Tanaman Bayam; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Bayam Adalah

Tanaman bayam adalah salah satu jenis tanaman sayuran komersil yang sangat mudah diperoleh diwarung atau pasar, baik itu pasar tradisional ataupun pasar swalayan. Harga bayam cukup terjangkau baik untuk masyarakat biasa maupun menengah atas. Pada dasarnya tanaman bayam ini berasal dari negara Amerika yang memiliki iklim tropis, namun saat ini sudah tersebar keseluruh dunia. Saat ini hampir semua orang telah mengenal dan merasakan kenikmatannya.

Rasa bayam cukup nikmat, ia memiliki tekstur lunak serta dapat memberikan rasa dingin didalam perut serta mampu memperlancar pencernaan. Umumnya tanaman bayam dikonsumsi oleh masyarakat pada bagian daun dan batangnya, namun ada juga yang memanfaatkan biji serta akarnya untuk diolah menjadi tepung, obat, serta bahan kecantikan. Jenis bayam nikmat untuk dikonsumsi ialah yang memiliki bentuk daun besar, bulat, serta empuk. Sedangkan untuk jenis bayam yang memiliki daun besar dan tipis dapat diolah dengan campuran tepung sehingga menjadi olahan makanan bernama rempeyek.

Tanaman Bayam

Tanaman bayam merupakan tanaman sayuran yang memiliki nama ilmiah Amaranthus spp. Kata “amaranth” yang dalam bahasa Yunani memiliki arti “everlasting” (abadi). Tanaman ini dikenal sebagai sayuran yang memiliki sumber zat besi cukup penting. Bayam berasal dari Negara Amerika tropic yang semula dikenal sebagai definisi tanaman hias.

Tanaman bayam dapat tumbuh sepanjang tahun, kapan saja dan dimana saja, baik itu didataran rendah ataupun didataran tinggi. Bayam dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tanah subur serta banyak sinar matahari. Kondisi suhu yang efektif yaitu sekitar 25 sampai 36 derajat celcius dan pH tanah antara 6 sampai 7 dengan waktu tanam terbaik yaitu pada awal musim kemarau.

Klasifikasi Tanaman Bayam

Klasifikasi ilmiah yang ada dalam tumbuhan ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Caryophyllales
  • Famili : Amaranthaceae
  • Sub famili : Amaranthoideae
  • Genus : Amaranthus
  • Spesies : Amaranthus Sp

Ciri Morfologi Tanaman Bayam

Adapun karakteristik yang menjadi ciri khas morfologi dari tanaman bayam, diantaranya;

Akar

Bayam memiliki sistem perakaran tunggang bagian bawah serta serabut pada bagian atas. Akar tanaman bayam dapat menembus kedalam tanah sampai kedalaman 20-40 cm bahkan dapat lebih tergantung dari jenis media tanah yang digunakan.

Batang

Tanaman bayam memiliki batang yang berbentuk tegak, tebal, dan mengandung banyak air atau herbacius. Batang tanaman ini berukuran cukup panjang sampai 0.5-1 meter serta memiliki cabang monodial. Batang bayam memiliki warna hijau namun ada juga yang bewarna merah tergantung dari varietas bayam yang ditanam.

Daun

Bayam memiliki daun tunggal dan bewarna hijau muda atau tua. Namun, ada juga bayam yang memiliki daun bewarna merah tergantung dari varietas yang digunakan. Bentuk dari daun bayam yaitu bulat memanjang dan oval. Panjang daun berukuran sekitar 1.5 sampai 6 cm, untuk lebar daun sekitar 0.5 sampai 3.2 cm. pada daun terdapat tangkai yang berbentuk bulat serta opacus yang berukuran 0.5 sampai 9 cm.

Bunga

Tanaman bayam memiliki bunga yang berkelamin tunggal, warna daunnya yaitu hijau tua serta terdapat mahkota yang terdiri dari daun bunga dengan jumlah 4-5 buah, bakal buah dengan jumlah 2-3 buah dan benang sari 1-5 serta bagian lain yang berguna untuk membantu penyerbukan.

Ukuran bunga bayam sekitar 1.5-2.5 mm, cara membedakan antara bunga jantan dengan bunga betina yaitu bunga jantan memiliki bentuk bulir sedangkan untuk bunga betina berbentuk bulat yang terdapat diketiak batang. Proses penyerbukan bunga dibantu oleh hewan sekitar ataupun angin.

Manfaat Tanaman Bayam

Kegunaan secara umumnya, tanaman bayam antara lain sebagai berikut;

Dapat Melawan Sel Kanker

Nutrisi berupa Vitamin A dan C ditambah dengan serat, folic acid, serta 13 jenis flavonoid yang berbeda ditemukan pada bayam yang sangat bermanfaat untuk melawan sel kanker. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan yang ada pada bayam mampu menurunkan resiko kanker sebesar 34%, terutama pada wanita berupa kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kulit, kanker prostat dan kanker perut.

Anti-Inflamasi atau Peradangan

Tanaman bayam mengandung alkalinity cukup tinggi menjadi sayuran pilihan sempurna, bayam merupakan makanan baik untuk orang yang sedang menderita penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis serta osteoarthritis.

Mengurangi Resiko Penyakit Cardiovascular

Tanaman bayam merupakan tanaman sumber folate yang cukup baik, bayam berfungsi mengurangi homocysteine, amino acid yang ada didalam darah. Tinggi tingkat homocysteine merupakan faktor resiko untuk penyakit cardiovascular. Bayam juga mengandung choline dan inositol, yang membantu mencegah pengerasan pembuluh darah.

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tanaman bayam kaya akan kalium serta rendah sodium. Kandungan mineral pada bayam sangat bermanfaat untuk penderita tekanan darah tinggi, kalium pada bayam dapat menurunkan kadar sodium yang meningkat. Folate yang ditemukan dalam bayam mampu menurunkan tekanan darah tinggi serta melancarkan pembuluh darah, dan mempertahankan aliran darah.

Mencegah Osteoporosis

Pada seikat daun bayam segar terdapat Nutrisi hampir 200% setara dengan vitamin K. Jumlah vitamin k yang cukup tinggi dalam bayam sangat penting untuk memberikan asupan kalsium pada tulang, sehingga dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, mineral yang lain seperti magnesium, zinc, copper serta phosphorus pada bayam juga dapat membantu untuk membangun tulang yang kuat.

Mencegah Diabetes, Menstabilkan Gula Darah

Tanaman bayam juga sangat bermanfaat bagi orang yang menderita diabetes. Magnesium yang terkandung dalam bayam dapat membantu mencegah komplikasi akibat diabetes. Dengan mengkonsumsi bayam secara rutin dapat membantu menstabilkan gula darah serta mencegah terjadinya fluktuasi yang terlalu banyak.

Mencegah Anemia

Tanaman bayam merupakan sumber zat besi yang sangat baik dan bermanfaat untuk mencegah anemia. Zat besi yang terkandung dalam bayam dapat membantu regenerasi serta memperbanyak sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen keseluruh bagian tubuh.

Menurunkan Berat Badan

Bayam mengandung sejumlah zat besi yang dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh serta meningkatkan jumlah oksigen yang mengalir, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih banyak dan dapat menurunkan berat badan.

Cara Budidaya Tanaman Bayam

Pada tahapan dalam pengertian budidaya tanaman bayam ini, antara lain sebagai berikut;

Pemilihan bibit

Bibit yang akan digunakan untuk membudidayakan bayam diharapkan telah memenuhi standar bibit yang unggul serta memiliki kualitas yang bagus. Bibit bayam dapat dibeli di toko pertaniann atau toko sejenisnya. Ketika ingin memilih bibit pastikan bibit berasal dari induk yang bebas dari hama penyakit dan memiliki kemampuan berkecambah lebih dari 90%.

Persemaian dan Penanaman

Bibit disemai dengan menyiapkan lahan persemaian terlebih dahulu, lahan persemaian merupakan campuran dari tanah dan pupuk dengan perbandingan 1 : 1. Lalu tanam bibit bayam pada lahan persemaian yang telah disiapkan, setelah berumur 2 minggu pindahkan bibit hasil persemaian ke lahan budidaya yang lebih luas.

Perawatan

Tanaman bayam juga memerlukan perawatan seperti tanaman pada umumnya. Cara melakukan perawatan pada tanaman bayam adalah dengan pengairan, penyulaman, pemupukan, dan pemangkasan. Pengairan pada tanaman bayam dapat dilakukan secara rutin serta jangan biarkan bayam sampai kekeringan karena jika bayam kekurangan asupan air maka pertumbuhannya tidak akan maksimal.

Sedangkan untuk proses pemupukan gunakan pupuk organik atau non-organik sesuai dengan kebutuhan dan jenis varietas bayam yang ingin dibudidayakan.

Pemupukan

Beri pupuk pada tanaman bayam dengan dosis kurang lebih 0,5 kg per tanaman. Lakukan juga penyulaman pada tanaman bayam setelah 7 hari penanaman serta tidak menunjukkan pertumbuhan yang bagus. Segera ganti bibit tanaman bayam yang tidak tumbuh dengan baik dengan bibit yang baru untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit, apabila bibit yang rusak tersebut diakibatkan oleh hama penyakit, maka perawatan terakhir yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemangkasan.

Pemanenan

Pemanenan bayam dapat dilakukan setelah berumur kurang lebih satu bulan setelah tanam. Ciri-ciri bayam yang sudah siap untuk dipanen yaitu bayam yang tingginya sudah mencapai kurang lebih 15 sampai 20 cm dan belum memiliki bunga.

Pemanenan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari bunga megalami shock atau stress akibat paparan sinar matahari. Sebelum dipasarkan pastikan untuk menyimpan bayam pada tempat yang tepat yaitu kondisi yang lembab.

Nah, itulah tadi deskripsi singkatnya mengenai pengertian tanaman bayam, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga hadirnya artikel ini memberikan wawasan serta manambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang mencari referensinya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *