Tanaman Gadung, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Umbi Gadung

Gadung, tanaman umbi-umbian yang namanya cukup jarang didengar. Tidak seperti tanaman jenis umbi-umbian lainnya, gadung memiliki zat racun yang berbahaya pada umbinya. Oleh karena itu, walaupun dijadikan sebagai alternatif makanan, umbi gadung harus diolah dengan cara khusus sebelum dimakan.

Sebagaimana alternatif makanan lain, gadung mengandung karbohidrat yang cukup banyak sehingga dapat memenuhi asupan energi untuk beraktivitas.

Tanaman Gadung

Tanaman gadung atau umbi gadung adalah salah satu sumber tanaman pangan yang kaya  kandungan karbohidrat. Tanaman gadung umumnya mudah dijumpai di wilayah Indonesia, khususnya pada musim kemarau.

Umbi gadung dikenal juga sebagai umbi yang beracun, didalamnya terkandung HCN atau zat alkaloid beracun. Akibat dari zat beracun umbi ini yaitu panas pada tenggorokan, mual, muntah, pusing, pandangan yang kabur, atau bahkan tidak sadarkan diri.

Akan tetapi akibat dari racun umbi tersebut hanya terjadi ketika umbi gadung dimakan secara langsung. Oleh karena itu, sebelum memakannya, umbi harus diolah dengan sedemikian rupa terlebih dahulu.

Klasifikasi Gadung

Tanaman gadung, kelompok umbi-umbian yang juga merupakan tanaman vaskuler atau berpembuluh. Tanaman gadung adalah tanaman tingkat tinggi jika dilihat dari taksonominya. Terdapat banyak varian dari tanaman gadung, salah satunya adalah spesies dioscorea hispida, berikut adalah klasifikasi ilmiahnya :

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Sub kelas Lilidae
Ordo Liliales
Family Dioscoreaceae
Genus Dioscorea
Spesies Dioscorea Hispida

Ciri Morfologi Gadung

Gadung adalah tanaman perdu merambat yang tinggi tanamannya dapat mencapai 5 sampai dengan 10 meter. Jenis batang tanaman ini berbentuk bulat galah, dengan bulu dan duri yang tersebar di seluruh permukaan batang dan tangkainya.

Umbi gadung merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan. Bentuk umbi gadung yaitu bulat dan dipenuhi oleh rambut akar yang besar serta kaku. Umbi gadung saat sudah siap panen akan muncul dekat ke permukaan tanah.

Manfaat Gadung

Gadung, walaupun dikenal sebagai tanaman yang memiliki racun, bahkan membahayakan. Namun jika diolah dengan benar tanaman ini pun banyak bermanfaat, dari mulai bidang pangan, hingga bidang kesehatan.

  1. Makanan Pokok

Gadung memiliki kandungan yang sama dengan nasi, dengan kandungan ini kebutuhan energi manusia dapat terpenuhi. Oleh karena itu gadung jika diolah dengan benar berperan sebagai salah satu jenis tanaman makanan pokok.

Jika nasi hanya memiliki cita rasa yang manis, namun gadung memiliki sensasi rasa yang berbeda yaitu gurih dan nikmat.

  1. Alternatif Kuliner

Umbi gadung juga dapat diolah menjadi alternatif kuliner atau camilan. Tanaman gadung dapat diolah menjadi keripik dengan rasa manis dan asin. Dengan demikian gadung memiliki potensi nillai ekonomi karena bisa menjadi makanan yang sering orang-orang cari.

  1. Pestisida dan Insektisida

Di bidang pertanian yang berkaitan erat dengan lahan pertanian dan tanam-tanaman, jenis hama tanaman dan penyakit menjadi hal yang erat akan tetapi sangat merugikan. Untuk mengatasinya umbi gadung dapat digunakan menjadi pembasmi hama alami.

Umbi gadung berbahaya jika dikonsumsi secara langsung tanpa diolah. Akan tetapi kandungan racunnya dapat hilang dengan beberapa perlakuan. Misalnya direndam dengan air garam, menggunakan abu gosok, atau direndam air yang mengalir terlebih dahulu. Setelah itu, umbi gadung aman untuk diolah dan dapat dimanfaatkan sebagai berikut :

  1. Menyembuhkan Beberapa Penyakit

Penyakit reumatik dapat menyerang siapa saja seiring berkembangnya usia. Penyakit ini umumnya bisa disembuhkan, salah satunya dengan cara mengonsumsi gadung. Gadung mempunyai kandungan yang dapat meredakan reumatik.

Tidak hanya reumatik, tanaman gadung juga dapat menyembuhkan kejang pada perut. Kandungan yang ada pada umbi gadung mampu mencegah serta menyembuhkan kejang otot bagian perut. Apabila gadung dikonsumsi secara rutin, maka juga berguna dalam sistem pencernaan.

Luka yang sudah terinfeksi akibat iritasi juga dapat diobati menggunakan tanaman gadung. Umumnya luka ini terjadi pada anak-anak ketika bermain. Umbi gadung dapat mempercepat dan menyembuhkan luka yang terinfeksi. Ketika diberikan pada luka, umbi gadung memberikan efek yang perih.

Selain ketiga penyakit yang telah disebutkan, tanaman gadung juga dapat menyembuhkan penyakit kusta. Caranya yaitu dengan konsisten mengonsumsi tanaman gadung sehari-hari. Bahkan tanaman gadung akan memberikan efek sembuh total pada penyakit kusta ini.

  1. Menurunkan Kolesterol

Kadar kolesterol harus selalu terjaga dalam angka yang normal. Jika tidak dapat menyebabkan penyakit kolesterol akibat tingkat kolesterol jahat yang tinggi. Selain menjaga pola hidup agar tetap sehat, penyakit kolesterol juga dapat diatasi dengan tanaman gadung.

Kandungan alami yang ada pada umbi gadung dapat mengontrol kolesterol agar selalu ada pada kadar yang normal. Agar lebih nikmat, gadung dapat diolah menjadi makanan yang kita suka. Setelahnya jika rutin kolesterol jahat dapat menurun kadarnya.

  1. Pemutih Pakaian

Di negara Filiphina tanaman gadung dimanfaatkan sebagai pemutih pakaian. Gadung diolah menjadi deterjen pemutih dan digunakan saat mencuci pakaian. Tanaman gadung dikenal dengan nama Nami di Filiphina.

  1. Alat Kecantikan

Berbeda dengan di Filiphina, di Thailand tanaman gadung bermanfaat sebagai salah satu alat mempercantik diri. Kandungan fitoikimia, beta karoten, dan diosgen pada tanaman gadung dapat membantu mengatasi payudara yang kecil.

  1. Racun pada Mata Kail Pancing

Memancing menjadi hobi yang cukup banyak digemari oleh masyarakat. Dalam memancing, tidak hanya dibutuhkan alat pancing saja, akan tetapi juga kail pancing dan umpan. Biasanya disetiap perburuan ikan, racun umum digunakan untuk melemahkan binatang. Tanaman gadung dapat digunakan pada mata kail pancing agar ikan yang dipancing menjadi lemah.

Teknik Budidaya Gadung

Meskipun budidaya tanaman gadung ini tidak banyak dilakukan, namun gadung menjadi komoditas yang potensial untuk menunjang pangan. Seperti yang telah dibahas pada bagian manfaat, tanaman ini cukup banyak mengandung manfaat yang juga bernilai ekonomi.

Untuk itu, kita sendiri dapat mulai melalukan budidaya tanaman gadung. Cara budidaya tanaman ini yaitu melalui tahap-tahap berikut :

  1. Pengolahan Tanah dan Produksi

Tempat yang bagus bagi tanaman gadung adalah tanah yang subur, kaya akan unsur organik dan juga memiliki tekstur yang ringan.

Penanaman dapat dilakukan dengan memasukkan 3 sampai dengan 4 buah pada lubang tanam. Jarak yang dibutuhkan untuk tanaman berkembang dan menghasilkan produksi yang baik yaitu sekitar 37,5 hingga 50 cm. Jarak ini dibutuhkan agar umbi yang berkembang di dalam tanah memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh.

  1. Penanaman

Proses penanaman tanaman gadung sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, dengan begitu hasil panen akan lebih meningkat. Penanaman gadung dapat dilakukan dengan memperoleh dari induk sebagai upaya memperbanyak jumlah tanaman.

  1. Pemeliharaan

Sebelum penanaman dilakukan pada lahan yang sudah disediakan, lahan harus dicampur dengan pupuk NPK terlebih dahulu, dan didiamkan beberapa hari setelahnya. Pengairan tanaman gadung cukup dengan mengandalkan air hujan yang turun. Penyiangan tanaman perlu dilakukan ketika banyak gulma dan tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman gadung.

  1. Pemanenan

Panen tanaman gadung dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 12 bulan. Dalam proses pemanenan dikenal istilah panen tunggal dan panen ganda. Panen tunggal dilakukan ketika musim berakhir, biasanya tepat 1 bulan sebelum pertumbuhan tanaman.

Pemanenan umbi gadung yaitu dengan cara melakukan penggalian lahan tanam, setelah itu batang tanaman diangkat dan terakhir potong umbi gadung dari tajuknya.

  1. Penyimpanan

Umbi dari tanaman gadung yang sudah dipanen harus disimpan pada suhu 29 sampai dengan 32 derajat celcius. Selain itu, kelembapan tempat penyimpanan juga harus diperhatikan. Ada tiga cara penyimpanan yang baik dan efektif untuk menjaga umbi gadung tetap bersih serta sehat.

Cara pertama yaitu aerasi harus selalu terjaga, hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi mikroorganisme untuk bernafas dan menjaga suasana menjadi dingin. Kedua yaitu dengan menjaga suhu tetap berada pada derajat 12 hingga 150.

Terakhir yaitu dengan cara dilakukan pengawasan secara berkala, umbi yang rusak harus dipisahkan sebelum menyebar kerusakan pada umbi lainnya.

Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman gadung, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi pemahaman bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *