Tanaman Apel, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Apel

Apel adalah salah satu buah yang tidak asing lagi untuk kita. Bahkan dengan rasa yang khas dan jenis-jenis warna yang sedemikian rupa, beberapa dari kita pernah mencicipi berbagai jenis buah apel.

Walaupun demikian, pohon apel jarang ditemukan tumbuh disekitar lahan pertanian dengan suhu tinggi yang ekstrim. Tanaman apel mempunyai adaptasi yang cukup spesifik terhadap suhu. Sehingga pemeliharaannya pun bergantung pada lingkungan sekitar.

Tanaman Apel

Tanaman apel diketahui berasal dari wilayah Asia Tengah dan mulai masuk ke negara Indonesia pada tahun 1934. Apel (Pyrus malus), hingga saat ini keanekaragamannya mencapai 7500 varietas. Biasanya tanaman apel dapat ditemukan pada dataran tinggi maupun dataran rendah.

Pohon apel dapat tumbuh tinggi mencapai 3 hingga 10 meter. Jika subur daun-daunnya akan tumbuh rindang berwarna hijau. Selain itu tanaman apel juga menghasilkan buah yang menjadi komoditas buah-buahan yang tinggi. Bentuknya lonjong sedikit bulat, dengan warna yang berbeda-beda pada setiap varietas.

Umumnya apel hanya dikenal sebagai buah-buahan yang dapat langsung dikonsumsi dan menyehatkan. Sebenarnya khasiat dan manfaat dari tanaman apel tidak hanya itu saja.

Klasifikasi Apel

Berikut adalah klasifikasi ilmiah yang ada dalam apel, antara lain;

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Tracheobionta
Super Divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Dicotyledone
Sub Kelas Rosidae
Ordo Rosales
Famili Rosaceae
Genus Malus
Spesies Malus domestica auct

Ciri Morfologi Apel

Ciri dari tanaman apel, salah satunya morfologi yang mudah dilihat secara kasat mata. Antara lain;

  1. Akar

Tanaman apel memiliki bentuk akar tunggang, arah tumbuhnya lurus atau vertikal ke bawah tanah. Dengan bentuk demikian, tanaman apel akan lebih ditopang dan dapat berdiri dengan tegak. Selain itu arti akar pada pohon apel juga berguna untuk menghisap air lebih dalam serta menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah.

  1. Batang

Tanaman apel mempunyai jenis batang dengan tekstur yang cukup keras. Kulit kayunya berkembang cukup tebal, sehingga kayu pohon apel dikenal cukup kuat dan cukup keras. Warna batang ketika muda berwarna cokelat kekuning-kuningan, sementara saat sudah tua batang pohon apel akan berwarna hijau kekuningan hingga kuning keabu-abuan.

Cabang-cabang batang tanaman apel yang tidak dipangkas akan tetap tumbuh lurus tanpa menumbuhkan ranting-ranting baru. Namun apabila dilakukan pemangkasan secara berkala, tajuk pohon akan berbentuk perdu dengan bentuk yang menyerupai payung atau meja.

  1. Daun

Daun tanaman apel memiliki bentuk oval atau lonjong, ukuran besar kecilnya berubah seiring pertumbuhan. Walaupun berbentuk oval, bagian ujung daun berbentuk runcing, sedangkan pangkal daun tumpul, dan bagian tepi daun bergerigi teratur.

Bentuk daun apel terdiri dari enam bentuk pokok yaitu, oval, broadly oval, acute, narrow oval, narrow acute, dan broadly acute.

Bagian permukaan daun dapat berbentuk datar atau bergelombang. Bagian sisi daun dapat ditemukan melipat ke atas atau ke bawah. Ciri yang terakhir dapat dilihat pada daun pohon apel adalah bagian permukaan bawahnya yang diselimuti bulu-bulu halus.

  1. Bunga

Bunga pada tanaman apel memiliki tangkai yang berukuran pendek, menghadap ke atas, dan dalam setiap tandannya dapat ditemukan 7 hingga 9 bunga.

Bunga tanaman apel tumbuh pada bagian ketiak daun. Mahkotanya terdiri dari 5 helai, berwarna putih atau merah jambu dengan bentuk yang menyelubungi benang dari pada daun buah. Pada bagian tengah bunga terdapat putik yang merupakan bakal buah dari pohon apel.

  1. Buah

Buah apel tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, namun umumnya kebanyakan buah apel berbentuk bulat dan lonjong pada bagian pucuk bawahnya. Kulit apel cukup tebal dan bertekstur kasar, begitupun dengan pori-pori buahnya.

Terdapat satu khas yang menandai bahwa buah sudah masak atau matang, yaitu bagian permukaan kulitnya yang terlihat mengkilap. Warna buahnya juga terdiri dari berbagai macam tergantung pada jenisnya. Ada yang berwarna hijau, hijau kekuningan, merah tua, merah kekuningan, dan lain sebagainya.

  1. Biji

Struktur biji tanaman apel dapat ditemukan pada bagian tengah buah apel. Letaknya hanya melingkar pada satu tempat, dengan lapisan luar biji yang menjadi pembatas antara biji dengan daging buah. Biji buah apel memiliki bentuk lonjong, pada satu sisi bagian ujungnya tumpul, dan sisi lain ujungnya lancip. Biji apel berwarna cokelat kehitaman, dengan ukuran yang kecil sekitar 1 cm dan lebar 0,5 cm.

Manfaat Apel

Tanaman apel khususnya pada bagian buah mengandung senyawa-senyawa penting bagi gizi. Diantaranya adalah kalori, karbohidrat, lemak, protein, fosfor, besi, air, dan kalsium. Selain itu apel juga mengandung beberapa vitamin antara lain vitamin A, vitamin C, serta vitamin B1.

Dari kekayaan kandungan yang tanaman apel miliki, memberikan manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh. Beberapa manfaat dari tanaman apel dapat kita simak pada uraian berikut :

  1. Menjaga kesehatan paru-paru dan mencegah kanker

Khasiat apel yang dapat menjaga kesehatan paru-paru telah diteliti oleh the National Heart and Lung Institute. Apel yang dijus dapat menjaga kesehatan karena apel mempunyai kandungan phytochemicals seperti flacanoids acids yang dapat mengurangi peradangan pada organ pernapasan.

Zat flavonoid yang ada pada buah apel terbukti mampu menurunkan risiko kanker paru-paru hingga 50%. Penelitian lain dati Cornell University menyebutkan bahwa zat fitokimia pada kulit apel mampu menghambat pertumbuhan kanker usus hingga 43%.

  1. Mencegah menopause

Penelitian US Apple Association tahun 1992 memberitahu bahwa apel mengandung senyawa boron yang membantu tubuh wanita untuk mempertahankan kadar estrogen.  Dengan demikian gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon ketika tiba saatnya menopause dapat dikurangi.

  1. Menjaga kesehatan gigi

Kerusakan gigi dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mengganggu adalah plak yang ada pada gigi. Apel diketahui mengandung tanin yang mampu mencegah kerusakan gigi periodontal.

  1. Menurunkan berat badan

Buah apel menjadi salah satu sumber serat yang baik bagi tubuh. Kandungan tersebut sangat cocok untuk pencernaan dan dapat menurunkan berat badan. Apel juga dapat dikonsumsi sebagai camilan tambahan bagi orang yang sedang dalam tahap diet karena adpat mencegah lapar datang lebih cepat.

  1. Menurunkan kadar kolesterol

Senyawa fitokimia pada apel mampu melawan radikal bebas karena merupakan salah satu jenis antioksidan. Sehingga konsumsi apel dapat menurunkan kolesterol jahat pada tubuh serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Terdapat kandungan pektin dan asam D-glucaric yang juga membantu peran tersebut agar optimal.

  1. Mencegah penyakit jantung

Penelitian dari pusat medis Davis Universitas California menyatakan bahwa zat antioksidan pada jusapel mampu menurunkan kolesterol (LDL). Dengan begitu apel juga dapat melindungi tubuh dari penyakit yang menyerang jantung.

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Dari Miriam Polunnin pada bukunya “Healing Foods” menyebutkan bahwa apel sangat bermanfaat bagi pencernaan. Pada penelitian Konowalchuck J tahun 1978 juga menyatakan bahwa apel dapat melawan berbagai infeksi virus.

Cara Budidaya Tanaman Apel

Budidaya tanaman apel dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Pembibitan

Pembibitan tanaman apel dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Namun biasanya dilaukan dengan cara vegetatif yaitu dengan teknik okulasi, stek, dan sambungan. Untuk menghasilkan tanaman yang sehat, bibit yang dipilih harus berasal dari indukan yang sehat pula.

  1. Penanaman

Penanaman tanaman apel akan lebih baik jika dilakukan pada awal musim hujan. Lubang yang akan ditanami oleh bibit berukuran sekitar 60 cm. Karena pohon apel akan tumbuh dengan tinggi dan lebar, maka setiap tanaman satu sama lain harus memiliki jarak setidaknya 3 sampai dengan 4 meter.

  1. Pemupukan

Tanaman apel membutuhkan unsur-unsur penting dari hara makro antara lain C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S. Sementara itu unsur mikro diantaranya Fe, Zn, Mn, Cu, B, dan Mo. Unsur hara makro dapat diperoleh dari pupuk kimia dan unsur hara mikro dapat diperoleh dari pupuk organik.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman apel dapat dilakukan secara berkala dengan pemberian pupuk serta pengairan yang cukup. Selain itu, tanaman apel perlu dipangkas pada kondisi-kondisi tertentu agar pucuk daun atau dahan tetap tumbuh dengan baik. Pemangkasan juga dilakukan guna menghindari serangan dari jenis hama dan juga penyakit pada tanaman.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan penjelasan dalam tanaman apel, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi referensi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *