Tanaman Asparagus, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Jenis, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tumbuhan Asparagus

Jika kita ditanya mengenai mana saja tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok sayur-sayuran. Tentu jawaban yang paling umum adalah jenis-jenis tumbuhan yang sering kita makan, misalnya tanaman bayam, kangkung, wortel, brokoli, kol, kentang, dan banyak lagi yang lainnya.

Tanaman asparagus juga merupakan bagian dari kelompok sayur-sayuran. Akan tetapi namanya mungkin terbaca sangat asing,  atau bahkan tidak semua orang pernah memakan olahan tanaman tersebut. Seperti sayuran pada umumnya, sebagai bahan makanan yang dikonsumsi asparagus memiliki rasa yang sedap. Selain itu, asparagus juga memiliki beberapa manfaat lain yang berguna bagi kehidupan manusia.

Tanaman Asparagus

Asparagus adalah tanaman semak yang umumnya ditemukan pada daerah pegunungan. Jenis asparagus kini terdiri dari beberapa macam. Namun pada awalnya ditemukan di daratan Mediterania Eropa Selatan, bangsa yang mengenalkan dengan tanaman asparagus adalah bangsa Romawi sejak 200 tahun sebelum masehi.

Dari 300 varietas tanaman yang tersebar di seluruh dunia, diketahui hanya sekitar 20 jenis saja dari tanaman asparagus yang dapat dimakan. Bagian tanaman yang biasa dijadikan sayuran adalah tunas daunnya. Selain dikenal sebagai salah satu jenis sayuran, tanaman asparagus juga berguna sebagai obat dari beberapa penyakit.

Asparagus mulai dibudidayakan sekitar 2000 tahun lalu untuk kegunaan obat-obatan dan bahan makanan oleh bangsa Roma serta bangsa Yunani. Sebagai bahan makanan, terdapat beberapa cara pengolahan yang baik pada tanaman asparagus, yaitu sekitar 3 hingga 4 menit saja.

Klasifikasi Tanaman Asparagus

Tanaman asparagus berkerabat dekat dengan bawang-bawangan, sebab asparagus sendiri merupakan kelompok tanaman suku bawang-bawangan. Asparagus merupakan tumbuhan monokotil yaitu struktur biji berkeping satu. Adapaun klasifikasi ilmiah asparagus mulai dari kingdom hingga spesies yaitu sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Trachebionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Sub Kelas Lilidae
Ordo Liliales
Famili Liliceae
Genus Asparagus
Spesies Asparagus officinalis L

Morfologi Asparagus

Adapaun fungsi yang dimiliki pada tanaman asparagus ini antara lain sebagai berikut;

  1. Akar

Tumbuhan monokotil memiliki ciri khusus yaitu akarnya yang berbentuk serabut. Begitu pula dengan arti akar tanaman asparagus, akarnya yang serabut menjalar berwarna putih keruh. Ukuran akar dapat berkisar 5 sampai dengan 10 cm, biasanya akar asparagus dimanfaatkan sebagai obat herbal dan obat tradisional.

  1. Batang

Pengertian batang tanaman asparagus terdiri dari dua tipe batang, yaitu batang dalam dan batang luar. Batang dalam disebut juga sebagai rizoma, sedangkan batang luar menjadi tempat tumbuhnya cabang, ranting dan daun. Ukuran panjang batang dapat mencapai satu meter, dengan diameter mulai dari 1 cm.

  1. Daun

Daun asparagus memiliki bentuk yang menyerupai jarum kecil. Saat masih muda daunnya berwarna hijau muda, dan hijau tua ketika sudah menua. Pada satu tangkai daun terdapat beberapa percabangan tempat tumbuhnya daun. Umumnya daun asparagus menyerupai daun pada tanaman pakisan atau kerisan.

  1. Buah

Terdapat buah pada tanaman asparagus, bentuknya bulat dengan ukuran diameter 0,5 cm. Ketika masih muda buah berwarna hijau, sedangkan saat menuju matang warnanya akan berubah menjadi cokelat kehitaman. Buah yang matang dapat ditandai dengan permukaan kulit dan daging buah yang lembek, serta warnanya yang sempurna hitam.

  1. Biji

Arti biji asparagus terletak di dalam buah tanaman. Bijinya berwarna hitam dan memiliki kulit dengan tekstur yang keras. Ukurannya tidak terlalu besar, kira-kira sebesar biji pada buah pepaya.

Jenis Asparagus

Umumnya terdapat dua jenis asparagus berdasarkan warna tanamannya, yaitu asparagus putih dan asparagus hijau. Dari kedua jenis asparagus ini bagian yang sering dikonsumsi adalah rebung muda. Asparagus penghasil rebung yang dapat dimakan keberadaannya sudah ada sejak jaman Belanda.

Asparagus putih dan hijau, biasanya tumbuh di dataran tinggi. Hanya saja pada jaman Belanda dahulu daunnya lebih sering dipanen untuk dijadikan tanaman hias. Selain kedua jenis asparagus tadi, terdapat beberapa jenis asparagus lainnya, yaitu :

  1. Asparagus setactus/ Asparagus officinalis
  2. Asparagus densiflorus, asparagus jenis ini merupakan golongan tanaman evergreen. Spesies densiflorus adalah asparagus yang asli berasal dari Afrika Selatan, dan juga termasuk tanaman yang dibudidayakan.
  3. Asparagus umbellatus, spesies ini adalah tanaman endemik di wilayah Pulau Madeira. Nama jenis asparagus berasal dari bahasa Yunani, yaitu umbellatus atinya berbentuk umbel atau bunga majemuk.
  4. Asparagus falcatus, jenis asparagus ini memiliki ukuran tinggi yang dapat mencapai sekitar 7 meter. Tunasnya lembut dan berbentuk meringkuk. Daun dari asparagus falcatus berwarna hijau gelap, melengkung, dan juga tipis. Bunga yang dihasilkan dari jenis tanaman asparagus ini berwarna putih dengan bau yang enak, serta buahnya berwarna merah cerah. Warna yang menarik pada buah asparagus disukai berbagai macam burung.

Kandungan dan Manfaat Tanaman Asparagus

Tanaman asparagus mengandung banyak senyawa yang berguna yaitu kalsium, magnesium, seng, protein, thiamin, riboflavin, niacin, zat besi, kalium, fosfo, mangan. Selain itu asparagus juga kaya dengan vitamin B6, vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan vitamin E. Asparagus juga merupakan sumber dari asam folat nabati serta sumber serat, dan kalori yang rendah. Bahkan di dalam asparagus tidak terkandung lemak, dan hanya sedikit natrium.

Selain yang sudah disebutkan di atas, kandungan asparagus yang berguna sebagai zat gizi pada tubuh dapat disimak pada uraian berikut:

  1. Asperegine, berguna memperbaiki sistem pencernaan makanan dan juga melancarkan air seni.
  2. Asam folat, dapat mengurangi cacat bawaan pada bayi, menyembuhkan kanker panggul, usus serta dubur. Selain itu mencegah penyakit pada jantung.
  3. Potassium, berfungsi meregulasikan keseimbangan elektrolit yang ada pada sel. Menjaga fungsi jantung dan mempertahankan tekanan darah agar normal. potassium juga berguna menyembuhkan penyakit batu empedu, batu ginjal, flek hitam pada kulit, dan kanker prostat.
  4. Akar rhizoma asparagus, bermanfaat bagi pengobatan infeksi saluran kemih serta batu ginjal dengan cara tradisional.
  5. Kandungan serat (dietary fiber) pada asparagus sangat tinggi, zat ini dapat mengikat karsinogen penyebab kanker. Selain itu serat juga membantu proses pencernaan pada tubuh.
  6. Asam amino asparagines pada tanaman ini dapat merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme pada tubuh. Juga dipercaya meningkatkan sirkulasi darah dan melepas deposit lemak yang ada pada dinding pembuluh darah.
  7. Rendah kalori, hal ini sangat cocok bagi orang-orang yang sedang melangsungkan diet.

Kandungan pada asparagus telah menunjukkan banyaknya khasiat yang dapat diperoleh ketika mengonsumsi tanaman tersebut. Tanaman asparagus memberikan manfaat yang lebih banyak lagi apabila dikonsumsi secara rutin dan pengolahan yang baik. Macam-macam manfaatnya dapat dilihat di bawah ini:

  1. Melancarkan sistem pencernaan pada tubuh.
  2. Memperlancar produksi ASI pada ibu.
  3. Memperbaiki sistem kardiovaskuler yaitu dengan cara memperkuat fungsi hati, aliran darah, dan kapiler tubuh.
  4. Mencegah kram yang biasanya terjadi pada saat menstruasi.
  5. Mencegah efek-efek penuaan yang akan terjadi pada kulit.
  6. Membantu treatmen pada pasien HIV.
  7. Mencegah penyakit kudis yang dapat menyerang kulit.
  8. Mencegah katarak pada mata.
  9. Memberikan nutrisi pada rambut sehingga tidak mudah rontok.
  10. Memiliki zat anti kanker yang dapat menangkal jenis kanker tertentu.
  11. Mencegah peradangan pada sendi.

Tanaman asparagus, selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan sebagai bahan makanan juga dapat dibudidayakan. Hasil budidaya dapat digunakan sebagai pasokan bahan pangan maupun konsumsi pribadi.

Budidaya tanaman asparagus dapat dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian mulai dari 600 sampai 1300 mdpl. Pembibitannya dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara vegetatif melalui kultur jaringan. Selain itu, bibit juga dapat didapat dari tunas hasil stek, atau dari biji secara generatif.

Proses pemeliharaan dari tanaman asparagus dapat dikatakan tidak terlalu sulit. Diantaranya dengan melalukan pemupukan, penyiraman, pengontrolan rumput liar di sekitar tanaman, dan pemberantasan hama jika ada. Lalu hasil dari asparagus dapat dipanen pada rentang waktu 8 sampai dengan 9 bulan dari waktu penanaman.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman asparagus, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, jenis, dan manfaatnya dalam berbagai bidang. Semoga memberikan edukasi dan referensi bagi segenap pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *