Tanaman Bakung, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Bakung

Tanaman bakung dikenal juga sebagai arti bunga lily, adalah tumbuhan yang mempunyai warna yang khas dan harum. Tanaman bakung termasuk famili Liliaceae yang setidaknya terdiri dari 110 jenis. Adapuun untuk habitat hidup tanaman bakung diantaranya di hutan, pegunungan, atau rerumputan. Saat ini tanaman bakung sudah tersebar di sebagian besar wilayah Asia dan Eropa.

Tanaman Bakung

Tanaman bakung termasuk ke dalam tumbuhan tahunan, bakung dapat tumbuh hingga tinggi 180 cm. Umumnya tanaman bakung memiliki bagian tangkai yang kokoh dan juga terdapat umbi polos di bawah tanah. Umbi tanaman bakung akan berkembang menjadi rhizoma, sementara bunga-bunga bakung terdiri dari berbagai warna antara lain putih, merah, jingga, kuning, tembaga, pink, dan kehitam-hitaman.

Klasifikasi Bakung

Adapun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman bakung ini, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermathophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Sub Kelas Liliidae
Ordo Liliales
Famili Amaryllidaceae
Genus Crynum
Spesies Crynum asiaticum L

Ciri Morfologi Tanaman Bakung

Tumbuhan bakung memiliki ciri-ciri morfologi seperti di bawah ini :

  1. Batang

Definisi batang tanaman bakung biasanya berukuran tinggi 60 hingga 180 cm. Batang tanaman bakung ini sendiri memiliki ciri kokoh dan kuat dengan warna yang melakat dari batang bakung hijau, sama persis sebagaimana dengan warna daun.

  1. Daun

Daun tanaman bakung pada dasarnya berwarna hijau, dan berbentuk panjang. Tanaman bakung selain digunakan sebagai salah satu jenis tanaman hias, kebanyakan bagian yang paling bermanfaat setelah bunganya adalah bagian daun.

  1. Bunga

Bunga tanaman bakung atau bunga lily sangat dikenal karena mempunyai bentuk yang cantik dan juga indah. Bunga bakung memiliki 3 kelopak dan biasanya 6 mahkota. Warna bunga bakung bermacam-macam sesuai dengan jenisnya.

Bentuk bunga bakung mahkotanya tersusun seperti corong, serta memiliki biji besar bundar, gepeng, dan juga berlendir. Mahkota bunga berbentuk lancip dan sama besar antara satu dengan lainnya.

Manfaat Tanaman Bakung

Tanaman bakung mengandung zat kimia yaitu saponin, flavonoid, dan tannin. Pada umbi, akar, dan biji bakung terkandung krinin, alkaloid likorin, dan asetilkorin. Dengan kandungan tanaman bakung, tanaman tersebut mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai berikut:

  1. Peluruh Air Seni

Bila kita sedang mengalami gangguan sulit buang air kecil, tanaman bakung dapat mengobatinya. Kandungan tanaman bakung dapat meluruhkan air seni, sehingga setelah mengonsumsinya penderita gangguan akan lebih mudah mengeluarkan buangan air kecil.

Gangguan kesulitan air kecil dapat terjadi akibat penyakit tertentu, biasanya berkaitan dengan ginjal. Kemungkinan karena terdapat kristal di dalam ginjal yang disebut penyakit batu ginjal, sebelum menjadi lebih parah, lebih baik jika mengonsumsi tanaman bakung sebagai langkah pencegahan.

  1. Mencegah Terjadinya Pendarahan

Pendarahan biasanya terjadi karena adanya luka yang disebabkan kecelakaan atau juga dapat disebabkan kelainan genetik. Pendarahan yang terjadi terus menerus akan membahayakan, maka untuk mencegahnya tanaman bakung dapat dikonsumsi oleh penderita.

Tanaman bakung dapat mencegah pendarahan sekaligus menghentikan pendarahan agar orang yang mengalaminya tidak lagi mengeluarkan banyak darah.

  1. Mempercepat Proses Pengeringan pada Luka

Selain berguna untuk mencegah dan menghentikan pendarahan, tanaman bakung juga bermanfaat dalam proses pengeringan luka. Khususnya luka akibat jatuh atau kecelakaan yang merobek bagian kulit terluar. Tanaman bakung juga dapat mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Ternyata tanaman bakung tidak hanya bermanfaat untuk luka luar saja, tetapi juga dapat digunakan untuk luka dalam aau memar. Keduanya dapat dilakukan dengan cara yang sama, yaitu daun bunga bakung dioleskan dengan minyak kelapa. Setelah itu dilayukan sebentar di atas api, dan ditempelkan ke bagian luka.

  1. Obat Sakit Gigi

Tanaman bakung dapat digunakan sebagai obat sakit gigi yaitu dengan memanfaatkan bagian akarnya. Akar bakung dapat ditempelkan langsung pada bagian gigi yang terasa sakit atau direbus terlebih dahulu dan digunakan sebagai obat kumur.

  1. Mengobati Keracunan Akibat Gigitan Hewan

Sebagai obat untuk keracunan tanaman bakung dimanfaatkan bagian umbinya. Umbi harus dicuci terlebih dahulu, setelah itu umbi bakung ditumbuk halus lalu ditambahkan air. Saringan dari umbi bakung diminum dan sari bakung yang tidak digunakan ditempelkan pada bagian luka gigitan.

Apabila penderita sudah meminumnya dan setelah itu terjadi reaksi berupa muntah-muntah, maka umbi bakung bereaksi dengan baik. Sebab muntah menjadi salah satu indikasi racun keluar dari tubuh.

  1. Mengobati Reumatik, Keseleo, dan Sakit Pinggang

Daun bakung bekhasiat mengobati penyakit reumatik, keseleo, dan sakit pinggang. Cara pertama yaitu dengan mengolah daun bakung yang sudah layu, lalu ditambahkan minyak wijen dan ditempelkan ke bagian yang sakit. Atau cara kedua yaitu mencampurkan daun bakung dengan jahe merah, kemudian dioleskan ke bagian yang sakit.

Budidaya Bakung

Menanam tanaman bakung dan juga merawatnya bukan menjadi hal yang sulit. Cara budidaya tanaman bakung dapat dilakukan dengan tahapan di bawah ini;

  1. Persiapan Lahan

Tanaman bakung mampu beradaptasi di dataran rendah dan juga dataran tinggi. Walaupun demikian, akan lebih baik jika ketika menanam tidak memilih sembarang lahan pertanian. Setidaknya jenis lahan pertanian yang akan ditanam bakung memiliki tanah yang subur, pH normal, intensitas penyinaran matahari yang cukup, dan memiliki drainase yang cukup baik.

  1. Penggemburan Tanah

Lahan yang akan ditanam harus melalui proses penggemburan, apalagi jika penanaman dilakukan secara serempak. Penggemburan lahan dilakukan agar akar tanaman mampu berkembang dengan baik, sehingga nutrisi yang ada di tanah dapat terserap dengan baik. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul secara manual atau mesin.

  1. Pembuatan Lubang Tanaman

Pembuatan lubang pada tanaman harus diberi jarak dan alur yang jelas pada lahan. Jarak antara satu tanaman dengan tanaman lain kira-kira berkisar 40 sampai 50 cm. Setelah itu, pemberian pupuk dasar juga harus diberikan pada lahan agar kandungan unsur hara meningkat.

Lahan yang sudah diberi pupuk, selanjutnya dibuat bedengan atau gundukan tanah seperti ketika menanam cabai. Lalu lubang dibuat pada bedengan dengan kedalaman sekitar 5 cm. Sebelum penanaman juga akan lebih baik jika tanah diberi fungisida atau insektisida agar tanaman tidak terganggu.

  1. Penanaman Umbi atau Bibit Bunga Bakung

Penanaman tanaman bakung dapat dilakukan dengan menggunakan umbi bakung. Umbi yang akan ditanam harus dipilih dari indukk tanaman yang sehat. Sebaiknya umbi yang akan ditanam tidak dibiarkan terlalu lama, karena akan kering dan tidak sehat.

Selain umbi bakung, penanaman ini bisa juga menggunakan bibit tanaman bakung. Dimana benih ini dapat ditemukan di toko bunga, namun harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan umbinya. Penanaman bakung sangat baik dilakukan ketika pagi atau sore hari dan segera disiram setelah penanaman selesai.

  1. Pemeliharaan Tanaman Bakung

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan beberapa cara, antara lain penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan, dan penganggulangan hama atau penyakit. Tanaman bakung membutuhkan penyiraman yang memadai, kira-kira penyiraman dibutuhkan setiap 7 sampai 10 hari sekali.

Tanaman yang tergolong ke dalam umbi-umbian harus mendapatkan pengairan yang pas. Tidak terlalu kering ataupun terlalu banyak. Jika tidak tanaman akan layu atau umbi membusuk.

Selanjutnya penyiangan gulma. Gulma atau tanaman liar dapat tumbuh dimanapun dan kapanpun. Pertumbuhannya harus dikontrol dengan penyiangan secara berkala. Jika tidak, antara gulma dan tanaman bakung akan bersaing memperoleh nutrisi yang ada ditanah. Apabila tanaman bakung kalah saing, maka tanaman bisa mati.

Pemeliharaan lain yang harus didapat oleh tanaman bakung adalah pupuk. Berbeda dengan pupuk dasar yang diberikan pertama kali sebelum penanaman pada lahan. Pemupukan dapat dilakukan dalam interval 10-14 hari sekali ketika tanaman mulai tumbuh setinggi 15 cm. Salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk NPK dalam takaran 50 sampai 100 ml untuk setiap tanaman.

Permasalahan yang paling memungkinkan datang ketika kita sedang menanam atau melakukan budidaya pada tanaman adalah serangan hama atau penyakit. Untuk menanggulanginya agar tanaman tetap tumbuh dengan baik dapat dilakukan beberapa cara.

Jika gangguan berupa hama serangga, maka dapat dikontrol secara berkala dan diberikan insektisida. Sementara itu jika yang menyebabkan penyakit adalah golongan jamur/fungi, maka dapat digunakan fungisida untuk mengontrol penyebaran penyakit. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman bakung tidak terhambat dan juga tidak menyebarkan penyakit pada tanaman bakung lain.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman bakung, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *