Tanaman Cabai; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Cabai Adalah

Cabai atau lombok termasuk dalam jenis tanaman terong-terongan atau solanaceae dan merupakan tumbuhan yang mudah ditanam pada daerah dataran rendah dan juga pada daerah dataran tinggi. Tanaman cabai memiliki banyak kandungan vitamin A dan vitamin C serta terdapat kandungan minyak atsiri capsaicin yang dapat memberikan rasa pedas serta memberikan rasa hangat atau panas ketika dicampurkan dengan rempah-rempah atau bumbu dapur yang lain beserta dengan lauk pauknya.

Cabai dapat ditanam dengan sangat mudah sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di warung atau pasar.

Tanaman Cabai

Cabai memiliki nama latin capsicum annum L yang merupakan salah satu komoditas sayuran dan banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia karena memiliki nilai jual yang cukup  tinggi serta memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia salah satunya yakni zat capsaicin yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit kanker.

Selain itu kandungan vitamin C yang ada pada cabai dan terbilang cukup tinggi mampu memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi pada takaran yang pas agar terhindar dari nyeri lambung dan berbagai gangguan system pencernaan lainnya.

Cabai atau Capsicum annum l . merupakan tanaman dari divisi spermatofita dan famili solanaceae. Cabai merupakan buah serta biji yang memiliki rasa sangat pedas dan sangat populer dikalangan masyarakat Asia Tenggara.

Buah ini bisa digolongkan dalam jenis sayur ataupun bumbu tergantung dari kebutuhan dan selera. Didaerah tropis cabai tumbuh sebagai tumbuhan tahunan, sedangkan pada daerah subtropis cabai tergolong sebagai tumbuhan semusim.

Tumbuhan berbentuk perdu ini berasal dari Dunia Baru atau negara Meksiko dan amerika Tengah, serta wilayah Andes yang ada diwilayah Amerika Selatan. Pada saat itu cabai dimanfaatkan masyarakat disana untuk bumbu masakan.

Klasifikasi Tanaman Cabai

Klasifikasi ilmiah tanaman cabai ini, antara lain sebagai berikut;

  • Kingdom: Plantae
  • Devisi: Spermatofita
  • Subdivisi: Angiospermae
  • Kelas: Dikotiledon
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae
  • Genus: Capsicum
  • Spesies: Capsicum annum L

Ciri Morfologi Tanaman Cabai

Ciri morfologi dari jenis tanaman cabai ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Daun

Cabai memiliki bentuk daun yang bervariasi sesuai dengan spesies serta jenis varietasnya. Bentuk daun dari cabai ada yang lonjong, bulat, dan lanset. Pada permukaan bagian atas daun, terdapat warna hijau muda, hijau kebiru-biruan, hijau tua, bahkan sampai hijau hampir kehitaman.

Sedangkan pada bagian permukaan bawah daun terdapat warna hijau, hijau pucat, bahkan sampai hijau muda. Permukaan daun cabai ada yang berbentuk halus dan ada juga yang sedikit berkerut- kerut. Daun cabai memiliki panjang dengan ukuran antara 3 sampai 11 cm serta lebar sekitar 1 sampai 5 cm.

Batang

Batang merupakan bagian terpenting pada tumbuhan yang ada diatas permukaan tanah karena dapat mendukung bagian lain dari tanaman yaitu bagian daun, bunga serta buah. Fungsi dari batang yaitu sebagai lintasan air dan mineral dari akar menuju kedaun serta lintasan hasil dari fotosintesis daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Selain itu pada pengertian batang ini juga merupakan bagian pembentuk dan penyangga daun. Cabai merupakan tumbuhan perdu dengan batang tidak berkayu. Batang cabai akan berkembang samapai dengan ketinggian tertentu kemudian akan menghasilkan banyak cabang.

Akar

Tumbuhan cabai memiliki sistem perakaraan serabut dengan cabang akar yang cukup banyak serta serabut pada bagian permukaan. Biasanya pada akar tanaman ini terdapat bintil akar yang merupakan hasil simbiosis unsur N dengan sebagian mikroorganisme.

Akar tumbuhan cabai hanya dapat menembus tanah secara dangkal dengan kedalaman 20 sampai 40 cm. Meski tumbuhan cabai tidak memiliki akar tunggang akan tetapi ada sebagian akar yang berkembang ke arah bawah dan berfungsi sebagai akar tunggang semu.

Bunga

Pengertian bunga pada tumbuhan cabai cukup beragam dan memiliki bentuk yang hamper sama, yakni berbentuk bintang. Bunga cabai umumnya tumbuh pada ketiak daun dengan keadaan tunggal dan juga bergerombol dalam satu tandan.

Dalam satu tandan umumnya hanya terdapat 2 atau 3 bunga. Panjang bunga kurang lebih 1 sampai 15 cm dan lebarnya 0,5 cm, serta panjang tangkainya kurang lebih 0,5 cm. Bunga cabai adalah bunga sempurna yang mampu menyerbuk sendiri.

Biasanya bunga cabai terdiri dari 5 sampai 6 helai daun mahkota atau petal dengan  warna putih atau unggu. Untuk satu bunga terdapat satu kepala putik atau stigma yang berbentuk bulat. Selain itu juga terdapat benang sari atau filamen yang masing-masing pada bagian ujungnya terdapat satu antera berisi serbuk sari.

Buah

Buah cabai memiliki bentuk yang beragam yakni ada yang bulat serta bulat memanjang dengan ujung runcing. Selain itu pada bagian bentuk dalamnya terdapat polong dengan rongga diantara plasenta dan dinding buah. Untuk buah yang masih muda memiliki warna putih agak kekuningan.  Sedangkan untuk buah yang sudah tua memiliki warna yang cukup mencolok yakni kuning dan merah licin serta mengkilap.

Warna buah tanaman cabai tergantung dari jenis varietasnya. Untuk buah yang masih muda tidak terlalu berasa pedas namun ketika buah sudah tua memiliki rasa yang sangat pedas dan menyengat. Panjang buah cabai kurang lebih 9 sampai 15cm dengan diameter 1 sampai 1,75 cm, dengan berat 7,5 sampai 15 gram per buah.

Buah cabai menggantung pada tangkai buah yang memiliki warna hijau dan panjang tangkai kurang lebih 3,5 sampai 4,5 cm yang keluar dari ketiak daun.

Biji

Biji cabai memiliki ukuran yang cukup kecil dengan bentuk bulat dan pipih serta memiliki warna putih atau krem. Biji ini memiliki jumlah yang cukup banyak dan melekat pada plasenta yang berwarna putih. Biji cabai memiliki rasa yang sangat pedas dan umumnya rasa cabai yang lebih pedas terdapat pada biji cabai tipe liar atau yang tidak dibudidayakan.

Manfaat Tanaman Cabai

Kegunaan cabai dalam kehidupan masyarakat di keseharian, antara lain adalah sebagai berikut;

Kanker

Manfaat dari buah cabai yang pertama yakni bisa digunakan untuk mencegah kanker, serta dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru dan pankreas. Hal tersebut dikarenakan pada  cabai terdapat kandungan senyawa oksidan yang berfungsi untuk melindungi tubuh serta menghambat perkembangan sel tumor dan kanker.

Penyakit jantung

Manfaat cabai yang kedua yakni dapat digunakan untuk menjaga kesehatan jantung. Serangan jantung terjadi biasanya karena pembuluh arteri tersumbat oleh lemak jahat, dan sumbatan itulah yang dapat mengakibatkan tekanan darah dalam jantung tidak seimbang dengan darah yang dikeluarkan.

Mencegah serangan stroke

Manfaat cabai selanjutnya yakni dapat digunakan untuk mencegah serangan penyakit stroke. Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika kebutuhan darah di otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan sehingga terjadilah stroke iskemik, atau suatu kondisi dimana pecahnya pembuluh darah disebut juga dengan stroke hemoragik.

Mencegah tekanan darah tinggi

Cabai adalah salah satu obat herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Manfaat cabai dalam bekerja secara alami yakni dengan memperlancar peredaran darah dan memecah darah yang menggumpal akibat dari menumpuknya lemak jahat.

Cabai memiliki kandungan senyawa kimia yang baik untuk proses metabolisme tubuh, dimana tekanan darah tinggi dapat ditekan dengan memperbaiki proses metabolisme tubuh.

Cara Budidaya Cabai

Untuk proses dalam pengertian budidaya cabai, antara lain sebagai berikut;

Penanaman cabe

Masa penanaman cabe yang tepat yakni pada saat kadar curah hujan yang tidak terlalu tinggi akan tetapi bukan saat musim kemarau. Selanjutnya pastikan memilih bibit dari semaian yang bagus dan segat lalu masukkan kelubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya.

Lubang yang sudah terisi bibit cabe kemudian ditutup dan jika hujan tidak datang maka bibit cabe yang sudah ditanam sebaiknya disiram secara rutin pada pagi dan sore hari.

Pemupukan tanaman cabe

Setelah tumbuhan cabe berumur 2 minggu maka proses pemupukan sudah dapat dilakukan. Pupuk yang diberikan yaitu campuran dari TPS dan Urea secukupnya pada tiap batang cabe dengan cara pupuk diletakkan pada bagian bawah batang tanaman sekitar 5 sampai 10 cm.

Selain itu pupuk juga dapat dicampur dengan kompos yang berasal dari kotoran ternak atau dapat juga dari kotoran hewan lain.

Perawatan tanaman cabe

Perawatan tumbuhan cabe harus tetap diperhatikan, seperti penyiraman tumbuhan jika curah hujan sudah mulai berkurang, selain itu gulma dilahan juga harus rutin untuk dibersihkan. Hal lainnya yang harus dilakukan yakni dengan melakukan penyemprotan pestisida secara rutin sesuai dengan dosis anjuran.

Itulah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai pengertian tanaman cabe, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan proses budidaya. Semoga artikel ini memberikan penjelasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *