Tanaman Bromelia, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Bromelia

Bromelia adalah salah satu jenis tanaman hias dari kelompok tanaman nanas-nanasan. Mungkin beberapa dari kita merasa asing dengan nama dari tanaman ini, namun jika melihatnya pasti sudah sering dilihat. Bromelia termasuk tanaman bunga, warnanya yang cantik menjadi alasan tanaman ini dijadikan sebagai hiasan.

Tidak sulit untuk memelihara tanaman bromelia, karena intensitas cahaya dan air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Maka tanaman ini dapat ditempatkan di halaman rumah atau pekarangan yang teduh.

Tanaman Bromelia

Bromelia merupakan jenis tumbuhan yang asalnya yaitu dari kawasan tropika Benua Amerika. Salah satu ciri khas dari tanaman ini adalah dalam satu pohon daunnya terdiri dari berbagai macam warna, yaitu hijau, merah dan kuning.

Bromelia juga merupakan struktur penting bagi ekosistem karena berfungsi menyimpan air melalui bagian daunnya. Sistem ini disebut sebagai yangki air, yaitu mewakili mekanisme penyesuaian dan survival tumbuhan yang bertujuan menyediakan komuniti mikrohabitat makhluk hidup.

Berdasarkan habitat hidupnya, bromeliad dibagi menjadi tiga macam.  Pertama, disebut terrestrial apabila tumbuh di tanah, kedua disebut rupik atau saxica jika tumbuh di atas batu-batuan, dan terakhir disebut sebagai epiphytes jika tumbuh pada tumbuhan lain.

Klasifikasi Bromelia

Saat ini spesies bromelia setidaknya mencapai 3.170 dan beredar di 58 negara. Klasifikasi ilmiah dari tumbuhan bromelia adalah sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Ordo Poales
Famili Bromeliaceae
Genus Bromelia
Spesies Bromelia Alsodes

Ciri Morfologi Bromelia

Bagi yang belum mengetahui tanaman bromelia, untuk lebih mengenalnya dapat dilihat ciri-ciri tanaman tersebut di bawah ini:

  1. Akar

Akar bromelia yaitu serabut, dengan bentuk akar ini struktur tanaman yang ada di atas tanah dapat ditopang dengan baik. Arti akar serabut juga berfungsi untuk menyerap unsur hara, utamanya pada jenis bromelia yang tumbuh pada tanah.

Sementara bagi bromelia jenis epifit, akarnya berfungsi untuk menempelkan tubuh tanaman ke inangnya baik kayu atau batu. Bromelia jenis ini adalah kelompok terbesar, misalnya genus bromelia dan tillandsia. Makanan yang didapat dari bromelia epifit yaitu dari bagian daun yang menyerap air dan udara.

  1. Batang

Jenis tanaman bromelia memiliki bentuk batang yang pendek disebut juga caulescent, atau tidak memiliki batang sama sekali yang disebut juga dengan acaulescent. Struktur batang pendek pada bromelia biasanya merupakan batang lunak dan tidak berkayu.

  1. Daun

Daun bromelia adalah bagian yang menjadi daya tarik dari tanaman ini. Bentuknya memanjang, lansing, dan tersusun roset. Namun ada satu genus yang daunnya berbeda dari kebanyakan yaitu tillandsia, daunnya berbentuk seperti rambut.

Bagian permukaan dari daun bromelia yaitu mengkilap dan halus. Biasanya ada beberapa motif pada daun seperti belang-belang, zig-zag, dan bintik-bintik halus. Bagian ketiak daun bromelia dapat menampung air hujan (tangki air).

Struktur daun bromelia berfungsi untuk menyerap zat makanan dan air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Begitu pula dengan air atau air hujan yang ditampung pada ketiak daun akan diserap secara osmosis karena di dalamnya juga mengandung unsur hara.

  1. Sisik

Sisik pada bromelia menjadi salah satu adaptasi fisiologis yang tidak dipunya oleh seluruh tanaman bromelia, hanya beberapa diantaranya saja. Pada beberapa spesies sisik ditemukan sebagai korelasi antara jenis rambut yang berkembang menjadi trikoma, atau dikenal juga dengan skala (sisik).

Sisik biasanya ditemukan pada seluruh permukaan daun bromelia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sisik juga bisa ditemukan pada bagian yang berbeda. Sisik dapat menyerap air dan udara melalui aksi kapiler, yang kemudian diteruskan ke jaringan daun dan disimpan di bagian parenkim.

Skala atau sisik berperan sebagai tameng atau sebagai penutup trikoma, selain fungsi utamanya sebagai penyerap air.

Morfologi dari bromelia ini menjadi sesuatu yang unik. Pada kondisi sangat panas dan air langka, sisik atau skala yang ada pada permukaan daun akan menyusut. Hal ini berguna agar penguapan yang terjadi berkurang. Ketika keadaan air mulai normal, sel-sel yang berperan sebagai perisai kembali berkembang.

  1. Bunga

Bunga tanaman bromelia memiliki bentuk yang unik, yaitu dengan tangkai tunggal dan muncul di tengah-tengah daun yang tersusun roset. Bromelia adalah jenis tanaman yang berumah satu, itu artinya dalam satu bunga terdapat dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Dengan demikian penyerbukan bunga terjadi pada satu tanaman.

Bentuk dari bunga bromelia yaitu radial atau bisa sedikit asimetris. Jumlah mahkota dan kelopaknya selalu terdiri dari tiga buah. Benang sari pada bunga tersusun atas dua lingkaran, masing-masingnya ada tiga buah benang sari. Bentuk ovariumnya ada yang letaknya lebih tinggi dan ada juga yang letaknya lebih rendah, bentuk plasentasinya sebagian besar yaitu aksial.

  1. Buah

Hasil dari penyerbukan  bunga jantan dan betina tanaman bromelia akan memproduksi buah. Buah bromelia berbentuk seperti berry dengan warna yang bervariasi, antara lain kuning dan merah jambu. Di dalam buah terdapat biji untuk perbanyakan tanaman bromelia secara generatif.

Manfaat Bromelia

Tanaman bromelia merupakan kelompok tumbuhan monokotil yang abadi dan menua secara lambat. Bromelia menjadi sumber makanan dan juga obat-obatan. Tanaman ini juga banyak dibudidaya karena memiliki nilai ekonomi yang substansial.

Keunikan warna-warna daunnya mampu dijadikan dekorasi, selain itu bagian bunganya dikenal mengandung pigmen anthocyanin. Jenis tanaman bromelia bermacam-macam, umumnya yang banyak diketahui yaitu tiga subfamili ini, Pitcairnioideaem Tillandsioideae, dan Bromelioseae.

Bromelia menjadi sebutan keluarga tanaman, salah satu jenis tanaman dari keluarga ini adalah bromeliad yang terkenal dengan buahnya yang bisa dimakan. Buah bromeliad bentuknya seperti berry, rasanya mirip buah nanas, namun tidak terlalu enak, serta jumlahnya tidak banyak pada setiap tanaman.

Jenis lain yaitu fascicularia, adalah satu-satunya bromeliad yang mampu bertahan hidup dan utmbuh pada daerah yang dingin. Meskipun kering karena suhu yang rendah, tetapi bromeliad ini tidak mati hanya karena tumbuh di tempat dingin.

Ada juga puya, yaitu bromeliad terbesar yang tingginya dapat mencapai hingga 9 meter. Jenis ini dapat dtemukan di pegunungan Andes dan Chili. Biasanya beruang memakan bromeliad karena terdapat nektar, dan di Chili daun mudanya dimanfaatkan untuk tambahan pada salad.

Manfaat lain dari bromelia yaitu digunakan sebagai serat tekstil, sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan utamanya sebagai tanaman hias. Sebagai sumber makanan, spesies yang paling banyak digunakan adalah Ananas comosus dan Ananas sativus.

Sebagai bahan obat, bromelia dapat digunakan karena mengandung bromelain, yaitu enzim pemecah protein (proteolitik). Umumya zat ini digunakan untuk mengobati inflamasi atau peradangan.

Teknik Budidaya Bromelia

Adapun untuk teknik pembudidayaan yang ada dalam tumbuhan bromelia antara lain sebagai berikut;

  1. Pembibitan

Proses pembibitan tanaman bromelia dapat dilakukan menggunakan induksi anakan. Pertama-tama pilih induk tanaman yang sehat dan berumur tua. Lalu siapkan lidi atau bambu dengan ukuran 20 cm untuk menusuk kuncup tanaman.

Setelah itu siapkan bambu sebesar tusuk sate dengan ukuran panjang 10 cm. Bambu dimasukkan ke larutan fungisida dan jika sudah ditusukakan ke bagian kuncup tanaman. Setelahnya dibiarkan selama beberapa minggu terlebih dahulu.

Umunya setelah 40 hari akan muncul anakan yang banyak. Tunas anakan muncul pada pangkal batang induk. Jika sudah ditemukan 3 sampai dengan 5 daun maka anakan dapat dipisahkan dari induknya.

  1. Media Tanaman

Untuk menanam bromelia dibutukan media yang dapat membuang air dan akar agar tidak tergenang karena lembab. Sebab apabila kondisi lingkungan lembab,  akar akan mudah membusuk.

Sebaiknya tidak menggunakan tanah sebagai media, lebih baik menggunakan sekam bakar yang sudah dicampur dengan humums dan juga serbuk kelapa. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai media yaitu menggunakan sabut, pakis, serta sekam yang dicampur pasir.

  1. Naungan

Habitat asli bromelia adalah hutan yang tidak banyak terkena cahaya matahari. Maka untuk proses menyesuaikan dengan habitat aslinya saat membudidayakan tanaman bromelia dapat dibuat batang naungan yang dibuat dari paranet.

  1. Perawatan

Perawatan bromelia secara mudah dapat dilakukan dengan pengairan yang cukup. Bromelia adalah tanaman yang menyukai kelembapan, maka kadar air harus diperhatikan. Namun jangan sampai terlalu banyak karena dapat menyebabkan bromelia cepat membusuk.

Demikianlah tadi artikel yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman bromelia, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *