Jenis Tanaman Hutan yang ada di Indonesia dan Dunia

Diposting pada

Jenis Tanaman Hutan

Hutan secara umum dapat diistilahkan sebagai suatu lahan pertanian yang luas dengan ditumbuhi tanaman pepohonan dan tidak dirawat oleh banyak orang atau tumbuh dengan sendirinya bisa hidup secara liar. Di dalam hutan ini terdapat banyak keanekaragaman hayati yang bisa ditemukan.

Mulai dari pepohonan yang tumbuh besar, sumber daya alam yang melimpah, sampai pada anekaragam tanaman. Tapi yang pasti, di dalam hutan terdapat jenis pepohonan untuk dipelihara dan dilestarikan sebab banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman atau pepohonan di hutan. Contoh tumbuhan di hutan yang dimanfaatkan untuk industri rumah tangga hingga industri berskala besar seperti ulin, akasia, dan mahoni.

Tanaman Hutan

Hutan merupakan daerah yang berisikan tanaman pepohonan dan tanaman liar yang tumbuh dengan sendirinya serta hewan- hewan liar. Di area hutan dapat dijumpai keanekaragaman hayati yang beragam dan langka/ unik. Tanaman hutan banyak tumbuh dengan sendirinya karena keadaan lingkungan yang mendukung contohnya hutan hujan tropis yang terdapat jenis tanaman langka seperti anggrek hitam, cendana, jati, dan masih banyak lagi.

Di dalam hutan terdapat tiga bagian yang terdiri bagian atas, permukaan tanah dan bawah tanah. Di bagian atas tanah terdapat tanaman seperti mahkota pohon, tanaman perdu, jenis batang kayu, dan semak belukar. Bagian permukaan tanah terdapat tanaman seperti rerumputan dan guguran yang berasal dari daun, cabang pohon atau batang. Guguran tersebut dapat menyebabkan kesuburan tanah dan habitat bagi mikroorganisme dan serangga.

Untuk bagian bawah tanah hutan inilah yang menyebabkan area tanah hutan subuh karena terdapat humus yang berasal dari bunga, daun, batang atau cabang yang telah gugur yang menjadi tempat hidup bagi cacing tanah.

Jenis Tanaman Hutan

Berikut ini merupakan salah jenis tanaman hutan yang berada di Indonesia dan Dunia, antara lain;

  1. Kayu Jati

Tanaman Hutan Kayu Jati
Kayu Jati

Jenis kayu pertama yang berada di hutan yaitu kayu jati. Kayu jati banyak dijumpai di beberapa kawasan di pulau Jawa. Jenis kayu ini memiliki kualitas yang tak usah diragukan. Kayu jati memiliki warna coklat yang telah dikenal oleh banyak orang karena kekuatan kayu ini tahan lama dan tahan rayap karena kandungan minyak yang berada di dalamnya.

Pori kayu ini kecil sehingga menjadikan kayu ini mudah untuk difinishing sangat halus. Kayu jati walaupun memiliki kekuatan yang snagat kuat namun kayu ini tetap mudah untuk dipotong sehinga jenis kayu ini menjadi bahan baku dalam pembuata furnitur atau ukiran.

  1. Kayu Meranti

Tanaman Hutan Kayu Meranti
Kayu Meranti

Jenis kayu kedua yang berada di hutan yaitu kayu meranti. Jenis kayu ini mudah dijumpai di berbagai kawasan di Indonesia, tetapi Kalimantan merupakan tempat tumbuh yang sangat baik untuk jenis kayu ini. Kayu meranti biasa ditemukan dengan kenampakan berwarna coklat kemerahan tanpa adanya urat.

Kayu meranti umumnya dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan furnitur. Kayu meranti jug dapat menjadi pulp yang sebagai bahan baku dari kertas. Buah tengkawang yang berasal dari macam jenis meranti sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan kosmetik.

  1. Kayu Cendana

Tanaman Hutan Kayu Cendana
Kayu Cendana

Jenis kayu ketiga yang berada di hutan yaitu kayu cendana. Jenis kayu ini memiliki aroma yang wangi namun tergolong susah untuk dibudidayakan dan memerlukan waktu lama untuk dapat dipanen. Tetapi, dibalik kesusahannya jenis kayu ini mempunyai banyak peminat dan sering digunakan sebagai bahan baku dupa yang mempunyai nilai jual yang cukup mahal.

Kayu cendana kokok dan sangat baik untuk bahan baku dalam pembuatan furnitur dan kerajinan. Umumnya produk dari kayu cendana ini akan dibiarkan polos begitu saja supaya wangi dari jenis kayu ini dapat terus dinikmati.

  1. Kayu mahoni

Tanaman Hutan Kayu mahoni
Kayu mahoni

Jenis kayu keempat yang berada di hutan adalah kayu mahoni. Kayu mahoni terkenal sebab mudah untuk diolah atau dikelola dengan baik. Apabila dibedangingkan dengan jenis kayu jati maka kayu mahaoni bertekstur lebih lunak dan mudah untuk diukir ataupun dibentuk.

Dalam proses pemotongan, kayu mahoni mudah untuk digergaji atau dipotong dari berbagai arah. Saat dipotong, dipaku ataupun saat proses pembengkokak jenis kayu ini tidak akan mudah retak. Kayu mahoni mempunyai pori kecil dengan warna merah di bagian dalamnya.

Pohon dari kayu mahoni ini dapat tumbuh subur di kawasan atau area iklim tropis. Pohon ini dapat meminimalisir polusi udara dan sebagai peneduh apabila daunnya tumbuh lebat.

  1. Kayu Sonokeling

Tanaman Hutan Kayu Sonokeling
Kayu Sonokeling

Jenis kayu kelima yang berada di hutan yaitu kayu sonokeling. Pohon kayu sonokeling ini dapat ditemukan di kawasan atau area Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jenis kayu ini mempunyai warna coklat gelap dengan bercorak indah. Jenis kayu ini dikenal keras seperti kayu jati.

Kayu ini juga mempunyai kandungan minyak yang dapat tahan terhadap rayap dan jamur pembusuk kayu. Jenis kayu ini dapat diolah menjadi macam- macam produk misalnya furnitur, alat olahraga atapun alat musik.

  1. Kayu Merbau

Tanaman Hutan Kayu Merbau
Kayu Merbau

Jenis kayu keenam yang berada di hutan yaitu kayu merbau. Jenis kayu merbau ini termasuk jenis kayu keras. Kayu ini berasal dari kawasan atau area Maluku dan Papua yang mempunyai karakter warna coklat abu gelap ataupun merah coklat gelap dengan adanya serat yang hampir lurus- lurus.

Walaupun keras, kayu merbau ini tidak susah untuk digergaji atau dipotong. Kayu ini biasanya digunakan sebagai parket lantai, bahan kontruksi jembatan ataupun tiang bangunan karena kualitas kerasnya yang dipunyai.

  1. Kayu Ulin

Tanaman Hutan Kayu Ulin
Kayu Ulin

Jenis kayu ketujuh yang berada di hutan yaitu kayu ulin. Kayu jenis termasuk ke dalam jenis kayu keras dan berat. Kayu ini berasal dari daerah Sumatra dan Kalimantan yang dapat tahan terhadap perubaha suhu dan iklim serta tahan terhadap serangan raya.

Jenis kayu ini biasa digunakan sebagai bahan kontruksi. Untuk penduduk lokal biasanya memanfaatkan ulin sebagai kerajinan tangan. Jenis kayu ini juga biasa dijadikan bahan material untuk membuat sebuah kapal atau perahu.

  1. Dipterocarpus littoralis

Tanaman Hutan Dipterocarpus littoralis
Dipterocarpus littoralis

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Dipterocarpus littoralis. Nama lokal tanaman ini yaitu Pelahlar. Tanaman ini dapat mencapai tinggi hingga 50 meter dengan diamter yang bisa lebih dari 150 cm.

Jenis ini dapat bertahan hidup di daerah hutan campuran dataran rendah, lereng, punggung bukit, dan pinggiran aliran air serta substrat tanah bukit kapur di daerah Nusakambangan pada bagian barat. Jenis kayu ini biasa digunakan sebagai bahan bangunan, bahan kontruksi kapal dan pertukangan, dan untuk resinnya untuk memakal perahu ataupun menutup celah kayu.

  1. Dipterocarpus cinereus

Tanaman Hutan Dipterocarpus cinereus
Dipterocarpus cinereus

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Dipterocarpus cinereus. Nama lokal tanaman ini yaitu lagan bras. Jenis tanaman ini termasuk tanaman punah.

Tetapi pada tahun 2013, tanaman ini ditemukan jenisnya kembali pada daerah pulau Mursala, Sumatera Utara oleh tim ekpedisi Kebun Raya Bogor. Jenis tanaman ini mencapai tinggi hingga 50 meter dengan diameter yang lebih dari 100 cm. Jenis tanaman biasanya digunakan sebagai kayu bangunan.

  1. Vatica bantamensis

Tanaman Hutan Vatica bantamensis
Vatica bantamensis

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Vatica bantamensis. Nama lokal tanaman ini yaitu resak banten atau biasa dikenal kokoleceran

Jenis tanaman ini tergolong terancam. Jenis tanaman ini mencapai tinggi hingga 30 meter dan tumbuh di Taman Nasional, Ujung Kulon, Bantendi daerah hutan dataran rendah yang berada di lereng bukit ataupun bukit. Jenis kayu ini digunakan sebagai bahan bangunan dan kontruksi kapal.

  1. Vatica javanica ssp. Javanica

Tanaman hutan Vatica javanica ssp. Javanica
Vatica javanica ssp. Javanica

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Vatica javanica ssp. Javanica. Nama lokal tanaman ini yaitu resak brebas atau pelahlar. Jenis tanaman ini tergolong tanaman kritis. Jenis tanaman ini mencapai tinggi hingga 27 meter dan berdiamter hingga 25 cm.

Jenis tanaman ini hanya tumbuh baik di hutan primer ataupun sekunder yang terdapat di area perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jenis kayu ini dumanfaatkan sebagai bahan kontruksi bangunan.

  1. Shorea javanica

Tanaman Hutan Shorea javanica
Shorea javanica

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Shorea javanica. Nama lokal tanaman ini yaitu damar mata kucing atau pelahlar lengo. Jenis tanaman ini berukuran besar dengan tinggi hingga 40 sampai 50 meter dengan diamter mencapai 150 cm. Jenis tanaman ini tersebar alami di Sumatera dan Jawa dan tumbuh di hutan primer ataupun sekunder.

Jenis tanaman ini digunakan sebagai bahan baku industri cat, kosmetik, bahan pangan aditif, farmasi, ataupun untuk memakal perahu dan menerangi rumah. Damat mata kucing dijadikan sebagai penyubur tanah disebabkan akarnya yang berasosiasi dengan mikoriza pengikat dan mengumpulkan unsur hara.

  1. Dryobalanops aromatica

Tanaman Hutan Dryobalanops aromatica
Dryobalanops aromatica

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Dryobalanops aromatica. Di Dunia jenis tanaman ini dikenal dengan nama Dryobalanops sumatrensis untuk di Indonesia dikenal dengan nama Dryobalanops aromatica. Nama lokal tanaman ini yaitu pohon kapur.

Pohon kapur ini memiliki ukuran besar dengan tinggi mencapai 40 sampai dengan 50 m dengan diameter 100 hingga 150 cm. Tanaman ini tumbuh baik di daerah Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat. Kayu ini digunakan sebagai bahan kontruksi bangunan dan bagian kampernya sebagai bahan parfum yang dikenal sebagai kapur barus.

  1. Eusideroxylon zwageri

Tanaman Hutan Eusideroxylon zwageri
Eusideroxylon zwageri

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Eusideroxylon zwageri dengan nama lokal ulin. Tanaman ini dikenal sebagai kayu besi karena tergolong kayu paling awet dan kuat se kawasan Asia Tenggara dan biasa digunakan untuk kebutuhan bangunan.

  1. Anisoptera costata

Tanaman Hutan Anisoptera costata
Anisoptera costata

Jenis tanaman berikutnya yang berada di hutan adalah Anisoptera costata. Nama lokal ini yaitu Mersawa dan Ki Tenjo. Tanaman ini mencapai ketinggian hingga 65 meter dengan diameter mencapai 1,5 meter dan berbanir tinggi mencapai 4 meter.

Pohon ini tersebar cukup luas di daerah Asia Tenggara dan di Indonesia biasa tumbuh di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa di dalam hutan terdapat arti tumbuhan yang beragam. Tanaman hutan biasanya dimanfaatkan bagi hewan dan manusia sehingga disebut sebagai hasil hutan. Hasil hutan dibedakan menjadi dua macam yaitu hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Keanekaragaman pohon di hutan bisa memproduksi beragam jenis kayu untuk berbagai kebutuhan antara lain konstruksi bangunan, rumah tangga, kerajinan, dan industri.

Ada yang mempunyai nilai ekonomis tinggi meliputi cendana, gaharu, jati dan masih banyak lagi. Kekayaan jenis tanaman ini dapat berguna dalam bidang perkebunan seperti karet, teh, kopi, dan rempah- rempah. Untuk hasil hutan non kayu antara lain madu hutan, buah-buahan, plasma nutfah, dan tanaman obat serta masih banyak lagi.

Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan terkait dengan macam-macam tanaman di hutan mudah ditemukan di Indonesia dan berbagai belahan dunia beserta dengan pemanfaatannya. Semoga memberikan wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *