Tanaman Akasia: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Akasia

Tanaman akasia tentu tidak asing lagi kita dengar. Meskipun bukan asli dari Indonesia namun akasia cukup popular di negara kita, karena pohon yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pulp dan kertas. Secara morfologi tumbuhan, akasia senantiasa dicirikan oleh perakarannya yang kokoh dan mampu mencapai kedalaman untuk air bawah tanah yang menajadi alasan mengapa pohon itu mentolerir kondisi kekeringan ekstrem.

Nama Acacia sendiri sebagai salah satu jenis tanaman hutan mengacu pada genus tanaman yang mencakup berbagai jenis tanaman, seperti pohon dan semak yang berasal dari Afrika yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena memiliki banak manfaat maka akasia sangat penting untk dibudidayakan, utamanya untuk tujuan penghijauan karena pohon akasia kuat mampu membantu mencegah longsor.

Tanaman Akasia

Akasia hakekatnya merupakan genus besar semak dan pohon yang termasuk dalam subfamili Mimosoideae dari keluarga famili Fabaceae. Pada awalnya akasia ditemukan dari sekelompok spesies tanaman asli Afrika dan Australia.

Spesies pertama yang pernah ditemukan diberi nama Acacia nilotica oleh ilmuwan Swedia Carl Linnaeus pada tahun 1700-an, dan sejak itu, hampir 1.000 spesies telah ditambahkan ke dalam genus Acacia.

Di Indonesia tanaman Akasia juga sering dijumpai dan pada umumnya menjadi tanman perkebunan unggulan yang digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dna kertas. Serat dari kayu tersebut sangat cocok dijadikan membuat kertas tulis, kertas kemasan dan kertas lainnya.

Pengertian Tanaman Akasia

Tanaman akaisa merupakan tanaman yang berasal dari Autralia yang kemuian menyebar ke negara-negar alin khusunya daerah tropis salah satunya adalah di Indonesia dan di daerah beriklim sedang termasuk Eropa, Asia Selatan, Amerika, dan lain-lain.

Nama akasia berasal dari Bahasa Yunani yaitu “akis” yang memiliki arti duri atau (via akakia), yang berarti ‘pohon berduri’. Akasia adalah nama terkait alam, karena merupakan genus pohon dan semak.

Pengertian Tanman Akasia Menurut Para Ahli

Adapun definisi akasia menurut para ahli, antara lain:

  1. Cambridge Dictionary, Akasia adalah pohon dari bagian dunia yang tropis yang memiliki daun kecil dan bunga kuning atau putih.
  2. Wikipedia, Acacia yang umumnya dikenal sebagai mimosa, akasia, thorntree, atau wattle, adalah genus polifiletik semak dan pohon yang termasuk dalam subfamili Mimosoideae dari keluarga Fabaceae. Itu dijelaskan oleh ahli botani Swedia Carl Linnaeus pada tahun 1773 berdasarkan spesies Afrika Acacia nilotica.

Klasifikasi Tanaman Akasia

Klasifikasi tumbuhan akasia secara ilmiah adalah sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Kelas Dicotyledons
Super Ordo Rosanae
Ordo Fabales
Family Fabaceae
Genus Acacieae
Spesies  Acacia

Ciri Morfologi Akasia

Ciri-ciri morfologi tanaman akasia, antara lain:

  1. Akar

Arti akar yang kokoh dalam tumbuhan akasia ini mencapai kedalaman untuk air bawah tanah yang menajadi alasan mengapa pohon itu mentolerir kondisi kekeringan ekstrem. Banyak jenis akasia dilindungi oleh duri yang panjang dan tajam dan rasa yang sangat tidak menyenangkan yang mencegah hewan memakan daun dan kulit kayu.

  1. Batang

Pohon akasia bisa mencapai ketinggian 30 meter dengan cabang lurus yang panjangnya lebih dari setengah total tingginya.

Pohon akasia ketika masih muda amemiliki ciri kulit batang yang mulus dengan warna hijau, memasuki umur 2 sampai dengan 3 tahun akan muncul celah pada kulit, ketika sudah tua maka kulit batang menjadi coklat tua dan memiliki tekstur yang kasar, keras, dan bercelah.

  1. Daun

Akasia yang baru berkecambah memiliki bentuk daun majemuk setelah beberapa minggu daun majemuk tidak terbentuk dan tangkai daun serta sumbu utama dari daun majemuk tersebut akan  melebar dan menjadi phyllode yang memiliki tulang daun parallel dengan panjang 25cm dan lebar 10 cm.

  1. Bunga

Bunga akaisa berbentuk seperti paku berwarna putih atau krem sedangkan ketika mekar mirip dengan sikat botol dengan biji berwarna hitam dengan bentuk bervariasi

Manfaat Akasia

Akasia dipercaya dapat digunakan sebagai  obat-obatan, bahan kue, alat, dan kayu selama berabad-abad. Ia memiliki sejarah panjang dalam peradaban Mesir dan suku-suku asli Australia. Kerajaan dan suku tersebut menggunakan akasia dengan cara yang sangat beragam, mulai dari membuat makanan penutup hingga mengobati wasir.

Akasia yang dapat Kita beli hari ini mungkin berasal dari satu atau lebih spesies ini. Sebagian besar waktu, akasia dalam makanan atau obat-obatan adalah Acacia senegal (L.) Willd. Jenis akasia ini biasanya dalam bentuk getah.

Manfaat akasia untuk kesehatan adalah sebagai berikut:

  1. Getah akasia memiliki tekstur lengket alami

Bahan dengan sifat ini sering digunakan untuk mengurangi iritasi dan peradangan. Getah akasia  telah terbukti sangat efektif dalam meredakan sakit perut atau tenggorokan.

  1. Membantu penyembuhan luka

Akasia sering digunakan dalam perawatan topikal untuk membantu menyembuhkan luka. Dokter, ilmuwan, dan peneliti percaya bahwa efek ini mungkin disebabkan oleh beberapa bahan kimia, seperti alkaloid, glikosida, dan flavonoid.

Dalam satu penelitian, spesies akasia yang dikenal sebagai Acacia caesia diuji pada tikus sebagai bagian dari perawatan luka topikal. Yang kemudian dapat mempercepat penyembuhan luka daripada perawatan stkitar. Penelitian pada hewan lain menunjukkan bahwa akasia juga dapat membantu menyembuhkan bisul.

  1. Membantu menjaga kesehatan mulut

Ekstrak dari spesies akasia yang dikenal sebagai Acacia catechu, kadang-kadang disebut khair hitam, dapat digunakan dalam produk kesehatan mulut dan gigi seperti obat kumur untuk mencegah radang gusi.

Akasia bubuk juga dapat digunakan dalam jenis pasta gigi herbal yang terbukti membersihkan gigi tanpa terlalu abrasif pada permukaan gigi kita. Sebuah studi yang lebih tua, yaitu pada tahun 1999 menunjukkan bahwa bubuk gigi herbal ini mampu membersihkan lebih dari dua pertiga dari plak gigi, dan hampir 100%  dalam beberapa kasus.

  1. Sumber serat yang bagus

Getah akasia  mengandung water-soluble dietary fibers (WSDF) yang tidak hanya serat yang baik untuk diet Kita tetapi juga membantu mengendalikan kolesterol. Satu studi menunjukkan bahwa mengambil 15 gram getah akasia dalam bentuk cair setiap hari membantu mengelola konsentrasi kolesterol plasma dalam darah. Meskipun ditermukan pada tahun 1992, namun penemuan ini paling komprehensif tentang efek getah akasia pada darah sampai saat ini.

WSDF juga dapat membantu Kita mempertahankan berat badan yang sehat dan baik untuk kesehatan jantung umum. Food and Drug Administration (FDA) bahkan membuat perubahan pada peraturan untuk mengakui manfaat penggunaan akasia sebagai sumber serat yang baik di banyak makanan populer, termasuk sereal, jus, dan yogurt.

  1. Mengurangi lemak tubuh

Getah aksia memiliki potensi untuk menjaga berat badan ideal sementara juga mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 120 wanita, 60 wanita mengonsumsi 30 gram getah akasia per hari selama enam minggu, sementara 60 wanita lainnya menggunakan plasebo yang hanya mengandung 1 gram pektin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengambil getah akasia mengurangi indeks massa tubuh mereka. Persentase lemak tubuh mereka juga berkurang lebih dari 2 persen.
Atasi batuk dan sakit tenggorokan.

  1. Membantu mengatasi batuk dan sakit tenggorokan

Karena dikenal untuk menghilangkan iritasi dan peradangan, getah akasia juga dapat membantu mengendalikan batuk. Sifat getah akasia memungkinkan digunakan dalam larutan untuk melapisi tenggorokan dan melindungi lendir di tenggorokan dari iritasi.

Menggunakan akasia untuk batuk dapat menjaga tenggorokan yang sakit serta meredakan atau mencegah gejala, termasuk ketika kehilangan suara.

  1. Menghenikan pendarahan

Tanaman Acacia greggii, yang ditemukan di Amerika Serikat dan Meksiko, dapat digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan pada luka, dan potongan permukaan lainnya. Selain menghentikan pendarahan hebat juga dapat mencuci bakteri dari luka.

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah tanyakan kepada dokter sebelum mengkonsumsi segala bentuk akasia untuk memastikan tidak akan memiliki reaksi alergi atau interaksi obat. Beberapa bentuk akasia mengandung bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, memengaruhi kemampuan saluran pencernaan Kita untuk mengambil nutrisi, serta menghambat pertumbuhan.

Selain untuk kesehatan juga memiliki manfaat lain diantaranya untuk aroma parfum karena aroma wangi khas yang dimiliki akasia, sebagai tanman hias, sebagai astrigen untuk duia kecantikan, membantu menjaga struktur tanah serta peneduh jalan.

Cara Budidaya Akasia

Menanam akasia dari biji adalah metode yang paling mudah dan tercepat untuk menghasilkan tanaman. Namun perlu diperhatikan salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan adalah sumber benih. Benih akasia bisa didapatkan dari layanan benih tanaman asli yang bisa diandalkan yang bisa menjamin sumber dan kualitas benih yang disediakan.

Hal yang perlu diketahui ketika membudidayakan akasia adalah Akasia membutuhkan sinar matahari penuh dan tumbuh di hampir semua jenis tanah, termasuk pasir, tanah liat, atau tanah yang sangat basa atau asam.

Meskipun akasia lebih menyukai tanah yang memiliki drainase yang baik, namun akasia dapat mentolerir tanah berlumpur untuk waktu yang singkat. Selain itu dianjurkan agar semua peralatan dan tanah yang akan digunakan disterilkan untuk mencegah kemungkinan kontaminasi dari patogen tanah atau produksi gulma.

Waktu yang baik untuk menanam akasia adalah ketika awal musim penghujan. Ketika menanam benih awal dapat dilakukan dalam polybag kemudian setelah bibit tumbuh tinggi sekitar 50 cm  dapat dipindahkan ke dalam lubang tanam yang telah disediakan.

Pohon akasia yang umurnya 7 tahun atau lebih malai boleh ditebang yang kayunya bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan meja, kursi, dan lemari. Akasia membutuhkan sedikit bahkan tanpa air. Tanaman akasia mungkin membutuhkan pemangkasan sesekali selama bulan-bulan kering.

Ketika melakukan pemangkasan perlu diperhatikan hindari pemangkasan di area hijau lebih baik hanya pangkas  pertumbuhan yang mati tujuannya adaalah agar kualitas kayu terjaga, karena apabila dibiarkan dapat menyebabkan timbulnya mata kayu.

Meskipun pohon itu tahan penyakit, kadang-kadang dapat dipengaruhi oleh penyakit jamur yang dikenal sebagai antraknosa. Selain itu, perhatikan hama seperti kutu daun, thrips, dan kutu.

Nah itulah saja artikel yang bisa kami kemukakan sampai selesai tentang adanya pengertian tanaman akasia menurut para ahli, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik budidaya yang bisa dilakukan. Semoga memberi wawasan.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *