Tanaman Agave, Klasifikasi, Jenis, Ciri Morfologi, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tumbuhan Agave

Dari sekian banyakanya tanaman yang tersebar di permukaan bumi. Masing-masing tanaman memiliki fungsi utama yang khas, diantaranya sebagai bahan pangan, sebagai jenis tanaman hiasan, sebagai bahan kerajinan, dan lain-lain. tanaman agave mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, padahal bisa jadi tanaman ini menjadi salah satu yang dipelihara di sekitar rumah.

Tanaman agave dikenal sebagai tanaman hiasan, karena memiliki warna daun yang unik dan cantik. Jenisnya pun dapat ditemukan sangat beragam, kita dapat mudah menemukannya dijual di tempat tanaman hias.

Tanaman Agave

Nama agave diketahui berasal dari bahasa Yunani yang berarti kemuliaan. Agave memiliki makna demikian karena bentuknya yang tinggi, dan memiliki banyak manfaat. Tanaman agave rupanya sangat mirip dengan lidah buaya, biasanya di Indonesia tanaman agave dikenal dengan nama lidah mertua.

Tanaman agave merupakan jenis tumbuhan monokotil yang mampu menghasilkan serat alami. Salah satu ciri dari tanaman monokotil umumnya tidak memiliki batang, begitu pula dengan tanaman agave. Bagian tubuhnya hanya terdiri daun dan akar, daunnya tersusun tebal dan keras yang berfungsi menyimpan air.

Tanaman agave disebut juga dengan tanaman century plant, sebab tanaman agave butuh waktu yang cukup lama untuk berbunga. Banyak faktor yang dapat menyebabkan tanaman agave berbunga, beberapa diantaranya adalah kesuburan lahan dan iklim daerah yang cocok dengan karakteristik tanaman.

Klasifikasi Agave

Klasifikasi ilmiah merupakan cara ilmu biologi untuk mempermudah pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri khusu yang setiap individu punya. Melalui klasifikasi, kita dapat mengetahui tanaman agave termasuk ke dalam kelompok tumbuhan tertentu, serta kekerabatan terdekat dengan tumbuhan lain.

Klasifikasi ilmiah dari tanaman agave yaitu sebagai berikut :

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Super Divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta (Berbunga)
Class Liliopsida (monokotil)
Ordo Liliales
Familia Agavaceae
Genus Agave
Species Agave amareicana L

Jenis Tanaman Agave

Tanaman agave memiliki beberapa jenis berbeda. Macam tumbuhan agave ini dapat dihasilkan dari persilangan sesama tanaman agave atau memang jenis agave itu sendiri yang hanya ditemukan di wilayah tertentu. Beberapa jenis agave dapat disimak pada uraian berikut:

  1. Agave Americana

Agave americana ditemukan pertama kali di Eropa, pada abad ke-16. Ketika itu, tanaman agave banyak dibudidayakan oleh warga Eropa. Agave americana juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari garis pada daunnya. Ada yang berwarna kuning dan putih pada bagian tengah atau pada tepi daunnya.

Tanaman agave americana dapat ditanam pada berbagai media, misalnya pada pot, atau langsung pada lahan pertanian. Tanaman agave dominan membutuhkan panas matahari yang banyak, sedangkan jika keadaan dingin atau bersalju tanaman agave tidak dapat bertahan hidup lama.

Dalam kondisi panas, tanaman agave bertahan dengan laju penguapan yang sedikit, yaitu melalui bagian duri-duri kecilnya.

Tanaman agave americana yang biasanya ditanam diantaranya sebagai berikut :

  1. Jenis Agave mediopicto yang memilki pita putih pada bagian tengah daunnya, warna tersebut menjulur panjang hingga kebagian ujung daun. Tanaman agave ini dikenal juga sebagai Agave gigantea, daunnya dapat tumbuh setinggi satu meter. Apabila berbunga, bunganya berbentuk bulir-bulir kecil yang tingginya lebih dari daun tanaman itu sendiri.

Bentuk Agave gigantea adalah semak tajuk berbentuk huruf V. Batangnya seperti tumbuhan sukulen yang pada bagian luar keras dan kaku, namun ketika sudah tua bagian dalam seperti kubus. Lebar daunnya dapat mencapai 25 cm, dan diselimuti duri pada bagian tepi namun hanya sedikit.

  1. Agave marginata, ciri khasnya adalah garis kuning yang berada di bagian tepi kanan dan kiri. Sehingga hanya bagian tengahnya saja yang berwarna hijau tua.
  2. Agave variegata adalah salah satu jenis agave yang warnanya hampir mirip dengan Agave marginata, hanya saja bagian pinggirnya berwarna putih kekuningan. Warna daunnya dominan berwarna hijau.
  3. Agave Struata memiliki daun dengan warna kuning dan tepi daunnya berwarna putih sepanjang daun.
Kesimpulan Agave Americana

Agave gigantea berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah menyebar luas ke wilayah Indonesia. Jenis ini dapat tumbuh pada ketinggian 1000 mdpl, dengan area yang lembab. Walaupun kebanyakan juga tahan terhadap kondisi lahan yang kurang nutrisi dan juga kekeringan jangka pendek. Selain itu, agave ini juga tahan terhadap suhu ekstrim yang mencapai 7 derajat celcius.

  1. Agave Sisaline Perrine

Agave sisaline perrine atau disebut juga dengan agave sisal adalah tanaman yang umumnya dimanfaatkan sebagai serat alami. Di Indonesia, agave sisal merupakan jenis yang paling populer. Agave jenis ini mempunyai karakteristik yang mirip dengan kaktus, yaitu daunnya dapat berkembang dengan baik pada saat cuaca panas. Selain itu juga mampu bertahan dalam kondisi lahan dan iklim kering.

Sebagai serat alam yang sangat dibutuhkan untuk bahan baku pembuatan tali. Agave sisal mulai dibudidayakan sejak tahun 1913. Hasil dari panen jenis sisal digunakan pada industri bahan baku tali.

  1. Agave Tequilla

Tanaman yang paling terkenal pada jenis ini adalah Agave tequilana atau umunya disebut agave biru, karena warna daunnya yang hijau kebiruan. Tanaman ini menjadi produk penting yang berasal dari Jalisco, Meksiko karena biasa digunakan sebagai bahan dasar tequila (alkohol).

Agave tequilla mengandung banyak fruktosa, sehingga dapat menghasilkan banyak gula yang dimanfaatkan untuk membuat minuman alkohol. Tanaman jenis tequila dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 1,5 meter. Karena tidak membutuhkan banyak air, agave tequila dapat tumbuh pada tanah gembur berpasir dengan iklim yang panas.

Ciri Morfologi Agave

Dari klasifikasi tanaman agave di atas, dengan contoh spesies Agave americana, kita dapat melihat beberapa anatomi dan sifat-sifat tanaman agave. Agave termasuk kingdom plantae karena merupakan jenis tumbuhan.

Melalui subkingdom, tanaman agave mempunyai pembuluh angkut diantaranya xylem dan floem yang berfungsi mengedarkan air dan makanan ke seluruh bagian tubuh tanaman. Tanaman agave juga kelompok dari angiospermae yaitu tanaman dalam arti bunga dan menghasilkan biji. Biji agave hanya memiliki satu keping, itulah mengapa agave disebut dengan monokotil.

Adapaun untuk Morfologi

Tanaman agave bagian yang terlihat (morfologi) hanyalah daun saja. Sebab agave tidak memiliki bagian batang. Daun agave tersusun roset dengan bentuk oval yang ujungnya berbentuk sangat lancip. Akan lebih mudah mengenali bentuknya jika disebut mirip dengan tanaman lidah buaya.

Akan tetapi, struktur batang agave yang tebal tidak bervolume seperti jenis tanaman lidah buaya. Permukaan ujung daunnya ditutupi oleh duri-duri kecil, dan duri panjang yang terletak pada ujung daun. Warna daun bermacam-macam tergantung pada jenis agave, ada yang berwarna hijau muda, hijau tua, hijau kekuningan, dan lain-lain.

Manfaat Tanaman Agave

Tanaman agave mempunyai kandungan hormone steroid dan fruktosa. Kandungan yang ada pada agave tergantung pada jenis agave itu sendiri. Manfaat dari tanaman agave yang umumnya diketahui adalah sebagai arti tanaman hias. Akan tetapi sebetulnya manfaat tanaman agave tidak hanya sekedar itu.

Berikut beberapa manfaat dari tanaman agave;

  1. Serat agave digunakan sebagai bahan baku tali.
  2. Kandungan fruktosa pada agave dapat dibuat minuman alkohol yaitu tequila, berasal dari jenis Agave tequilana.
  3. Menurut penelitian, agave dapat dijadikan bahan bakar pengganti bensin yang ideal serta ramah lingkungan, karena mampu menghasilkan ethanol serta menghasilkan emisi gas karbondioksida yang rendah.
  4. Getah yang dihasilkan tanaman agave dapat dijadikan diuretika dan obat cuci perut.
  5. Jenis Agave americana dapat mengobati luka memar dengan mengoleskan ke bagian luka.
  6. Jus tanaman agave dapat mengobati penyakit seperti hepatitis, asam lambung, konstipasi, disentri, dan gangguan pencernaan lainnya.
  7. Tanaman agave menjadi salah satu komoditas tanaman hias dengan harga yang cukup tinggi, yaitu berkisar Rp. 30.000 hingga Rp. 70.000 setiap pot pohonnya. Dengan harga sedemikian rupa, tanaman ini tidak membutuhkan perawatan khusus, karena pemeliharaannya cukup mudah.
  8. Selain digunakan sebagai tanaman hias, agave yang sudah tua bermanfaat untuk menahan tanah, dan tanaman landskep.
  9. Ekstrak akar dari tanaman agave dapat digunakan sebagai tonik pemurnian darah.
  10. Daun agave walaupun sudah kering dapat dimanfaatkan sebagai pengontrol luka dan pembengkakan pada bagian tubuh.

Nah, demikian saja artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman agave, klasifikasi, jenis, ciri morfologi, dan manfaatnya yang ada di dalamnya. Semoga bisa memberikan referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *