Tanaman Gambir, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Gambir

Obat tradisional masih digemari oleh banyak orang, selain memiliki khasiat yang sama seperti obat pada umumnya, obat tradisional dapat diracik dengan mudah karena berasal dari alam. Berbicara tentang obat tradisional banyak jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya adalah tanaman gambir.

Tanaman gambir dikenal sebagai jenis tanaman yang berguna sebagai obat. Melalui proses ekstraksi khasiat tanaman gambir dapat dirasakan bagi orang yang mengonsumsinya.

Tanaman Gambir

Tanaman gambir telah lama dikenal di daerah Semenanjung Malaya, Singapura, dan Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Maluku. Tanaman gambirini  berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Gambir liar hidup di hutan-hutan sekunder, pada ekosistem yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

Tanaman gambir menghasilkan arti buah dengan rasa yang khas yaitu pahit dan kelat. Tetapi lama kelamaan setelah dikunyah rasanya akan berubah menjadi manis. Tanaman gambir tumbuh dengan menjalar. Pengelompokkan gambir dalam klasifikasi tumbuhan dan ciri morfologinya dapat dilihat di bagian bawah ini.

Klasifikasi Gambir

Berikut adalah klasifikasi ilmiah yang ada dalam dari tanaman gambir. Antara lain;

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Gentianales
Famili Rubiaceae
Genus Uncaria
Spesies Uncaria gambir
Famili Basellaceae
Genus Anredera
Spesies Anredera cordifolia (Ten.) Steenis

Ciri Morfologi Gambir

Gambir adalah tanaman tingkat tinggi dengan bagian tubuh yang lengkap, mulai dari struktur batang, tangkai, daun, bunga, buah, biji, hingga akar. Organ-organ tersebut dapat dilihat secara langsung dengan kasat mata karena merupakan bagian dari ciri-ciri morfologi tanaman gambir.

  1. Batang

Gambir adalah kelompok tanaman perdu memanjat, batangnya tersusun sangat padat. Bentuk batang gambir yaitu antara kubus atau silinder tak beraturan serta tidak berambut. Percabangan batang gambir berbentuk simpodial. Warna batang gambir mulai dari cokelat hingga cokelat kemerahan, dan dapat ditemukan aroma yang khas.

  1. Daun

Daun tanaman gambir merupakan daun tunggal yang tumbuh pada setiap tangkai batang. Daun gambir berbentuk oval memanjang, bagian ujungnya runcing dan tepi daun bergerigi. Permukaan daun licin dan dilengkapi tangkai daun yang pendek.

Ukuran daun gambir mencapai 8 sampai 13 cm panjangnya, dan lebar daun sekitar 4 sampai 7 cm. Antara dua tangkai daun gambir dapat ditemukan kait. Letak daun gambir tepat berhadapan dengan perulangan daun bawah yang menonjol.

  1. Bunga

Tanaman gambir termasuk ke dalam tumbuhan berbunga dan bunga gambir tersusun majemuk. Bentuknya menyerupai lonceng dan ditemukan tumbuh pada ketiak daun. Ukuran bunga gambir tidak terlalu besar, yaitu sekitar 5 cm.

  1. Buah dan Biji

Buah tanaman gambir adalah bagian generatif tumbuhan, bentuknya berupa polong semu dengan penampang yang berukuran 2 cm. Berbeda dengan bagian daunnya, buah gambir dipenuhi oleh bagian biji-biji halus, ukurannya sekitar 1 sampai 22 mm.

Bagian terluar buah ada bagian sayap yang memungkinkan biji yang ada di dalam buah dapat tersebar karena angin ketika polong mulai terbuka. Biji gambir berwarna kuning dan bentuknya seperti jarum, ukurannya sangat kecil.

Manfaat Gambir

Tanaman gambir diketahui mengandung senyawa kimia yang bersifat sebagai antioksidan dan antibakteri. Dengan sifatnya itu, gambir dapat mengobati berbagai macam penyakit. Terdapat dua zat utama yang sangat berkhasiat terkandung dalam tanaman gambir.

Zat pertama adalah katekin, yaitu metabolit sekunder yang termasuk ke dalam flavonoid. Katekin berperan sebagai polifenol antioksidan dan juga antitumor. Selanjutnya ada tanin, yaitu senyawa kimia golongan polifenol yang berperan sebagai antiseptik. Berdasarkan kandungan yang ada pada tanaman gambir, manfaat gambir untuk kesehatan diantaranya sebagai berikut :

  1. Mengatasi Plak Gigi

Plak gigi menjadi salah satu masalah yang mengganggu penampilan. Adanya plak gigi disebabkan oleh bakteri spesis Streptococcus mutans. Tanaman gambir dapat menghilangkan plak gigi karena adanya zat tanin yang berperan sebagai antibakteri.

  1. Mengatasi Diare

Tanaman gambir berperan mengatasi gangguan lambung yang biasanya kambuh pada waktu tertentu. Cara mengobati penyakit lambung ini yaitu dengan mengonsumsi ekstrak tanaman. Kandungan gambir diketahui dapat membantu membasmi bakteri dan melancarkan sistem pencernaan, reaksi yang dihasilkan yaitu terjadinya diare sebagai langkah pembersihan racun dari tubuh.

  1. Mengobati Luka

Luka yang terbuka sangat menyakitkan jika tidak cepat kering. Untuk mempercepat penyembuhan luka zat antibakteri yang ada pada tanaman gambir dapat mengobati luka. Sehingga setelah digunakan luka akan lekas mengering.

  1. Mencegah Kanker Kulit

Berdasarkan penelian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tanaman gambir efektif untuk mencegah perkembangan dari sel kanker kulit. Pencegahan sel kanker adalah karena adanya kandungan katekin yang cukup tinggi.

Dengan khasiatnya mencegak kanker kulit, tanaman gambir sering digunakan sebagai campuran pada produk-produk kecantikan.

  1. Meningkatkan Imunitas

Tubuh harus selalu memiliki imunitas (kekebalan) yang tinggi agar selalu terhindar dari penyakit. Kekebalan tubuh dapat dijaga dengan mengonsumsi tanaman gambir, sebab tanaman ini akan memenuhi kebutuhan zat antioksidan yang dapat menangkal penyakit.

  1. Mencegah Penyakit Jantung

Kandungan katekin pada tanaman gambir memang sangat berguna, salah satunya untuk mencegah penyakit jantung. Selain itu tanaman gambir juga penting dalam pembentukan kolagen serta mencegah kelebihan berat badan.

Cara Budidaya Gambir

Budidaya tanaman gambir dapat dilakukan pada tanah jenis podsolik merah kuning atau merah kecoklatan dengan pH 4,8 hingga 5,5. Iklim yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman gambir adalah wilayah dengan curah huja 2500 sampai 3350 mm/tahun. Suhu udara lingkungan sekitar 20 sampai 40 derajat celcius dan kelembapan udara mencapai 70 sampai 85%.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam budidaya tanaman gambir yaitu sebagai berikut :

  1. Pembibitan Tanaman

Bibit tanaman gambir dapat digunakan bagian bijinya, akan lebih baik jika biji yang dipilih berasal dari vairetas unggul. Jika kondisi biji baik, maka pertumbuhan tanaman akan lebih cepat. Biji dapat diambil pada tanaman yang sudah berumur 10 sampai 13 tahun, dengan rumpun setinggi 300 cm dan panjang cabangnya mencapai 500 cm.

Biji yang digunakan untuk bibit diambil dari buah gambir yang berciri-ciri polong hitam kecokelatan sebelum pecah. Buah gambir harus dijemur terlebih dahulu agar polongnya pecah dan biji dapat diambil. Lalu biji dibersihkan dan disimpan pada ruang kedap udara.

Setelah biji sudah cukup siap untuk disemaikan, biji disemai pada media yang dicampur dengan pupuk kandang. Lebih disarankan biji ditempatkan pada permukaan yang licin agar perkecambahan berlangsung cepat. Ketika biji sudah mulai tumbuh daun sekitar 2 sampai 3 pasang, semai biji sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam.

  1. Persiapan Lahan dan Penanaman

Hal dasar yang harus dilakukan sebelum menanam tanaman adalah, lahan pertanian yang akan digunakan harus dibersihkan terlebih dahulu. Agar gulma dan tanaman liar lainnya tidak mengganggu proses pertumbuhan tanaman.  Begitu pula pada lahan tanaman gambir.

Setelah lahan sudah bersih, dibuat lubang dengan ukuran 40x 40x 40 cm. Lubang yang sudah dibuat harus didiamkan dahulu selama 15 hari, barulah semai biji gambir dapat ditanam. Bibit dimasukkan  ke dalam lubang, dan ditimbun kembali dengan tanah yang telah dicampur  dengan pupuk.

  1. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman gambir dilakukan setidaknya dengan 3 cara, yaitu penyiangan, pemupukan, dan merundukkan. Pertama, penyiangan dilakukan pada tanaman liar yang tumbuh di sekitar gambir. Selain itu penggemburan tanah juga penting dilakukan ketika usia tanaman gambir sudah mencapai 3 atau 4 tahun.

Perawatan kedua adalah pemupukan yang dilakukan setiap seminggu sekali. Pemupukan ini berguna menstimulus tumbuh kembang tanaman dengan baik. Pupuk yang dipakai yaitu NPK dan pupuk organik.

Tanaman gambir adalah tanaman menjalar, maka perundukan perlu dilakukan agar tanaman tumbuh lebih rimbun dan subur. Cara merundukkan dilakukan dengan mengikat setiap batang yang mulai tumbuh. Batang tersebut ditarik ke arah bawah, dan tanaman akan merunduk ke luar cabang yang baru.

  1. Pemanenan

Tanaman gambir bisa dipanen ketika umurnya menginjak 2 tahun atau lebih. Pemanenan secara berkala dilakukan setiap 6 bulan sekali setelah panen sebelumnya. Setidaknya dalam satu tahun tanaman gambir dapat dipanen sebanyak dua kali.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman gambir, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberik edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *