aman untuk dikonsumsi. Tanah liat bisa digunakan untuk menyerap racun-racun seperti bakteri, zat logam berbahaya, dan sebagainya.

  • Penyembuhan luka

Kandungan zink dan zat besi pada tanah liat bisa berfungsi dalam meringankan rasa sakit pada luka dan membantu dalam penyembuhannya serta menyamarkan bekas luka.

Kerajinan Tanah Liat

Tanah liat dapat digunakan untuk membuat kerajinan, misalnya untuk membuat keramik. Pembuatan kerajianan keramik dari tanah liat melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir). Contohnya yaitu gerabah, vas bunga, guci, piring dan dalin-lain.

Itulah tadi materi lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian tanah liat menurut para ahli, proses terbentuk, ciri, jenis, dan manfaatnya dalam berbagai bidang. Semoga melalui tulisan ini bisa menjadi referensi bagi segenap pembaca sekalian. Trimaksih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *