Tanaman Garut, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Garut
Ketika membaca nama tanaman garut, mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa tanaman ini adalah komoditas khas yang berasal dari kota Garut. Padahal tidak demikian kenyataannya, umbi-umbian ini ditemukan dan terkenal di Benua Amerika, yaitu di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Lalu beberapa saudagar membawanya ke Indonesia, dan dikenal dengan nama lokal salah satunya yaitu tanaman garut.

Tanaman garut tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Bagian tanaman yang terkenal dan bermanfaat adalah umbinya. Sama seperti umbi-umbian lain, umbi garut juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan. Selain itu, masih banyak yang perlu diketahui mengenai umbi garut, beberapa infonya terdapat pada uraian di bawah ini.

Tanaman Garut

Tanaman garut merupakan jenis tanaman merambat, beberapa orang memanfaatkannya sebagai tanaman hias karena morfologinya yang cantik. Di Indonesia dikenal tiga jenis tanaman garut yang dapat dilihat perbedaannya melalui ciri-ciri morfologi atau anatomi. Diantaranya adalah garut belang, garut sembowo, dan garut sili.

Tanaman ini tumbuh hingga ketinggian 1 meter. Daunnya berukuran cukup panjang dengan batang pelepah. Bagian inilah yang sering dijadikan sebagai tanaman hias. Sementara itu bagian lain yang juga banyak manfaatnya adalah umbi garut.

Klasifikasi Garut

Adapun klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman garut ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Monocotyledonae
Ordo Zingiberales
Famili Marantaceae
Genus Maranta
Spesies Maranta arundinaceae Linn

Ciri Morfologi Tanaman Garut

Ciri morfologi yang ada dalam tanaman garut ini antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Batang

Tanaman garut dapat mencapai tinggi hingga satu meter bagian batangnya. Warna batangnya hijau mencolok. Jenis batang tanaman garut adalah batang semu, di bagian paling bawah dapat ditemukan umbirimpang yang berbentuk bulat.

  1. Daun

Daun tanaman garut berukuran panjang sekitar 27 cm dan lebar 4 cm. Jenis daun tanaman garut adalah pelepah dengan bulu-bulu yang halus berwarna hijau. Bulu yang ada pada pelepah tidak menimbulkan gatal jika bersentuhan dengan kulit.

  1. Bunga

Definisi bunga pada tanaman garut adalah jenis majemuk yang bentuknya identik dengan bentuk tandan. Kelopak bunga berwarna hijau muda sedangkan bagian mahkotanya berwarna putih.

  1. Buah

Arti buah dari tanaman garut memiliki bentuk kubus. Sebagian besar tubuh buah dipenuhi oleh bulu. Buah garut tidak dapat dikonsumsi, sebab rasanya getir dan juga bergetah. Selain itu buah garut juga memiliki kandungan berbahaya jika dikonsumsi.

  1. Umbi

Berbeda dengan buahnya, umbi garut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan atau obat-obatan. Umbi garut berwarna putih kecokelatan dan bentuknya yang khas memanjang mirip dan hampir sama dengan umbi singkong.

Manfaat Tanaman Garut

Umbi tanaman garut mengandung gizi yang sangat banyak. Kandungannya ini bermanfaat jika dikonsumsi sebagai bahan makanan atau bisa juga dijadikan obat. Kandungan gizi yang ada pada umbi garut antara lain air, protein, serat, lemak, pati, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, vitamin B6, tiamina, riboflavin, dan folat.

Adanya umbi garut memang tidak begitu dikenal seperti umbi singkong atau ubi. Namun umbi garut memiliki banyak manfaat yaitu sebagai berikut:

  1. Sumber Energi

Umbi garut mengandung sumber energi yang tinggi. Di dalamnya dapat ditemukan karbohidrat, lemak, dan protein. Dengan ketiga kandungan tersebut, umbi garut dapat memenuhi kebutuhan energi pada tubuh sehari-hari.

  1. Cadangan Makanan

Umbi garut memang jarang dijadikan sebagai makanan pokok. Namun dengan kandungannya yang dapat menghasilkan energi tinggi, umbi garut dapat menjadi alternatif makanan ketika sediaan bahan pokok mulai menipis. Umbi garut juga menjadi pilihan tepat pada masa krisis gagal panen atau harga pangan yang melonjak tinggi.

  1. Tanaman Hias

Tanaman garut dengan daun yang cantik seringkali dijadikan sebagai tanaman hias. Daunnya yang diteruskan dengan pelepah atau batang semu menjadi sesuatu yang unik dan cocok untuk dipajang. Selain itu, bagian umbinya juga dapat dimanfaatkan sebagai media mewarnai dan selanjutnya menjadi hiasan.

  1. Olahan Tepung

Zat pati yang terkandung dalam umbi garut dapat dimanfaatkan dan diproses menjadi tepung. Cara pembuatan tepung umbi garut tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan tepung lainnya. Yaitu dapat dijadikan bubur dan diendapkan, lalu dapat digunakan dalam keperluan dapur atau sebagai obat.

  1. Dasar Pembuatan Bedak

Zat pati yang ada pada umbi garut juga diketahui dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar dari pembuatan bedak. Bedak-bedak inilah yang sering digunakan sebagai bahan kecantikan atau juga obat penyakit tertentu. Penggunaan umbi garut sudah lama dipakai oleh beberapa pabrik produksi atau produsen bedak.

  1. Pembuatan Kertas

Kertas umumnya dikenal berasal dari kayu yang diolah dengan sedemikian rupa. Saat ini umbi garut juga dapat dimanfaatkan menjadi campuran dari bahan-bahan pembuatan kertas. Kertas yang dihasilkan dari pencampuran umbi garut adalah kertas yang biasa digunakan oleh kita dengan jenis tertentu, misalnya kertas karton.

  1. Pakan Ternak

Dalam pengolahan umbi garut menjadi bahan dasar tepung atau bahan makanan lain kemungkinan menyisakan ampas yang tidak lagi digunakan. Ampas dari umbi garut dapat dimanfaatkan menjadi pakan hewan ternak, misalnya sapi, kambing, dan kerbau. Sisa ampas umbi garut tetap memiliki kandungan nutrisi yang juga berguna untuk hewan ternak.

  1. Pengental dan Pengenyal Makanan

Umbi garut yang sudah dijadikan tepung dapat menjadi bahan pengental dan pengenyal pada makanan. Fungsi dari tepung umbi garut ini mirip dengan tepung beras dan tepung jagung. Keduanya dapat menjadi pengental makanan atau adonan.

  1. Mengobati Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan jika terjadi pada kita tentunya cukup mengganggu aktivitas. Bubur umbi garut yang ditambah dengan air atau susu dapat menjadi solusi ketika mengalami gangguan pencernaan. Misalnya masalah peradangan lambung, atau peradangan usus.

  1. Mengobati Luka

Campuran pati umbi garut dengan air dapat mengobati luka yang ada di bagian luar tubuh. Penggunaannya seperti obat salep yang didapat dari resep dokter atau apotek, yaitu diolesi pada bagian yang luka.

  1. Memperlancar Peredaran Darah

Salah satu kandungan umbi garut adalah zat besi, kadarnya dalam satu umbi garut cukup tinggi. Kandungan tersebut mampu memperlancar peredaran darah pada tubuh. Ketika peredaran darah lancar maka tubuh kita akan terasa lebih bugar dan sehat. Selain itu, dengan mengonsumsi umbi garut dapat mencegah gangguan pada peredaran darah yaitu anemia.

  1. Menjaga Kekebalan Tubuh

Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat dan tidak rentan terhadap penyakit. Dengan mengonsumsi umbi garut kita mendapatkan manfaat berupa kekebalan tubuh yang terjaga. Karena umbi garut tidak hanya mampu meningkatkan energi, tetapi juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Cara Budidaya Garut

Budidaya tanaman garut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :

  1. Pembenihan

Pembenihan tanaman garut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu perbanyakan umbi atau perbanyakan anakan. Media pembenihan dapat digunakan tanah yang dicampur dengan sekam, pasir, dan pupuk kandang.

  1. Persiapan Lahan

Sebelum penanaman dilakukan, lahan pertanian harus disiapan lebih dulu. Persiapan dilakukan dengan cara mengolah dan menggemburkan tanah, serta membuat lubang sedalam 20-30 cm. Persiapan lahan juga dilakukan dengan tujuan memperbaiki sistem drainase, memperbaiki struktur tanah, dan memperbaiki aerasi tanah.

  1. Penanaman

Penanaman dilakukan pada lahan yang sudah disiapkan dan diberi campuran pupuk kandang. Pastikan jarak tanamn tidak terlalu dekat antara satu dengan lain, yaitu sekitar 40×40 cm. Setelah itu, kita dapat memilih bibit tanaman unggul, yaitu yang kondisinya bagus dan tidak ada kerusakan.

Tanaman garut dapat ditanam bersamaan dengan tanaman naungan akar lunak atupun akar keras. Penanaman tanaman garut cukup dengan memindahkan bibit ke lahan yang sudah disiapkan.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman dilakukan menyesuaikan kondisi lingkungan. Baik pengairan, penyiangan, dan pemupukan dapat diberikan jika tanaman terlihat membutuhkan. Kira-kira ketika tanaman sudah berumur 2-3 bulan.

Pengendalian hama dapat dilakukan jika ada tanda-tanda uret, tikus, atau ulat penggulung daun yang menyerang. Selain hama, tanaman garut juga rentan terhadap penyakir daun terbakar dan busuk daun. Cara pengendalian yang harus dilakukan adalah pemberian racun hewan, secara manual, dan perbaikan drainase lahan.

  1. Pemanenan

Tanaman garut dapat dipanen dalam umur 6 sampai 7 bulan atau 8 sampai dengan 12 bulan. Pada umur muda hasil panen yang diambil adalah bagian umbi apabila dibutuhkan untuk bahan makanan. Sedangkan pada umur 8 sampai 12 hasil panen dapat dijadikan bahan dasar tepung karena kaya akan zat pati.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami sharingkan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman garut, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga mampu memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *