Tanaman Gaharu, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Gaharu

Tanama gaharu terkenal dengan kayunya yang sangat mahal, oleh karena itu jarang masyarakat memanfaatkan tanaman gaharu layaknya jenis kayu lain. Namun karena pohon gaharu punya nilai ekonomis yang sangat tinggi, saat ini banyak orang yang mulai membudidayakannya.

Kayu dari tanaman gaharu banyak diminati oleh negara-negara luar, misalnya Arab Saudi, Palestina, Yaman, Oman, Turki, dan lain-lain. Selain itu juga negara lain misalnya India, Jepang, Korea, Amerika Serikat, dan Singapura. Indonesia dikenal memiliki Asosiasi Gaharu Indonesia (Asgarin), yaitu organisasi yang membantu arti budidaya serta aktivitas perdagangan gaharu.

Tanaman Gaharu

Tanaman gaharu merupakan jenis pohon tajuk lebat yang tingginya bisa mencapai 40 meter, dengan diameter sebesar 60 cm. Kayu gaharu sudah tersebar di wilayah Asia, salah satunya yaitu Indonesia. Pohon gaharu dapat diperbanyak menggunakan bagian bijinya.

Gaharu adalah golongan jenis pohon besar yang memiliki kayu dengan kandungan resin yang khas. Resin yang ada pada kayu gaharu beraroma harum dan biasanya dimanfaatkan sebagai wewangian pada beberapa industri. Kayu gaharu adalah salah satu kayu dengan harga tinggi karena permintaan terhadap kayu tersebut yang banyak, namun keberadaannya hanya sedikit.

Ada satu keunikan yang hanya terjadi pada kayu gaharu, yaitu ketika berumur 25 tahun pohon gaharu akan terserang penyakit dibagian gubal kayu. Penyakitnya disebabkan oleh jamur Fusarium sp, jamur ini membuat gubal gaharu menghasilkan aroma khas daripada pohon lain.

Setidaknya kayu gaharu terdiri dari 20 spesies yang secara alami tersebar di wilayah-wilayah Asia Tenggara, Tiongkok, dan juga India. Di Indonesia sendiri kayu gaharu dapat ditemukan sebanyak 6 spesies yang tumbuh alami di hutan-hutan Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatera.

Klasifikasi Gaharu

Klasifikasi ilmiah tanaman gaharu secara lengkap dapat dilihat pada uraian di bawah ini.

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Viridiplantae
Super Divisi Embryophyta
Divisi Traceophyta
Sub Divisi Spermatophyta
Kelas Magnoliopsida
Super Ordo Rosanae
Ordo Malvales
Famili Malvaceae
Genus Aquilaria Lam
Spesies Aquilaria malaccensis Lam

Ciri Morfologi Tanaman Gaharu

Adapun untuk ciri morfologi yang ada dalam pohon gaharu antara lain sebagai berikut;

  1. Akar

Tanaman gaharu adalah golongan tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua. Umumnya tumbuhan golongan ini berakar tunggang, begitu pula dengan tanaman gaharu. Ukuran akar gaharu besarnya tergantung pada usia dan juga kesuburannya. Akan tetapi, biasanya ukuran pangkal akar gaharu lebih besar daripada bagian ujungnya.

  1. Batang

Pengertian batang tanaman gaharu tingginya dapat mencapai 40 meter dengan diameter 80 cm. Ukurannya yang cukup besar biasa dimanfaatkan bagian kayunya.

Kulit pada batang gaharu mempunyai warna abu-abu keputihan, apabila umur pohon sudah menua, bagian kulitnya rentan rapuh dan mengelupas. Ranting tanaman gaharu warnanya cokelat terang dan memiliki bulu yang cukup halus.

  1. Daun

Daun dari tanaman gaharu adalah daun tunggal dengan bentuk yang lonjong memanjang. Ukuran daun gaharu sekitar 5 sampai dengan 8 cm, lebarnya sekitar 3 hingga 4 cm. Bagian ujung daun meruncing, dan kadang ditemukan berekor hingga panjang 1 cm.

Daun tanaman gaharu berwarna hijau, biasanya juga terdapat bintik-bintik berwarna putih. Bagian tepi daun gaharu bergelombang, pangkal daunnya membentuk baji atau menirus. Urat daun tersusun tidak beraturan dan bercabang. Panjang bulu yang ada pada tangkai daun gaharu panjangnya sekitar 3 sampai dengan 5 mm.

  1. Bunga

Bunga-bunga tanaman gaharu muncul pada setiap ujung ranting, ketiak atas daun atau ketiak tangkai. Bunga gaharu bisa berwarna putih, kuning terang, atau kunning. Bagian kelopak bunga berbentuk oval hingga lonjong, ujungnya menumpul dan berbulu tebal di bagian permukaannya.

Sementara bagian mahkota bunga gaharu umumnya lebih panjang daripada benang sarinya. Bentuk mahkota yaitu oval atau lonjong dan dipenuhi rambut tebal. Bakal buah terletak pada bunga dengan bentuknya bulat serta mementol.

  1. Buah

Buah tanaman gaharu terletak pada polongan yang bentuknya bulat oval atau lonjong. Ukuran buah panjangnya sekitar 5 cm, dan lebarnya 3 cm. Pada setiap buah ditemukan 1 atau 2 biji yang berbentuk oval dan tertutup oleh bulu halus yang warnanya kemerahan.

Manfaat Gaharu

Kayu gaharu tidak banyak berbeda dari jenis kayu lainnya. Namun manfaat tanaman gaharu dapat dirasakan untuk pada bidang kesehatan, bidang industri, dan bidang lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat dari tanaman gaharu yang dapat kita rasakan pada kehidupan sehari-hari:

  1. Menjaga Kesehatan Ginjal
  2. Menurunkan Tekanan Darah
  3. Mencegah Penuaan Dini
  4. Mencegah Tumor
  5. Mencegah Kanker
  6. Mengobati Asma
  7. Mengatasi Insomnia
  8. Mengurai Racun di Dalam Tubuh
  9. Meningkatkan Imunitas
  10. Menyehatkan Limpa
  11. Mengobati Asam Urat
  12. Menurunkan Kolesterol Jahat
  13. Obat Antiseptik
  14. Obat Anti-Inflamasi
  15. Meningkatkan Berat Badan
  16. Menyehatkan Paru-paru
  17. Mengatasi Sakit Kepala
  18. Mengontrol Kadar Gula Darah
  19. Mengobati Sembelit, Kembung, Diare
  20. Parfum atau Wewangian
  21. Terapi Penyakit
  22. Aromaterapi
  23. Antidepresan
  24. Bahan Komestik (Bedak)
  25. Dupa (ritual kebudayaan)
  26. Kayu Tasbih

Teknik Budidaya Gaharu

Adapun cara membudidayakan tanaman gaharu ini antara lain sebagai berikut;

  1. Pemilihan Bibit

Bibit menjadi hal dasar pada budidaya tanaman gaharu. Untuk menanam pohon gaharu, bibit yang dipilih yaitu bibit yang sehat, ukuran diameter bibit setidaknya sudah mencapai 1 cm dengan tinggi 20 sampai dengan 30 cm. Bibit juga harus dirawat dengan penyiraman berkala, serta ditempatkan pada tempat yang teduh.

  1. Persiapan Lahan

Sebelum bibit ditanam, lahan pertanian harus disiapkan terlebih dahulu. Lubang yang dibuat pada lahan, setidaknya perlu didiamkan selama dua minggu. Ukuran lubang yaitu 30x 30x 30 cm. Karena gaharu adalah jenis pohon besar, maka setiap tanaman harus diberi jarak sekitar 3x 3 meter.

Lahan yang akan ditanami bibit ditambah dengan pupuk kandang atau pupuk organik terlebih dahulu. Takaran pupuk yang harus diberi adalah 3 sampai dengan 5 kg pada setiap lubang. Untuk menjaga pH tanah agar selalu stabil pada angka 5, setiap lubang tanaman bisa ditambahkan 100 dolomit. Setelah semua campuran pada tanah dicampurkan, maka lahan siap untuk ditanam.

  1. Penanaman

Waktu terbaik untuk menanam tanaman adalah pada musim hujan di sore hari. Metode penanaman pohon gaharu dapat dilakukan dengan cara monokultur atau polikultur. Penanaman dilakukan dengan memindahkan bibit yang ada di dalam polybag ke lubang tanam, pastikan saat dipindahkan akar bibit gaharu tidak rusak.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan tahapan penting setelah penanaman pohon gaharu. Pemeliharaan tanaman ini dilakukan dengan pengairan, pemberian naungan, pemangkasan cabang, pemupukan, dan penyiangan.pengairan dilakukan setidaknya 1 kali sehari di sekitar lahan tanaman. Namun pada musim penghujan, intensitas penyiraman dapat dikurangi.

Tanaman gaharu memerlukan naungan, hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan pohon. Naungan yang digunakan bisa digunakan pohon pepaya atau pohon singkong. Selain itu bisa juga dibuat naungan buatan.

Selanjutnya pemangkasan pada cabang tanaman. Tanaman harus dipangkas agar pertumbuhannya lebih cepat. Pemangkasan cabang dilakukan dengan memotong beberapa ranting dari cabang. Baiknya pemangkasan dilakukan rutin yaitu setiap dua minggu sekali. Apabila tanaman sudah mencapai tinggi 2 meter, maka pemangkasan bisa dihentikan.

Kemudian, selain pemangkasan pemupukan  juga diperlukan bagi tanaman untuk merangsang pertumbuhan yang baik dan sehat. Pupuk kompos dan pupuk kandang dapat diberikan setiap 6 bulan sekali, sementara pupuk kimiawi misalnya pupuk NPK diberikan setiap 3 bulan sekali.

Penyiangan merupakan proses yang juga penting pada pertumbuhan tanaman yang ditanam. Gulma atau tanaman liar dapat tumbuh dimana saja dan dalam waktu kapan saja. Jika dibiarkan, maka tanaman budidaya akan bersaing dengan gulma untuk mendapatkan nutrisi tanaman. Gulma juga mampu mengambil dari makanan penting bagi tumbuhan yang akan menghambat pertumbuhan tanaman.

  1. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Langkah terakhir dan termasuk tahapan yang kondisional pada budidaya tanaman gaharu adalah penanggulangan hama dan penyakit. Apabila gaharu ditanam dalam jumlah banyak, kemungkinan sebagian kecilnya dapat terkena hama atau penyakit, untuk itu langkah ini perlu dilakukan.

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman gaharu tidak dapat dianggap sepele. Sebab, lama kelamaan jika dibiarkan maka akan menyebabkan tanaman mati. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan memberi cairan pestisida atau insektisida pada tanaman.

Itulah tadi deskripsi tanaman gaharu, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga mampu memberi edukasi, referensi, serta literasi bagi kalian yang sedang membutuhkan materi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *