Tanaman Aren, Klasifikasi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Aren

Gula aren tentunya bukan menjadi sesuatu baru yang baru saja dikenal banyak orang. Gula ini berasal dari tanaman aren yang pastinya juga bukan hal asing untuk kita dengar. Pohon aren merupakan salah satu tanaman yang berada dalam satu kelompok tanaman kelapa dan tumbuhan nipah.

Oleh karena itulah 3 jenis pohon-pohon yang disebutkan tersebut masuk kedalam golongan palem atau pinang-pinangan.

Tanaman Aren

Tanaman aren sangat terkenal sebagai jenis tumbuhan yang bersifat serbaguna. Salah satu bagian dari tanaman aren yaitu daunnya bisa diproduksi menjadi sapu ijuk. Tumbuhan ini juga memiliki nama latin yaitu arenga pinnata. Pohon aren juga sering dibudidayakan karena jenis tumbuhan ini bisa tumbuh subur dan memiliki nilai ekonomis yang cukup baik bagi para petani.

Klasifikasi Aren

Pohon yang sangat cocok tumbuh di daerah tropis ini mempunyai taksonomi atau sistem klasifikasi imliah dalam tumbuhan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Viridiplantae
Infra kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sub divisi Spermatophyta
Kelas Magnoliopsida
Super ordo Lilianae
Ordo Arecales
Famili Arecaceae
Genus Arenga
Spesies Arenga Pinnata

Manfaat Tanaman Aren

Pohon aren termasuk salah satu pohon yang dilindungi di Indonesia. Hal ini karena aren merupakan jenis pohon yang memiliki peluang sangat baik di pasar dan bernilai ekonomis cukup tinggi. Tanaman aren juga terkenal kaya akan manfaat diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Terbentuknya kolang-kaling

Siapa yang tidak kenal dengan kolang-kaling? Makanan yang satu ini sering dijadikan sebagai campuran es buah atau es teller dan lebih banyak dikonsumsi pada saat bulan ramadhan. Kolang-kaling ini ternyata terbentuk dari buah tanaman aren yang diolah dan bebas dari getah beracun.

Buah aren memiliki sebutan beluluk atau caruluk dan biasanya memiliki sekitar 2 sampai 3 butir inti biji berwarna putih dengan batok tipis dan keras. Buah-buah inilah yang diproduksi dan bisa dijadikan kolang-kaling.

  1. Bahan bangunan dan rumah tangga

Pohon aren yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan rumah tangga adalah daun, batang, dan ijuknya. Beberapa masyarakat pedalaman masih terbiasa untuk memanfaatkan daun aren untuk atap rumah adat.

Batang juga digunakan untuk dijadikan papan yang bisa menyekat setiap ruangan rumah. Selain itu struktur bangunan aren juga bisa diolah menjadi bahan makanan. Contohnya saja empulur batang bisa diolah menjadi sagu. Akarnya digunakan untuk pancing atau cambuk. Pucuk daun aren muda juga bisa diproduksi untuk daun rokok atau kawung.

Berbagai wadah juga bisa dibuat dari aren, seperti daunnya yang dapat dianyam dan menjadi tali, wadah yang bisa digunakan untuk kepentingan sehari- hari. Sedangkan lidinya bisa dijadikan sapu lidi.

  1. Energy alternative

Pohon aren memang terkenal kaya akan manfaat, hal ini terbukti bahwa aren bukan hanya bisa digunakan untuk produksi gula, kolang-kaling, maupun campuran makanan. Akan tetapi aren bisa bermanfaat untuk dijadikan energy alternatif yang ramah lingkungan.

Nira pada pohon aren memiliki kandungan bioethanol. Setiap 25 liter nira yang diolah akan menghasilkan 2 liter bioethanol dengan kadar 90 hingga 92 %. Sedangkan jika nira diolah tanpa katalisator maka hanya akan menghasilkan kadar sebesar 72 %.

Selain itu nira pada pohon aren juga bisa dikembangkan menjadi biovtur. Proses ini dilakukan melalui konversi biomassa dari serai, gula, tepung, dan minyak aren.

  1. Bahan pembuatan nira dan gula

Tanaman aren bisa diproses dan diolah menjadi gula aren. Proses yang dilakukan yaitu dengan cara menyadap tandan bunga jantan yang sudah mekar dan menyebarkan serbuk sari berwarna kuning.

Tandan harus dipukul agar mengeluarkan air nira dan bisa menghaslkan cairan. Cairan tersebut di sebut nira dan harus di tampun agar bisa diolah menjadi gula aren. Gula aren yang sudah selesai diproduksi bisa dipasarkan dan akan memberikan nilai ekonomi yang baik.

Cara Budidaya Aren

Aren merupakan pohon yang dibilang cukup mahal dan bisa menjadi semakin terbatas jika tidak dibudidayakan dengan baik. Padahal semakin hari kebutuhan aren menjadi semakin banyak, melihat bahwa prospek perkebunan aren cukup menjanjikan maka pohon aren perlu dirawat. Berikut ini adalah cara budidaya pohon aren yang bisa kita tiru:

  1. Syarat tumbuh pohon aren

Syarat tumbuh pohon aren sangat penting untuk diperhatikan karena dengan memahami hal ini maka kita bisa mengetahui pada bagian apa dan bagaimana pohon aren bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu syarat tumbuh aren sangat penting untuk kita amati.

Pohon aren akan lebih baik pertumbuhannya apabila tumbuh di daerah yang memiliki iklim sedang hingga basah dengan ketinggian maksimal 1.400 mdpl. Namun untuk aren juga bisa tumbuh baik jika berada di ketinggian sekitar 500 hinda 700 mdpl dengan curah hujan kurang lebih 1.200 mm per tahunnya.

  1. Pembibitan pohon aren

Bibit merupakan bahan awal untuk melakukan suatu penanaman. Sehingga pemilihan arti benih harus dilakukan dengan semaksimal mungkin dan harus memilih bibit yang paling berkualitas.

Bibit aren sendiri bisa diperoleh melalui cara alami ataupun dengan memperbanyak biji benih. Pastikan bahwa biji yang kan dijadikan benih harus berasal dari pohon yang sehat. Pemilihan pohon bisa dilakukan dengan ciri diantaranya yaitu buah memiliki ukuran paling kecil 4 cm harus sudah matang, berwarna kuning kecoklatan, dan daging buahnya lunak.

Selain itu pohon aren yang sehat biasanya akan mempunyai kulit yang luarnya terasa halus. Apabila pohon dengan iri tersebut sudah diketemukan maka selajutnya ialah mengeluarkan biji aren dengan cara dibelah dan biji diseleksi yang berukuran besar, bewarna hitam kecoklatan, dan permukaanya tidak keriput.

  1. Penyemaian pohon aren

Biji yang akan dijadikan bibit aren kemudian disemaikan dengan cara merendam biji pada larutan HCI dengan kosentrasi 95 % selama 15 sampai 25 menit. Kemudian biji direndam dalam air dengan suhu 50 derajat selama 3 menit , hal ini dilakukan agar penutup embrio pada biji hilang.

Media semai bisa dibuat dari kantong plastic atau polybag dengan ukuran 20 x 25 cm. Isi polybag dengan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 1 : 3 : 1.

  1. Pemeliharaan semai pohon aren

Bibit aren dengan ukuran sekitar 40 cm akan diperoleh dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu antara 1 hingga 1,5 tahun. Perawatan semai juga perlu dilakukan dengan memberi bibit air atau disiram secara rutin pagi dan sore hari.

Penyiangan atau pencabutan juga harus dilakukan apabila di sekitar tanaman terdapat tanaman pengganggu. Selain itu jika aren yang di semai terdapat hama atau penyakit maka harus diberikan pestisida atau insektida.

  1. Penanaman bibit pohon aren

Bibit aren bisa ditanamn dengan cara monokultur atau tumpang sari. Sebelum penanaman dilakukan maka bersihkan lahan terlebih dahulu dengan cara membunag tanaman pengganggu dan melakukan penggemburan tanag dengan cara mencangkul atau membajak tanah.

Selanjutnya pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan buat jarak antar lubang sekitar 5 x 5 meter (monokultur) atau 9 x 9 meter (tumpang sari). Lubang yang sudah dibuat kemudian di beri pupuk kandang, urea, dan TSP dan di diamkan selama 3 sampai 5 hari.

  1. Pemupukan pohon aren

Pemupukan bisa dilakukan dengan cara merangsang tanaman dengan pemberian pupuk ketika berumur 1 hingga 3 tahun. Pupuk yang bisa digunakan yaitu Pupuk NPK, Pupuk Urea, Pupuk KCL, dan kandang. Pemupukan bisa dilakukan dengan membuat lingkaran disekitar batang dan selanjutnya di taburi dengan pupuk yang sudah di siapkan.

  1. Pengendalian gulma, hama, dan penyakit pohon aren

Cara pengendalian gulma yang ada di pohon aren harus dilakukan penyiangan sebanyak 4 kali dalam waktu 1 tahun hingga tanaman berumur 3 sampai 4 tahun. Selain gulma, maka hama dan penyakit lainnya yang mengganggu pohon aren juga harus dibasmi dengan cara mekanis maupun kimia.

Nah, demikianlah artikel yang bisa kami berikan dan ulasakan secara lengkap pada semua pembaca berkenaan dengan tanaman aren, klasifikasi ilmiah, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *