Tanaman Bulu Ayam, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, Jenis dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Bulu Ayam

Siapa yang tidak tahu bulu ayam? Bulu ayam yang lebih sering digunakan untuk membuat kemoceng ini ternyata adalah satu nama tanaman. Tanaman bulu ayam mungkin memiliki nama yang terbilang lucu karena menggunakan jenis nama hewan ternak dan ternyata tumbuhan ini termasuk dalam jenis tanaman hias yang cukup populer.

Selain itu jenis tanaman bulu ayam ini memiliki banyak kandungan senyawa seperti  tryptamine, dimethyltryptamine, bufotenine-N-oxide, methoxy-N-methyltryptamine. Juga mengandung golongan beta-carboline alkaloid, misalnya plectocomine, harman, leptocladine, noharman, tetrahydronor harman noreleagnine, dan shepherdine.

Tanaman Bulu Ayam

Tumbuhan bulu ayam ini memiliki nama latin yaitu desmodium pulchellum (Linn) Bent. Tanaman ini juga mempunyai batang perdu yang tegak dan ketinggiannya bisa mencapai 60 hingga 250 cm atau tinggi maksimalnya sekitar 2,5 meter.

Biasanya tanaman ini lebih sering ditanam di sekitar pekarangan rumah. Letak keindahan pada arti tanaman hias ini yaitu ada pada bentuk tajuk serta warna daun yang begitu beragam mulai dari hijau muda, hijau dengan bercak-bercak atau kuning. Tanaman hias bulu ayam ini juga dikenal dengan sebutan daun bahagia atau bunga bahagia.

Klasifikasi Bulu Ayam

Adapaun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tumbuhan bulu ayam antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Polygalales
Family Polygalaceae
Genus Polygala
Spesies P. glamerata

Ciri Morfologi Bulu Ayam

Tanaman bulu ayam memiliki ciri morfologi yang mana masing-masing bagiannya memiliki keunikan dan fungsinya sendiri-sediri. Untuk mengetahui karakteristik dari tanaman bulu ayam ini maka perhatikanlah penjelasan dibawah ini:

Tanaman bulu ayam ini merupakan jenis tumbuhan perdu dan biasanya tumbuh mengapung di permukaan air. Tanaman ini memiliki daun majemuk dengan anak daun 3 helai dan bentuknya seperti lanset selain itu daun penumpunya memiliki corak bergaris, dan pada tandan bunga daun-daun akan berubah menjadi daun pelindung susunannya seperti genteng dengan jumlah kira-kira 30 hingga 40 pasang.

Bentuk daun tanaman bulu ayam ini mirip bulu halus dan membentuk ulir yang mengelilingi batangnya. Daun juga memiliki gradasi warna hijau yang sangat bagus dan ini tercipta dari daun muda ke tua yang sangat menarik. Tanaman bulu ayam memiliki 2 tipe daun yaitu daun submersed  dengan panjang 1,5 hingga 3,5 cm dan daun emergent yang panjangnya kira-kira  5 cm.

Bunga pada tanaman ini juga memiliki bentuk seperti kupu-kupu berukuran kecil dan berwarna putih kekuningan.sedangkan buahnya yaitu termasuk buah polong yang beruas 1 – 3 dengan panjang sekitar 1 cm.

Manfaat Bulu Ayam

Berikut dibawah ini adalah salah satu manfaat dari tanaman bulu ayam ialah:

  1. Sebagai tanaman hias

Tanaman bulu ayam memang lebih dikenal sebagai tanaman hias. Hal ini dikarenakan bulu ayam merupakan jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan cahaya matahari secara langsung dan kebutuhan sinar mataharinya hanya sekitar 30 hingga 40 % saja.

Justru tanaman ini tidak di anjurkan terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama karena hal ini akan membuat tanaman mudah layu dan bisa menyebabkan mati pada tanaman. Kondisi tanaman yang semacam itu membuat jenis tumbuhan buku ayam ini sangat mudah untuk ditanam dan bisa ditempatkan pada daerah yang teduh, sehingga sangat cocok untuk dijadikan tanaman hias.

  1. Sebagai obat alternatif

Selain dimanfaatkan untuk tanaman hias, ternyata tumbuhan bulu ayam bisa digunakan untuk salah satu jenis tanaman obat herbal yang bisa menyembuhkan dan mengatasi jenis penyakit yang menyerang tubuh. Jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan menggunakn tanaman bulu ayam yaitu cacar, baik cacar biasa ataupun cacar air.

Cara mengobati sakit cacar dengan tanaman bulu ayam ini tidak terlalu susah yaitu dengan cara meratakan atau menempelkan daun bulu ayam yang sudah ditumbuk dengan halus pada kulit yang terkena cacar. Biasanya untuk cacar biasa daun bulu ayam bisa dicampur dengan kapur sirih agar khasiatnya lebih manjur. Sedangkan pada cacar air daun bulu ayam bisa dicampur dengan kapur sirih, daun kelor dan bawang putih.

Sehingga menanam tanaman bulu ayam ini tidak ada ruginya. Selain bermanfaat sebagai tanaman hias dan bisa memberi penampilan rumah yang semakin cantik juga sangat berkhasiat untuk menjaga kulit tubuh agar bebas dari cacar.

Jenis Bulu Ayam

Berikut dibawah ini merupakan beberapa jenis bulu ayam yang diuraikan sebagai berikut:

  1. Dieffenbachia amoena

Jenis pertama dari tanaman bulu ayam ini yaitu diefferenbachia amoena. Jenis ini memiliki batang tanaman yang besar , daunnnya berwarna hijau dan lebar. Setiap helai daun terdapat bintik-bintik berwarna krem yang memanjang pada siripnya.

  1. Dieffenbachia Camilla

Jenis tanaman bulu ayam yang kedua ini disebut dengan istilah dieffenbachia Camilla. Tanaman ini di bagian pusat daun memiliki warna putih kekuningan. Sedangkan pada bagian tepinya daun memiliki ukuran yang lebih lebar dan mempunyai warna hijau.

  1. Dieffenbachia Hoffmanii

Dieffenbachia hoffmanii ini merupakan jenis tanaman bulu ayam yang memiliki warna dasar daun hijau gelap atau hijau tua serta terdapat bintik-bintik putih dan urat daun di bagian tengahnya berwarna putih.

  1. Dieffenbachia maculate

Jenis tanaman bulu ayam yang satu ini atau dikenal dengan nama dieffenbachia maculate memiliki warna daun yang hampir seluruhnya berwarna kuning. Sedangkan bagian urat dan tepi daunnya memiliki warna hijau tua.

  1. Dieffenbachia Marianne

Terakhir, tanaman bulu ayam memiliki jenis tumbuhan yang disebut dieffenbachia Marianne. Jenis diefferenbachia Marianne ini mempunyai daun berwarna putih kekuningan dan bagian tepi daun berwarna hijau.

Teknik Budidaya Tanaman Bulu Ayam

Berikut dibawah ini adalah langah-langkah melakukan penanaman tumbuhan bulu ayam, antara lain;

  1. Syarat Tumbuh

Tanaman bulu ayam atau dikenal juga sebagai daun bahagia atau dieffenbachia ini akan tumbuh baik jika di tempatkan pada daerah yang tidak memperoleh cahaya matahari secara langsung. Apabila tanaman ini pertumbuhannya menggunakan cahaya buatan yang berasal dari cahaya lampu maka membutuhkan cahaya yang berkekuatan 250 hingga 400 f.c selama kurang lebih 12 hingga 14 jam per hari.

Selain itu syarat tumbuh tanaman bulu ayam atau dieffenbachia yaitu membutuhkan suhu lingkungan yang baik. Suhu lingkungan pada siang hari yaitu sekitar 75°F hingga 85°F dan suhu pada malam hari kira – kira 65°F – 70°F dengan kelembapan sekitar 50%.

  1. Pembibitan Tanaman Dieffenbachia

Langkah selanjutnya yang diperlukan untuk melakukan budidaya tanaman bulu ayam yaitu pembibitan. Pembibitan tanaman Dieffenbachia ini bisa dimulai dengan melakukan metode stek pada jenis batangnya.

Pertama-tama, ambil beberapa batang yang berkualitas baik yaitu sehat dan kuat dengan ukuran yang berbeda-beda dan sesuai untuk ditanam. Selanjutnya, batang di potong hingga tersisa sekitar 4 sampai dengan 5 ruas dengan batang mata ruas sejumlah 2 hingga 3.

Pembibitan tanaman ini bisa diletakkan dalam media tanam yang kondisinya lembab. Selain itu tunggu hingga bibit keluar akar tunasnya. Pada saat tunas sudah muncul maka tanaman bisa dipindahkan ke media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

  1. Penanaman Tanaman Dieffenbachia

Penanaman bisa dilakukan dengan menyiapkan media tanam berupa tanah yang sudah dicampuri dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1. Ketika media tanam sudah siap, maka penanaman bibit yang telah memiliki dua ruas atau yang sudah berakar bisa ditanam ke dalam lahan tanam.

Proses selanjutnya yaitu padatkan tanaman dengan tanah yang ada disekitar agar bibitnya tidak mudah roboh. Kemudian siram tanaman dengan sedikit air lahan tanam menjadi lembab.

  1. Perawatan Tanaman Dieffenbachia

Perawatan tanaman bulu ayam ini bisa dilakukan dengan penyiraman pada tumbuhan yang sudah kering agar tanaman kembali segar dan nutrisi tanamannya dapat terpenuhi. Pemupukan juga bisa dilakukan minimal dua bulan sekali.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman bulu ayam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, jenis dan teknik pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga mengedukasi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *