Tanaman Beluntas, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Beluntas

Tanaman beluntas mungkin terdengar asing di sebagain telinga masyarakat. Tumbuhan ini merupakan jenis tanaman obat dan termasuk tanaman perdu dengan ketinggian mencapai 1 sampai dengan 2 meter. Tanaman beluntas dikenal dengan nama ilmiah yaitu pluchea indica dan tumbuhan ini sering dijadikan sebagai lalapan saat makan oleh orang-orang atau masyarakat Jawa.

Beluntas termasuk jenis tumbuhan yang pertumbuhannya akan baik jika ditanam pada daerah yang tanahnya subur. Di negara Indonesia sendiri, tanaman beluntas memang banyak ditemukan di berbagai wilayah dan sering dijumpai di pekarangan rumah, karena dijadikan sebagai salah satu jenis tanaman pagar.

Tanaman Beluntas

Beluntas adalah tumbuhan semak yang memiliki banyak cabang, berusuk halus, dan berbulu lembut. Pada umumnya tumbuhan ini merupakan tanaman liar dan hidup didaerah yang kering. Selain itu beluntas adalah jenis tanaman yang membutuhkan sinar matahari dan budidaya atau pelestariannya bisa dilakukan dengan menggunakan cara setek batang yang sudah tua.

Beluntas memiliki sebutan nama yang begitu banyak dan di masing-masing daerah namanya berbeda-beda. Daerah Sunda menyebut beluntas dengan nama baluntas dan baruntas, di Makasar disebut lamutasa, di Jawa dinamakan Luntas. Sedangkan di negara-negara seperti China beluntas dikenal dengan nama luan yi, di Vietnam dinamakan phatpai, dan Inggris disebut marsh fleabane.

Klasifikasi Beluntas

Tanaman beluntas memiliki klasifikasi dalam sistem tumbuhan yang diuraikan sebagai berikut ini:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Rosidae
Ordo Asterales
Family Asteraceae
Genus Pluchea
Spesies Indica/Pluchea Indica L

Ciri Morfologi Beluntas

Tanaman beluntas memiliki karakteristik morfologi yang dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu mulai dari daun, batang, bunga, buah, biji, dan akar. Berikut dibawah ini adalah penjelasan dari masing-masing morfologi tanaman beluntas

  1. Daun

Daun tanaman beluntas memiliki morfologi yang ukuran tangkainya cukup pendek dan daun berbentuk bulat seperti telur.

Daun mempunyai ujung yang runcing dan posisinya daun berselang-seling. Selain itu permukaan dari daun tanaman beluntas terdapat bulu yang kecil dan halus serta menutupi daun beluntas yang panjangnya bisa mencapai 3 sampai dengan 6 cm dengan lebar kurang lebih 4 cm.

  1. Batang

Morfologi batang pada tanaman beluntas memiliki bentuk yang bulat seperti daunnya, tegak, dan cabangnya begitu banyak. Masing-masing batang pada umur-umur tertentu akan memiliki warna yang berbeda-beda dan berciri khusus.

Jenis batang yang masih di usia muda maka akan memiliki warna ungu. Sedangkan batang yang sudah berumur tua maka warnanya akan berubah menjadi warna putih kotor. Selain itu tanaman beluntas juga memiliki ketinggian yang bisa mencapai 3 meter.

  1. Bunga

Perlu anda ketahui bahwa bunga pada tanaman beluntas ini memiliki keunikan yaitu tumbuh di sekitar ketiak daun dari tanaman beluntas itu sendir. Bentuk arti bunga beluntas rata-rata yaitu seperti bonggol dan ada pula yang bergagang maupun yang duduk.

Warna pada tanaman beluntas ini hanya terdiri dari satu warna saja yaitu ungu. Bunga juga bersifat majemuk dan memiliki mahkota yang terlepas serta bentuk putiknya mirip dengan jarum dengan panjang sekitar 6 mm. Putik juga memiliki warna yaitu hitam dan sedikit kecoklatan.

  1. Buah dan biji

Pengertian buah dari tanaman beluntas biasanya memiliki ukuran yang kecil-kecil dan teksturnya cukup keras. Selain itu buah tanaman beluntas juga hanya mempunyai satu warna, yaitu berwarna cokelat.

Sedangkan untuk masalah biji beluntas, morfologinya yaitu memiliki warna cokelat keputih-putihan. Struktur biji dari tanaman beluntas ini sangat diperlukan sekali, karena biasanya perbanyakan beluntas ini selain bisa menggunakan stek batang juga bisa memakai biji untuk dijadikan benih.

  1. Akar

Akar tanaman beluntas yaitu termasuk jenis akar tunggang dan biasanya jenis akar ini akan menyerap makanan sampai ke kedalaman tertentu.

Walaupun demikian, tanaman beluntas ini juga memiliki cabang akar yang nantinya bisa digunakan untuk menyerap lebih banyak makanan yang ada di tanah. Sehingga dengan hal itu tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Manfaat Beluntas

Berikut dibawah ini adalah beberpa manfaat dari tanaman beluntas yang mungkin jarang diketahui banyak orang:

  1. Dapat digunakan   sebagai ekstrak anti bakteri

Tanaman beluntas memang dikenal sebagai tanaman obat dan salah satunya yaitu bisa dijadikan sebagai anti bacterial extract atau anti bakteri.

Hal ini sangat baik untuk tubuh, karena dengan tanaman beluntas ini maka bakteri-bekteri yang akan masuk dalam tubuh dan bisa membuat keracunan seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella typhi,Staphylococcus aureus,dan Bacillus cereus bisa dicegah apabila kita mengkonsumsi beluntas.

  1. Dapat mengatasi bau badan dan bau mulut yang tidak sedap.

Siapa yang tidak percaya diri jika badan dan mulut mengeluarkan aroma yang tidak enak? Pasti semua orang akan terganggu dengan masalah ini.

Untuk itu salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini yaitu menggunakan  daun  beluntas  sebagai lalapan  atau  dimasak  dengan  cara  dikukus  saja. Cara ini sangat berkhasiat untuk membantu mengatasi bau badan maupun bau mulut yang terjadi pada tubuh.

  1. Dapat mengatasi keputihan

Masalah keputihan yang dihadapi kaum wanita pastinya menjadi suatu masalah  yang  serius. Jika anda mengalami masalah tersebut, maka bisa anda atasi dengan cara menggunakan daun beluntas. Proses yang harus dilakukan yaitu cukup  ambil 20 helai daun beluntas dan direbus dengan segelas air serta tambahkan 1  akar tapak liman. Ramuan yang sudah dingin ini kemudian bisa diminum dua kali sehari.

  1. Mengatasi nyeri haid

Nyeri yang dialami wanita saat datang bulan pastinya akan sangat mengganggu kenyaman. Untuk mengatasi masalah ini maka hal yang bisa dilakukan dengan cara alami yaitu menggunakan daun beluntas.

Cara yang harus dilakukan ialah  mengambil sekitar 20 helai daun beluntas kemudian rebus daun tersebut. Tambahkan rebusan tersebut dengan sedikit asam atau garam. Ramuan ini bisa membantu meredakan nyeri haid yang biasanya menggangu wanita pada saat datang bulan.

Cara Budidaya Beluntas

Tanaman beluntas bisa dibudidayakan melaui beberapa cara atau langkah-langkah dibawah ini :

  1. Proses Persiapan Tanaman Beluntas

Tanaman beluntas bisa diperbanyak dengan metode stek pucuk maupun stek batang. Pembibitan yang dilakukan melalui cara stek dapat dimulai di lahan terbuka maupun di dalam polybag. Berikut dibawah ini adalah bebrapa cara stek batang :

  1. Pilih batang yang memiliki panjang sekitar 7 sampai dengan 15 cm.
  2. Rendam Stek batang dalam air kelapa untuk mempercepat pertumbuhan akar.
  3. Gunakan polybag yang mempunyai diameter sekitar 15 atau 20 cm.
  1. Proses Penanaman Daun Beluntas

Setelah proses pembibitan sudah dilakukan maka tahap selanjutnya yaitu penanaman. Proses penanaman beluntas dapat dilakukan dengan cara membuat lubang tanam terlebih dahulu. Setelah itu masukan batang stek yang sebelumnya sudah disiapkan ke dalam lahan pertanian tanam dan timbun kembali dengan media tanam disekitarnya.

  1. Proses Pemeliharaan Daun Beluntas

Pemeliharaan tanaman beluntas juga perlu dilakukan agar kualitas tanaman ini tetap teraga dengan baik. Berikut ini adalah beberapa cara pemeliharaan tanaman beluntas yaitu:

  1. Pastikan bahwa tanaman tidak terlalu banyak mendapat paparan sinar matahari pada saat awal penanaman sampai usianya 1 bulan.
  2. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari dan cara ini dilakukan jika tanah kering, namun jika tanah masih lembab maka tidak perlu dilakukan penyiraman.
  3. Proses pemupukan dilakukan agar tanaman beluntas tumbuh dengan baik dan subur. Pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk organik seperti pupuk kompos yang berasal dari kandang.

Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman beluntas, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi segenap pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *