Tanaman Brotowali, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Brotowali
Tanaman brotowali merupakan jenis tumbuhan yang sangat terkenal dengan rasa pahitnya. Brotowali sering dijadikan sebagai salah satu tanaman herbal daun maupun jamu tradisional. Sehingga tanaman ini tidak begitu asing di telinga masyarkat.

Tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang memiliki ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut. Selain ditempat tersebut, brotowali juga bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah.

Tanaman Brotowali

Brotowali merupakan jenis tumbuhan merambat yang biasa hidup subur di tempat yang memiliki iklim tropis. Tumbuhan ini juga menyukai tempat yang terbuka karena pertumbuhannya memerlukan banyar sinar matahari secara langsung.

Keunikan dari tanaman ini selain bisa dijadikan obat herbal juga sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk diminumkan kepada anaknya agar nafsu makannya meningkat. Tanaman ini kebanyakan tumbuh di daerah Jawa dan mempunyai nama lain yaitu antawali, gadel, dan bratawali.

Klasifikasi Brotowali

Brotowali juga memiliki klasifikasi ilmiah dalam sistem tanaman yang dijelaskan sebagai berikut dibawah ini:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Magnolilidae
Ordo Ranunculales
Famili Menispermaceae
Genus Tinospora
Spesies Tinospora crispa L Hook F & T

Ciri Morfologi Brotowali

Brotowali termasuk tanaman yang memiliki komponen-komponen tersebut atau disebut juga dengan morfologi. Berikut dibawah ini merupakan ciri morfologi dari tanaman brotowali yaitu:

  1. Akar

Salah satu morfologi dari tanaman brotowali adalah akarnya. Brotowali memiliki arti akar yang berfungsi untuk menyerap nutrisi dalam tanah. Selain itu tanaman ini juga merupakan tanaman perdu yang tumbuh dengan cara merambat dan memiliki akar tunggang.

  1. Batang

Bagian morfologi selanjutnya dari tanaman brotowali adalah batangnya. Brotowali memiliki jenis batang yang mirip seperti batang tanaman sirih.

Batang memiliki kandungan air dan sifatnya lunak tapi rasanya sangat pahit. Batang ini tingginya bisa mencapai ukuran 2,5 meter. Setiap batang terdapat bintil-bintil rapat yang letaknya tidak beraturan. Apabila batang brotowali disimpan maka kondisi dari batang tetap seperti awalnya dan tidak mengalami perubahan apapun.

  1. Daun

Brotowali memiliki daun tunggal yang bertangkai sekitar 16 meter. Bentuk daun seperti jantung atau mirip dengan bulat telur. Ujung daun sedikit runcing atau lancip dengan panjang sekitar 7 sampai dengan 12 cm dan lebarnya antara 5 hingga 10 cm.

  1. Bunga

Bunga pada tanaman brotowali disebut sebagai bunga tidak sempurna. Hal ini disebabkan definisi bunga tidak memiliki bagian yang lengkap dan ukurannya terbilang cukup kecil. Bunga brotowali termasuk bunga tandan yang letaknya menggantung.

Bunga jantan yang ada pada brotowali juga terdapat tangkai dengan ukuran pndek dan mahkotanya berjumlah 3 helai. Kelopak bunga mempunyai 6 buah sedangkan warna bunganya sendiri yaitu hijau muda dan putih kehijauan.

  1. Buah

Brotowali memiliki arti buah yang letaknya ada di tandan dan berkumpul menjadi satu. Buah memiliki warna merah muda.

Manfaat Tanaman Brotowali

Brotowali merupakan tanaman yang memiliki manfaat kesehatan dan mungkin tidak anda sangka sebelumnya. Rasa brotowali yang pahit mungkin jarang disukai namun mempunyai manfaat yang luar biasa seperti:

  1. Mencegah diabetes

Kandungan tannin, glikosida, antioksidan, dan flavonoid yang ada pada daun brotowali bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah. Selain itu kandungan antioksidan pada brotowali juga berguna untuk meningkatkan produksi insulin dan memicu penyerapan glukosa ke otot yang bisa digunakan untuk mengobati diabetes.

  1. Mencegah stroke dan penyakit jantung

Brotowali juga bermanfaat untuk mengurangi resiko gangguan kesehatan seperti stroke dan jantung. Kandungan antioksidan yang ada pada tanaman ini bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolestrol jahat serta bisa mencegah penyumbatan darah penyebab stroke atau jantung.

  1. Mengobati asam urat

Brotowali bisa digunakan untuk mengobati penyakit asam urat. Hal ini dikarenakan brotowali memiliki kandungan falvonoid yang bersifat anti radang dan bisa mengatasi nyeri di area persendian pengidap asam urat.

  1. Mengobati penyakit kulit

Tanaman brotowali juga memiliki senyawa antimikroba seperti tinosporin, isocolumbin, palmatine, kolin, magnoflotine, dan tetrahydropalmatine. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengatasi beragam gangguan kesehatan yang diakibatkan virus, jamur, dan bakteri.

Salah satu hal yang bisa diobati dari mengkonsumsi daun brotowali yaitu gatal, iritasi kulit, ruam dan lain sebagainya. Sehingga brotowali walaupun rasanya pahit sangat baik untuk dikonsumsi mengingat jenis tumbuhan ini berkhasiat sangat baik untuk kesehatahn tubuh.

  1. Menurunkan demam

Tumbuhan brotowali mempunyai Senyawa antimikroba dan pikrotein yang terdapat dibagian daunnya dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk melawan infeksi mikroorganisme patogen yang menyebabkan kenaikan suhu tubuh atau demam.

Selain itu mengkonsumsi brotowali bisa membuat suhu tubuh normal kembali dan mampu meredakan nyeri saat demam. Pada dasarnya senyawa itu bisa menimbulkan rasa pahit yang ada pada tanaman brotowali.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Tanaman brotowali juga berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Beragam kandungan yang ada di brotowali juga efektif untuk mengatasi penyakit rematik serta mencegah osteoporosis dan osteoarthritis (peradangan sendi).

  1. Mengurangi jumlah virus HIV

Virus HIV sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu untuk menjaga tubuh agar terhindar dari virus HIV bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi brotowali. Tanaman brotowali yang bisa dikonsumsi ini dapat membantu menurunkan jumlah virus HIV dan menurunkan kadar sel darah putih yang berlebih.

  1. Meredakan kecemasan

Kandungan antistres yang ada pada tanaman brotowali sangat efektif untuk meredakan kecemasan. Selain itu kandungan ini juga bisa menjaga kesehatan saraf dan otak yang ada pada tubuh.

Cara Budidaya Brotowali

Tanaman brotowali yang kaya akan manfaat membuat jenis tumbuhan ini sering dicari dan dibudidayakan oleh penduduk Indonesia. Berikut dibawah ini cara budidaya dari tanaman brotowali adalah;

  1. Pembibitan

Pembibitan tanaman brotowali bisa dilakukan dengan cara memperbanyak metode vegetative dengan cara stek. Proses stek ini dilakukan dengan menggunakan arti batang brotowali. Proses pembibitan bisa ditunggu hingga metode berhasil dan tumbuh akar pada tanaman brotowali.

  1. Pengolahan tanah

Tanaman brotowali sangat baik ditanam pada tanah yang gembur ataupun tanah berlempung yang memiliki banyak unsur hara. Brotowai bisa tumbuh dengan subur apabila di tanam di dataran pantai sampai dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1000 dpl.

Pengolahan tanah dilakukan dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu sebelum penanaman dilakukan. Pastikam lubang tanah sudah disesuaikan dengan ukuran bibit brotowali yang akan ditanam. Atur pula jarak antar lubang agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

  1. Penanaman

Penanaman bisa dilakukan dengan tahap pertama yang harus diperhatikan adalah mencampurkan pupuk kompos dan pupuk kandang untuk membantu proses penyuburan tanah. Apabila semua langkah-langkah sudah dilakukan dengan benar maka selanjutnya stek batang yang sebelumnya sudah disiapkan dapat ditanam dilubang yang sudah digali.

Stek batang yang sudah masuk kedalam lubang bisa ditimbun dengan tanah lagi. Tujuannya agar tanaman kokoh. Biasanya tumbuhan brotowali akan tumbuh merambat pada penopang disekitarnya.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman brotowali perlu dilakukan agar pohon ini bisa tumbuh dengan baik dan hasil yang didapatkan memiliki kualitas bagus. Pemeliharaan brotowali salah satunya yaitu dengan penyiraman, penyulaman, pemupukan, dan penyiangan.

Penyiraman brotowali bisa disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman akan lebih baik apabila dilakukan setiap pagi dan sore hari. Sedangkan tahap penyulaman yaitu menanam kembali tanaman yang rusak agar brotowali bisa terus dibudidayakan dan tidak menjadi tanaman langka.

Tahap pemupukan dalam hal ini sebaiknya menggunakan pupuk organik agar berpengaruh baik pada kandungan brotowali. Terakhir sendiri yaitu penyiangan bisa dilakukan agar tanaman brotowali bisa tumbuh dengan baik tanpa adanya pengganggu tanaman liar lainnya.

  1. Panen dan pascapanen

Tanaman brotowali pada umumnya akan dipanen bagian batang. Batang dipotong dengan pisau dan dimasukan ke keranjang. Setelah panen selesai dilakukan maka batang tersebut bisa diolah dan diambil ekstraknya untuk dimanfaatkan dalam berbagai hal.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan penjelasan tanaman brotowali, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi segenap pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *