Tanaman Durian, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Durian
Siapa yang tidak mengenal tanaman durian? arti buah yang sangat khas dengan aromanya ini memiliki banyak penggemar karena rasanya yang manis dan juga lezat. Tumbuhan durian ini merupakan pohon yang berasal dari negara Indonesia.

Durian sebagai tumbuhan memiliki julukan khusus yaitu sebagai “raja dari berbagai buah” atau king of fruit. Walaupun buah ini memiliki rasa yang enak, namun apabila kita memakan dengan porsi yang berlebihan akan menimbulkan rasa mual pada perut.

Tanaman Durian

Durian yang memiliki duri dikulitnya ini walaupun memiliki rasa yang enak, ada juga beberapa orang yang tidak menyukai jenis tanaman buah ini karena aromanya yang sangat menyengat dan membuat pusing kepala. Meskipun begitu bukan berarti buah ini tidak laku dipasaran.

Buah durian justru memiliki nilai ekonomis yang cukup baik dan buahnya selain bisa dimakan secara langsung juga bisa diolah menjadi pancake, kue, jus, dan lain sebagainya. Oleh karena itu buah ini memiliki peluang yang sangat baik di pasar.

Klasifikasi Durian

Pohon durian ini memiliki klasifikasi ilmiah dalam sistem tumbuhan yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Sub Divisi Angiospermae (Tumbuhan berbunga)
Kelas Dicotyledonae
Ordo Bombacales
Family Bombacaceae
Genus Durio
Spesies  Durio Zibethinus

Ciri Morfologi Durian

Berikut ini merupakan ciri morfologi dari pohon durian yang dibedakan menjadi 3 hal yaitu :

  1. Batang

Pohon durian memiliki ketinggian sekitar 30 sampai 40 meter. Diameter struktur batang yang dimiliki pada pohon ini berkisar antara 2 hingga 2,5 meter. Jenis batang durian tumbuh lurus, tegak, dan memiliki banyak cabang yang bisa digunakan untuk pertumbuhan bunga maupun buah.

  1. Daun

Tumbuhan durian memiliki daun yang terbagi menjadi dua yaitu di atas dan dibawah. Daun yang ada di bagian atas memiliki warna hijau dan terlihat mengkilap. Sedangkan daun yang berada dibagian bawah berwarna kuning keemasan atau cokelat. Daun memiliki bentuk yang bulat atau tumpul, dibagian pangkal ditumbuhi daun tunggal yang letaknya selang-seling.

Tanaman durian juga memiliki daun yang letaknya di kelopak bunga. Bentuk daun yang terdapat di bagian ini seperti bulat telur dan jumlahnya sekitar 2 sampai 3 helai daun.

  1. Bunga

Pohon durian memiliki bunga yang pertumbuhannya dilakukan secara berkelompok. Definisi bunga tumbuhan biasanya tumbuh di bagian batang atau cabang batang yang sudah tua.

Pada setiap kelompok bunga bisa tumbuh dengan jumlah sekitar 3 sampai 10 kuntum. Bentuk bunga seperti malai yang rata atau tukal dan memiliki kuncup. Kelopak bungan berukuran panjang sekitar 3 cm dan berbentuk seperti tabung.

  1. Buah

Buah pada pohon durian merupakan bagian yang sering diburu oleh kebanyakan orang. Rasa buah yang manis dan aromanya yang sangat khas ini seringkali menggoda mulut untuk menicicpi jenis buah yang satu ini.

Durian mempunyai buah yang mana kulit luarnya berduri. Buah berbentuk bulat seperti bola. Warna kulit bagian luar buah beragam ada yang coklat, hijau, coklat kekuningan. Sedangkan daging buah berwarna putih kekuningan dan terdapat biji didalamnya.  

Manfaat Durian

Berikut dibawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari buah durian yaitu :

  1. Berfungsi untuk mencegah penuaan dini

Durian memiliki kandungan vitamin C yang berkhasiat untuk mencegah proses penuaan diri. Selain itu kandungan asam folat dan zat besi yang ada di buah durian ini juga bisa membantu untuk mengatasi anemia dan meningkatkan tekanan darah.

Kandungan lain yang ada pada buah durian seperti vitamin B6 juga berfungsi untuk mengurangi stress. Sedangkan fosfot pada durian juga bisa dimanfaatkan untuk menguatkan tulang dan gigi yang ada pada tubuh.

  1. Dimanfaatkan sebagai sayuran

Buah durian selain memiliki rasa yang enak dan kandungan gizi yag banyak ternayat buah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sayuran untuk dimakan. Bagian-bagian durian yang bisa dimasak dan dijadikan sayuran yaitu mahkota bunga, pucuk daun, dan buah yang masih muda.

  1. Makanan tradisional

Pada saat musim durian tiba, biasanya buah ini akan begitu melimpah dan sering terjadi stok yang menumpuk – numpuk. Biasanya stok durian yang masih banyak akan diawetkan dengan cara mengolahnya menjadi makanan tradisional.

Salah satu makanan yang diolah dan berasal dari buah durian ini yaitu dodol, jenang, es krim, permen, susu, kue dan tempoyak. Tempoyak merupakan bahan masakan seperti sambal. Selain menjadi makanann tradisional, biji durian juga bisa dijadikan cemilan. Biji yang memiliki nama pongge ini bisa direbus atau dibakar dan dinikmati ketika sudah dingin.

  1. Berfungsi sebagai obat deman

Bagian durian yang bisa dimanfaatkan juga terletak pada akarnya. Akar pada pohon durian juga bisa berguna untuk dijadikan obat demam.

Sedangkan daunnya berkhasiat untuk menyembuhkan infeksi yang ada pada kuku.  Buah durian juga dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit seperti migrant, hepatitis, kurap, dan sembelit. Bukan hanya itu saja, kulit buah durian yang penuh duri juga bermanfaat untuk mengobati bisul dan sakit perut.

Cara Budidaya Durian

Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk membudidayakan pohon durian, antara lain:

  1. Pemilihan bibit

Tanaman durian bisa diperbanyak dengan menyiapkan bibitnya terlebih dahulu, yang mana benih bisa diperoleh dengan cara vegetatif maupun generatif. Biasanya bibit yang diperoleh dari buah durian sendiri dinamanan pembibitan secara generatif. Pemilihan bibit cara ini harus benar-benar berasal dari durian yang sehat dan berkualitas.

Sedangkan metode vegetatif bisa diperoleh dengan teknik okulasi. Selain itu bibit juga bisa didapatkan dari toko atau penjual bibit buah durian.

  1. Pengolahan tanah

Sebelum penanaman dilakukan, maka pastikan bahwa lahan pertanian yang akan dijadikan tempat untuk penanaman sudah bersih dari segala rumput, kotoran dan lain sebagainya yang nantinya bisa mengganggu pertumbuhan pohon durian. Selain itu lakukan pula penggemburan tanah.

Buatlah juga drainase pada lahan agar saluran air pada saat musim hujan bisa mengalir dengan baik. Sebaiknya pengolahan lahan dilakukan sebelum musim hujan tiba.

  1. Penanaman

Apabila bibit dan lahan sudha dipersiapakan dengan baik, maka proses selanjutnya yaitu penanaman buah durian. Cara ini dilakukan dengan membuat jarak tanaman pada pohon durian dengan ukuran sekitar 10 x 10 meter atau 12 x 12 meter.

Kemudian lubang tanaman juga harus memiliki kedalam kira-kira 80 x 80 x 40 cm atau 70 x 70 x 70 cm. Tujuannya dibuat lubang ini agar bibit durian bisa ditanam dengan baik dan biasanya lubang menyesuaikan struktur tananh yang ada pada lahan.

Lubang sebelum diisi oleh bibit durian diberi pupuk kandang dan tanah terlebih dahulu. Setelah itu bibit baru bisa dimasukan dan ditimbun lagi dengan tanah. Hindarkan tanaman ini dari air hujan yang deras.

  1. Pemeliharaan

Agar tanaman durian bisa memperoleh hasil yang maksimal maka kita perlu melakukan perawatan pada pohon ini. Beberapa hal yang kita lakukan untuk pemeliharaan durian yaitu pemupukan, pemangkasan, dan penyiraman.

Pemupukan biasanya dilakukan sebelum tanaman berbuah, dan pupuk yang digunakan yaitu pupuk organic serta pupuk NPK. Setelah itu pemangkasan juga perlu dilakukan tujuannya agar tanaman ini bisa lebih cepat tumbuh. Pemangkasan biasanya dilakukan ketikan pohon durian berusia sekitar 1 tahun.

Cara yang terakhir yaitu penyiraman pohon durian. Cara ini bisa dilakukan secara rutin pagi dan sore hari sekaligus bisa menyesuaikan cuaca yang sedang terjadi. Penyiraman dilakukan agar tanaman bisa tumbuh subur dan mendapat unsur hara yang cukup.

  1. Panen raya durian

Pemanenan buah durian bisa dilakukan pada saat buah durian sudah berumur cukup tua dan aromanya bisa dirasakan dengan sangat tajam. Salah satu hal yang menandakan bahwa durian siap dipanen yaitu jatuhnya buah durian yang matang ketanah.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan dan ulaskan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman durian, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi referensi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *